Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 bulan yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, menegaskan tidak ingin berspekulasi terkait polemik dugaan ijazah palsu yang menyeret sejumlah tokoh politik.

Ia memilih menyerahkan sepenuhnya persoalan tersebut kepada proses hukum yang berjalan.

"Saya tidak mau berspekulasi dan tidak mau menuduh siapa pun, biarkan proses hukum berjalan apa adanya," ujar Jokowi di Solo, Jumat (3/4/2026).

Mengenai isu restorative justice, Jokowi menegaskan bahwa hal tersebut merupakan kewenangan aparat penegak hukum, khususnya kepolisian.

Ia menyebut dirinya hanya menerima permintaan maaf dari pihak terkait dan telah memberikan maaf, sementara proses selanjutnya ditangani oleh penasihat hukum.

Menanggapi isu politik internal partai, Jokowi juga menegaskan tidak memiliki keterlibatan dalam urusan internal PDI Perjuangan.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Video Editor: Novaltri

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/660819/full-jokowi-buka-suara-soal-tudingan-ijazah-dan-isu-ambil-alih-pdip
Transkrip
00:00Urusan di BDI Perjuangan ada urusan internal di sana.
00:04Tidak ada urusan dengan saya.
00:06Pak, terkait tanggapan beberapa tokoh politik yang diingatkan dengan bijasa palsu
00:12seperti Pak A.A.H., rizik sinap dunia yang lain?
00:16Saya tidak mau berspekulasi dan saya juga tidak mau menuduh siapapun.
00:25Biarkan proses hukum dan proses yang lain berjalan apa adanya.
00:31Artanya kalau untuk spekulasi itu kan muncul dari Rizmon ya Pak? Seperti apa tadi?
00:37Ya, tanyakan ke dia.
00:40Siap. Pak, terkait pertemuan dengan Pak Prabowo kemarin untuk hal-hal lebih hal, ada pembicaraan khusus enggak Pak?
00:47Tidak ada.
00:49Ada pembahasan terkait politik atau untuk?
00:51Tidak ada.
00:54Kalau dengan Pak ASB saat open house juga tidak ada pembicaraan?
00:57Tidak ada, ada. Silaturahmi. Tidak ada.
01:00Atau tukar pikiran bersama mereka Pak?
01:02Tidak ada. Tamunya banyak sekali mas.
01:06Pak, kalau dari Pak Andi Aswari itu kan menyebut Bapak menyetujui restoratif jasis itu untuk Rizmon. Apa kebenar Pak?
01:16Restoratif jasis itu adalah kewenangan Polda Metro Jaya, adalah kewenangan para penyidik. Saya hanya hadir ke saya, Pak Rizmon Sianipar,
01:33kemudian meminta maaf dan saya maafkan.
01:38Dan selanjutnya itu yang urus penasihat hukum saya.
01:44Kenapa beda dengan yang Egi Sujana, Pak, yang sudah datang juga, sudah minta maaf juga, tapi kenapa, apa namanya, sikapnya
01:51beda?
01:52Ya, ditanyakan ke Polda. Kalau di sini sama, urusannya hanya memaafkan.
02:01Pak, ada tudingan Pak Jokowi akan mengambil alih PDI, seperti apa, Pak tanggapannya?
02:08Urusan di PDI Perjuangan ada urusan internal di sana. Tidak ada urusan dengan saya.
02:14Sudah ya. Terakhir, Pak. Terkait dengan gugurnya 3 TNI di Lebanon, tanggapannya seperti apa?
02:21Ya, pertama-tama saya ingin mengucapkan duka cita yang mendalam atas gugurnya 3 prajurit terbaik dari TNI.
02:33Dan semoga arwahnya diterima di sisi Allah SWT. Semua dosa diampun.
02:39Ada saran atau imbun untuk pemerintah itu enggak sih, Pak? Apa yang harus dilakukan pemerintah?
02:45Ya, pemerintah sangat tahulah apa yang harus dilakukan.
02:50Terima kasih, Pak.
03:05Di Kompas TV Channel 11, di televisi Anda.
Komentar

Dianjurkan