00:14ini akan coba buka ya satu rumah yang diduga ngoplos juga Pak ya Oke jadi ini
00:20disamarkan kita tidak bisa lihat nanti seperti apa
00:29kita dobrak dan banyak sekali tabung 12 kg yang ada di sini ini mereka menyimpan nanti nunggu
00:35tabung 3 kilo jadi ini mereka simpan begini nanti datang tabung 3 kilo baru mereka gelar ini mainnya
00:41di depan nah ini ini ini kan nah ini main sini ini bekas-bekasnya nih bekas-bekasnya ini terlihat
00:50segel-segel ya oke tidak terlihat ya bahwa tertutup tertutupin jemuran juga ya tuh kemudian rumah biasa
00:58rumah biasa seperti kontrakan ternyata didalamnya seperti ini berapa meter dari lokasi tadi kita
01:04pertama ke sini berapa meter hanya berdekatan ya dekat sekali 20 meter mungkin hanya 20-20 meter
01:09di sini sudah ada kita nanti jalan ada beberapa titik lain lagi Oke boleh kita langsung boleh
01:15lihat langsung Oke kita akan coba datangin titik lainnya sebenarnya untuk melihat seberapa masif
01:21praktik pengoplosan LPG subsidi ini karena tadi seperti yang sudah kita bahas bahwa hanya berjarak
01:2620 meter tempatnya sudah ada tabung untuk 20 lagi ya jadi dari luar tidak nampak kalau kita tanya
01:34orangnya Bapak juga pasti nggak kenal kan orangnya nggak kenal tapi ada yang kerja sebenarnya Bapak
01:38tahu ya ya tahu praktek ini tahu ya udah rahasia umum Pak Bukan saya tahu sudah rahasia umum
01:44Pak udah rahasia umum lah apa juga tahu kau masa nggak tahu sudah lama praktik seperti ini Pak di sini
01:50Pak habis COVID-nya habis COVID kemudian habis digerbak besar-besaran akhirnya pindah ke rumah-rumah
01:54itu kan saya akan coba datangin lagi ya satu titik yang diduga baru saja melakukan pengoplosan
02:04dan ini lagi-lagi jaraknya tidak jauh ya hanya beberapa meter ya Oke inilah mengapa daerah ini
02:13disebut kampung pengoplos LPG subsidi nah ini lihat diri kan seperti begini nih kontrakan mobil apa
02:21rumah jadi ini rumah kontrakan rumah kontrakan ya bukan diisi oleh orang tetapi diisi tabung gas 12
02:30kilogram oke
02:35ya masih terlihat ya masih dingin ya Mas Dipo kalau kita bergerak di malam hari kemungkinan mereka bermain
02:47di malam hari sampai pagi-pagi itu mereka selesai sudah terisi untuk jalan untuk disebar ya jadi ini
02:55ini baru ya ini bisa dirasakan masih dingin ya ya kemudian sudah terisi ya kemudian kipas masih berjalan
03:03ini gunanya untuk mengu apa membuarkan gas ya oke bisa lihat ya kipasnya masih menyala
03:12ini lihat ini lihat ini selalu ada ini nih ya bisa ditunjukkan selalu ada tangga dan lubang ya
03:21untuk akses kabur dari para pelaku
03:24kita coba datangi satu titik lagi ini apa pak kapalsek nah ini ini yang dipakai lapangan yang
03:41dipakai nah ini udah hilang ini udah hilang ya oke ternyata tidak hanya di dalam kontrakan tapi
03:49juga di luar ya tadi kita datang itu ke sana ini disini sudah ada tabung ini penuh tadi tabung
03:57ini penuh ini penuh ini sudah terisi sudah jadi begitu kita di titik lokasi sana itu mereka
04:03sudah mengosongkan karena kita keterbatasan personil sehingga tidak bisa kita tunggu bisa
04:09dilihat segelnya kan nih lihat segelnya ini segel Bekasi nih
04:20ada tabung ini ada tabung tiga kilo saya akan coba lihat saudara apakah banyak sekali ya oke ya
04:28dikasih untuk ngoplos penyedia untuk komplos karena dia sudah tidak ada segel sudah tidak ada segel
04:33segel dan ini bukan pangkalan atau distributor ya tidak ada sekali tidak ada tulisan ya bahwa ini
04:40agen pangkalan atau bahkan supangkalan resmi artinya bisa dikatakan pengepul ya dari gas melon saya akan
04:51coba saya akan coba bertamu ya karena ini nampaknya bangunannya tersambung apakah ada orang di dalam
05:11tapi yang jelas bahwa disitu sangat banyak tabung gas tiga kilogram ya
05:22saya akan coba datangi satu bangunan ya saudara yang dari jauh terlihat ada tumpukan gas tiga
05:30kilogram subsidi ataupun gas melon saya akan coba mendekat apakah itu warung penjual atau seperti apa
05:38Ijen Pak Pak Ijen Pak dari kompas TV Pak mau tanya kalau ini warung atau bukan Pak
05:46kenapa pangkalan resmi Oh ini ada tulisannya ya Oke saya akan tunjukkan ini pangkalan LPG
05:52tiga kilogram ya Dameria Wanti pemiliknya ada Pak lagi keluar Oke saya tadi ke rumah yang sebelah sana Pak ada
06:02juga tumpukan gas mirip seperti ini itu pangkalan juga bukan karena tadi pelangnya tidak ada ya kalau
06:10ini ada kalau yang tadi tidak ada itu Pak Oh ini warga doang beli kesini memasak yang kontrak
06:18di situ Bapak juga beli di sini ya jadi ini untuk ngangkut gas tiga kilo dari penampung gas tiga kilo
06:30ke
06:30tempat oplosan di kontrakan kontrakan ya 1234 Oke disebar ya disebar jadi nanti di mana dia ini ada yang
06:39mengangkut ada dokter ada S ada penyedia tempat ada pemodal Oke jadi lagi-lagi ditemukan
07:00gas dengan tabung 12 kg berikut dengan plastik es ya kemudian juga ada segel-segel yang terbuang dan ini
07:06bahkan plastik esnya sangat banyak sekali Oke berarti bukan sekali dua kali kalau banyak begini kan Iya
07:14Nah ini ya jadi begini ini untuk komunikasi nih Oke ini hati yang digunakan yang tadi kita ceritakan ya Pak
07:21ya
07:31kita akan coba buka ya satu lahan ya yang tertutupi Pak Garseng diduga menyimpan tabung gas dengan jumlah yang banyak
07:54bos ini bos bos ini bos bos ini bos bos ini bos bos ini bos Amin sudah oke ini
08:06kita akan coba masuknya melalui pintu samping dan inilah kondisi dalam ya dari halaman tadi Oh dan
08:15ini masih sangat tercium bau gas ya ya masih kalau kalau terdengar suara gas ya ini jadi gini
08:22kita coba lihat ya Oke gas 3 kg ya dilempar ke sini dan ini juga mungkin bisa jadi akten untuk
08:44keluar ya
08:54jadi kalau yang gini mereka biasa nih yang mereka amankan ini karena ini sumbernya ini artinya
09:02tadi di lampar ke belakang untuk diamankan diamankan jadi mereka begitu dengar di sana kita sidak
09:07gerbek mereka amankan melon kenapa melon ini sulit sekali didapatkan kalau ini kan komersial
09:17tapi apakah sejauh ini polisi sudah memiliki sebuah indikasi siapa sesungguhnya bos besar dari praktik
09:23pengoplosan LPG
09:24terima kasih
09:25terima kasih
Komentar