00:00Turun bertemu dengan masyarakat, melihat langsung dan mengalami sendiri proses-proses konflik yang terjadi.
00:08Bapak Jekar tidak pernah mempercakapkan tentang sebuah doktrin agama.
00:15Kalau pada waktu itu doktrin agama itu diberlakukan, saya yakin tidak akan terjadi konflik di Maluku.
00:22Saya yakin tidak akan pernah terjadi.
00:24Tetapi justru ketika itu agama dipakai sebagai alat legitimasi kekerasan dan pembunuhan yang terjadi.
00:33Dan itu yang membuat mengapa orang saling membunuh.
00:37Saya kira itu fakta, tidak bisa kita ingkari.
00:40Saya pun ikut berdoa, orang pergi membunuh saya ikut berdoa.
00:47Saya kira itu fakta, tidak bisa kita bohongi itu.
00:51Proses-proses kesadaran diri kita mulai muncul ketika konflik itu mulai meredah.
00:58Dan kita merasa bahwa doktrin-doktrin agama yang kita lakukan justru bertentangan sama sekali dengan apa yang benar dari agama
01:06itu.
01:07Dan oleh karena itu, saya mau menegaskan apa yang dikembangkan oleh Pak Jekar tidak sama sekali bermaksud menista agama Kristen.
01:15Saya kira itu kesaksian saya dan Pak Jekar sama sekali tidak bermaksud untuk membicarakan dogma agama atau doktrin agama.
01:26Beliau hanya merekam dan melihat fakta yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.
01:32Bahwa orang saling membunuh karena legitimasi-legitimasi agama yang dia pakai.
01:37Saya kira itu yang mau saya kemukakan.
01:39Saya kira itu yang mau saya sekembangkan, Bapak.
01:42Sekian dan terima kasih.
01:43Oleh karena itu, kita berharap persemuan ini untuk memberi kepada kita semua, kepada bangsa ini,
01:50keyakinan yang sungguh bahwa kedamaian, persaudaraan, keutuhan bangsa ini harus kita jaga.
01:56Dan kita menghormasi saling toleransi di antara semua agama demi kebahagiaan bersama Republik ini.
02:03Sekian dan terima kasih.
02:04Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
02:08Waalaikumsalam.
02:10Pendeta John Ulesa, ini Ketua Sinodi.
02:13Waktu itu ya?
02:15Ya, waktu itu.
02:16Jadi, beliau bertanggung jawab atau memimpin seperti itu.
02:21Baik, berikutnya ini Pendeta Damani.
02:25Ini komandannya di posok.
02:34Terima kasih Pak Jekah.
02:35Bapak-Ibu sekalian, yang kami hormati,
02:40senada tadi yang disampaikan oleh Pak Pendeta John,
02:43bahwa apa yang disampaikan Pak Jekah dalam ceramahnya sebenarnya bukanlah sebuah pernyataan teologis
02:49yang mengajarkan doktrin.
02:52Kita semua tahu kalau kita baca, kita mendengar secara utuh.
02:56Itu adalah analisis sosiologis tentang realitas pahit, konflik secara khusus diposo dan diampon.
03:03Dan apa yang disampaikan oleh Pak Jekah,
03:07ya kurang lebih kalimatnya tentang berkonflik dengan alasan sahid,
03:14itu memang terjadi dalam konflik itu.
03:18Seperti tadi Pak Pendeta katakan,
03:20itu memang benar-benar terjadi dalam realitas itu.
03:23Nggak usah jauh-jauh lah.
03:25Saya pun sendiri berani kemana-mana,
03:27karena saya yakin waktu itu saya pasti masuk surga.
03:31Itu dia.
03:33Dan banyak orang waktu itu ya minta didoakan.
03:38Dan kami pakai jubah dan mendoakan mereka,
03:41karena mereka yakin bahwa membunuh orang dan terbunuh pun akan masuk surga.
03:48Itu yang terjadi pada waktu itu.
03:51Tapi kemudian ketika Pak Jekah atas inisiatif beliau yang kami tahu,
03:56berulang kali menyampaikan kepada kami di poso melalui berbagai tahapan,
04:04dengan dua pilihan yang kemudian menyadarkan kami.
04:08Karena memang konflik sangat dahsyat waktu itu.
04:11Kita tahu sangat banyak korban dan saya mohon maaf atas semuanya itu.
04:18Beliau menawarkan,
04:21kalau mau terus berkonflik silahkan.
04:24Tetapi kalau mau damai, saya fasilitasi.
04:26Itu yang beliau sampaikan.
04:27Dan itu luar biasa sekali.
04:29Dan itulah yang menyadarkan dan meruntuhkan semua kesombongan,
04:32keangguhan kami.
04:33Dan akhirnya kami sadar bahwa ini,
04:36apa yang kami pahami waktu itu adalah ajaran yang salah.
04:39Harus kembali kepada ajaran yang benar.
04:41Jadi apa yang disampaikan oleh Pak Jekah itu,
04:44itu memang realitas waktu itu.
04:46Dan karena itu kami berharap,
04:48siapapun dia yang kontra terhadap apa yang disampaikan oleh Pak Jekah,
04:53mari belajar tentang kasus itu.
04:55Lihat dulu,
04:57tanyalah kepada Ambon, kepada poso misalnya,
05:00karena itu yang disebut.
05:01Tanyalah.
05:02Dan kemudian kalau dia Kristen,
05:04karena saya Kristen,
05:05dengan alasan bahwa itu bukan ajaran agama Kristen,
05:08sehingga menggugat Pak Jekah,
05:09alasan kasih dan seterusnya,
05:11tunjukkan Anda punya kasih.
05:13Bukan dengan cara mempersualkan itu.
05:16Tidak.
05:16Pak Jekah mungkin bisa saja salah,
05:18mungkin kekurangan kalimat dan seterusnya.
05:20Bisa.
05:21Tapi komunikasilah.
05:23Seperti yang Pak Jekah juga selama ini lakukan.
05:25Komunikasi akan,
05:26yang baik akan membangun kebaikan untuk kita semua.
05:30Apalagi sebagian yang mempersualkan ini,
05:33masih remaja waktu konflik itu mungkin ya.
05:36Dan tidak tahu persis dengan itu.
05:38Karena itu yang paling penting tentu,
05:40seperti tadi Pak Jekah katakan,
05:42bagaimana agar apa yang terjadi sekarang ini,
05:46tidak merusak generasi berikutnya.
05:49Generasi muda.
05:50Dan kami tidak ingin konflik terjadi lagi.
05:53Tidak ada yang dimenangkan di konflik itu.
05:56Semua sudah salah.
05:57Semua hancur.
06:00Dan satu lagi,
06:01kami yang di poso dan ambot,
06:03terima kasih tadi.
06:05Ya, mohon maaf kepada Pak Jekah bahwa,
06:08gara-gara kami lah ini Pak Jekah seperti ini.
06:11Ya Pak.
06:12Gara-gara kami di sana Pak,
06:13saya bapak begini.
06:15Di fitnah orang,
06:17di bola-bola orang seperti itu.
06:19Karena kami yang berkonflik itu.
06:21Jadi mohon maaf sebesar-besarannya Pak.
06:24Jadi kami minta,
06:25siapapun dia,
06:26mari kita dialog lah,
06:27bersama-sama.
06:30Melalui cara itu,
06:31kita bisa menunjukkan bahwa Indonesia ini benar-benar
06:33negeri yang damai tentunya.
06:36Terima kasih banyak atas kesempatan yang luar biasa ini.
06:39Dan sekali lagi,
06:40kami juga mohon maaf Pak Jekah,
06:42jika selama ini,
06:43sudah 25 tahun ya Pak ya,
06:46deklarasi itu.
06:47Kami belum pernah menyampaikan penghargaan kepada Pak Jekah ini.
06:51Belum pernah.
06:52Itu kesalahan kami tentunya Pak.
06:54Mohon maaf Pak.
06:55Walaupun Bapak tidak menginginkan itu,
06:56kami tahu itu Pak.
06:58Jadi sekali lagi Pak mohon maaf Pak.
06:59Karena kamilah Bapak seperti ini dibuat oleh orang-orang itu.
07:02Terima kasih Pak.
07:07Ya terima kasih Pak Pendeta Damanik,
07:10pemimpin pasukan dulu di Aposo.
07:13Dibuka saya pun dia tetap marah-marah.
07:19Sekarang Pak Sukianto,
07:21Pak Jekah ini pemimpin muslim di Aposo.
07:28Baik, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
07:32Saya langsung saja bahwa sesungguhnya,
07:36urusan kerusuhan Poso,
07:38clear.
07:38Tidak ada yang perlu dibicarakan.
07:40Karena apa yang disampaikan oleh Pak Jekah itu,
07:44adalah fakta lapangan.
07:45Di sana teriak,
07:46darah Yesus.
07:48Di sebelah berteriak,
07:51Semuanya karena ambisi,
07:54semuanya karena dendam,
07:55kemarahan,
07:56yang kemudian dipoles dengan agama.
07:59Maka apa yang disampaikan itu fakta.
08:01Tidak ada yang salah.
08:02Tapi ketiga itu.
08:04Dan kemudian kami juga,
08:06di Poso,
08:07kalau ada hal-hal yang seperti ini,
08:09kami langsung melakukan pertemuan.
08:11Dan baru-baru ini kami membentuk suatu lembaga
08:14yang namanya Solidaritas Antara Umat Beragama Kabupaten Poso.
08:17yang menuangkan beberapa poin kesepakatan.
08:21Di antaranya adalah,
08:22satu,
08:23bahwa kami masyarakat dan tokoh antara umat beragama Kabupaten Poso,
08:27sangat tidak sependapat dan menolak jika
08:30cerama atau kuliah umum Bapak M.H. Yusuf Kala dipolitisir.
08:36Yang kedua,
08:37bahwa kami menolak secara utuh langkah-langkah yang diambil oleh oknum maupun lembaga
08:43yang melaporkan Bapak M.H. Yusuf Kala
08:46dengan tuduhan penistahan agama
08:48karena dimungkinkan para pelapor tidak mengetahui secara utuh konflik yang terjadi saat itu di Poso.
08:56Tiga,
08:56bahwa sebagai wujud kebersamaan antara umat beragama
09:00bersepakat bahwa konflik Poso telah selesai
09:04dan kami terus merawat perdamaian demi masa depan Poso yang lebih baik.
09:10Keempat,
09:10kepada para tokoh agama
09:12dan seluruh masyarakat Kabupaten Poso
09:14hendaknya bersama-sama menjaga Poso tetap kondusif dan aman.
09:19Ditandatangani oleh saya sendiri,
09:21Ust. Sugianto Kaimudin,
09:22kemudian Pendeta Ratna Lagonda SH,
09:25Ust. Yusrin Ihtiawan Sarjana Hukum,
09:27Ust. Fadri Rone Sarjana Hukum,
09:30Ust. Amin Adnan Sarjana Islam.
09:34Bapak-Ibu sekalian bahwa kami bersepakat
09:37bersama-sama kaum muslimin dan muslimat
09:40bahwa apa yang disampaikan oleh Bapak Yusuf Kala itu
09:45adalah sesuatu realita yang terjadi pada tahun-tahun
09:48di mana kerusuhan Poso
09:49sejak tahun 98, 99, dan tahun 2000
09:53di mana kerusuhan itu sangat-sangat kerasnya di tahun 2000.
09:57Semua orang membatasi waktunya,
09:59semua orang membatasi tempatnya.
10:01Kami dari Poso yang muslim tidak bisa menginjak tentena
10:04dengan ketakutan yang luar biasa.
10:06Demikian juga,
10:07kaum Nasrani mau ke Poso itu,
10:09hur, aku takut luar biasa.
10:11Karena kalau ketemu di jalan,
10:13pasti terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
10:15Begitu banyak persoalan-persoalan itu,
10:17tapi luar biasa, Bapak-Ibu sekalian.
10:20Apa yang dilakukan oleh Bapak Yusuf Kala
10:22melalui deklarasi Malino itu terasa sampai saat ini.
10:25Sehingga kekacauan, kerusuhan,
10:29konflik yang terjadi di tahun-tahun itu
10:31bisa terselesaikan tahap demi tahap.
10:35Dan sampai saat ini kami rasakan.
10:37Kalau beliau menyampaikan di UGM itu,
10:40cerama, pidato,
10:42yang disampaikan itu,
10:44itu adalah kejadian fakta di sana.
10:46Yang terjadi.
10:47Bukan saat ini,
10:48tapi yang terjadi tahun-tahun kerusuhan itu.
10:50Di mana terjadi kerusuhan di Poso,
10:52juga di Ambon.
10:53Tapi kita lebih khusus bicara karena saya dari Poso,
10:56maka saya bicara tentang Poso.
10:57Bahwa kalau kami mau diberangkatkan untuk berperang itu,
11:02ada ustaz kita yang menjemput dan mengajankan kita dari belakang.
11:06Dia keliling tiga kali dan ajan.
11:08Dia ajankan.
11:09Dia restui kita berangkat.
11:11InsyaAllah kalian mati dalam badan syahid.
11:14Di Al-Quran katanya semua untuk berperang.
11:18Justru mereka ini yang membuat gaduh sebenarnya.
11:22Sebenarnya mereka yang mesti dilapor ini.
11:25Mereka yang harus diproses.
11:27Mereka yang membuat situasi ini menambah kondisi ini menjadi kacau balau.
11:33Kalau kita di Poso tidak ada apa-apa.
11:35Di Poso tenang, damai kita di sana.
11:38Tidak ada, tidak bergeser apapun.
11:40Kita mendengar informasi,
11:42kita cepat sekarang melakukan apapun,
11:44pertemuan-pertemuan.
11:45Kita berhubungan satu dengan yang lain.
11:47Untuk demi kemasalahan dan keselamatan kita bersama.
11:50Inti dari semua apa yang saya sampaikan adalah
11:53kami warga masyarakat Poso
11:55sangat mendukung,
11:58sangat mencintai
11:59daripada Bapak Yusuf Kala
12:01karena membuat
12:04suatu sejarah yang luar biasa.
12:05Yang dikenang dengan
12:06Deklarasi Malino I.
12:08Dan kita terus merawat Poso,
12:10menjaga Poso aman dan tentram.
12:12Dan semoga kita semua diberkahi oleh Allah SWT.
12:14Terima kasih.
12:15Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
12:42Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
12:44Sudah cukup?
12:45Cukup baik.
12:46Terima kasih.
12:48Apa-apa cukup ya?
12:49Terima kasih.
12:50Tuan-tuan untuk
12:53didengarkan kepada semua pihak
12:55dan didengarkan masyarakat ini
12:57bagaimana
12:58sulitnya kita hadapi
13:00situasi pada waktu itu.
13:02Terima kasih.
13:03Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
13:06Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
13:37Terima kasih.
13:44Terima kasih.
Komentar