Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan praktik oplos yang terjadi makin membahayakan stok elpiji di tengah gejolak geopolitik global.

Bahkan menurutnya, diduga ada pihak yang sengaja membiarkan praktik oplos elpiji yang berulang terjadi.

Dwi Anggia mengatakan ada sanksi pengurangan kuota hingga pemutusan hubungan usaha bagi agen nakal yang ikut melakukan praktik oplos elpiji.

Pemerintah terus mengkaji kebijakan agar subsidi elpiji tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.



Bagaimana menurut Anda?

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/R5aR6gd_S9U



#gas #oplosan #subsidi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/664347/tegas-esdm-sanksi-kuota-dipotong-hingga-izin-dicabut-untuk-agen-nakal-dipo-investigasi
Transkrip
00:04Tujuan dari penegahan hukum terhadap penyalahgunaan LPG subsidi ini
00:08agar tidak terjadi kerugian keuangan negara yang lebih besar lagi
00:19Penggunaan tabung gas LPG sudah menjadi bagian dari kesarian masyarakat
00:23Data Kementerian SDM pada tahun 2025 mencatat
00:27ada lebih dari 73 juta pengguna gas LPG subsidi 3 kilogram
00:31atau yang biasa disebut gas melon
00:33Gas subsidi diperuntukkan bagi masyarakat prasejahtera atau warga miskin
00:37Namun ironi membayangi
00:40Gas melon yang seharusnya diperuntukkan bagi warga miskin sebagai penerima hak subsidi
00:44justru marak disalahgunakan dan dioplos oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab
00:49Sepanjang tahun 2025 hingga April 2026
00:53Polisi telah menindak 665 DKP dengan total 672 orang tersangka
00:59untuk kasus penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi
01:04Tak hanya menangkap para pelaku polisi juga menyita sejumlah barang bukti dengan jumlah fantastis
01:10diantaranya LPG 3 kilogram sebanyak 24.612 tabung
01:16dan LPG 5,5 kilogram sebanyak 941 tabung
01:21Sementara untuk LPG 12 kilogram berjumlah 8.058 tabung
01:26dan LPG 50 kilogram sebanyak 737 tabung
01:30Praktik culas ini mengakibatkan kerugian keuangan negara yang tidak sedikit
01:35Dengan rincian kerugian negara akibat penyalahgunaan subsidi
01:40LPG bersubsidi sekitar 749.294.400.000 rupiah
01:52Sementara itu Polda Metro Jaya juga terus membongkar praktik curang penyalahgunaan LPG 3 kilogram bersubsidi
01:58di 6 lokasi berbeda sejak tanggal 7 hingga 15 April 2026
02:03Para pelaku mengumpulkan ribuan tabung gas LPG dari agen-agen resmi untuk dioplos
02:08Atas perbuatannya 10 orang tersangka
02:12diancam pidana penjara paling lama 6 tahun
02:14dan denda paling besar senilai 60 miliar rupiah
02:17Pasal yang dipersangkakan ini adalah pasal 40 angka 9 undang-undang
02:23nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja
02:28dimana dapat dipidana penjara paling lama 6 tahun
02:34dan denda paling tinggi 60 miliar rupiah
02:46Praktik ilegal OPLOS LPG subsidi juga terjadi di pancoran mas Depok, Jawa Barat
02:51Pelaku tertangkap tangan oleh polisi saat sedang melaksanakan aksinya
03:03Dengan modus yang sama kejadian serupa juga terjadi di Perbes, Jawa Tengah
03:07Bahkan yang mencengangkan praktik culas ini melibatkan seorang kepala sekolah sebagai otak kejahatan
03:13Ia menjadikan gudang sekolah sebagai tempat melancarkan aksinya
03:18Upaya penertiban terus dilakukan oleh aparat pendegak hukum
03:21Namun di lapangan, praktik penyalanggunaan LPG masih menjamur
03:25Perlindungan konsumen perlu menjadi perhatian penting
03:28agar gas LPG subsidi dapat disalurkan tepat sasaran bagi warga yang berhak dan membutuhkan
03:38Saudara, dalam satu tahun terakhir polisi merilis terdapat 24.000 tabung LPG 3 kg
03:45Yang seharusnya diperuntukkan untuk masyarakat miskin justru disalahgunakan oleh para pelaku pengoplos LPG
03:52Lalu bagaimana pemerintah menutup celah agar gas LPG 3 kg tidak dimanfaatkan secara salah?
03:59Saya akan tanyakan secara langsung kepada juru bicara Kementerian SDM, Mbak Duyangdia
04:03Mbak Duyangdia, terima kasih untuk waktunya
04:05Saya ingin langsung tanyakan Mbak, bahwa dari 24.000 gas LPG 3 kg yang kemudian disalahgunakan oleh para pelaku
04:12Polisi merilis kerugian negara, senilai lebih dari 700 miliar rupiah
04:17Tanggapan terkait dengan hal ini seperti apa dari Kementerian SDM?
04:20Yang jelas kita mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh aparat pendegak hukum
04:23Dalam hal ini menyelamatkan anggaran negara yang potensi bocor kemana-mana
04:29Anggaran yang harusnya disasar kepada mereka yang berhak menerima subsidi tapi disalahgunakan oleh oknum
04:35Dengan konteks kondisi geopolitik sekarang nih, stok BBM kita, stok LPG kita itu bisa aman seandainya
04:41Praktek-praktek seperti ini itu bisa di eliminir, dihilangkan
04:45Karena dengan adanya tindakan seperti ini itu mengurangi stok di pasaran
04:51Terjadi kelangkaan, kemudian banyaknya orang-orang yang berhak tidak bisa mengakses contoh LPG 3 kg
04:58Kemarin kan disebutkan, prakteknya itu salah satunya dengan menyuntikkan LPG 3 kg ke 12 kg
05:04Kemudian ke LPG industri yang 50 kg
05:07Itu kan disparitas harganya cukup tinggi perbedaannya
05:11Sehingga ini memang jadi hal yang menarik bagi oknum-oknum untuk melakukan tindakan ini
05:15Jadi kita juga meningkatkan pengawasan dalam hal ini dari Dirjen Migas
05:20Memastikan bahwa semua agen sampai sub-pangkalan itu melakukan operasional yang sesuai dengan SOP harusnya
05:28Seberapa mendesak sebenarnya perilaku ini membahayakan stok LPG kita di tengah kondisi geopolitik yang tidak menentu ini?
05:35Dalam kondisi normal saja ini berbahaya Dipo
05:37Apalagi dengan konteks geopolitik seperti sekarang
05:40Dimana pemerintah sedang berjuang terus untuk memperkuat stok BBM dan juga stok LPG kita
05:46Kita tahu dalam beberapa waktu terakhir diplomasi energi dilakukan pemerintah
05:50Mulai dari ke Jepang, ke Amerika, kemudian ke Rusia
05:52Dalam kondisi normal berpengaruh apalagi kondisi sekarang
05:56Yang tadinya kita aman-aman saja bisa jadi berbahaya nih
06:00Tapi yang kemudian menarik Mbak Gia bahwa betul sudah ada tindakan yang diambil oleh polisi
06:03Dalam hal ini adalah menangkap para pelaku
06:05Tetapi saya sudah datang secara langsung salah satu kampung di Kecamatan Cilengsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
06:10Pelakunya sudah ditangkap berulang kali
06:12Beberapa titik sudah diamankan oleh polisi
06:16Tetapi praktik tersebut terus berulang
06:18Bahkan kampung tersebut dijuluki sebagai kampung pengoplos tanggapan SDM
06:22Ya, yang berarti ini yang harus dilakukan adalah pengawasan dan pembinaan
06:26Kalau kita berbicara pengawasan dan pembinaan
06:28Selain di Direkturat Jenderal Minyak dan Gas Bumi
06:32Juga ada peran dari Pertamina Patraniaga ya
06:34Yang juga punya kewajiban yang sama-sama kita untuk mengawasi ini
06:39Kalau berulang tadi ya berarti ada something wrong di situ
06:42Ada pihak-pihak yang sengaja membiarkan ini terjadi
06:45Dan juga dimannya besar di situ kan ya
06:47Berarti ada hal yang salah di sini
06:49Nah inilah yang harus kemudian pengawasannya ditingkatkan
06:52Karena kalau kita bicara sanksi
06:53Ada beberapa tahapan
06:55Terutama untuk agen
06:56Contoh di pertama barangkali akan ada peringatan
06:59Kemudian akan ada pengurangan kuota untuk mereka berjualan
07:03Oke
07:03Di agen, tingkat agen terutama
07:05Tapi kalau misalnya nggak juga akan ada pemutusan hubungan usaha
07:08Dan itu bisa dilakukan?
07:09Bisa dilakukan
07:10Agen ini akan bisa ditutup
07:12Jadi mereka tidak bisa lagi beroperasi
07:13Yang menarik adalah bahwa betul sudah ada penindakan
07:16Tetapi memang perilaku ataupun tindakan pengoplosan ini masih terjadi
07:21Ada beberapa pihak yang mencoba menganalisa dan menyebut
07:24Praktik ini terus terulang karena ada disparitas harga
07:27Yang tadi Mbak Gia sudah sebutkan
07:28Apakah ada kebijakan khusus dari Kementerian ESDM
07:31Untuk menutup celah dari disparitas harga tersebut?
07:34Kalau kita bicara disparitas harga
07:36Memang pemerintah dalam hal ini ya
07:38Punya kewajiban untuk melindungi kelompok rentan
07:40Makanya diberikanlah subsidi di situ
07:42Yang harus dilakukan adalah pengawasannya memang diperketat
07:46Regulasinya juga diperkuat
07:48Nanti ke depannya akan ada penyesuaian
07:50Dan ini masih digodok
07:51Karena ini berkaitan dengan data tunggal sosial ekonomi nasional
07:54Nanti penggunaannya menggunakan ala DTSN ini
07:57Apakah kemudian akan terbuka opsi bahwa subsidi ini langsung diberikan ke orang
08:01Dan tidak melalui barang yang sangat berpotensi untuk disalahgunakan?
08:04Hal-hal terserut masih masuk dalam inventaris kami
08:07Yang mungkin juga akan dilakukan
08:09Jadi akan lebih efektif dan lebih tepat sasaran
08:11Kenapa tidak?
08:12Kalau itu adalah opsi yang bagus
08:13Akan dilakukan subsidi ke orang, tidak ke barang
08:17Apakah ketika ada yang menyebut bahwa ada kelalaian pengawasan yang terjadi di lapangan?
08:22ESDM menyempakati hal ini?
08:23Kalau ada kelalaian kita pasti akan mengevaluasi dan meningkatkan hal ini
08:27Tapi yang pasti bahwa mungkin ada oknum-oknum yang terlibat
08:31Nah itu yang harus tindak tegas yang harus dilakukan
08:32Bahwa kita masih ingat betul bahagia
08:34Jadi tahun lalu tata kelola distribusi hingga penyaluran LPG subsidi ini betul-betul menjadi perhatian publik kala itu
08:42Bagaimana kemudian kementerian ESDM pada tahun ini memastikan bahwa tata kelola dari penjualan LPG bersubsidi ini akan tepat sasaran termasuk
08:51juga memotong mata rantai penyalahgunaan LPG 3 kg
08:54Yang pasti penegakan aturan itu harus dan juga perbaikan regulasi juga sedang dilakukan
08:59Kita pemerintah masih menyusun siapa-siapa saja kedepannya yang berhak untuk menerima mengakses energi terutama yang disubsidi oleh pemerintah
09:07Sehingga kebocoran seperti ini tidak terjadi dan tidak berulang
09:10Dan untuk menghindari praktek-praktek oplosan serta lain-lain pengawasan memang paling penting dilakukan
09:16Terima kasih
Komentar

Dianjurkan