Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 7 minggu yang lalu


KOMPAS.TV - Gubernur Lemhannas 2022-2023 Andi Widjajanto menekankan bahwa Iran telah membangun strategi pertahanan dan retaliasi selama puluhan tahun yang sulit dibaca oleh pihak luar.

"Iran membuat strategi yang tidak ada satu analis militer pun di dunia yang bisa membacanya karena semuanya tertutup," kata Andi dalam program BOLA LIAR (3/4/2026).

Sementara itu, Pakar Strategi PPAU/Alumni US Air War College Marsma (Purn) Agung Sasongkojati menegaskan bahwa faktor utama dalam konflik modern adalah waktu dan kesiapan logistik.

Baca Juga Trump Siapkan Pasukan Buat Invasi Darat, Ini Analisis Jalur Serangan AS ke Iran | BOLA LIAR di https://www.kompas.tv/nasional/660809/trump-siapkan-pasukan-buat-invasi-darat-ini-analisis-jalur-serangan-as-ke-iran-bola-liar



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/660810/as-siap-perang-darat-strategi-iran-sulit-diprediksi-baola-liar
Transkrip
00:00Bagaimana tentang kontrol strategi dari Iran untuk mengimbangi atau bahkan mengalahkan AS?
00:05Ya salah satu kesulitannya adalah Iran sudah menyiapkan retaliasinya ini dalam waktu 40 tahun lah
00:13sejak berakhirnya perang Iran-Irak ya.
00:17Mereka juga mempelajari Irak 1 tujuannya simple, pasukan Irak yang mengokupasi Kuwait keluar.
00:26Irak 2 lebih susah, pasukannya harus sampai ke sana.
00:29Ini 23 hari.
00:31Tapi ada tujuan yang spesifik dan tercapai dua-duanya.
00:35Yang ini yang sekarang nggak.
00:36Nah Iran mempelajari itu lalu kemudian membuat satu strategi yang tidak ada satu analis militer pun di dunia yang bisa
00:44membacanya.
00:45Nggak ada dokumennya, tidak ada tulisan akademiknya, tidak ada jurnal-jurnalnya, semuanya tertutup.
00:52Kita kemudian menduga-duga.
00:54Kita menduga-duga kenapa misalnya terbunuhnya di tiga hari pertama hampir 23 bintang 2 di Iran itu tidak membuat command
01:09structure-nya melemah.
01:10Tapi malah militansinya makin kuat.
01:13Ya ini sudah ada satu strategi yang dipersiapkan oleh Iran yang kita tidak bisa membacanya.
01:20Nah itu yang menjadi kesulitannya.
01:21Dan itu yang mungkin terlalu disederhanakan ya oleh Amerika Serikat.
01:26Misalnya tadi tentang Hormuz ya, ya Iran tahu bahwa dulu ada rencana ini dibuat jalur pelayaran di pesisir begini.
01:37Pesisir sampai ke sana.
01:39Lalu disini masuk ke UAE buat kayak bukan terusan tapi kayak jalan tol.
01:47Ya untuk ngangkut, truk-truk yang pokoknya disini.
01:51Tapi ini dianggap sebagai strategi darurat.
01:53Itu sudah dipersiapkan ketika tahun 88 perang Iran-Irak berakhir sudah dipersiapkan.
01:58Tapi tidak ada inisiatif untuk membangunnya.
02:01Kemudian dibicarakan lagi.
02:03Arab Saudi yang lebih siap.
02:04Arab Saudi itu membangun jalur pipa ke Laut Merah.
02:07Ya begitu Arab Saudi membangun jalur pipa ke Laut Merah,
02:11Irannya membiayai huti di Yaman di sebelah sini.
02:15Sehingga akan dekat sekali.
02:18Cok poin 2 ya?
02:19Cok poin 2-nya.
02:19Sekarang kalau seandainya, tadi Pak Agung sudah mengatakan,
02:24musuh utamanya Amerika dalam semua perang-perang seperti ini adalah waktu.
02:30Itu musuh utamanya.
02:32Kalau melihat puling, pada saat perangnya terjadi, dukungannya tinggi.
02:36Tapi begitu perangnya menjadi perang atrisen berlarut,
02:40ya ada contoh Vietnam, ada contoh Afghanistan, dukungan publik signifikan.
02:45Nah ini dari dukungan publik yang melebihi 60 persen,
02:49ketika perang dimulai merosot, ya kalau sekarang approval ratenya Trump 35 persen,
02:56itu yang tercepat dalam sejarah kepresidenan Amerika Serikat.
03:00Nah tadi musuhnya, Trump sekarangnya ada empat.
03:03Tadi sudah disebut yield.
03:05Yang kedua adalah pasar saham, ya pasar saham, pasar komoditas.
03:10Yang ketiga adalah inflasi.
03:12Nah yang keempat, ini yang lebih mengerikan dari tiga ini adalah pemilu.
03:17Yang akan dihadapi Trump di akhir tahun ini.
03:21Jadi kemudian muncul sejak April 2025, ketika Liberation Day itu ada muncul istilah taco.
03:28Trump always chicken out.
03:32Ya, Trump always chicken out.
03:34Kalau tadi salah satu dari empat ini, apalagi empat-empatnya, menghimpit dia.
03:39Yield tembus empat setengah, misalnya harga saham merah, komoditas.
03:44Jadi misalnya, ya Amerika Serikat produsen minyak terbesar,
03:49tapi kendali harga bukan di dia.
03:52Kendali harga tetap di pasar komoditas.
03:54Begitu nanti suplai di dunia itu terganggu, harga naik, ya orang yang ngisi bensin di Amerika Serikat,
04:01beli dengan harga yang lebih mahal juga.
04:02Saya baru kembali dari Kanbera ya.
04:05Itu pertama kali ada workshop lah antara pemerintah Indonesia dengan Australia,
04:14didampingi oleh akademisi tentang keamanan ekonomi.
04:17Yang menariknya mereka memakai kata keamanan ekonomi.
04:21Ditampilkan simulasinya, kalau seandainya ini tertutup.
04:25Kalau seandainya ini tertutup, pemulihan harga minyak, ini bisa sampai Rp180.000.
04:33Lalu harga itu bisa saja turun cepat ke angka Rp90.000.
04:37Tapi pemulihan dari dampaknya itu bisa dua setengah tahun.
04:41Oke baik.
04:42Pak Agung, tadi kan yang menyatakan, kalau misalnya memang Mardini lewat Cabahar,
04:46lantas bagaimana dengan dari countermeasernya dari Iran?
04:49Iran mestinya, sekarang jadi keduanya ketahuan.
04:53Saya sudah ngomong gini, kita nyebar ketahuan, disiapkan.
04:55Mereka tidak jelas, tidak menyiapkan di sini.
04:57Kenapa?
04:58Karena mereka semua menjaga di sini.
05:00Persiapan kalau, semua terpaku pada selaturnya.
05:04Dan selaturnya, kark, kemudian tempat-tempat ini siap untuk menampung.
05:08Di sini ada tempat yang paling sedikit.
05:10Dan pertama, masyarakatnya yang tidak populer.
05:12Kemudian memang tidak banyak ini, dan saya sudah selidiki bahwa memang sedikit yang di sini.
05:17Dia ada markas besar IRGC di sini, yaitu untuk angkatan laut.
05:20Tetapi itu bersifat logistik.
05:22Karena jadi di dalam sini banyak pelabuhan, Bandar Abbas, punyanya Iran.
05:26Satu-satunya pelabuhan yang di luar Selat Hormuz atau Teluk ini adalah di sini.
05:32Jadi kalau ini tertutup, bisa di sini.
05:34Nah, ini penting sekali.
05:35Dan yang penting lagi adalah dengan mudahnya Amerika mendapat logistik untuk di sini.
05:39Bukan dari, tapi dari Pakistan.
05:41Langsung bisa nyebrang logistik dengan samaran apapun.
05:43Dan ini langsung bisa kapal induk mendekat.
05:46Maksudnya di luar jarak tembakan ini bisa mendekat kapal terbang.
05:49Tanggal 1 April kemarin, pada pagi hari 1 April itu ada sekitar 4 pesawat membom B-2
05:57mau ngebom ke Pulau Kark.
06:00Yang nyuruh si Hekset ini.
06:02Ngebom kilang minyak.
06:03Di orang ini nggak ngerti.
06:04Kemudian ada F-35 dari George Abraham Lincoln mengawal.
06:10Dia holding sini, reviewing.
06:12Saat menuju ke sini, Trump berada di Gunung Putih dengan National Security Council-nya.
06:16Yang dilihat itu selain medan perang, yang dilihat adalah Bloomberg sama Reuters.
06:21Kemudian dari Bank Sentral mengatakan di Amerika, bilang
06:24Pak, ini sudah lewat 4,8, ekspektasinya 5,5 kalau kamu nyerang sini.
06:30Langsung Trump, alihkan-alihkan suruh ngebom ke sini.
06:32Kemanapun, pokoknya jangan di sini.
06:34Jadi ada target tertentu dan mereka udah tau betul bahwa nggak boleh nyerang apapun yang mengganggu kelancaran minyak.
06:41Termasuk minyaknya Iran.
06:43Oke.
06:43Jadi bohong besar kalau mengatakan saya hancurkan kilang minyaknya, nggak ada.
06:47Ada satu variable, Pak Agung, yang belum kita bahas.
06:53Ketika ini cuma 100 jam, ketika ini ke sini cuma 20-an hari, saat itu Amerika Serikat menikmati yang disebut
07:00sebagai keunggulan air power.
07:02Total.
07:02Sama sekali tidak ada retaliasi apapun dari Irak.
07:06Jadi pasukannya mendarat di sini, pasukannya bergerak.
07:10Ada highway of death di sana.
07:12Nggak ada sama sekali serbuan udara Amerika Serikat.
07:15Nah, dari Irak.
07:17Yang ini, petanda tanya, karena retaliasi serangan udaranya Iran tetap terjadi.
07:23Dan mungkin itu yang menyebabkan sekarang ketegangan antara menteri yang sipil dengan militer Amerika Serikat yang sudah megang satu prinsip
07:34sejak Perang Dunia II.
07:35Tanpa ada air power supermasi, kami nggak akan menerjunkan pasukan darat.
07:40Dan itu tidak terpenuhi syarat itu sampai sekarang.
07:43Jadi setelah menurunkan pasukan marinir dan ini merebut airhead dan blackhead, maka yang pertama berikutnya adalah patriot dan lainnya ditaruh
07:50di sini.
07:51Oke.
07:51Nah, kalau itu nggak bisa dikasih, ya jangan nyerbu sini.
07:54Tapi kalau tetap presiden yang aneh ini nyuruh untuk nyerbu, tempat ini yang paling aman.
08:00Nah, itu pilihannya. Nggak ada tempat lain yang nggak akan aman.
08:01Pak Kertubi, menurut Anda sendiri, apakah nanti harga minyak bisa menembus 200 dolar per barel kalau hormus tetap tertutup dan
08:08masih ada perang besar?
08:09Sangat mungkin.
08:10Sangat mungkin?
08:11Sangat mungkin. Sehingga kita harus waspada.
08:14Dari sekarang, kalau boleh ya, undang-undang migas itu segera dicabut oleh presiden.
08:19Men, agar investor kembali marak masuk Indonesia.
08:22Indonesia, kita punya wilayah darat sama laut sama dengan benua Eropa.
08:29Darat dan laut kita sama luasnya dengan benua Amerika.
08:33Minyak itu ada di darat dan ada di laut.
08:36Kita masih begitu banyak potensi migas kita di perut bumi baik di darat maupun di laut.
08:41Itu nggak pernah bisa kita tangani karena salah kelola undang-undangnya yang salah dibiarkan sampai detik ini.
08:49Jadi undang-undangnya segera dicabut sama presiden Prabowo kalau beliau ingin berpikir migas kita ke depan bisa meningkat drastis naik.
08:57Ya, cabut itu undang-undang yang jahat ini.
09:00Ya, kok dibiarkan gitu loh.
09:02Sudah ribuan kali ngomong di TV di mana.
09:05Supaya dicabut, nggak ada yang mau denger pemerintah sampai detik ini.
09:09Masih berlaku itu undang-undang yang jahat ini.
09:11Yang menyebabkan produksi minyak cuma 6.600 ribu belet per hari.
09:15Coba.
09:16Padahal begitu banyak potensi ini.
09:18Masih belum mau nanya? Silahkan.
09:20Oke, saya rasa poinnya menjadi sangat menarik dan kompleks menurut saya.
09:25Terutama kalau kita baca dari perkembangan-perkembangan terbaru.
09:28Saya ingin menggunakan diksi yang digunakan oleh Presiden Trump untuk menggali lebih dalam yang disampaikan oleh Mas Agung dan Mas
09:37Andi dan juga Pak Kurtubi nanti di akhir.
09:39Yaitu 2-3 minggu.
09:41Pertanyaan saya adalah sejauh mana mungkin penguasaan di mana tadi Mas Agung itu yang disampaikan dicabar hari itu 2-3
09:50minggu mungkin nggak untuk menguasai pasukan di situ?
09:53Dan untuk Mas Andi sama, sejauh mana mungkin 2-3 minggu mungkin nggak menguasai uranium itu dan diangkat ke atas
10:00sesuai dengan yang Mas Andi tadi disampaikan?
10:02Ini karena target dari Trump itu kan 2-3 minggu ke depan ya?
10:052-3 minggu perangnya akan berakhir. Mas Agung mungkin atau nggak?
10:08Trump tidak mengatakan soal diambil uraniumnya.
10:11Trump yang katakan adalah kita akan beri pukulan terakhir yang membuat pukulan terakhir itu pukulan terakhir menghancurkan banyak dan menghancurkan
10:17perasaan banyak.
10:18Dan saya melihat uranium sudah nggak penting lagi bagi dia karena nggak mungkin.
10:23Maksud saya begini Mas Agung, sebenarnya Trump ini kan penuh dengan diksi-diksi yang misteri ya.
10:30Yang kita nggak pernah tahu ini akan arahnya kemana.
10:33Saya ingin mengatakan kalau memang 2-3 minggu itu tidak mungkin,
10:38untuk mencapai yang disebut sebagai perang ini selesai,
10:41menguasai tempat itu saja tidak mungkin,
10:44berarti ada kemungkinan lain yang bisa kita bicarakan bisa jadi 2-3 minggu adalah strategi Trump.
10:50Untuk Iran, lagi-lagi kita gunakan strategi Trump nggak pernah linear ya.
10:55Akses minimalis Mas.
10:56Iya, dia menggunakan A, dia menyampaikan A, tapi yang dikerjakan adalah B.
10:592-3 minggu itu konsisten dengan strategic belief-nya Amerika Serikat ya,
11:05sejak Perang Dunia II.
11:06Jangan pernah berperang di kawasan Timur Tengah melebihi bulan Juni.
11:11Juni, Agustus jangan berperang di kawasan Timur Tengah.
11:13Panasnya nggak karuan.
11:15Panasnya alam ya?
11:16Panas alamnya nggak karuan.
11:17Itu bisa suhu 40-50 derajat kan, kalau di musim panas ya.
11:25Jadi perang di Timur Tengah itu memang selalu dirancang sebagai perang musim dingin.
11:29Waktu terbaik untuk berperang di Timur Tengah, itu bulan Februari.
11:34Artinya sekarang kan sebenarnya gini, glorifikasi terhadap perang bahwa Amerika menang itu selalu didengukkan oleh Trump.
11:42Tapi dalam waktu 2-3 minggu ke depan, yang jelas bahwa pasukan darat tidak mungkin diturunkan.
11:50Karena sangat pendek.
11:53Waktunya.
11:54Apakah itu untuk membebaskan selat horomus yang katanya sekarang bukan prioritas lagi,
11:59atau misalnya menangani masalah uranium.
12:03Yang kedua, bahwa kalau misalnya glorifikasi ini diteruskan,
12:09dan kemudian saya yakin, tadi kalau misalnya saya ditanya exit strateginya,
12:14itu adalah mereka akan keluar, tapi tidak mengatakan bahwa saya kalah.
12:20Sekali-sekali aja mereka nyerang.
12:22Seperti kayak sekarang di Rusia dengan Ukraina kan nggak tiap kali.
12:25Jadi minimalis ya Pak?
12:26Itu yang minimalis yang bisa dilakukan.
12:28Sehingga apa?
12:29Trump ingin menyelamatkan mukanya di masyarakat internasional maupun masyarakat di dalam negerinya.
12:37Harapannya harga minyak akan turun.
12:41Nah, Iran akan mengatakan bahwa karena sudah tidak ada serangan lagi,
12:45kami juga tidak akan membalas serangan itu.
12:48Tapi, yang jadi masalah adalah Israel.
12:52Apakah Iran melalui proksi-proksinya justru akan lebih intensif menghajar Israel
12:59tanpa ada perlindungan dari Amerika Serikat?
13:02Itu yang menjadi dilema bagi Trump ketika dia akan mengatakan exit strateginya adalah
13:092-3 minggu kita harus winding down.
13:12Seperti itu.
13:12Prof. Zuzi, jadi apakah itu setuju atau sepakat bahwa ini merupakan exit strategi yang kepepet minimalis?
13:21Anda ingat, Undang-Undang World Powers Act,
13:25kalau tidak disetujui seorang presiden harus keluar dalam 60 hari atau dia membuat keterangan rinci kepada Kongres
13:34apa yang akan dilakukan.
13:35Jadi, dia tidak punya alternatif.
13:37Dia tidak bisa menurunkan ground troops karena keterbatasan legalisasi.
13:43Juga kalau dia sampai melakukan itu, itu melanggar.
13:47Kalau dia lebih dari 60 hari, dia akan kena marah dari Kongres.
13:55Jadi, sebenarnya Trump tidak punya banyak pilihan.
13:57Sekarang hanya yang dilakukan adalah propaganda agar winning strategy atau winning personality ini
14:03masih menjadi acuan bagi publik Amerika.
14:06Jadi, it's a sole propaganda.
14:08Dan juga dengan penggunaan AI dalam peperangan ini banyak terjadi kesalahan
14:17karena tidak nuance enough untuk tahu siapa-siapa yang akan dihancurkan gitu loh.
14:24Jadi, dia hanya melulu mengenai hitungan-hitungan dari palantir atau hitungan-hitungan yang masih dicoba-coba.
14:34Sehingga dengan sendiriannya dia kalah.
14:37Juga hubris.
14:40Dan Pentagon dipimpin oleh seorang sipil selalu menunjukkan kegagalan.
14:45Jadi, kita bisa lihat bahwa Trump tidak punya banyak pilihan
14:49kecuali mencari exit strategy dengan tidak kehilangan muka.
14:52Dengan tidak kehilangan muka.
14:53Kalau menurut Mbak Aisyah sendiri, apakah punya pendapat yang sama
14:59bahwa ini bentuknya juga exit strategy yang cukup minimalis karena untuk menyambahkan muka.
15:03Tapi, apakah menurut Anda ada strategis atau mungkin menurut Anda apakah Trump berani mengambil resiko besar
15:11di tengah waktu yang sangat kepepet?
15:13Saya kira untuk mengambil resiko besar, kayaknya kemungkinannya sangat sempit.
15:16Tidak.
15:17Pertama, sebenarnya ada kemungkinan memang cabaha ini dipakai.
15:21Tetapi, kita harus ingat bahwa penurunan ground troops secara total itu beresiko.
15:25Pertama gini, penurunan ground troops dia punya tiga pilihan di sini sebenarnya.
15:30Yang pertama adalah penurunan melalui special force.
15:33Jadi, intelijen, lalu kemudian pasukan khusus untuk melaksanakan misi-misi rahasia.
15:37Asasinasi, lalu kemudian sabotase, dan lain-lain.
15:40Yang kedua, ini adalah pilihannya pendudukan suatu wilayah dan suatu fasilitas militer untuk sementara.
15:46Tidak mungkin selamanya.
15:47Jadi, pasti at some point Amerika Serikat harus pergi dari situ setelah tujuan objektifnya tercapai.
15:52Yang ketiga, ini baru ground troops secara total.
15:55Tapi, saya rasa untuk melakukan yang ketiga ini, ini harus mengingat bahwa Iran memiliki strategi perang mosaik.
16:01Yang mana kemudian wilayah chain command-nya ini dipecah menjadi 31 wilayah berbeda
16:06yang memiliki otoritas untuk bisa melakukan serangan secara terpisah.
16:11Tanpa harus melakukan otorisasi dari pemerintah pusat.
16:14Meskipun masih ada koordinasi vertikal.
16:17Lalu, kita lihat di sini.
16:18Tadi ada juga pembicaraan mengenai Trump.
16:20Saya kira Trump ini sekarang statement-nya sudah tidak bisa dipercaya.
16:24Karena kita lihat bahwa dari beberapa hari sebelumnya, Trump ini selalu mengatakan bahwa
16:28Amerika is winning the war.
16:29They're not.
16:30Dan harus diperhatikan bahwa kita memisahkan yang mana yang kemenangan taktikal
16:34dan yang mana yang kemenangan secara strategis.
16:37Amerika Serikat jelas, unggul secara taktikal.
16:39Mereka memiliki air force yang lebih besar.
16:42Mereka memiliki naval capacity paling besar di dunia.
16:44Tetapi, kemudian, power itu kan harus dilihat secara kontekstual.
16:48Dan bagaimana kemudian power itu bisa dimanfaatkan dalam situasi yang sekarang ini.
16:52Saya kira saat ini, Amerika Serikat dengan desakan di ekonomi,
16:56desakan di politik internasional maupun politik domestik,
16:59tidak memiliki pilihan untuk kemudian bisa menaiki escalation ladder.
17:03Untuk bisa menaiki tangga ekskalasi di dalam konflik ini.
17:06Karena ketika konfliknya semakin terekskalasi,
17:09yang diuntungkan itu adalah Iran.
17:10Lalu, pembicaraan terkait Slat Hormuz,
17:12saya rasa tadi ya tidak bisa dipercaya karena Slat Hormuz ini tetap penting,
17:16mau tidak mau.
17:16Yang pertama kita lihat di sini bahwa negara-negara Gulf State,
17:20itu kan sebenarnya hanya bisa mengeluarkan dan mendistribusikan minyaknya
17:24melalui Slat Hormuz.
17:26Ada pilihan lain, yaitu pembangunan pipeline dari wilayah timur ke barat,
17:31itu sudah dipikirkan sebenarnya oleh Arab Saudi untuk membangun sebuah pipeline baru
17:36dan distribusi melalui Yanbu.
17:38Tetapi kan kita lihat, sekarang ada juga di Yemen,
17:41Houthi mulai bergabung dengan perang ini.
17:46Dan Houthi ini sebenarnya dia belum melakukan sesuatu tindakan yang signifikan
17:51sebenarnya di kawasan Laut Merah.
17:52Tetapi apabila Houthi kemudian menembakkan satu atau dua rudal saja,
17:57maka yang terjadi apa?
17:57Asuransi akan semakin naik.
17:59Harga-harga agak semakin naik,
18:01kapal-kapal di sana tidak akan mau lewat.
18:03Jadi itu yang kemudian sekarang dilihat.
18:05Jadi saya rasa di sini sebenarnya,
18:08Slat Hormuz tetap harus akan dibuka,
18:10mau tidak mau bagaimanapun caranya.
18:12Tetapi ini yang kemudian susah kan,
18:15karena ada perbedaan di antara kebutuhan dan kemudian kemampuan.
18:19Saya kira sebenarnya operasi-operasi yang dilakukan Amerika Serikat sekarang
18:23merupakan operasi salah satu yang paling berbahaya,
18:25yang pernah dilakukan,
18:26tidak seperti operasi-operasi sebelumnya.
18:28Dan ini merupakan operasi yang sangat high risk.
18:30Oke baik, Mas Andi,
18:31kalau menurut Mas Andi sendiri,
18:33kenapa kedua negara itu sama-sama menargetkan operasi non-militer?
18:39Nanti dijawab,
18:40Bola Rizky kembali saudara tetap di Bola Liar.
Komentar

Dianjurkan