- 4 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Konflik Iran dan Israel kembali memuncak setelah saling melancarkan serangan yang turut menyeret Lebanon ke dalam pusaran ketegangan kawasan.
Pengamat Timur Tengah Hasibullah Satrawi menilai eskalasi terbaru ini tidak bisa dilepaskan dari proses negosiasi yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran.
Menurut Hasibullah, Iran justru menjadi pihak yang paling banyak memperoleh keuntungan dari krisis terbaru karena berhasil menambah daya tawar dalam perundingan.
Di sisi lain, ia menilai Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berupaya membakar kertas perundingan yang sedang dibangun antara Washington dan Teheran dengan terus memperluas konflik ke Lebanon.
Dosen Kajian Ketahanan Nasional Universitas Indonesia, Stanislaus Riyanta, menilai eskalasi terbaru antara Iran dan Israel menunjukkan adanya perubahan dinamika konflik di Timur Tengah.
Menurutnya, Iran kini tampil lebih agresif dibanding sebelumnya, sementara Amerika Serikat terlihat semakin ingin mengakhiri keterlibatan langsung dalam perang.
Stanislaus melihat ada kemungkinan Amerika menyerahkan estafet permusuhan kepada Israel agar dapat keluar dari konflik tanpa kehilangan muka.
Ia juga menekankan bahwa kekuatan Iran tidak hanya terletak pada kemampuan militernya, tetapi juga pada pengaruh strategis Selat Hormuz yang dapat berdampak besar terhadap perekonomian global.
Meski situasi masih penuh ketidakpastian, Stanislaus berharap seluruh pihak menghentikan penggunaan kekuatan militer dan kembali menempuh jalur diplomasi demi terciptanya perdamaian di kawasan Timur Tengah.
Simak dialog selengkapnya bersama Pengamat Timur Tengah Hasibullah Satrawi dan Dosen Kajian Ketahanan Nasional UI, Stanislaus Riyanta.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Rizal
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/673677/full-pengamat-dan-dosen-ketahanan-ui-bahas-gejolak-rudal-iran-serang-israel-perang-kian-memuncak
Pengamat Timur Tengah Hasibullah Satrawi menilai eskalasi terbaru ini tidak bisa dilepaskan dari proses negosiasi yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran.
Menurut Hasibullah, Iran justru menjadi pihak yang paling banyak memperoleh keuntungan dari krisis terbaru karena berhasil menambah daya tawar dalam perundingan.
Di sisi lain, ia menilai Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berupaya membakar kertas perundingan yang sedang dibangun antara Washington dan Teheran dengan terus memperluas konflik ke Lebanon.
Dosen Kajian Ketahanan Nasional Universitas Indonesia, Stanislaus Riyanta, menilai eskalasi terbaru antara Iran dan Israel menunjukkan adanya perubahan dinamika konflik di Timur Tengah.
Menurutnya, Iran kini tampil lebih agresif dibanding sebelumnya, sementara Amerika Serikat terlihat semakin ingin mengakhiri keterlibatan langsung dalam perang.
Stanislaus melihat ada kemungkinan Amerika menyerahkan estafet permusuhan kepada Israel agar dapat keluar dari konflik tanpa kehilangan muka.
Ia juga menekankan bahwa kekuatan Iran tidak hanya terletak pada kemampuan militernya, tetapi juga pada pengaruh strategis Selat Hormuz yang dapat berdampak besar terhadap perekonomian global.
Meski situasi masih penuh ketidakpastian, Stanislaus berharap seluruh pihak menghentikan penggunaan kekuatan militer dan kembali menempuh jalur diplomasi demi terciptanya perdamaian di kawasan Timur Tengah.
Simak dialog selengkapnya bersama Pengamat Timur Tengah Hasibullah Satrawi dan Dosen Kajian Ketahanan Nasional UI, Stanislaus Riyanta.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Rizal
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/673677/full-pengamat-dan-dosen-ketahanan-ui-bahas-gejolak-rudal-iran-serang-israel-perang-kian-memuncak
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:05Intro
00:11Rentetan rudal balistik Iran menggempur wilayah Palestina yang dikuasai Israel.
00:16Aksi ini menjadi serangan perdana sejak gencatan senjata AS Iran pada April lalu
00:21dan menjadi balasan atas serangan Israel ke wilayah Lebanon.
00:27experimenter dari Iran, ERDC juga meluncurkan serangan pesawat Ooaga atau dron
00:31yang di tempelепisan bertuliskan kami tidak akan meninggalkan Lebanon.
00:36Iran bahkan menuntuk wilayah udara di Sisi Barad
00:39untuk bersiap menghadapi kemungkinan serangan balasan.
00:56terima kasih
01:25untuk warga sivil, membatasi pertemuan besar
01:28dan menutup sekolah di seluruh negeri
01:32Tentara Israel IDF mengklaim
01:34sudah sangat siap dalam pertahanan
01:35dan kuat dalam menyerang
01:37Sistem pertahanan udara dikerahkan di seluruh negeri
02:01Saling serang Israel dan Iran
02:03semangin memperkeruhu upaya negosiasi damai Amerika-Iran
02:06Posisi Amerika juga kian terjepit
02:09Pekan lalu Presiden Amerika Donald Trump
02:11bahkan bilang
02:12ingin memisahkan Lebanon
02:14dari poin perundingan dengan Iran
02:16Trump juga mengklaim sudah berbicara
02:18dengan Perdana Menteri Israel Netanyahu
02:20untuk menghentikan serangan ke Lebanon
02:22begitu pun dengan perwakilan Hezbollah
02:26Saya rasa kita berbicara untuk berbicara
02:28saya, saya lihat
02:30itu sangat berbeda
02:31kita berbicara dengan Hezbollah
02:35untuk pertama kali
02:36kita tidak tahu mereka berbicara
02:40dan mereka berkata
02:43yesterday
02:44mereka tidak akan menanggir
02:45Israel tidak akan menanggir
02:46kita hanya akan menanggir
02:54perundingan damai Amerika-Iran saat ini
02:57terganjal dengan aksi Israel
02:58yang merupakan sekutu Amerika
03:00Israel bersikeras menyerang Lebanon
03:02dengan sasaran Hezbollah
03:04jika kelompok itu
03:05tidak berhenti melancarkan serangan
03:07sementara itu
03:08Iran yang merupakan sekutu Lebanon
03:10memasukkan poin penghentian serangan Israel
03:13sebagai syarat perdamaian dengan Amerika
03:21Israel menggempur wilayah pertahanan udara Iran
03:24sebagai balasan serangan rudal Iran sebelumnya
03:27sementara serangan dilakukan Iran
03:28sebagai respon atas serangan Israel ke Lebanon
03:31yang merupakan sekutunya
03:33aksi saling serang ini
03:34kian jadi ganjalan
03:36upaya negosiasi Amerika-Iran
03:38yang saat ini justru terkesan buntu
03:41apakah saling serang Israel dan Iran ini
03:43akan membuat perang Amerika-Iran
03:45semakin memanas
03:46kita bahas bersama dengan sejumlah narasumber
03:48sudah hadir melalui sambungan daring
03:50ada pengamat timur tengah
03:52ada Bung Hasibullah Satrawi
03:54dan juga dosen kajian ketahanan nasional
03:56dari Universitas Indonesia
03:57Bung Stanislaus Rianta
03:59selamat pagi
04:00Bung Hasibullah
04:01Assalamualaikum juga
04:02untuk Bung Stanis
04:05selamat pagi
04:06Mbak Adisti dan Pak Stanis
04:09saya mau ke Bung Hasibullah Satrawi dulu
04:12Bung Hasibullah
04:13kalau kita melihat kok ya sekarang
04:15tampaknya peperangan ini lebih bergeser
04:17antara Iran
04:19kemudian Israel
04:20dan juga Libanon
04:21apakah ini memang menjadi strategi
04:23Amerika Serikat
04:24untuk melakukan
04:25exit strategi yang
04:27sesungguhnya
04:30ya
04:31terima kasih Mbak Adisti
04:33saya rasa
04:33pertanyaannya menarik
04:35apakah ini sebuah strategi
04:36Amerika
04:37untuk keluar dari perang
04:38atau
04:39justru
04:40ketidakberdayaannya
04:41saya melihat
04:42dari pernyataan
04:44yang disampaikan oleh Presiden Trump
04:45semenjak kejadian
04:46saya menyebutnya sebagai
04:48krisis 16 jam
04:50ya
04:50dimulai dari kurang lebih
04:52jam 2
04:53waktu kita
04:54dini hari
04:54sampai kurang lebih jam 6
04:56sore kemarin
04:57nah kalau kita baca
04:59dari pernyataan-pernyataannya
05:01maka
05:01sepertinya
05:02Presiden Trump
05:03masih ingin
05:05bersikeras
05:06dengan pendekatan diplomasi
05:08dalam pengertian
05:09diplomasi
05:10yang menguntungkan dia
05:11mendapatkan semua
05:13daripada
05:14menggunakan pendekatan perang
05:16walaupun
05:17saya melihat
05:18justru tantangannya
05:19bukan hanya ada di Iran
05:21tapi
05:21juga ada di Israel
05:23yang berada
05:24dalam kepentingan
05:25yang berbeda
05:26nah
05:27kalau kita beda
05:28krisis 16 hari
05:29dari 3 kepentingan
05:31maka saya akan
05:32mulai dari Iran
05:33sebagai negara
05:34yang paling banyak
05:35dapat poin
05:36daripada krisis 16 jam ini
05:38yang pertama
05:39sudah pasti
05:40karena Iran
05:40yang memiliki
05:41inisiatif serangan ini
05:42ini punya
05:44kalkulasi
05:45punya dampak
05:45yang luar biasa
05:46saya menduga
05:47pertama itu juga
05:48terkait dengan
05:49bagaimana Iran
05:50mau menekan Amerika
05:51dalam konteks perundingan
05:52lewat serangan ini
05:53bahwa dia punya kartu
05:54dia bisa menambah
05:55modalnya
05:56kalau saya menggunakan
05:57bahasa bisnis
05:58dan pada waktu
06:00bersamaan
06:00dia juga
06:01mau kirim ke Israel
06:02bahwa sekarang
06:03telah terjadi
06:04yang saya sebut
06:04sebagai
06:05keseimbangan baru
06:06kalau Israel
06:07tidak menghormati
06:08garis mirah
06:09yang diletakkan oleh Iran
06:10maka Iran
06:11juga akan
06:13memberikan
06:13ancaman dan tekanan
06:14secara seram
06:15dan itu dilakukan
06:16jadi ini
06:17fakta-fakta
06:19realitas baru
06:19yang semakin
06:20menguat di Timur Tengah
06:21dan
06:22kalau saya baca
06:23secara perkembangan
06:24waktu di perang ini
06:25Iran sudah mengulainya
06:27semenjak dari
06:28tanggal 21 April
06:29kemarin
06:30atau di fase
06:31kelima
06:32dalam kecatatan saya
06:33ke-6, ke-7, ke-8
06:34sekarang saya menyebutnya
06:35dalam fase ke-10
06:36dimana
06:37polanya memang
06:38ini sudah berbeda
06:39daripada sebelumnya
06:40dimana Iran
06:41berani
06:42sekali lagi berani
06:43untuk kemudian
06:44melakukan serangan
06:44lebih dulu
06:45dan ini
06:46yang kedua
06:47kalau saya membaca
06:48dari kajian-kajian
06:49ahli di Timur Tengah
06:50yang disebut sebagai
06:51perubahan
06:52posisi Iran
06:53atau kondisi Iran
06:54kalau awalnya
06:55Iran berpegangan
06:56pada strategi kesabaran
06:57tapi belakangan
06:59mulai
06:59tertarik dengan
07:00strategi pencegahan
07:02jadi
07:03dari
07:04istirahat
07:04tijati sobri
07:05ilah istirahat
07:06tijati roti
07:07jadi ini
07:08Iran melakukan
07:09sebuah
07:10serangan
07:11pencegahan
07:11agar Israel
07:12tidak semakin
07:13merajalela
07:14nah
07:15dari sisi Israel
07:16sebenarnya juga
07:17sama
07:18dia punya kepentingan
07:19yang tidak bisa
07:20diabaikan
07:21yang pertama
07:22kalau saya baca
07:23dari awal
07:23memang
07:23Netanyahu
07:24ingin
07:25menggunakan
07:26krisis di Libanon
07:27itu sebagai
07:28kayak semacam
07:30upaya dia
07:31membakar
07:31kertas perundingan
07:32saya selalu
07:33dari kejadian
07:35tanggal 8 April
07:36ketika
07:37genjatan senjata
07:38diumumkan
07:38diantara Iran
07:39dengan Amerika
07:40maka buru-buru
07:41Netanyahu
07:42melepaskan diri
07:43dari ketentuan itu
07:44dan dia
07:44menyerang Libanon
07:46dan kita masih ingat
07:47bagaimana
07:47Hezbollah awalnya
07:48tidak meladeni
07:49karena Iran
07:50itu maunya
07:51satu paket
07:52jadi Iran
07:53mensyaratkan
07:54Hezbollah juga
07:55satu paket
07:56dan
07:56sebaliknya
07:57Amerika diharapkan
07:58satu paket
07:58dengan Israel
07:59kalau kembali
08:00kepada ingatan
08:01tanggal 8 April
08:02ketika
08:03genjatan senjata
08:03diberlakukan
08:04itu
08:05sudah dari awal
08:06atau beberapa jam
08:07kemudian
08:08itu
08:08Israel sudah
08:09mulai menyerang
08:10tapi
08:10Hezbollah
08:11menahan diri
08:12karena dia
08:12coba untuk
08:13ikut dengan
08:14kesepakatan
08:15walaupun beberapa jam
08:16berikutnya
08:16dia larut dalam serangan
08:18sehingga
08:18terjadi krisis
08:19sampai sekarang
08:20jadi saya lihat
08:21secara internal
08:22secara Israel
08:23krisis di Libanon
08:25saya menyebut
08:26sebagai upaya
08:27ditanyahu
08:27untuk membakas
08:28membakar
08:29kertas perundingan
08:31yang dibangun
08:31yang disusun
08:32dari visi
08:33diantara Iran
08:34dan Amerika
08:35dan kalau dibaca
08:37dari perkembangan
08:38di fase ke-9
08:40saya lihat kemarin itu
08:41sebenarnya
08:42upaya membakar ini
08:43sudah hampir berhasil
08:44satu
08:45kalau kita lihat
08:46sikap Iran terakhir
08:47sebelum perang
08:48dia sempat
08:49menangguhkan
08:50perundingan
08:51dengan Amerika
08:52karena adanya
08:52eskalasi yang terus
08:53menerus di Libanon
08:54jadi dia sempat
08:55mau berhenti
08:57dari surat menyerat
08:58saya menganggap
08:59itu perkembangan
09:00yang justru
09:01menguntungkan Israel
09:02dan yang terakhir
09:03memang yang kemarin
09:04ketika Amerika
09:06ketika Iran
09:06betul-betul melakukan serangan
09:08saya menganggap
09:08itu sebuah
09:09keuntungan
09:10dan keadaan
09:11yang sangat diharapkan
09:12oleh Israel
09:13sehingga
09:13walaupun Amerika
09:15menahan
09:16ditanyahu
09:17tetap melakukan
09:18sebuah serangan
09:19Bali
09:19jadi ini
09:20sebenarnya upaya
09:21kalau saya baca
09:22dari laporan
09:23akses terakhir
09:23itu upaya
09:25untuk menyeret
09:26Amerika lagi-lagi
09:27tidak terlena
09:28dengan perundingan
09:29dengan Iran
09:30tapi lanjut perang
09:31tapi di luar dugaan
09:33nah ini akhirnya
09:33yang tidak terlalu happy
09:34bagi Israel
09:35di luar dugaan
09:37Trump tetap
09:38berpegangan
09:39kepada
09:39bagian-bagian
09:41kertas perundingannya
09:42yang sudah dibakar
09:43dan mencoba
09:44untuk menyelamatkan
09:45kertas-kertas itu
09:46dan sampai hari ini
09:47menurut saya
09:48Trump berhasil
09:49untuk kemudian
09:50memadamkan
09:51kebakaran-kebakaran
09:52yang telah diciptakan
09:53baik oleh Iran
09:54maupun oleh Israel
09:55dan sekarang
09:56berada pada posisi
09:57harapan lagi
09:58dan perundingan lagi
09:59walaupun
10:02situasinya
10:03menurut saya
10:03pada akhirnya
10:04Iran yang lebih
10:05dapat keuntungan
10:06karena Iran
10:06menambah modal
10:07dengan menyerang
10:08tadi maka
10:09pesan dia jelas
10:10kepada Amerika
10:11bahwa garis merahnya
10:12tidak dilanggar
10:13bahwa Libanon
10:14bagian daripada
10:15kertas senjata
10:16dan dia siap
10:17dalam perang
10:18lebih lanjut
10:18kalau ketentuannya
10:20tidak diperhatikan
10:21Oke, Anda sepakat
10:22Bung Stanis
10:22apa yang diperspektifkan
10:24oleh Bung Hasibullah
10:26Satrawi
10:26kalau ini adalah
10:27upaya dari Israel
10:29dalam tanda kutip
10:30untuk membakar
10:31perundingan
10:32antara Amerika Serikat
10:33dan juga Iran
10:34kalau kita lihat
10:35Iran saat ini
10:37lebih agresif
10:38untuk bisa menunjukkan
10:39kekuatannya
10:41menunjukkan giginya
10:42ketika kemarin
10:43masih ada rasa
10:45kesabaran
10:46kok ya tampaknya
10:47sekarang justru
10:48berubah ini
10:49bagaimana
10:50untuk strategi militer
10:51dari menurut Anda
10:53Ya, saya melihat
10:54bahwa Iran
10:55memang menaikkan
10:55satu oktav lagi
10:57suaranya
10:58ketika kemarin
10:58masih sabar
10:59pelan sekarang
11:00naik lagi satu oktav
11:01ini bisa lagi dua oktav
11:02tapi saya melihat
11:03ada dua kemungkinan
11:04yang pertama memang
11:05Amerika memang sudah
11:06capek sebenarnya
11:07perang dan ingin
11:08mengakhiri perang ini
11:09dan dia
11:09sewot dengan
11:10Israel yang malah
11:12melakukan serangan
11:13ke Libanon
11:14padahal Libanon
11:14menjadi salah satu
11:15unsur yang
11:16menjadi perundingan
11:18di antara Iran
11:19dengan Amerika
11:20tapi saya pernah
11:21mengatakan juga
11:22di forum ini
11:23di Kompas
11:23bahwa
11:25nanti
11:26Amerika ketika
11:27meninggalkan Iran
11:28dia akan serah terima
11:29kepada Israel
11:30bahwa
11:31perang mungkin
11:32akan berhenti
11:32tetapi
11:33permusuhan
11:33akan terus dijaga
11:34dan dia akan
11:35menyerah terimakan
11:36kepada Israel
11:37permusuhan itu
11:37perang akan dilakukan
11:39oleh Israel
11:39lain-lain
11:39saya jangan-jangan
11:40bahwa peristiwa
11:41tanggal 78 ini
11:4278 ini
11:43adalah
11:44serah terima itu
11:45sehingga
11:46di balik layar
11:47Amerika akan terkesan
11:49seperti
11:50tidak
11:51setuju dengan
11:52Israel yang terus
11:53melakukan serangan
11:54tetapi sebenarnya
11:54itu adalah
11:55memang strategi Amerika
11:56untuk meninggalkan Iran
11:58tanpa malu
11:59tanpa kalah
12:00sehingga perang
12:00terkesan oleh Israel
12:02ada kemungkinan
12:02seperti itu juga
12:03tapi apapun itu
12:04kemungkinan itu
12:05kita harus mendukung
12:06bahwa terhentinya perang
12:07kita harus mendukung
12:08adanya selesainya perang ini
12:10perdamaian
12:11kemudian
12:12Timur Tengah
12:13kembali damai
12:14karena kalau tidak
12:15ini sudah
12:16fasanya sudah
12:17menurut saya
12:18sudah cukup berbahaya
12:19ketika ada perang
12:20antara Iran dan Amerika
12:22ada
12:22antara Israel
12:23dengan Libanon
12:24ini situasi Timur Tengah
12:25kalau dibiarkan
12:26ini akan semakin berbahaya
12:27dan tentu
12:28gawat bagi
12:29perekonomian dunia juga
12:31oke
12:32nah kalau dari
12:33Bung Stanis mengatakan
12:34ini mungkin bisa saja
12:36menjadi strategi
12:36Amerika Serikat
12:37untuk tidak mau
12:38kehilangan muka
12:39dan mengekstafetkan
12:41peperangan
12:42dilanjutkan oleh
12:43Israel
12:44Anda setuju
12:45Bung Hasibullah
12:46dengan perspektif
12:47dari Bung Stanis
12:47ini adalah strategi
12:48Amerika Serikat
12:49sebenarnya
12:51ya saya rasa
12:53memang membaca
12:53Amerika terutama
12:55Donald Trump
12:55tidak bisa hanya
12:56dalam satu layar
12:57kita harus banyak
12:58menggunakan layar
12:59termasuk
12:59dibalik layar
13:01yang tidak dipublikasikan
13:02kemarin
13:03saya sampaikan
13:04di salah satu TV
13:05bahwa
13:06eskalasi 16 jam ini
13:08kita bisa lihat
13:09sinyalemen
13:09atau kecenderungannya
13:10mungkin dalam
13:11beberapa hari ke depan
13:12saya melihat ada
13:13dua kemungkinan
13:14kalau dibaca kemarin
13:15bahwa ini memang
13:17diharapkan perang
13:18lebih total oleh
13:19Iran gitu ya
13:20mengingat situasi yang
13:21apa namanya
13:22stagnan
13:23dan tidak berkembang
13:23dalam perundingan
13:24dan kita lihat
13:25kartunya Iran
13:26masih sangat banyak
13:27dan kemarin
13:27sempat diumumkan
13:28misalkan
13:29pelibatan
13:30apa namanya
13:31proksinya
13:31yang itu akan menjadi
13:33senjata mematikan
13:34terutama dengan
13:36pemblokade
13:37apa namanya
13:38penutupan
13:39selat
13:39yang sekali lagi
13:41ini serangan
13:42lebih mematikan
13:43kepada Amerika
13:44kepada Israel
13:45dalam bentuk
13:46bola lambung
13:47yang saya bilang
13:48bola lambung
13:48adalah bahwa
13:49itu tidak akan
13:49langsung
13:50apa namanya
13:51menghujam Amerika
13:52dan Israel
13:53tapi efeknya
13:54melalui ekonomi dunia
13:55itu akan
13:56berdampak besar
13:57kepada
13:58kepada kita semua
13:59dan tentu saja
14:00kepada Amerika
14:01dan Israel
14:01sebagai
14:03penyebab
14:03dan pengambil
14:05kebijakan
14:05perang ini
14:06nah tapi
14:07kalau dibaca hari ini
14:08menurut saya
14:08yang terjadi adalah
14:10bukan keinginan
14:11untuk perang
14:11lebih total
14:12tapi justru ini
14:13adalah menambah
14:14tadi
14:15daya dobra
14:16ini menambah
14:17daya tawar
14:18dari Iran
14:18Iran mengambil
14:19opsi untuk
14:19mengambil daya tawar
14:20karena
14:20kalau kita baca
14:22surat-surat terakhir
14:22diantara Trump
14:23diantara Amerika
14:24dengan Iran
14:25itu kan Iran
14:26katakanlah
14:27Amerika masih
14:28kayak
14:28mungkin dalam
14:29filosofi
14:30di sana
14:31bahwa
14:33time is money
14:34bahwa waktu itu
14:35adalah menguntungkan
14:36tapi di Timur Tengah
14:37waktu itu adalah pedang
14:38jadi
14:39saya melihat
14:40kalau kita kembali
14:42kepada ungkapan-ungkapan itu
14:43maka
14:44sebenarnya Iran
14:45mencoba untuk
14:46mendesak
14:46Amerika
14:47mendesak
14:48Israel
14:49untuk segera
14:50menyepakati
14:51tuntutan dia
14:51dan tuntutan dia
14:53hampir final
14:54yaitu yang saya sebut
14:55sebagai kerangka
14:56dimana kerangkanya
14:57dari awal
14:58ingin perang ini
14:59berakhir
14:59secepatnya
15:00dibuka blokada
15:01di
15:01apa namanya
15:02di Hormuz
15:03dan kemudian
15:04yang tidak kalah penting
15:05adalah minta
15:06pencairan
15:07separuh
15:08daripada asetnya
15:09kurang lebih
15:1012 miliar
15:11yang masih ada
15:11saya melihat
15:13itu adalah
15:13kepentingan-kepentingan
15:14Iran
15:15yang ingin
15:15dikawal
15:16dengan serangan
15:17kemarin
15:17agar
15:18segera setuju
15:19dengan itu
15:20kalau tidak
15:20maka
15:21opsi perang
15:22bisa diambil
15:23dan
15:24dalam konteks itu
15:25saya melihat justru
15:26Amerika semakin
15:27tertekan
15:28karena
15:28kepentingan untuk
15:29meladani perang
15:30di Israel
15:31sangat-sangat kuat
15:32ini yang
15:32kalau kita akuin
15:34melalui perang
15:3540 hari
15:36Israel makin sadar
15:37bahwa Iran itu
15:38betul-betul ancaman
15:39dan kalau kita
15:40pecah
15:40pernyataan-pernyataan
15:41publik
15:42itu betapa
15:43mereka ingin
15:44agar
15:44Iran sebagai
15:45ancaman
15:46Hizbullah sebagai
15:46ancaman
15:47itu segera
15:48diredakan
15:48nah persoalannya
15:50Netanyahu
15:50selama ini
15:51sudah tampil
15:52dengan kampanye
15:52seakan-akan
15:53dia hebat
15:54menghancurkan
15:54Iran
15:55karena berhasil
15:56membunuh
15:56tadi
15:56tapi kenyataannya
15:57peluru-peluru
15:59mereka
15:59rudal-rudal
16:00mereka
16:00tidak terkurangi
16:01jadi ada
16:02ada kekhawatiran
16:04yang cukup
16:05keras
16:05di Israel
16:06berkaitan dengan
16:07realitas ancaman
16:08dari Iran
16:09sekarang
16:09nah
16:09sementara Amerika
16:10seperti disampaikan
16:12tadi
16:12tidak memungkinkan
16:14untuk melanjutkan
16:15perang ini
16:15memang
16:16skenario
16:16tadi disampaikan
16:18ini transisi
16:18ke Amerika
16:19Israel itu
16:19mungkin
16:20karena
16:21saya selalu
16:22sampaikan
16:22itu ada
16:22presidennya
16:23dulu ketika
16:24katakanlah
16:25perundingan
16:25diantara Amerika
16:26dengan Houthi
16:26Amerika dengan Houthi
16:28di awal tahun 2005
16:29itu persis
16:30bahwa itu dilakukan
16:31sepihak diantara Amerika
16:32dengan Houthi
16:33waktu itu Houthi
16:34juga sering menyerang
16:35kapal-kapal
16:36Amerika di
16:37Laut Merah
16:37merasa dirugikan
16:38Amerika masuk
16:39deal dengan Houthi
16:40tapi Houthi lanjut
16:41dengan Israel
16:42nah
16:42ke depan
16:43ada kemungkinan juga
16:44bahwa ini
16:45menjadi cara Amerika
16:47untuk pamit
16:47dari perang ini
16:48dan Israel
16:49lanjut
16:50dengan
16:51perangnya
16:52sepihak
16:53dengan
16:53lawan
16:53walaupun
16:56kemungkinannya
16:5760-40 persen
16:5860 kepada
16:58penghentian
17:0040 akan
17:00ditransisikan
17:01ke Israel
17:02jadi ada
17:03berbagai macam
17:04kemungkinan
17:04yang akan
17:05terjadi
17:06ketika sudah
17:07melewati
17:07krisis 16 jam
17:08ini
17:08apakah ini
17:09adalah bentuk
17:10upaya pamit
17:11Amerika Serikat
17:12untuk kemudian
17:13diestafetkan
17:14kepada Israel
17:15peperangan
17:15masih akan
17:16terus berlanjut
17:17atau kemudian
17:18akan ada
17:18posisi tawar
17:20yang lebih lagi
17:21untuk Iran
17:21bersama dengan
17:22Amerika Serikat
17:23tentu kemungkinan
17:24ini yang masih
17:25harus kita
17:25baca
17:26potensinya
17:27akan ke arah
17:27mana
17:27Bung Hasibullah
17:29Satrawi
17:29tapi kemudian
17:30Bung Stanis
17:31dari sisi
17:32kekuatan militer
17:33kalau kita
17:34membacanya
17:34ketika memang
17:36perang itu
17:37diestafetkan
17:38dari Amerika Serikat
17:39kepada Israel
17:39untuk dilanjutkan
17:41bersama dengan
17:42Iran
17:43dan juga
17:43Libanon
17:44dari kekuatan militer
17:45Iran
17:46versus Israel
17:47apakah ini
17:49akan menjadi
17:50lawan yang seimbang
17:51atau seperti apa
17:52kalau dari kekuatan militer
17:53dari masing-masing negara
17:55ya kita bicara
17:56statistik dalam
17:57global firepower itu
17:58Amerika nomor 1
17:59Israel nomor 15
18:01Iran nomor 16
18:02Iran kemarin
18:03dia menghadapi
18:04Amerika yang nomor 1 saja
18:06Iran masih kuat
18:07masih bertahan
18:08sekarang apalagi
18:09cuma menghadapi Israel
18:10yang nomor 15
18:10yang posisinya secara setik sama
18:12tapi perlu diingat adalah
18:13orang tidak bisa melihat
18:15sebenarnya
18:15apa yang dimiliki oleh
18:17Iran
18:18itu susah dilihat
18:19dia punya persenjataan
18:20yang kuat
18:21dia punya daya tahan
18:22yang kuat
18:22sehingga ketika
18:23menghadapi
18:24negara dengan peringkat
18:25yang paling tinggi
18:26itu dia masih bisa
18:27bertahan
18:28nah tapi ada satu lagi
18:29senjata yang
18:30yang mungkin
18:31tidak diperhitungkan
18:32oleh banyak orang
18:33termasuk Amerika
18:34ketika melakukan
18:35agresi ke Iran
18:38menggunakan senjata
18:39slat hormus
18:39dan dampak dari
18:40penggunaan senjata
18:42slat hormus ini adalah
18:43bukan hanya kepada
18:44Amerika
18:44atau kepada
18:46Israel
18:47tapi seluruh dunia
18:48kena dampak
18:49dimainkan terus oleh Iran
18:50dan sekarang
18:51Iran posisinya
18:52di atas angin
18:52dengan
18:53dengan
18:53kertas perundingan itu
18:55itu mau gak
18:56mau Amerika
18:57nampaknya harus mengikuti
18:58karena kalau tidak
18:59maka
18:59senjata slat hormus
19:01akan terus dimainkan
19:02sehingga yang kena dampak
19:03bukan hanya Amerika
19:04atau Israel
19:05tapi dunia
19:06ini sebenarnya
19:07yang membuat Amerika
19:08harus segera mundur
19:09dan melanjutkan
19:11permusuhan
19:11dengan Israel
19:12walaupun nanti skalanya
19:13mungkin kecil-kecilan
19:14seperti dulu ya
19:14serangan mereka
19:15bermusuhan seperti itu
19:17jadi
19:17yang harus diperhitungkan
19:20sebenarnya bukan
19:20senjata alutsistanya
19:22tetapi adalah
19:23senjata slat hormus itu
19:24yang dampaknya
19:25terhadap seluruh dunia
19:26oke
19:27ini yang kemudian menjadi
19:28atensi
19:30bukan soal
19:30kekuatan militernya
19:31tapi kemudian
19:32selat hormus
19:34yang kemudian
19:34menjadi
19:35apa ya
19:37andalan dari Iran
19:38untuk bisa
19:39dalam tanda kutip
19:41melemahkan
19:42tidak hanya soal Israel
19:43dan juga Amerika Serikat
19:44tapi juga berdampak
19:45kepada dunia
19:46Bung Hasibullah Satrawi
19:48bagaimana Anda
19:49melihat perspektif ini
19:51ya saya rasa memang
19:52Iran memiliki
19:54semua senjata
19:55dan senjata-senjata itu
19:57menurut saya berfungsi
19:58dan itu menjadi
19:59menjadi alasan kemenangan
20:00jadi bukan hanya
20:01selat hormus
20:02bukan hanya alasan geografi
20:04yang
20:04geografis yang dia miliki
20:06tapi juga
20:07kemampuan
20:07kemampuan dia bertahan
20:09mentalitas
20:09secara kebudayaan
20:11kemudian
20:11kekompakan masyarakatnya
20:13dan yang
20:14yang paling penting
20:15adalah
20:15karena Iran selama ini
20:17dimenangkan secara
20:18posisi
20:19moral ataupun
20:20secara hukum
20:21dia berada pada
20:22posisi yang
20:23yang defensif
20:25diserang lebih dulu
20:26nah
20:26saya terus terang
20:27di catatan terbaru
20:29di sosial media saya
20:30itu ngasih
20:31ungkapan bahwa
20:32di antara yang berubah
20:33dari peta sekarang
20:34adalah posisi Iran
20:35dari sebelumnya
20:36adalah defensif
20:38menjadi ofensif
20:39nah di situ
20:40saya bilang
20:40kita perlu mengingatkan Iran
20:42jangan terpancing
20:43dengan logika
20:44ofensif
20:45karena kalau
20:46jadi logika ofensif
20:48nanti tidak ada bedanya
20:49dengan Israel
20:49dan Amerika
20:50jangan lupa
20:5128 Februari
20:52dilakukan oleh Amerika
20:53dan Israel itu
20:54atas nama juga
20:55karena apa?
20:56karena pencegahan
20:56karena seakan-akan
20:57mereka membayangkan
20:59nuklir Iran
20:59rudal Iran
21:00akan luar biasa
21:01dan akhirnya mereka
21:02melakukan serangan itu
21:03nah kalau Iran
21:04terlena
21:05dengan kemampuannya
21:06sekarang bahwa
21:07Israel dianggap
21:08sebagai ancaman
21:08lalu melakukan agresi
21:10seperti kemarin
21:11serangan terlebih dahulu
21:13seperti kemarin
21:14maka sebenarnya
21:15Iran sudah mengalami
21:16pergeseran posisi
21:17yang awalnya
21:18sebagai posisi defensif
21:19dia membela diri
21:20menjadi posisi yang
21:22ofensif
21:22dia menyerang lebih dulu
21:23nah
21:23kalau saya baca
21:25secara objektif
21:26dari Iran
21:27kan sebenarnya
21:27sudah ada dua
21:28yang itu
21:29ke depan Iran
21:30mungkin tidak akan
21:31apa namun
21:32tidak akan selalu sama
21:33minimal peta dukungan
21:34masyarakat dunia
21:35kepada Iran
21:35yang pertama
21:36soal Hormuz sendiri
21:37saya katakan
21:38sejak awal
21:39Hormuz itu memang
21:40efektif bagi Iran
21:41tapi
21:42Hormuz bersifat
21:43sementara
21:43kalau selama
21:44bukan tidak mungkin
21:46Iran akan berhadapan
21:47dengan opini dunia
21:48dengan masyarakat dunia
21:49yang bahasa saya
21:50tidak mungkin dunia
21:52rela
21:52lapar
21:53rela mati
21:54hanya ingin melihat
21:55Iran menjadi pahlawan
21:56dalam melawan
21:57ketiadilan Israel
21:58dan Amerika
21:59saya tidak masuk
22:00di situ
22:00jadi ke depan
22:02kalau Iran lanjut
22:03dengan
22:03katakanlah
22:05mempolitisir
22:06selat Hormuz
22:07tidak sesuai dengan
22:08kepentingan masyarakat dunia
22:10maka sangat tidak
22:11sangat mungkin
22:12Iran akan berhadapan
22:13dengan masyarakat dunia
22:14kepentingan dunia
22:15barat dengan timur
22:16yang menginginkan
22:17Hormuz
22:18kembali normal
22:19seperti dulu
22:20dan sekarang
22:21kalau kemudian
22:22Iran lanjut
22:22dengan katakanlah
22:24gaya-gaya
22:24offensive
22:25seperti sekarang
22:26sekali lagi
22:27saya tidak pernah
22:28menyetujui
22:29tidak pernah membiarkan
22:30serangan-serangan
22:31yang diluatkan oleh
22:32Israel dan Amerika
22:33kepada bangsa-bangsa lain
22:34yang tidak ada
22:35pertanggung jawabannya
22:36cuman kita menginginkan
22:37ke depan
22:38tidak perlu lagi
22:39ada negara
22:39yang melakukan
22:40dalam tanda kutip
22:41dosa yang sama
22:42atas nama
22:42alasan yang kurang lebih sama
22:44kalau dalam
22:45rangka membela diri
22:46menurut saya itu
22:47hal yang legal
22:48dibenarkan
22:49dan kita mendukung
22:50Iran sepenuhnya
22:51di situ
22:52dan mungkin
22:53dalam konteks
22:54sekarang masih
22:55perundingan
22:56karena perangannya
22:57juga masih belum berakhir
22:59masih bisa dipahami
23:00tapi kalau lanjut
23:01dengan kondisi
23:02seperti ini
23:03serang-menyerang
23:04seperti ini
23:04maka
23:05Iran sebenarnya
23:06juga bisa berhadapan
23:07dengan masyarakat dunia
23:08yang punya pandangan
23:11bahwa
23:11terutama yang meminginkan
23:12perdamaian
23:13bahwa yang dilakukan oleh
23:14juga tidak bisa
23:15dipertanggung jawabkan
23:17karena itu
23:18saya perhatikan
23:19bahwa
23:20dengan adanya realitas baru
23:21di Timur Tuna ini
23:22Israel tidak lanjut
23:24dengan politik semina-mina
23:25Anda berhenti
23:26merasa seakan-akan
23:27menjadi paling berkuasa
23:28di dunia
23:29Anda berhenti
23:30dari keseminak-minaan
23:31di dalam
23:32memperlakukan tetangga
23:33mereka punya hak untuk merdeka
23:34mereka punya hak untuk hidup damai
23:36cara setelah itu
23:37yang harus kita perjuangkan
23:39oke
23:39dengan situasi yang
23:41kita tahu
23:42Israel menyerang
23:43Iran
23:44Iran menyerang Israel
23:45termasuk juga soal Libanon
23:47ketiga negara ini
23:48sekarang sedang memanas
23:49begitu Anda menyebutnya
23:50krisis 16 jam
23:51realistiskah
23:53kemudian masih kita bahas
23:54soal negosiasi
23:56akan mencapai
23:57kesepakatan
23:58Bunga Sibullah
23:59saya telus terang
24:01dengan melihat
24:02apa namanya
24:03komitmen
24:03dan apa namanya
24:04semangat yang disampaikan
24:06oleh Presiden Trump
24:07termasuk
24:07ketika mengerim
24:08eskalasi
24:0916 jam ini
24:10sebenarnya juga
24:11masih ada
24:12ada harapan
24:13dalam pengertian harapan
24:14satu
24:15paling tidak
24:16walaupun
24:17Israel
24:17Netanyahu
24:18mencoba untuk
24:19melawan
24:20menggerontak kepada Trump
24:21kenyataannya
24:22Trump masih
24:22menguasai
24:24Trump
24:24apa namanya
24:25Netanyahu dan Israel
24:26bahkan
24:26Trump sendiri mengatakan
24:28Netanyahu tidak mengambil
24:29keputusan apapun
24:30keputusannya
24:31saya yang ambil
24:31jadi dia akan
24:32melakukan
24:33keputusan yang diambil
24:34oleh Amerika
24:35dan Trump
24:35itu menurut saya
24:37realitas yang
24:38membuat kita cukup
24:39optimis bahwa
24:40perang ini
24:40masih bisa
24:41diakhiri dengan
24:42cara diplomasi
24:43dan yang kedua
24:44Iran sendiri
24:46sebenarnya dari awal
24:47sangat ingin untuk
24:47berdamai
24:48Iran
24:49dalam posisi
24:50bukan yang
24:51yang menyerang
24:52dia diserang
24:52dan sekarang
24:53logika yang disampaikan
24:54syarat yang disampaikan
24:55sebenarnya tidak terlalu
24:56merugikan Amerika
24:58secara langsung
24:59paling tidak
24:59misalkan dia minta
25:00asetnya dicairkan
25:02itu kan memang
25:03uangnya Iran
25:03bukan uangnya Amerika
25:04jadi kenapa
25:05harus ditahan
25:06nah lagi-lagi
25:07memang itu akan
25:08berhadapan
25:09kalau bagi Amerika
25:10terhadap
25:10persepsi
25:11apa namanya
25:12kekuasaan yang
25:13tidak seperti
25:14style-nya sebelum-sebelumnya
25:15yang
25:16seakan-akan penuh
25:17dengan power
25:18dan menekan
25:19sana-sini
25:19tapi
25:19kalau kita melihat
25:21kepentingan
25:21masyarakat dunia
25:22termasuk Amerika
25:23sendiri yang
25:24terutama Trump
25:25yang sangat-sangat
25:26terjepit dengan
25:27kondisi
25:28pemilu
25:29pada bulan November
25:30saya menduga
25:31ini tetap akan
25:32diupayakan
25:33agar menjadi deal
25:34dan
25:34kalaupun ada upaya
25:36untuk merusak
25:37di tengah jalan
25:38seperti krisis
25:3916 jam
25:39Trump akan melakukan
25:40upaya-upaya
25:41untuk
25:42memadamkan
25:43seperti yang kita
25:44lihat kemarin
25:44oke
25:45kalau Bung Hasibullah
25:46Satrawi
25:46masih optimistis
25:47akan ada
25:48upaya dari
25:49Presiden
25:50Donald Trump
25:50untuk bisa
25:51mencapai
25:52kesepakatan
25:53melalui
25:53diplomasi
25:54kalau dari
25:55sisi
25:56Bung Stanis
25:58besarkah
25:58potensi itu?
26:00ya saya kira
26:01orang
26:01capek perang
26:03tidak mau
26:04perang seperti ini
26:05terus dan
26:05konstitusi kita
26:06juga mengamanatkan
26:07bahwa kita
26:07harus mendukung
26:08perdamaian dunia
26:09saya melihat bahwa
26:10arahnya sebenarnya
26:11ini kan
26:12naik turun
26:12terus
26:13tapi Amerika
26:14sebenarnya sudah ingin
26:14mengakhiri perang ini
26:15ya kita harapkan
26:16semoga tidak ada
26:17kompor-kompor lain
26:18seperti Israel
26:19kemudian yang
26:20pihak yang lain
26:21karena aktor di perang ini
26:22kan tidak hanya
26:23terlihat di lapangan
26:23tidak lihat dia yang
26:24menggunakan senjata
26:25tapi ada aktor-aktor lain
26:27kita nggak tahu
26:27sebenarnya
26:28China memainkan apa
26:29Rusia memainkan apa
26:30kemudian negara-negara
26:31di Timur Tengah
26:32memainkan apa
26:33tapi yang paling
26:34baik adalah
26:34aktor yang menggunakan
26:36senjata
26:36berhenti dulu
26:37supaya mereka
26:38tidak saling
26:39mengirimkan
26:40peluru-peluru
26:41kemudian berhenti
26:42kemudian mereka
26:43masuk dalam
26:43meja perundingan
26:44ketika mereka sudah berhenti
26:45menggunakan senjata
26:46dan mereka masuk
26:47dalam meja perundingan
26:48kita harus optimis
26:49bahwa perdamaian
26:50bisa tercapai
26:50Oke, terakhir
26:52saya ke Bung Hasibullah
26:54Bung Hasibullah
26:54dari perbincangan kita
26:57tiga poin kritis
26:58yang bisa
26:58di-underline
26:59dari apa yang
27:00sudah dilakukan
27:02oleh Israel
27:03juga Iran
27:04termasuk juga
27:05Libanon
27:06yang saat ini
27:07posisinya semakin
27:08terbocok
27:08apa tiga poin kritis Anda?
27:12Ya, yang pertama
27:13menurut saya
27:14yang paling penting
27:15adalah
27:15dunia memang perlu
27:16belajar
27:17jangan melakukan
27:18double standard
27:18itu yang menjadi sebab
27:20bagi saya
27:21daripada kerusakan-kerusakan
27:23yang terjadi
27:23dan yang kedua
27:24bagi saya
27:25Israel juga
27:27harus di
27:27berikan
27:28penyadaran
27:29bahwa
27:30apa namanya
27:31negara-negara lain
27:32juga punya hak yang sama
27:34untuk hidup damai
27:35dan merdeka
27:36berarti mau tidak mau
27:37kalau persoalan ini
27:38mau diselesaikan
27:39Gaza
27:40dan tepi barat
27:41itu adalah persoalan utamanya
27:42karena
27:42Libanon
27:43bahkan Iran
27:43kan itu hanya efek
27:44radius istilahnya
27:45daripada sumber konflik
27:47yang terjadi di situ
27:48dan yang ketiga
27:50menurut saya juga
27:51kepada Iran
27:52walaupun
27:53sekali lagi
27:53Iran sudah berhasil
27:55melawan Israel
27:56gitu ya
27:57tapi
27:57kita harapkan
27:58tetap ada
27:59komitmen untuk
28:00bagaimana
28:00kehidupan tata global
28:02dan Timur Tengah
28:03yang lebih damai
28:03kita tidak perlu
28:04memusuhi Israel
28:05sebagai bangsa
28:06apalagi Amerika
28:07mereka juga punya hak
28:08untuk hidup
28:09mereka punya hak
28:10untuk damai
28:11jadi
28:11kalau ada pernyataan
28:13kritis dan keras
28:13semata-mata
28:14karena otoritas
28:16Israel
28:17yaitu Nita Nyau
28:18dan Amerika
28:19yaitu Trump sekarang
28:19yang menurut saya
28:21kebebelasan dalam
28:23menjalankan
28:24kebijakan-kebijakan
28:25perangnya
28:26di belakang mereka
28:27kita tahu
28:27banyak orang-orang
28:28baik juga di Amerika
28:29banyak juga
28:30orang-orang baik
28:31di Israel
28:31jadi
28:32jangan justru
28:33kebenciannya
28:33bersifat komunal
28:35kritisisme kita
28:36kepada oknum
28:37kepada kebijakan
28:37bukan kepada
28:38individu
28:39apalagi
28:40apa namanya
28:41sebuah bangsa
28:42yang cukup beragam
28:43jadi kita tetap
28:44memimpikan
28:45ke depan
28:46perdamaian
28:46bisa kita
28:47tegakkan
28:48bareng-bareng
28:49walaupun sekarang
28:49tantangannya
28:50benar-benar
28:51sangat berat
28:51karena
28:52oknum-oknum
28:53politik
28:54dan politisi
28:55yang menurut saya
28:56tidak betul-betul
28:57komitmen pada
28:58perdamaian
28:58oke
28:59kita akan lihat
29:00nanti akan
29:00seperti apa
29:01ke depannya
29:01terima kasih
29:02pengamati
29:02murtengah
29:03Hasibullah
29:03Satrawi
29:04dan juga
29:04dosen
29:05kajian ketahanan
29:05nasional
29:06dari Universitas Indonesia
29:07Bung Stani
29:08Selalu Serianta
29:09telah berkabung bersama kami
29:10sehat selalu
29:10Bapak-Bapak
29:11Assalamualaikum
29:11Selamat pagi
Komentar