00:00Saya rasa daya tahan atau kemampuan negara kita itu pasti ada batasnya ketika krisis ini akan terus berlanjut ya.
00:08Dan kita juga tahu bahwa negara-negara tetangga kita sudah bersiap-siap juga gitu.
00:15Macam-macam ada yang bicara soal bagaimana persembunyian, membangun-bangun bangkor, segala macam.
00:23Atau kemudian mematikan lampu jalan, atau kemudian macam-macam dari negara.
00:28Kita ini punya enggak kebijakan kedaruratan yang terkait dengan pergeseran konflik ini atau perang yang terjadi berlarut ini?
00:37Ini menarik, kalau kita saat 28 Februari masih berpikir oh perangnya di sana, di timur tengah, di kawasan teluk yang
00:44kena.
00:45Tapi saat negara tetangga di Asia Tenggara saja sudah bersiap, kita jadi berpikir ulang.
00:51Apa dampak perang ini terhadap dapur rumah kita, dapur rumah tangga kita masih bisa mengepul?
00:57Apakah dapur ini dan apa kaitannya? Bu Afi bisa menjelaskan secara sederhana soal ini.
01:01Jadi gini, persoalan pertama adalah perang ini mempengaruhi dibandingkan waktu Ukraine dan Rusia.
01:09Karena itu hanya BBM dan juga gandum.
01:13Tapi kali ini itu bisa dampaknya cukup luas.
01:15Kenapa?
01:16Karena selat hormus itu 20% perdagangan itu melalui selat tersebut.
01:20Sehingga pengaruh pertama adalah pastinya tadi BBM yang sekarang dibicarakan pemerintah.
01:26Tapi BBM ini kan pengaruhnya bukan hanya BBM, tapi juga ternyata sekarang beberapa perusahaan juga mengalami faktor input daripada perusahaan
01:33itu tidak bisa di-delivery.
01:35Akibatnya perusahaan kan mengurangi produksi.
01:38Kalau mengurangi produksi nanti bisa dampak terhadap PHK.
01:40PHK berarti daya beli masyarakat turun lagi.
01:43Itu dari sisi hal tersebut.
01:44Nah dari sisi masyarakat, kalau ada dampak terhadap inflasi, walaupun mungkin nanti subsidi BBM akan dilakukan.
01:51Tapi kan harga-harga yang naik, bukan hanya dari sekedar BBM-nya saja kan kenaikan itu.
01:57Nah kalau ini terjadi karena supply-nya terbatas dibandingkan demand, itu juga bisa menaikkan harga.
02:03Tidak sekedar BBM.
02:04Nah ini yang mungkin belum banyak dibahas oleh pemerintah.
02:07Jadi bahasannya hanya sekitar kalau nanti BBM naik, subsidi tetap jalan.
02:11Nah di satu sisi, masyarakat mungkin sekarang merasa bahwa subsidi aman berarti aman semuanya.
02:18Belum tentu.
02:18Karena dari sisi pangan, itu belum tentu.
02:21Karena ada import tidak hanya BBM, tapi juga import pangan.
02:24Itu pertama, kita kemandiran pangan belum 100%.
02:26Yang kedua adalah kaitannya dengan supply terhadap barang-barang pabrikan yang ada di Indonesia.
02:32Terutama adalah makanan minuman.
02:34Nah ini juga mungkin yang perlu pendekatan kehadap perusahaan-perusahaan.
02:38Apa yang akan terjadi kalau supply mereka berkurang, apa yang harus dilakukan oleh pemerintah.
02:43Nah jadi artinya kalau pemerintah mau membuat suatu policy itu harus the hold.
02:48Tidak hanya kepada BBM-nya saja, tapi juga bagaimana dampak kepada masyarakat, kepada dunia usaha.
02:54Nah dunia usaha ini yang kayaknya belum banyak diajak untuk berdiskusi terkait dengan
02:58kalau nanti terjadi PHK kan pemerintah, apa yang bisa dilakukan oleh pemerintah.
03:02Nah itu dari satu sisi ya.
03:04Nah yang kedua adalah kita juga melihat kapasitas fiskal nih.
03:08Kita tahu di tahun 2025 itu defisit kita sudah mendekati 2,92.
03:13Sekarang memang masih 2,5 gitu ya.
03:16Tapi kan kalau melihat dari subsidi itu, setiap kenaikan 1 dolar harga BBM,
03:22itu bisa menaikkan 6,7 triliun daripada subsidi.
03:27Nah kalau naiknya dari 80 ke 100 misalnya, 20 dolar, kalikan saja berapa gitu.
03:33Nah apakah pemerintah punya kemampuan gitu kan.
03:36Nah ini yang mungkin menurut saya harus ada awareness ya.
03:39Kita bisa mencontoh negara lain.
03:40Walaupun belum terjadi, mereka sudah mengharapkan masyarakatnya untuk ini sedang perang,
03:45kita harus sama-sama mengatasinya.
03:48Bagaimana kita bisa terhadap penggunaan BBM harus hemat ya.
03:53Di rumah sendiri juga harus hemat.
03:54Nah saya rasa hal tersebut harus disampaikan kepada masyarakat supaya ada awareness kepada semua pihak.
04:01Jadi jangan meninabobokkan maksud saya.
04:03Kenapa?
04:04Karena kalau meninabobokkan itu berbahaya, orang tidak siap-siap.
04:07Orang kalau tidak siap-siap kaget itu lebih membahayakan gitu.
04:10Tapi kalau kita diberikan awareness, tapi tidak terjadi itu kan lebih baik.
04:14Tapi kalau terjadi apa-apa, orang itu sudah siap gitu.
04:17Jadi saya, menurut saya apa yang harus dilakukan oleh masyarakat?
04:19Pertama adalah masyarakat memang harus mulai juga, walaupun pemerintah tetap subsidi BBM nih,
04:25tetap kita harus berhemat gitu ya.
04:27Karena kita harus melihat bahwa perang ini belum tahu kapan berakhirnya ya.
04:31Walaupun Trump sudah mengatakan bahwa tiga minggu ini akan selesai gitu ya.
04:35Apapun yang terjadi pakai nego atau tidak nego gitu ya.
04:38Tapi kalau kita lihat dari Iran sendiri kan masih melihat ini sebagai sesuatu yang belum beres kan gitu.
04:43Nah, jadi kita mau melihat apakah ini masih terjadi tiga minggu lagi atau jangka panjang.
04:48Tapi paling tidak masyarakat harus ada awareness ya.
04:50Yang kedua adalah memang kita sudah mulai juga memikirkan jadi nggak usah borong gitu.
04:54Itu juga nggak bagus juga.
04:55Karena kalau dengan orang...
04:56Panik bayi juga jangan.
04:57Nah, jangan.
04:57Karena kalau panik bayi itu akhirnya yang tadinya suplainya cukup jadi nggak cukup juga gitu.
05:02Jadi artinya normal saja masyarakat tetapi hemat dari sisi BBM perlu ya.
05:07Lalu kedua adalah kita harus mengatur kembali pengeluaran kita.
05:10Karena sebenarnya ya kalau kita melihat krisis itu tidak terjadi 10 tahun sekali.
05:15Tapi sekarang ini kalau sejak tahun 2008 itu sebenarnya setahun sekali, dua tahun sekali itu selalu ada krisis.
05:21Dengan berbagai cerita di belakangnya.
05:23Betul. Jadi selalu ada penyebab dari setiap krisis itu.
05:26Makanya sebenarnya kita harus awareness kita tuh tidak hanya karena perang ini.
05:31Tapi harus terus menerus.
05:32Apa yang mesti kita lakukan?
05:34Bagaimana kita berperilaku gitu.
05:36Itu masyarakat perlu gitu.
05:37Kalau Bu Dhani melihat kita saat ini ditenangkan atau dininabobokan dengan kebijakan dari pemerintah,
05:44dengan apa yang disampaikan pemerintah soal bagaimana kita menghadapi kondisi perang ini.
05:49Kita tahu simptomnya ya.
05:51Kita, saya rasa masyarakat juga pasti membaca dari media, dari dalam maupun dari luar.
05:59Ini kan informasi sedemikian deras ya.
06:00Tetapi mungkin pertanyaannya adalah mengapa dalam situasi di mana negara-negara tetangga sudah mulai bersiap-siap,
06:08kita masih tenang saja gitu.
06:10Bahkan kalau ini bercandanya Pak Menteri Bahlil malah mengatakan hanya sinyal-sinyal matikan kompor kalau sudah masakan mata.
06:21Itu kan tidak bicara apa-apa gitu ya.
06:23Tapi seperti kata Mbak Afia Lian tadi bahwa masyarakat itu penting untuk berjaga, bersiaga, bersiap-siap.
06:32Karena mereka juga punya mekanisme strategi kelangsungan hidupnya.
06:36Karena kalau misalkan dibiarkan seperti itu, mengambang, kita tidak tahu situasinya seperti apa.
06:43Tidak diajak bicara, tanda kutip.
06:45Ruang-ruang dialog mungkin dibukakan.
06:47Tetapi apakah hasil dialog itu dikonversikan menjadi kebijakan publik yang konkret, itu kan kita juga tidak tahu.
06:59Jadi hari ini harusnya dengan mencontoh kesiap-siagaan dan respons yang segera dari negara-negara tetangga kita lainnya
07:11seperti Singapura, Malaysia, dan lain-lain.
07:13Bahkan Malaysia sampai bernegosiasi untuk bagaimana kapalnya juga bisa berlalu, dilepaskan dari penyandaraan di Selat Hormus.
07:27Itu kan bagian dari, kita harus bergerak dengan prinsip yang kita miliki.
07:33Politik bebas aktif kita itu bukan mantra.
07:36Tetapi dia adalah rujukan kita bahwa ada prinsip-prinsip yang tidak bisa dikompromikan case by case.
07:44Itu yang harus kita lakukan.
07:46Nah, dalam saat ini posisi kita ini serba tidak jelas.
07:51Misalnya, tadi kita melihat di awal itu bahwa gugurnya tiga TNI kita,
07:59itu kan juga harusnya kita memberikan respons bukan sekedar pernyataan kecaman.
08:07Tetapi apa langkah konkretnya?
08:09Pakistan tidak kehilangan prajurit, tapi dia masuk dalam ruang negosiasi perdamaian itu.
08:16Nah, kita tidak ada.
08:17Padahal prajurit kita gugur tiga orang.
08:19Ini yang jadi perhatian.
08:20Apalagi tiga prajurit TNI kita gugur pada saat menjalankan misi perdamaian.
08:25Ini jelas mengelanggar hukum humanitar internasional.
08:29Terima kasih.
Komentar