Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama


Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box.

Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia. Jangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.

Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV.

#kompastv #fifa

Baca Juga Kasus Amsal Sitepu Disorot, DPR Minta Hakim Beri Vonis Bebas | BERUT di https://www.kompas.tv/nasional/660236/kasus-amsal-sitepu-disorot-dpr-minta-hakim-beri-vonis-bebas-berut




Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/olahraga/660238/full-cerita-keluarga-dony-tri-jelang-timnas-indonesia-siap-hadapi-bulgaria-ini-prediksi-hasilnya
Transkrip
00:00Saudara, dalam kemenangan Timnas melawan St. Kitts & Nevis, salah satu pemain yang bermain penuh 90 menit adalah Doni Tri
00:09Pamungkas.
00:11Doni mengawal sisi kiri pertahanan Indonesia.
00:14Ibu dan kakak kandung Doni Tri Pamungkas bangga Doni tampil bersama Timnas di FIFA Series 2026 Jakarta.
00:21Keluarga berpesan agar Doni membuktikan performa terbaiknya dan jangan kecewakan bangsa negara Indonesia.
00:26Ya, kakak Doni yang pernah membela Arema Malang, Joko Sasongko, tidak menyangka adiknya bisa tampil baik di pertandingan debut bersama
00:34Timnas kemarin.
00:36Ia berharap adiknya bisa terus berkembang menjadi pemain sepak bola yang handal dan tangguh.
00:44Memang semangatnya untuk menjadi pemain bola itu tinggi.
00:47Memang sudah terlihat dari kecil itu kemauannya memang tinggi.
00:51Memang setelah bisa tembus di senior sampai kemarin debut kemarin itu ya berharu, Mas.
00:59Sempat ya, gak ada pikiran sampai kemarin itu gak ada.
01:04Diberi kesempatan ya harus selalu membuktikan sebuah Doni.
01:07Itu selalu saya ingatkan, Mas, pada Doni.
01:09Jadi kalau diberi kesempatan ya tunjukkan, buktikan kalau kamu itu memang layak mampu.
01:16Dan saudara, saat ini kami sudah terhubung dengan orang tua Doni Tri Pamungkas.
01:22Tepatnya ibunda dari Doni Tri Pamungkas di Boyolali, Jawa Tengah.
01:26Ada Ibu Saparti saat ini bersama Breaking News Kompas Tim.
01:30Selamat malam, Bu Saparti.
01:32Selamat malam, Mas Radi.
01:35Baik, Ibu saya tanpa bertanya kepada Ibu, saya yakin Ibu sangat bangga kepada anak Ibu Doni Tri Pamungkas yang sekarang
01:42bermain di final FIFA Series melawan Bulgaria.
01:44Tapi saya ingin tanya dulu lebih awal, ada gak yang ingin Ibu sampaikan kepada Doni sebelum pertandingan final ini?
01:51Yang pasti ada, Kak.
01:53Yaitu anak saya Doni, terutama buktikan.
01:59Kalau kamu itu, jangan mengetewakan bangsa kita.
02:05Itu pesan saya, doa Ibu selalu yang terbaik untuk timnas Indonesia.
02:10Amin.
02:11Itu, Pak.
02:12Amin.
02:12Iya, kalau kita lihat performa atau penampilan Doni di pertandingan sebelumnya, dia main 90 menit.
02:20Penuh ya, Bu, ya.
02:21Dan sangat prima, sangat baik sekali mengawal pertahanan sisi kiri timnas Indonesia.
02:27Nah, saya ingin mengolik sedikit sebenarnya perjalanan karir Doni, Bu.
02:31Sebenarnya Doni ini memang sudah bercita-cita sejak kecil ya, jadi pemain bola.
02:35Atau ada sebenarnya punya cita-cita lain selain pemain sepak bola, Bu?
02:39Sejak dari kecil, ya.
02:42Seperti kakaknya, Kak.
02:43Oke.
02:46Seperti kakaknya, aku ingin menjadi pemain bola yang profesional.
02:51Iya, iya.
02:52Setelah S.D. dia sudah masuk sekolah sepak bola.
02:55Pernah ada cerita yang berkesan, Bu, tentang Doni dari kecil sampai sekarang jadi pemain profesional dan akhirnya membanggakan keluarga?
03:05Banyak sekali.
03:06Banyak, ya?
03:07Untuk prosesnya sampai seperti sekarang ini, kak, perjuangan yang sangat luar biasa.
03:14Hmm.
03:15Dari kecil 4 S.D. itu sudah pulang balik Cibubur, Boya Lali untuk mengikuti event-event usia dini dulu.
03:26Oke.
03:26Seperti itu, ya, ke kelas 6, ya, pindah di Jakarta, lulusan Jakarta, dan S.D.nya balik ke Boya Lali
03:372 tahun.
03:38Hmm.
03:39Dia langsung sekolah 3 S.D.nya di Akademi Biacupe, Terawang Mangun.
03:44Hmm, oke.
03:46Dan keluarga mendukung penuh, ya, Bu, ya?
03:48Perjalanan Doni ini.
03:49Dapat pilihkan seleksi di Persija, Alkandungsa, lolos.
03:54Lolos, ya. Ini sekali lagi menjadi kebanggaan keluarga, saya yakin.
03:58Jadi, bisa dipastikan Doni ini jadi pemain sepak bola, bukan karena ikut-ikutan kakaknya, ya, Bu?
04:04Enggak, enggak, ya.
04:06Awalnya pengen aja, awalnya pengen kakaknya, tapi niatnya itu sudah dari diri sendiri, Ibu.
04:12Apalagi pas yang masuk itu ada yang nyukur dari kakaknya, Alkandungilah bisa seperti sekarang ini, kak.
04:20Oke.
04:21Oke.
04:21Ya.
04:21Saya juga pengen tahu, atau pemirsa juga, Kompasivi, pasti pengen tahu.
04:26Sebenarnya kebiasaan Doni sebelum tanding, apa saja yang biasanya disampaikan kepada keluarga,
04:32atau ada seperti ritual khusus, misalnya berbicara kepada ibundanya, atau siapanya begitu, Bu?
04:39Terutama sama saya itu selalu minta, itu enggak pernah, itu, kak, selalu.
04:46Dan kakak-kakaknya pun juga dimintai, doa restunya, supaya bisa lancar, bisa mendapat keberuntungan, gitu aja, kak.
04:55Itu enggak lupa Doninya itu.
04:57Dari mau berangkat ke stadion, mau main, itu tetap minta doa restu ke ibu dan kakak-kakaknya.
05:04Ya, berbicara karir Doni, Bu, setiap atlet ya, termasuk pemain sepak bola, pasti ada titik apa ya,
05:13jenuh juga ada titik seolah ingin menyerah, begitu.
05:17Tapi, adakah cerita ketika Doni mendapatkan titik itu, keluarga juga ikut penyemangatnya,
05:24sehingga Doni terus, apa, tidak gentar untuk terus menjadi pemain profesional?
05:28Karena sekarang, Doni itu enggak pernah menyerah.
05:32Oke.
05:32Selalu ingin membuktikan sama keluarga, sama siapapun,
05:37dibuat dia pantang menyerah, kak, Doni itu orangnya.
05:41Selalu ingin membuktikan, semangatnya luar biasa.
05:44Oke.
05:46Oke.
05:46Tadi ibu juga bercerita ya, selain menekuni sepak bola sejak kecil,
05:51tapi pendidikan juga tidak ditinggalkan.
05:53Kita juga, untuk menjadi inspirasi bagi anak-anak bangsa,
05:58begitu yang ingin juga menjadi pemain sepak bola profesional,
06:01bisa diceritakan, Bagaimana keluarga membagi waktu,
06:04misalnya, antara pendidikan, latihan, kehidupan sehari-hari ketika Doni masih kecil?
06:09Itu selalu diutamakan pendidikan.
06:12Dan, kalau sekolah sepak bola kan di luar pelajaran pendidikan di sekolah,
06:17itu selalu diusahakan untuk bisa mendukung dan intinya mengantar.
06:24Nah, itu selalu diusahakan semaksiman mungkin.
06:28Gitu, Kak.
06:30Baik.
06:30Saya yakin semua anak bangsa dan, ya.
06:34Semangat sekali.
06:35Semangat sekali.
06:37Ya, saya yakin.
06:37Semangat pendukung, ya.
06:40Saya yakin dari cerita Ibu seperti ini,
06:43semua orang tua, semua anak bangsa juga terinspirasi untuk bisa mendidik anaknya,
06:48agar seperti Doni, kelak, menjadi pemain profesional sepak bola.
06:52Terakhir, Bu, seperti harapan Doni yang pernah disampaikan kepada Ibu,
06:58tidak hanya jangka pendek, tidak hanya pertandingan nanti malam,
07:01tapi ke depannya apa, Bu?
07:04Untuk Timnas.
07:06Untuk Timnas?
07:07Ya.
07:07Ya, seharusnya untuk Timnas itu ke depannya, Bu.
07:11Ya, betul.
07:13Tetap ada, Bu, Pak.
07:16Ya.
07:17Jadi, Doni berharap juga Timnas bisa mendapatkan pencapaian tertinggi begitu, ya?
07:22Ya.
07:22Di level, tidak hanya di level Asia, bahkan dunia mungkin, Bu, ya?
07:27Ya.
07:28Baik.
07:29Baik, terima kasih, Bu.
07:30Pembicaraan atau perbincangan yang singkat,
07:33namun syarat dengan inspirasi, semoga semua juga terinspirasi dengan apa yang sudah Doni capai saat ini di Timnas Indonesia dan
07:40juga di klub profesionalnya Doni.
07:42Terima kasih sekali lagi telah bergabung bersama kami, Ibu Soparti.
07:45Semoga Doni bermain bagus nanti malam.
07:47Mudah-mudahan bisa cetak bolpakan, Bu, ya?
07:50Selamat malam, Bu.
07:51Terima kasih.
07:51Sampai jumpa.
07:52Terima kasih.
07:53Pelancaran kesuksesan untuk main malam ini.
07:56Baik, baik.
07:56Terima kasih, Bu.
07:57Sampai jumpa.
07:58Selamat malam.
07:59Saudara Breaking News Kompas TV akan kembali sesaat lagi.
08:02Tetaplah bersama kami.
Komentar

Dianjurkan