Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 10 menit yang lalu
KOMPAS.TV - Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi memasuki fase operasi darat. Pengamat Politik Timur Tengah Hasibullah Satrawi menilai pernyataan Trump sulit dibaca karena kerap inkonsisten dan kontradiktif.

Sementara itu, Gubernur Lemhannas 20222023 Andi Widjajanto menekankan bahwa ketidakjelasan tujuan strategis Amerika berpotensi menjadikan konflik sebagai "perang tanpa arah".

"Perang ini berpotensi menjadi messy war karena tidak didahului tujuan yang spesifik," kata Andi dalam program BOLA LIAR, Jumat (3/4/2026).

Baca Juga Menebak Langkah Trump Akhiri Perang dengan Iran di Tengah Tekanan Global | BOLA LIAR di https://www.kompas.tv/nasional/660804/menebak-langkah-trump-akhiri-perang-dengan-iran-di-tengah-tekanan-global-bola-liar



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/660808/konflik-as-iran-masuk-babak-baru-dunia-dalam-ketidakpastian-bola-liar
Transkrip
00:00Halo selamat malam saudara, Bola Wiar kembali menggelinding ke hadapan anda.
00:05Amerika Serikat bersiap perang darat dengan Iran, akhir jeda serangan 6 April jadi momentumnya.
00:11Sementara pidato nasional presiden Donald Trump rabu malam waktu Amerika adalah sinyalnya.
00:16Pidato Trump mengandung pesan bertentangan.
00:19Kata Trump, perang sudah diambang akhir, tapi ia juga menyebut perang lebih besar akan berlangsung 2 hingga 3 pekan mendatang.
00:27Kini sorotan tertuju pada apa target operasi darat Amerika Serikat dan bagaimana kalkulasinya mengungguli lawan yang mengenal medan dan masih
00:37memiliki kapabilitas militer yang mengancam.
00:39Lalu bagaimana strategi Iran menghadapi pasukan Amerika Serikat dan tentu Israel yang unggul aset laut dan udara di wilayahnya sendiri?
00:48Inilah Bola Liar, Trump serang darat ke Iran, strategi atau bunuh diri bersama saya masih tertarikan.
00:59Kita bahas dengan sejumlah narasumber topik kita malam ini adalah Profesor Suzy Sudarman, Ketua Pusat Kajian Wilayah Amerika, Universitas Indonesia.
01:06Selamat malam.
01:08Korkubi, Direktur Center of Petroleum and Energy Economic Studies. Selamat malam.
01:14Andi Ujayanto, Gubernur Lemhanas 2022-2023. Selamat malam.
01:34Selamat malam, Pak Isha.
01:39Kemudian di keluar ada Aisyah R. Kusuma, Sumantri, Direktur Kerja Selamat malam, Dekiri, Indofaspec Strategi Intelligent.
01:46Saya langsung ke Anda dulu.
01:48Kenapa Amerika Serikat harus melakukan operasi darat?
01:51Ini exit strategi untuk jadi solusi di mana Selat Hormus jadi masalah utamanya?
01:55Saya rasa di sini terlalu jauh untuk bilang bahwa Amerika Serikat akan melakukan full blown attack ya, jadi full ground
02:03operation ke Iran.
02:04Karena untuk bisa menaklukkan Iran secara keseluruhan, kita lihat datanya itu menunjukkan sekitar 300 sampai 500 trups yang harus diluncurkan.
02:12Iran ini jauh lebih besar dibandingkan dengan Irak ya, 3 kali lipat lebih besar.
02:16Lalu kemudian secara terrain ya, itu dikelilingi dengan pegunungan dan sekarang satu-satunya kemudian jalan masuk itu adalah melalui wilayah
02:25pantai.
02:26Yang mana itu bertepatan dengan Selat Hormus.
02:28Saya rasa di sini apa yang dilakukan Amerika Serikat menambah pasukannya di kawasan timur tengah dan kemudian menambah marines dan
02:36bahkan para troopers ya,
02:37itu adalah untuk mengambil keuntungan di pulau-pulau di Selat Hormus.
02:41Di antaranya adalah Pulau Kark, yang kita ketahui merupakan lifeline dari Iran itu sendiri.
02:4790% dari produksi minyak Iran itu diproduksi di Pulau Kark.
02:51Sehingga saya rasa di sini Amerika Serikat ini berusaha untuk mendapatkan leverage dari negosiasinya ke Iran.
02:58Karena Amerika Serikat sekarang cuma punya 3 pilihan.
03:01Yang pertama itu adalah melakukan pergantian rezim, yang mana ini sudah kita tahu bahwa ini mustahil untuk dilakukan.
03:07Yang kedua adalah melakukan pelemahan terhadap kapasitas militer dari Iran, yang mana ini kita tahu bahwa ini sedang dilakukan bersamaan
03:16dengan pilihan ketiga,
03:18yaitu menyeret kembali Iran ke meja perundingan.
03:20Tetapi kan kita lihat di sini bahwa Iran ini semakin lama semakin berusaha untuk melakukan penguluran perang gitu ya,
03:29membuat perang ini menjadi protracted.
03:31Jadi dia berusaha untuk merubah aksitektur perangnya itu sendiri.
03:34Karena semakin lama perangnya berlangsung, maka kemudian tekanan di bidang ekonomi, tekanan di bidang keamanan, tekanan di bidang politik,
03:41ini akan semakin besar untuk Amerika Serikat.
03:43Terutama dari segi politik domestik dan juga politik internasional.
03:47Dan kita lihat di sini Donald Trump sudah terdesak.
03:50Karena dampak dari peran ini ternyata sudah dirasakan sebenarnya dari seluruh dunia ya.
03:56Jadi tidak hanya di Amerika Serikat saja.
03:58Sementara Donald Trump juga menghadapi midterm election di bulan November dan harus membuktikan legitimasi dari peperangan ini nanti di akhir
04:05bulan April ke Kongres dan ke Senat Amerika Serikat.
04:08Dan itu merupakan suatu tekanan yang besar untuk Trump.
04:11Nah sekarang saya rasa Pulau Kark ini merupakan salah satu desperate attempt dari Trump untuk bisa merancang sebuah negosiasi yang
04:18lebih menguntungkan Amerika Serikat sendiri.
04:20Meskipun poin-poin yang diajukan Amerika Serikat tentu saja itu sulit dipenuhi oleh Iran.
04:24Nanti saya kandalkan saya ke Masa Serau ya.
04:26Apakah Anda melihat memang Amerika Serikat sangat tertekan atau kemudian apa maksud dari Trump mengatakan ya 2-3 minggu lagi
04:32akan ada serangan yang lebih besar?
04:35Ya yang pertama menurut saya semua kita pengamat dan akademisi mungkin sepakat bahwa membaca Trump ini tidak mudah.
04:44Sebagai tokoh, sebagai presiden apalagi.
04:46Karena yang pertama Trump tampil dengan perubahan yang begitu cepat, inkonsistensi, bahkan kadang-kadang kontradiksi, bahkan kadang-kadang dia di
04:56luar nilai-nilai yang menjadi pakem bagi masyarakat tentang kebaikan, tentang konsistensi dan lain sebagainya.
05:03Trump adalah sesuatu yang berbeda.
05:04Nah oleh karena itu membaca tentang Trump butuh energi tersendiri dan saya mencoba membacanya paling tidak dengan mengumpulkan beberapa pernyataan
05:16terutama yang disampaikan dalam beberapa hari terakhir.
05:19yaitu yang pertama adalah pidato yang disampaikan pada tanggal 24 kalau dalam hitungan saya kurang lebih di 584 jam semenjak
05:29perang itu terjadi kemarin.
05:31Dimana saat itu Trump tampil dengan diksi yang sangat optimistis ya bahwa ini perang akan segera berakhir dan mungkin beberapa
05:39hari lagi bahkan dikatakan pihak Iran sudah mulai bernegoisasi.
05:43Padahal saat itu bahkan yang disebut sebagai tokoh alternatif menganggap bahwa itu cuma bohongan belaka dari Trump.
05:51Jadi itu satu konteks dan yang kedua konteksnya adalah pidato terakhir kemarin.
05:57Pidato 20 menit yang kalau kita baca agak berbeda daripada pidato yang di tanggal 24 kemarin.
06:04Karena kalau tanggal 24 itu kayak semacam skenario besar yang dipentaskan agar menjadi ide bagi para pihak terkait dengan perang
06:12untuk mengarah kepada versi dia berakhir sesuai dengan cerita dia berakhir sesuai dengan skenario dia.
06:18Yang kemarin saya melihat justru kepada awal kampanye jadi dia mulai menghadapi publik Amerika dengan cara menyampaikan poin-poin yang
06:2720 menit itu latar belakang kenapa perang ini harus diambil capaiannya seperti apa bahkan gambaran ke depan karena dia takut
06:34ditekan oleh domestiknya dikasih gambaran mungkin ada kenaikan minyak tapi tidak akan terlalu lama.
06:40Jadi dia ingin mengatakan dia masih kontrol keadaan.
06:44Nah persoalannya memang sekali lagi lapangan tidak dikuasai oleh Trump.
06:49Bahkan ketika dia belum selesai bicara dia bilang bahwa Iran sudah hancur pasukannya sudah hancur roketnya sudah hancur tiba-tiba
06:58belum selesai rudal Iran sudah nyampe di Israel.
07:01Jadi sekali lagi ini menurut saya satu keadaan yang memang Trump sekarang saya membacanya tidak sedang mengontrol keadaan.
07:09Dan dia mencoba untuk bisa tadi mengakhiri perang ini karena makin lama perang ini akan semakin menghanguskan kepentingan politik dia.
07:18Karena itu sesuatu yang saya anggap lebih pasti dari ketidakpastian Trump yang besar adalah bahwa dia butuh akhir perang ini
07:26lebih cepat.
07:27Tapi sekali lagi itu tidak mudah karena lapangan tidak bisa dibungkus oleh retorika dia yang sempurna.
07:33Dia bilang Iran sudah hancur ternyata Selat Hormos juga belum bisa diapapain.
07:36Dia bilang rudalnya Iran sudah tidak ada yang tersisa.
07:40Ternyata Israel dalam beberapa hari terakhir lebih sering kebakaran daripada hari-hari sebelumnya.
07:45Jadi itu kenyataan-kenyataan yang akhirnya dibaca secara apa adanya oleh masyarakat kita semua.
07:52Oke baik. Mas Andi di Amerika Serikat sendiri ini sudah ganti gonta-ganti pejabat ya.
07:57Menelunya sendiri, Menteri Pertahanannya itu mengganti beberapa pejabat militer di Amerika Serikat.
08:02Apakah ini tandanya adalah upayanya agar nanti para pejabat atau siapa yang ditempatkan untuk mendukung kampanye dari Trump?
08:10Ya tapi itu akan menjadi upaya yang susah ya.
08:14Karena ya ilmu perangnya masih sama.
08:17Jadi kalau melihat apa yang dilakukan oleh Amerika Serikat, Pentagon itu butuh waktu untuk benar-benar memahami penggunaan AI dalam
08:29perang itu pengaruhnya seperti apa.
08:31Kedoktrin, ke strategi, ke organisasi.
08:33Tapi itu belum mereka pelajari sekarang.
08:35Mereka baru menggunakan AI-nya.
08:37Jadi siapapun yang akan nanti diangkat menjadi kepala staf angkatan darat yang baru atau ada pergantian-pergantian yang lain.
08:45Itu cetakannya masih sama.
08:47Betul-betul masih sama.
08:49Yang kemudian akan mengatakan perangnya menjadi messy war.
08:53Messy war itu perang yang berantakan.
08:56Karena tidak didahului oleh aim.
08:59Tujuan yang spesifik.
09:01Waktu Irak 1, tujuannya sangat jelas.
09:05Mengusir pasukan Irak dari Kuwait.
09:08Itu tercapai dalam waktu 100 jam.
09:12Waktu Irak 2, tujuannya adalah pergantian rejim.
09:17Menemukan senjata pemusnah masal yang tidak bisa mereka lakukan dan pergantian rejim.
09:22Bagdad jatuh setelah Amerika Serikat 23 hari.
09:26Lakukan operasi.
09:28Kali ini kita tidak tahu yang akan menjadi tujuan Amerika Serikat apa.
09:32Tadinya saya menduga penghancuran total fasilitas nuklir.
09:36Tapi bukan itu yang menjadi sasaran utama dalam serangan-serangan seminggu pertama.
09:41Atau yang kedua adalah memastikan kapabilitas retaliasinya dalam hal ini rudal dan drone itu dipatahkan.
09:50Ternyata gagal.
09:50Yang ketiga melumpuhkan garda republiknya.
09:57Juga gagal.
09:58Karena garda republiknya tidak digelar dalam satu komando yang integral.
10:06Tapi sudah mirip-mirip dengan gerai gerai.
10:10Yang ada di 17 titik yang paling utama di Irak.
10:14Yang keempat yang paling susah, pergantian rejim.
10:17Pada saat pemimpin besarnya Kameni meninggal, terus kemudian langsung diganti oleh anaknya,
10:24itu menunjukkan bahwa empat tujuan politik militernya, tujuan politik perangnya, itu empat-empatnya gagal dicapai.
10:32Kalau sekarang ini tadi ada pembicaraan tentang invasi darat, saya hanya melihat dua jenis pasukan darat yang disiapkan.
10:41Yang pertama adalah marinir.
10:44Normal di Amerika Serikat, marinir terjun pertama untuk membuka jalan.
10:49Ini pasti nanti arahnya adalah ke pulau atau ke pesisir pantai.
10:54Tapi yang kedua yang disiapkan adalah divisi 82.
10:57Divisi 82 itu lintas udara.
11:00Berarti dibayangkan mereka mungkin diterjunkan di Teheran.
11:03Mereka juga mungkin diterjunkan di fasilitas-fasilitas nuklirnya Iran.
11:08Nah kalau ini menjadi perang untuk mengekstrasi kemampuan nuklir Iran yang ada 300-400 meter di bawah tanah,
11:18ini perang yang belum pernah dilakukan oleh negara manapun.
11:22Oke baik, saya kalau ke Pak Agung sendiri tadi kan disampaikan oleh Mas Andi,
11:26bahwa ini bisa saja jadi Macy War karena nggak jelas tujuannya apa.
11:30Tapi kalau kita lihat perkembangan eskalasinya, kemudian mobilisasi yang dilakukan,
11:33sikap Trumpnya juga begitu kekas sekali, apakah ini memang jadinya nanti bakal jadi Macy War?
11:38Ini eskalasi menuju deeskalasi.
11:41Kenapa?
11:42Karena perang itu kan ada beberapa cara di dalamnya.
11:50Cara militer, cara diplomasi, cara informasional, dan cara ekonomi.
11:55Sekarang ini yang dilakukan oleh Iran adalah fase perang ekonomi.
11:59Bagaimana membuat Amerika kehilangan potensi ekonominya, makin tergerus ekonominya,
12:07sehingga itu membuat Amerika menyerah.
12:09Sementara Amerika sendiri, bagaimana caranya membuat menyakiti Iran agar dia menyerah.
12:17Masalahnya ternyata yang dianggap untuk menyakiti, menghancukkan jembatan, menghancukkan semua itu,
12:23ternyata tidak buat sakit Iran.
12:25Karena Iran sudah memiliki penangkal sebelumnya, yaitu seperti disebutkan Purwano,
12:29Pak Andi adalah desentralisasi daripada organisasi pertahanannya.
12:35Desentralisasi untuk menyerangnya, sehingga tidak bisa terganggu.
12:38Jadi sangat bagus.
12:40Tapi yang jelas dari apa yang kita ketahui, bahwa diplomasi-informasi militer ekonomi pada saat sebelum perang,
12:46Amerika unggul sekali, Iran itu tidak ada mas Anu lah.
12:50Kalau soal Israel, kayaknya tidak penting ya.
12:52Israel itu di mana ya, tidak tahu ya, tidak pernah kedengeran sekarang.
12:55Itu hanya korban tembakanannya.
12:57Tapi sekarang kita konsen pada Amerika dan Iran.
13:04Sekarang, setelah satu bulan lebih, ternyata diplomasi Amerika keteteran.
13:07Apa yang diomongkan oleh Trump itu agak tidak jelas, tapi saya jelaskan nanti kenapa.
13:12Secara informasional, jelas babak belur.
13:13Karena pada saat medsos sudah jalan, sekarang kelihatan nih,
13:16mulai hancur yang dulu tidak disiarkan media besar, kelihatan nih.
13:19Apa namanya, kacau-nya betapa Tel Aviv, bocor di sini ada pesawat jatuh, segala macam.
13:25Secara militer, ya memang hancur ya, semua di permukaan.
13:28Tapi kita tahu juga yang di bawah permukaan itu masih sibuk membalas,
13:30dan pihak yang menangkis, makin tidak bisa nih, makin lama makin tembus nih.
13:35Dan setelah ekonomi, nah ekonomi.
13:37Amerika itu nggak berdaya sama sekali nih, kenapa?
13:40Karena Amerika pun ingin menyerang, tadi omongannya Trump itu bilang,
13:43wah saya akan nyerang kilang minyak loh kalau berani.
13:46Karena setiap serangan terhadap potensi ekonomi Iran,
13:50katanya Iran itu sangat terkoneksi, meskipun dia di embargo,
13:52ternyata Iran itu sangat terkoneksi dengan pasar besar,
13:56karena sebetulnya dia memiliki 4% minyak dunia dari dia.
13:59Sekarang dia menghandle 20%, karena semua diatur sama dia.
14:01Nah, yang terjadi adalah setiap ada gangguan terhadap serangan kekilang,
14:06atau pulau, karak, segala macem,
14:07itu potensi akan menggerus US Treasury Yield,
14:10atau suku bunga obligasi Amerika, cara menjelaskannya.
14:15Setiap naik 0,1%, itu berarti Amerika harus bayar utangnya nanti tahun depannya,
14:2034 miliar dolar ekstra.
14:22Tapi kalau nabah utang, dia akan lebih besar lagi.
14:24Nah, kalau naiknya sampai 1%, itu udah tinggal dikali 10 saja itu.
14:29Itu jadi masalah besar bagi Amerika,
14:31dan masalah besar itu bukan hanya permintaan bisa bayar,
14:34tetapi yang masalah ada yang bayar rakyat Amerika.
14:36Karena rakyat Amerika itu punya hipotek ya,
14:38hipotek itu utang, angsuran rumah, angsuran mobil,
14:42itu bapak belur semua.
14:44Itu bisa membuat makin banyak orang akan berada yang gelandang di jalan-jalan Amerika,
14:47karena homeless nggak sanggup bayar.
14:49Jadi sekarang dilemanya Trump adalah bagaimana kelihatan hokey,
14:53kelihatan hebat, dia menghancurkan apa,
14:55tapi jelas ada target yang nggak bisa dihancurkan,
14:58karena itu berimplikasi pada keuangan Amerika,
15:01pada yieldnya naik, suku bunganya naik.
15:03Jadi setiap kilang minyak nggak bisa dihancurkan,
15:05mungkin beberapa hal yang terkait dengan ekonomi ya,
15:08terkait dengan penghilangan, liquid natural gas,
15:12kemudian pusat pupuk, itu nggak bisa diganggu.
15:14Nah, sekarang berarti bagaimana sekarang dia mau menyerang,
15:16saya yakin nggak akan menyerang pulau kar,
15:18nggak akan menyerang bandara bas,
15:20nggak akan menyerang pulau-pulau,
15:21apalagi masuk ke dalam teluk parsi itu,
15:23ngelewati nggak akan.
15:24Pasti dia akan menyerang di tempat lain,
15:26yang akan bisa menunjukkan kemampuannya,
15:28bisa menawan orang,
15:30bisa membongkar di situ ada sarang rudal,
15:34bisa menunjukkan bahwa Amerika ini oke,
15:36setelah itu baru cabut,
15:38dengan ada sedikit kemenangan,
15:39daripada sekarang pergi kabur,
15:41kayaknya kalah dah itu.
15:42Nanti kita bahas soal strategi ini,
15:45Pak Agung saya ke Prof. Suze.
15:46Jadi sebenarnya,
15:48kenapa hormus jadi titik panas,
15:50dan harus dibuka?
15:54Komunikasi kepada publik Amerika,
15:57karena memang kelihatannya,
15:59ini hubris ya,
16:00kalau perang ini adalah hasil hubris dari Amerika Serikat,
16:04merasa besar,
16:05merasa mampu melakukan sesuatu,
16:07tapi dia punya sejarah,
16:09bahwa setiap sipil yang mengetuai Department of Defense,
16:13selalu mengacaukan,
16:15Rumsfeld,
16:16McNamara,
16:17lalu sekarang,
16:19Hexaf.
16:20Jadi kalau kita melihat,
16:22secara strategis,
16:24mungkin kalau misalnya diserahkan kepada militernya,
16:26seperti waktu Irak itu diserahkan kepada Tommy Franks,
16:29mungkin Rumsfeld nggak bisa sekacau itu.
16:32Tapi sekarang ini,
16:34bagaimana menanggulangi satu arahan
16:37yang berdasarkan hubrisnya si Donald Trump,
16:40lalu yang akan dilakukan adalah
16:42mencoba propaganda kecil-kecil
16:45agar nanti memuncak menjadi propaganda besar
16:48menjelang pemilu.
16:49Karena dia tidak bisa keluar begitu saja,
16:52ada exit strategy
16:54yang belum dijabarkan.
16:57Jadi dia mencari-cari exit strategy itu
16:59dengan pemikiran tetap pemilu
17:02selah yang akan datang.
17:03Jadi ini adalah contoh-contoh
17:06di mana hubris dan kekuatan sipil
17:09merintah Department of Defense
17:11menunjukkan kegagalan besar ya.
17:13Jadi background seorang headset itu
17:15tidak mampu begitu sebagai militer,
17:17background dia sebagai militer
17:18tidak sanggup begitu untuk...
17:19Dia tidak mau mengakui,
17:21tapi kata-kata kan sipil
17:23kurang careful dibandingkan militer.
17:25Not because saya keluarga militer ya,
17:28tapi jelas kalau militer
17:30lebih mencari safety.
17:32Tapi kan dia juga ganti beberapa orang-orang,
17:35orang-orangnya dia untuk menjabat begitu.
17:39Apakah itu pun juga tidak cukup?
17:41General Randy dipecat oleh dia,
17:43kepalanya Army.
17:44Karena mungkin dia tidak setuju dengan apa yang akan diperintahkan oleh Hexaf.
17:49Lalu belum pernah kejadian tentara Amerika itu dibuai oleh ucapan-ucapan agama.
17:55Bahwa ini adalah perang suci,
17:57ini adalah akan menunjukkan cinta mereka kepada Christ dan sebagainya.
18:03Jadi mereka sendiri menolak ajaran-ajaran baru,
18:06doktrin-dokrin baru,
18:07dan melihat tindakan-tindakan Hexaf yang serba aneh.
18:10Kalau perempuan jadi general langsung dipecat,
18:13langsung disingkirkan.
18:15Belum pernah kondisi di mana Amerika Serikat itu begitu kacau ya,
18:20begitu ingin melakukan sekehendak hati.
18:23Saya kira perempuan sudah diakui perannya di dalam militeri Amerika.
18:28Cuman masalahnya ini adalah kelompok orang yang male chauvinist dan white supremacist.
18:35Jadi kita lihat kalau orang kulit berwarna langsung dipecat.
18:38Jadi bukan bagaimana membesarkan kemenangan Amerika Serikat,
18:43tapi ribut soal yang kecil-kecil untuk menunjukkan kepada maga bahwa kami masih maga.
18:47Padahal maganya sudah pecah.
18:49Nanti saya lanjut lagi ke Prof.
18:50Jadi Profik, kira-kira apa aksi strategi baik untuk Amerika Serikat maupun Iran?
18:56Nanti dijawab.
18:56Kami sudah kembali saudara, tetap di Bola Liar.
Komentar

Dianjurkan