00:00Sidang Perdana Gubernur Riau non-aktif, Abdul Wahid,
00:04yang digelar di Pengadilan Negeri Pekanbaru pada Kamis, 26 Maret 2026,
00:08menuai beragam tanggapan dari masyarakat, khususnya di media sosial.
00:12Sejumlah warganet terlihat aktif memberikan komentar di media sosial Riau Online,
00:17mulai dari dukungan hingga kritik terkait kasus yang tengah bergulir.
00:21Mayoritas komentar berisi harapan agar Abdul Wahid dapat menjalani proses hukum dengan adil.
00:25Beberapa warganet bahkan menyampaikan doa agar ia terbebas dari tuduhan jika memang tidak terbukti bersalah.
00:32Saya berharap beliau terbebas dari fitnah dan bisa melanjutkan amanah masyarakat Riau,
00:36khususnya Pekanbaru, tulis salah satu pengguna.
00:39Dukungan serupa juga disampaikan warganet lain yang mendorong agar proses hukum berjalan transparan dan objektif.
00:46Selain dukungan, terdapat pula komentar bernada sindiran ke wakil Gubernur Riau SF Arianto
00:50yang saat ini menjabat sebagai PLT Gubernur Riau.
00:53Salah seorang warganet menuliskan,
00:56PLT Ketar-Ketir tidak bisa tidur,
00:58yang mengisyaratkan dinamika politik pasca kasus tersebut.
01:01Komentar lain juga menyoroti narasi yang berkembang di tengah masyarakat.
01:05Pusuk kembali, siapa yang membuat narasi menjatuhkan itu,
01:08tulis seorang pengguna,
01:10mempertanyakan pihak-pihak yang dinilai membentuk opini publik.
01:13Sementara itu, warganet lain mengungkapkan kekhawatiran terhadap situasi yang terjadi.
01:18Seorang gubernur bisa diperlakukan seperti ini,
01:21bagaimana jika nanti dinyatakan tidak bersalah.
01:23Tulisnya, menyoroti kemungkinan dampak terhadap kepercayaan publik.
Komentar