Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Tim Lidik Subdit II Dittipidnarkoba Bareskrim Polri kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran zat berbahaya dengan mengungkap kasus penyalahgunaan etomidate di wilayah hukum Pekanbaru, Riau.

Pengungkapan tersebut dilakukan pada Selasa, 14 April 2026 sekitar pukul 12.00 WIB, di area parkir Hotel Furaya. Dalam operasi itu, petugas berhasil mengamankan seorang pria berinisial H (36) yang diduga kuat sebagai pemilik sekaligus pengendali barang terlarang tersebut.

Dari tangan tersangka, aparat menemukan barang bukti berupa 43 cartridge etomidate siap edar dengan merek THUGS.

Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #peredarannarkotika #etomidate

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Operasi senyap bares krim di Hotel Furaya Pekanbaru, 43 Chartrid G etomidata diamankan.
00:05Tim lidik subdit 2 di tipi narkoba bares krim Polri kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran zat berbahaya dengan mengungkap
00:11kasus penyalahgunaan etomidata di wilayah hukum Pekanbaru, Riau.
00:15Pengungkapan tersebut dilakukan pada Selasa, 14 April 2026 sekitar pukul 12 WIB, di area parkir Hotel Furaya.
00:23Dalam operasi itu, petugas berhasil mengamankan seorang pria berinisial H usia 36 tahun yang diduga kuat sebagai pemilik sekaligus pengendali
00:31barang terlarang tersebut.
00:32Dari tangan tersangka, aparat menemukan barang bukti berupa 43 Chartrid G etomidata siap edar dengan merek TOGS.
00:39Selain itu, turut diamankan satu unit telepon seluler yang diduga digunakan untuk transaksi serta dua perangkat alat hisap elektronik yang
00:46berkaitan dengan penggunaan zat tersebut.
00:47Berdasarkan hasil interogasi awal, H mengaku mendapatkan etomidata melalui perantara yang hingga kini masih dalam penyelidikan.
00:55Ia juga mengungkapkan bahwa aktivitas transaksi sudah berlangsung sejak Maret 2026, dengan nilai perputaran uang mencapai puluhan juta rupiah.
01:03Bahkan, sebagian barang disebut telah beredar di masyarakat.
01:07Tak berhenti di lokasi penangkapan, petugas kemudian melakukan penggeledahan lanjutan di kamar hotel yang digunakan tersangka.
01:12Dari hasil penggeledahan tersebut, ditemukan seluruh barang bukti yang disimpan dalam kantong plastik,
01:18menguatkan dugaan keterlibatan tersangka dalam jaringan peredaran zat berbahaya tersebut.
01:22Saat ini, baris krim Polri masih terus melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan yang lebih luas,
01:27termasuk memburu pihak-pihak lain yang terlibat dalam distribusi etomidata di riau maupun wilayah lainnya.
01:32Sejumlah langkah lanjutan pun tengah dilakukan, diantaranya pemeriksaan laboratorium terhadap barang bukti untuk memastikan kandungan zat,
01:39gelar perkara, hingga proses penyelidikan secara menyeluruh.
01:42Polri menegaskan tidak akan memberi ruang bagi peredaran narkotika maupun zat berbahaya lainnya.
01:47Upaya pemberantasan akan terus digencarkan demi menjaga keamanan serta melindungi kesehatan masyarakat dari ancaman penyalahgunaan zat berbahaya.
01:55Informasi terkait pengungkapan ini juga disampaikan melalui akun Instagram resmi milik di tipi narkoba baris krim Polri,
02:01yang kemudian dikutip oleh Riau Online pada Kamis, 16 April 2026.
Komentar

Dianjurkan