Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Berbekal pendidikan di bidang elektro dan pengalaman sebagai teknisi musik, Arif memperdalam ilmu di sekolah musik saat menjadi teknisi musik di Kompas Gramedia dan melanjutkan pendidikan di ISB Foundation.

Pada tahun 2013, ia melihat celah bahwa teknisi gitar berkualitas masih sangat terbatas di luar Pulau Jawa. Dengan tekad, ia mendirikan Arch Gitar.

Ia juga mengambil sertifikasi di Kanada untuk Buzz Feiten Tuning System dan menjadi satu-satunya teknisi di Indonesia yang memiliki sertifikasi tersebut.

Keahliannya diakui hingga mancanegara, mulai dari perbaikan ringan seperti ganti senar hingga perbaikan berat seperti body gitar yang rusak parah.

Arch Gitar juga melakukan personalisasi agar setiap gitar sesuai dengan karakter pemiliknya.

Konsumennya datang dari berbagai negara seperti Qatar, Singapura, dan Swedia. Sejumlah musisi nasional juga mempercayakan modifikasi instrumen mereka.

Harga layanan bervariasi dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah tergantung tingkat kerumitan dan anggaran.

Konsumen juga mengakui hasil perbaikan membuat gitar terasa lebih nyaman.

Dari sebuah bengkel kecil, Arif Cahyono membuktikan bahwa dengan sertifikasi dan dedikasi, karya anak bangsa mampu bersaing hingga tingkat internasional.

#teknisigitar

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/kiprah/660866/kisah-arif-cahyono-teknisi-gitar-indonesia-yang-tembus-pasar-internasional
Transkrip
00:01Berbekal pendidikan di bidang elektro dan pengalaman sebagai teknisi musik,
00:06Arief memperdalam ilmunya di sekolah musik saat menjadi teknisi musik di Kompas Kramedia
00:12dan melanjutkan pendidikan ISB Foundation.
00:15Pada tahun 2013, ia melihat selah besar,
00:19di mana teknisi gitar berkualitas masih sangat langka di luar Pulau Jawa.
00:24Dengan tekad bulat, ia mendirikan arch gitar.
00:28Bahkan dirinya mengambil sertifikasi khusus di Kanada untuk Bass Faden Tuning System
00:33yang menjadi satu-satunya teknisi di Indonesia yang memiliki sertifikasi resmi tersebut.
00:39Tak main-main, kalian lihatnya diakui hingga mancanegara,
00:42mulai dari perbaikan gitar seperti ganti senar hingga kasus berat seperti badi gitar yang patah total.
00:50Arch gitar juga melakukan personalisasi agar setiap gitar terasa pas dengan karakter pemiliknya.
00:57Konsumennya tak hanya datang dari dalam kota,
00:59tapi juga merambah hingga Qatar, Singapura, dan Sweden.
01:04Deretan musisi nasional pun turut mempercayakan modifikasi instrumen mereka di sini.
01:10Soal harga mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah,
01:14tergantung tiket kerumitan dan budget sang pemilik.
01:17Jadi arch gitar itu sebenarnya kan basicnya tempat repair gitar,
01:23jadi jadi satu brand tempat repair gitar.
01:25Basicnya itu ya karena aku pribadi dulunya memang sekolahnya elektro,
01:30terus waktu kerja juga masuknya jadi teknisi musik.
01:33Cuma nggak cuma jadi teknisi musik, tapi di sekolahin juga sama MG Musik yang ada di Gramedia.
01:38Iya, jadi hitungannya ilmu yang aku punya itu kan otomatis semuanya kan sempat stop,
01:44karena waktu itu aku sempat kerja.
01:45Habis itu ketemu sama teman-teman komunitas,
01:47keluhannya teman-teman komunitas itu sama semua sih mas.
01:50Jadi basicnya semua pengen gitarnya sehat.
01:53Cuma kalau sehat kan harus dikirim ke Jawa, ke luar Kalimantan.
01:56Tapi akhirnya aku beraniin, 2013, bikin brand sendiri, ya brand arch gitar ini.
02:03Konsumen Harif juga mengaku jika gitarnya terasa nyaman,
02:07dan sesuai dengan keinginan setelah diperbaiki.
02:10Oh kalau dari trouble gitar yang sedang saya alami ini,
02:13kan kemarin sempat beli gitar baru nih setelah 4 bulan.
02:16Cuma pas dipakai itu rasanya kurang nyaman di ketinggian senarnya.
02:27Dari sebuah bengkel kecil, Arief Cayono membuktikan bahwa
02:31dengan sertifikasi internasional dan ketulusan dalam bekerja,
02:35karya anak bangsa bisa menyetel nada hingga ke ujung dunia.
Komentar

Dianjurkan