00:00Ketua Komisi 1 DPRD Kota Pekanbaru, Robin Eduard,
00:04mengusulkan adanya pembatasan jam operasional parkir di Kota Pekanbaru.
00:08Usulan ini muncul menyusul belum adanya aturan yang mengatur secara tegas batas waktu pungutan parkir,
00:13sehingga masyarakat kerap harus membayar hingga larut malam.
00:17Menurut Robin, pengaturan jam parkir penting untuk memberikan kepastian dan meringankan beban masyarakat.
00:23Ia mengusulkan agar pungutan parkir hanya diberlakukan pada rentang waktu tertentu.
00:28Parkir-parkir ini seharusnya dibatasi.
00:31Misalnya mulai pukul 6 pagi sampai maksimal pukul 22 malam.
00:35Di atas jam itu, tidak ada lagi pungutan parkir, ujar Robin, Kamis 9 April 2026.
00:42Politisi PDIP tersebut menilai, meskipun tarif parkir di Pekanbaru telah diturunkan
00:46yakni Rp. 1.000 untuk kendaraan roda 2 dan Rp. 2.000 untuk roda 4 kondisi di lapangan masih memberatkan
00:51masyarakat.
00:51Pasalnya, warga kerap harus membayar parkir berulang kali meski hanya melakukan aktivitas singkat.
00:58Kasihan masyarakat, kadang mau beli sedikit saja harus bayar parkir lagi.
01:03Ini juga bisa mematikan usaha UMKM di pinggir jalan, tegasnya.
01:07Untuk itu, Robin mendorong pemerintah kota Pekanbaru segera menyusun aturan yang jelas melalui peraturan wali kota,
01:13Perwako, agar pembatasan jam parkir dapat segera diterapkan tanpa harus menunggu proses panjang pembentukan peraturan daerah,
01:19Perda. Sebenarnya saya lebih setuju dibuat Perwako, karena kalau lewat Perda prosesnya lama.
01:26Jadi biar jelas, kalau di atas jam 10 atau 11 malam, masyarakat tidak perlu bayar parkir lagi, jelasnya.
01:34Ia berharap, dengan adanya kebijakan tersebut, masyarakat tidak lagi terbebani pungutan parkir hingga tengah malam,
01:40sekaligus menciptakan sistem parkir yang lebih tertib dan berpihak kepada warga.
01:44Ini harus menjadi perhatian wali kota.
01:47Sekarang belum ada aturannya, tidak ada batasan jam.
01:51Kasihan masyarakat sampai tengah malam harus bayar parkir, kemana-mana keluar duit terus, tutup Robin.
Komentar