00:00Soal ini, kalangan menengah sebelum ada krisis ini saja, sebelum ada perang ini saja sudah sulit.
00:06Rombongan hanya nanya, Rohana, rombongan jarang beli, Rojali, itu sudah kita lihat fenomenanya apalagi sekarang.
00:14Sebenarnya yang terdampak kan kalangan menengah juga, ibaratnya tidak dapat subsidi tapi dibilang kaya juga enggak.
00:21Nah apa-apa sebenarnya yang harus perhatian lebih soal ini?
00:24Karena kan konsumsi kita kurang lebih, jika salah 30% itu kan dari situ daya beli, konsumsi itu dari kalangan
00:31menengah.
00:31Jadi kalau dibagi menjadi tiga segmen ya, segmen menengah atas itu cenderung mereka itu punya kontribusi 70%.
00:38Jadi artinya apa orang yang kaya ini tidak punya pengaruh terhadap inflasi tadi.
00:43Tapi yang kelas menengah tadi yang bermasalah itu jumlahnya hampir sekitar 70 jutaan, tapi mereka itu kontribusinya cuma 17%.
00:50Memang kecil, tapi kan itu menjadi kesenjangannya makin tinggi.
00:54Nah sedangkan yang bawah sisanya itu adalah sekitar 17 juga, itu adalah orang yang dapat subsidi dari BPJS-nya maupun
01:01makannya.
01:02Jadi itu enggak masalah, itu hanya 25 juta.
01:04Nah artinya yang ini menjadi problem utama sekarang.
01:08Nah oleh karena itu tadi saya mau melihatnya adalah sekarang ini kan ada misalnya kayak program prakerja ya.
01:15Terus ada lagi program training-training gitu ya.
01:17Nah menurut saya ini bisa juga dilibatkan untuk sektor-sektor swasta menyerap tenaga kerja tapi pemerintah memberikan subsidi misalnya gitu.
01:25Nah itu kan lebih bagus subsidinya untuk itu.
01:27Untuk apa? Meningkatkan daya beli.
01:29Karena sekarang ini supply terhadap tenaga kerja itu besar.
01:32Sehingga apa? Orang yang punya skill aja harganya bisa murah.
01:35Bisa dibawa OMR sekarang gitu loh.
01:37Karena apa? Banyakan supply.
01:39Nah oleh karena itu mungkin alangkah baiknya untuk mengevaluasi berbagai pengeluaran-pengeluaran pemerintah yang sebenarnya belum perlu saat ini.
01:46Kan kita banyak dong anggaran ketahanan misalnya apakah sudah perlu sekarang bisa disubsidikan ke sana.
01:53MBG apakah perlu sebesar itu.
01:55Saya rasa perlu dievaluasi untuk apa? Bumper perut orang dulu nih gitu loh.
01:59Nah kalau itu sudah dilakukan baru sisanya untuk yang lain yang sebenarnya sifatnya lebih long term.
02:05Nah yang penting ini adalah jangka pendek gitu.
02:07Jadi saya belum melihat adalah untuk kelas menengah ini apa sih programnya.
02:11Itu belum terlihat.
02:12Nah saya rasa itu paling penting untuk menghadapi situasi saat ini.
02:15Sementara yang dihindari tadi Bu Afi juga sudah mention jangan sampai ada gejolak sosial, social unrest dengan kondisi seperti ini.
02:23Bu Dhani bagaimana kita membacanya apa yang harus diantisipasi agar jangan ada gejolak sosial.
02:28Karena kalau sudah bicara meja makan, kalau sudah bicara perut soal penghasilan isi dompet itu pasti akan sangat sensitif untuk
02:35masyarakat.
02:36Karena berdampak pada kehidupan, roda kehidupan.
02:38Ya saya rasa ini bukan langkah tunggal yang harus dilakukan.
02:44Tetapi ini pertama kita harus benahi dulu di domestik.
02:50Sembari kita juga mempertanyakan kembali apa sebetulnya manfaat kita masuk ke dalam BOP itu.
02:57Kenapa ini menjadi penting karena ini saya mencoba memahami bahwa ketika Pak Prabowo Presiden memutuskan untuk menjadi anggota BOP itu
03:10pasti punya pertimbangan untuk kepentingan yang lebih besar kepentingan nasional Indonesia dan lain-lain.
03:16Mungkin waktu itu Trump dengan tarifnya, tarif Trump yang begitu besar untuk Indonesia dan negara-negara lain akhirnya Indonesia mungkin
03:30ingin mendekat kepada Amerika untuk mendapatkan kemudahan-kemudahan yang terkait dengan tarif itu sendiri.
03:44Tapi pada kenyataannya toh kita juga tetap 19 persen misalnya seperti itu.
03:48Dan kemudian apa manfaat ketika kita masuk BOP dalam kaitannya dengan konflik ini.
03:56Ini kan kita tahu bahwa konflik ini kita tidak bisa memastikan sebulan dua bulan terjadi.
04:03Karena kalau melihat eskalasinya kita tahu bahwa sampai Trump 34 hari kemudian dia mengubah empat kali ancamannya terhadap Iran itu
04:15kan menunjukkan sesuatu.
04:17Dan kalkulasi Trump dalam perang ini itu juga ekonomi karena dia juga latar belakangnya pebisnis.
04:23Lihat saja ketika dia mengancam selat hormus 48 jam akan diserang dan lain-lain ternyata mundur lagi.
04:31Dan itu langsung harga minyak turun kan.
04:36Jadi dia memperhitungkan itu betul gitu.
04:38Jadi idiosinkratif Trump itu memang motif ekonomi gitu ya.
04:42Nah kita gimana melihat ini?
04:45Bagaimana kita memanfaatkan keanggotaan kita di BOP ini?
04:49Apakah dalam hari ini itu masih relevan?
04:53Ataukah kita perlu untuk mengevaluasi?
04:57Hal-hal seperti ini ingin dilihat masyarakat.
05:01Lalu posisi tawar apa yang bisa kita lakukan untuk berjuang juga demi kebijakan di dalam negeri,
05:06untuk kebijakan ekonomi di dalam negeri agar tidak ada gejolak sosial tadi?
05:12Ya sebetulnya kalau kita melihat tiga cabang kekuasaan ini
05:18harusnya kita DPR juga harus bergerak.
05:21Ini bukan sekedar masalah pemerintah saja.
05:24Ini masalah bangsa.
05:25Ini punya efek domino jangka panjang.
05:30Pertanyaannya adalah apakah ketika kita memutuskan
05:34arsitektur kebijakan yang terkait dengan Indonesia di dunia internasional
05:39itu kita memikirkan enggak jangka menengah atau panjangnya?
05:44Karena kalau jangka pendek bayangkan kita sembilan hari setelah itu perang terjadi
05:50dan kita di posisi yang menginvasi yang pro terhadap itu.
05:57Kita dibaca seperti itu.
05:59Setidaknya Iran melihat kita seperti itu.
06:01Sehingga sampai hari ini kita tidak ada dalam meja perundingan itu.
06:05Dan pertanyaannya apakah bagaimana kita menciptakan mekanisme itu?
06:11Nah harusnya pemerintah memberikan itu menjadi wacana yang terus dilipat gandakan
06:18untuk mungkin di-share ke publik, ke para akademisi, media, dan lain-lain.
06:25Ini masalah bersama.
06:27Bukan hanya masalah pemerintah saja.
06:29Masalah DPR, masalah yudikat, masalah masyarakat perlu tahu.
06:35Jadi strategi kelangsungan hidup ini harus milik bersama.
06:40Nah kalau kita tanya apa yang harus kita lakukan?
06:44Saya rasa ini karena ini adalah sebuah kebijakan ya harus pemerintah.
06:48Nah pemerintah harus menyampaikan.
06:51Dan bagaimana juga pemerintah menyampaikan ini ke masyarakat?
06:56Di awal tadi sudah kita bahas.
06:58Jangan sampai didinabobokan masyarakat, oke gak ada apa-apa di luar
07:02tapi negara-negara tetangga kita sudah lebih dahulu menyiapkan bekal.
07:07Nah bekal yang kita siapkan sudah siap atau belum?
07:10Misalnya WFH.
07:11Apakah itu sudah bisa jadi satu kebijakan pintu masuk?
07:15Atau kita butuh kebijakan holistik?
07:17Apa sih sebenarnya untuk menghadapi kondisi perang yang tidak jelas kapan berakhirnya?
Komentar