Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BALIKPAPAN, KOMPAS.TV - Di tengah zaman modern, seorang pria di Balikpapan tetap setia merawat warisan masa lalu.

Bagi Purwantoro alias Jegglex, Vespa bukan sekadar kendaraan, melainkan identitas.

Sejak kecil, ia telah mengenal Vespa dari keluarganya.

Koleksinya kini mencapai sekitar 150 unit dengan berbagai tipe dan tahun produksi.

Ia berburu Vespa hingga ke berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri.

Sejak 2010, ia menjadikan Vespa sebagai sumber penghasilan utama.

Harga unit yang ditawarkan bervariasi dari jutaan hingga ratusan juta rupiah.

Pembelinya datang dari berbagai daerah.

Kini, ia mulai menyiapkan generasi penerus untuk melanjutkan kecintaannya terhadap Vespa.

Baca Juga Tragis! Pria di Subang Tewas Disengat Segerombolan Tawon Vespa saat Hendak Singkirkan Sarang di https://www.kompas.tv/nasional/607881/tragis-pria-di-subang-tewas-disengat-segerombolan-tawon-vespa-saat-hendak-singkirkan-sarang

#vespa #balikpapan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/660870/pria-asal-balikpapan-ini-raup-untung-dari-koleksi-vespa-yang-capai-ratusan-unit
Transkrip
00:02Sejak lahir, Purwantoro alias Deglek hanya mengenal satu jenis kendaraan di rumahnya, yakni Vespa.
00:08Doktrin sang ayah yang menyebut hanya Vespa kendaraan paling nyaman di dunia,
00:13membuatnya jatuh hati pada skuter ikonik asal Italia ini.
00:16Berawal dari koleksi pertama berupa Vespa VGL keluaran tahun 1963 saat duduk di bangku SMA,
00:24hingga VNB tahun 1961.
00:26Kini koleksinya telah mencapai 150 unit.
00:30Di Marconi Garage dan Marconi Classic 87 miliknya,
00:34terdapat berbagai jenis Vespa dari tahun produksi 1949 hingga edisi terakhir tahun 2005.
00:41Tak tanggung-tanggung, Deglek berburu unit hingga ke seluruh penjuru Nusantara,
00:46mulai dari Sabang sampai Merauke.
00:48Tak hanya produksi Italia, koleksinya juga mencakup Vespa rakitan Jerman,
00:53Rusia, Inggris, Perancis, hingga India.
00:58Vespa atau skuter bukan sekedar hobi, tapi keluarga dan turun-temurun.
01:03Sejak 2010 telah menggantungkan hidupnya dari Vespa.
01:06Mulai dari biaya sekolah anak, kuliah, hingga makan sehari-hari,
01:11semua dari hasil jual-beli Vespa.
01:13Bisnis yang dijalankannya pun bukan kaleng-kaleng.
01:15Harga unit yang ia tawarkan bervariasi.
01:18Mulai dari harga ramah kantong 3 juta rupiah,
01:21hingga unit langka yang menembus harga 400 juta rupiah.
01:26Pembelinya pun datang dari berbagai daerah di luar Kalimantan.
01:29Kini, Deglek sedang mempersiapkan generasi keempatnya.
01:32Ia mulai mengajarkan anaknya mencintai skuter ini
01:35dan mengumpulkan suku cadang secara perlahan.
01:38Sama sih, masih dalam satu lingkup keluarga.
01:42Vespa itu bukan hobi sih.
01:44Vespa itu keluarga buat kami.
01:46Karena turun-temurun dari kakek, bapak, dari saya.
01:51Jadi, kayak sebuah, bukan sebuah kendaraan transportasi ya,
01:56sebagian dari keluarga.
01:57Mulai saya lahir di bumi ini,
02:00yang saya lihat cuma Vespa, kendaraan di rumah.
02:04Jadi, tidak ada kendaraan lain selain Vespa.
02:08Baginya, Vespa adalah warisan
02:10yang tak akan pernah padam di makan zaman.
02:13Iskandar Amir Dahlan, Kompas TV Balikpapan, Kalimantan Timur.
Komentar

Dianjurkan