Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Jelang berakhirnya masa gencatan senjata pada 22 April, hubungan Amerika-Iran justru memanas.

Kapal perusak Amerika Serikat dilaporkan menembak dan menyita sebuah kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman karena diduga menghindari blokade.

Dari rekaman yang dirilis oleh Departemen Perang AS di platform media sosial X pada Senin (20/4/2026).

Sejumlah helikopter dari USS Tripoli terlihat lepas landas saat dikerahkan oleh CENTCOM.

Terlihat pula bagaimana pasukan marinir AS itu mencegat dan merebut kapal kargo Touska.

Kapal Iran tersebut dianggap mengabaikan perintah peringatan untuk segera menghentikan kapal saat berupaya berlayar menuju Pelabuhan Bandar Abbas di Iran.

Kapal perusak AS lalu melumpuhkan sistem penggerak kapal Touska dengan menembakkan beberapa peluru dari meriam.

Menteri Energi Amerika mengatakan Trump menggunakan segala cara yang dia bisa untuk mengakhiri konflik dengan Iran.

Jelang berakhirnya masa gencatan senjata pada 22 April, hubungan Amerika-Iran justru memanas.

Ketegangan hubungan Amerika-Iran juga berefek pada rencana perundingan putaran kedua di Islamabad.

Lalu seberapa serius kondisi ini memicu kemungkinan perang terbuka kembali terjadi antara Amerika Serikat dan Iran, kita bahas lebih lengkap bersama Analis Timur Tengah, Mahfuz Sidik yang telah bergabung lewat sambungan Zoom.

Baca Juga Detik-Detik Kapal Perusak AS Tembak dan Sita Kapal Kargo Iran di Teluk Oman | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/internasional/664262/detik-detik-kapal-perusak-as-tembak-dan-sita-kapal-kargo-iran-di-teluk-oman-kompas-siang

#iran #amerika #gencatansenjata

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/664342/full-selat-hormuz-memanas-analis-timteng-ungkap-peluang-kesepakatan-as-iran-di-negosiasi-kedua
Transkrip
00:00Jelang berakhirnya masa gencatan senjata pada 22 April, hubungan Amerika-Iran justru memanas.
00:06Ketegangan hubungan Amerika-Iran juga berefek pada rencana perundingan putaran kedua di Islamabad.
00:12Lalu seberapa serius kondisi ini memicu kemungkinan perang terbuka kembali terjadi antara Amerika Serikat dan Iran?
00:18Kita bahas lebih lengkap bersama analis timur tengah Mahfuz Siddiq yang telah bergabung lewat sambungan daring bersama Kompas TV pada
00:26siang hari ini.
00:27Pak Mahfuz, selamat siang semoga sehat selalu kita minta analisanya.
00:37Masa gencatan senjata tinggal satu hari lagi berakhir pada tanggal 22 besok begitu ya.
00:42Tapi kalau kita lihat eskalasinya di Selat Hormuz ini malah semakin ramai semakin sibuk begitu antara Amerika Serikat khususnya dari
00:50Amerika Serikat ya tindakan-tindakannya terhadap Iran.
00:53Anda melihat ini apa yang akan terjadi? Apakah nanti di penghujung gencatan senjata akan muncul negosiasi atau justru malah perang
01:03dengan eskalasi yang lebih besar?
01:05Ya, ini memang satu setengah hari yang sangat menentukan ya tentang bagaimana kelanjutan dari situasi konflik ini.
01:13Apakah akan ada titik temu negosiasi dan perdamaian atau kemudian perang ini akan eskalasi dan berlanjut lebih hebat lagi.
01:22Dan kalau kita lihat satu setengah hari atau paling tidak sampai nanti malam ya waktu kita di Indonesia ini adalah
01:31jam-jam yang sangat menentukan apakah Iran dan Amerika ini akan mengirim utusannya dan bertemu di Islamabad.
01:40Karena masing-masing pihak mengajukan persyarat ya.
01:45Iran mengajukan persyarat bahwa mereka akan datang ke Islamabad kalau Amerika militernya melepaskan kapal kargo yang sudah mereka sandra dan
01:55menghentikan blokade.
01:57Tetapi pihak Amerika juga mensyaratkan bahwa Iran harus segera membuka kembali Selat Hormuz.
02:05Dan ini adalah tarik-menarik yang rasanya sangat sulit ditemukan solusinya dalam waktu setengah hari ini sampai nanti malam.
02:14Sehingga wajar kalau banyak pihak memang sangat pesimis bahwa pembicaraan kedua di Islamabad ini bisa berlangsung dan bahkan menghasilkan kesepakatan.
02:26Yang kedua yang membuat kritis, kalaupun misalnya kita berandai-andai nanti malam dua delegasi ini akan bertemu.
02:33Seperti yang disampaikan oleh pihak Iran sendiri bahwa dua proposal yang saling berbeda ini belum menemukan ruang titik temu yang
02:43semakin dekat.
02:45Artinya kita tidak yakin apakah sisa waktu satu hari, hari Rabu besok, itu mereka bisa menuntaskan sampai pada kesepakatan bersama.
02:55Nah, sementara Presiden Trump kemarin sudah menyatakan bahwa dengan sisa waktu satu hari rasanya tidak mungkin bagi dirinya untuk memperpanjang
03:06masa gencatan senjata ini.
03:08Jadi ini situasi kritis yang sedang dihadapi bukan saja oleh Iran dan Amerika dan Pakistan tapi juga oleh seluruh masyarakat
03:16dunia.
03:16Nah, kalau kita berasumsi bahwa perundingan ini tidak terjadi, artinya akan terjadi eskalasi konflik dan peran di Teluk Persia.
03:28Jadi kalau duduk di meja perundingan itu kecil kemungkinannya, apalagi dari pihak Iran juga sudah menyatakan begitu bahwa tidak ada
03:37pernyataan dari kami atau kesepakatan dari Iran akan datang ke Pakistan, ke Islamabad.
03:42Apa yang mungkin terjadi? Amerika tidak mau gencatan senjata? Iran tidak mau negosiasi? Ini perangnya akan terpusat di Teluk Persia?
03:52Ya, banyak analis militer bukan saja di Timur Tengah tapi juga di negara-negara Amerika dan Eropa itu punya keyakinan
04:02bahwa masa gencatan senjata baik yang diberlakukan oleh Trump maupun oleh Netanyahu ya sampai tanggal 27 bulan 4 ini
04:12itu adalah waktu yang mereka gunakan untuk melakukan persiapan serangan tahap ketiga.
04:21Ya, serangan besar-besaran tahap ketiga.
04:24Jadi, kalaupun misalnya perundingan atau pembicaraan kedua ini tidak berjalan, ini memang sudah masuk dalam skenario yang dirancang sejak awal.
04:34Nah, pertanyaannya adalah kalau kemudian Amerika dan Israel secara bersama-sama akan melanjutkan serangan tahap ketiga, kira-kira apa yang
04:43akan mereka lakukan?
04:44Kemungkinannya ada dua. Yang pertama adalah mereka melakukan serangan darat dengan target menguasai tujuh pulau di wilayah pesisir Teluk Persia
04:55yang ini kemudian membuat Amerika bisa mengontrol lalu lintas armada perang dan juga armada sipil di Selat Hormuz.
05:06Atau kemungkinan yang kedua, kalau itu kecil peluangnya dilakukan, maka Amerika dan Israel akan kembali melakukan serangan udara besar-besaran
05:15dengan target melumpuhkan semua infrastruktur militer yang tersisa dan juga bahkan seperti ancaman Trump melumpuhkan infrastruktur sipil terutama power plant
05:24dan juga jembatan-jembatan yang ada di Iran.
05:27Dan kalau itu dilakukan, maka targetnya sederhana saja. Mereka ingin melumpuhkan Iran dari seluruh potensi kekuatan militernya, ekonominya, termasuk penguasaan
05:39di Selat Hormuz.
05:40Dan target lebih jauh adalah Israel kemudian mampu melanjutkan operasi militernya di wilayah yang lain, yaitu Libanon yang akan dia
05:51terus perluas,
05:52dan juga sangat mungkin setelah Libanon selesai dia akan lanjut ke Suriah.
05:57Tetapi yang perlu kita cermati bahwa kalau eskalasi ini berlanjut dan perang masuk tahap ketiga,
06:05maka besar kemungkinan Cina akan terseret dalam proses perang tahap ketiga ini.
06:11Karena Amerika sudah menyatakan bahwa semua kapal termasuk dari Cina itu tidak akan lepas dari blokade.
06:19Dan Cina sendiri sudah mengatakan bahwa militer Amerika akan mengawal lalu lintas kapal-kapal kargo dan juga kapal-kapal yang
06:28membawa minyak dari Teluk Persia ke Cina.
06:32Jadi kalau ini muncul aktor berlibat Cina, maka sangat mungkin bukan saja eskalasi perang di Teluk Persia,
06:40tapi juga kemungkinan besar muncul spot perang baru di kawasan yang lain.
06:44Baik, artinya kan ada beberapa kemungkinan yang bisa terjadi begitu ya,
06:52tapi kalau dari analisa-analisa yang Anda sampaikan dari poin-poin tadi tidak ada yang kemudian nampaknya enak didengar begitu
06:59ya,
07:00karena semuanya menuju pada eskalasi yang lebih tinggi.
07:02Nah pertanyaannya adalah dari poin-poin yang kemudian diberikan oleh Amerika Serikat dan juga Iran,
07:08mana kira-kira poin yang paling mungkin diterima oleh masing-masing, kita akan bahas analisanya sesaat lagi usai jeda.
07:26Terima kasih saudara Anda masih menyaksikan kompasian, kita akan lanjutkan analisa terkait eskalasi konflik di Timur Tengah
07:32bersama analis Timur Tengah Mahfuz Siddiq, masih tersambung melalui sambungan daring.
07:37Terakhir tadi saya tanya soal poin-poin negosiasi yang sempat dibawa begitu ya ke Pakistan.
07:44Kalau dari Iran setidaknya ada beberapa poin penting yang harus diterima begitu oleh Amerika Serikat
07:51yaitu soal pengembangan nuklir, soal selat hormus, kemudian soal kompensasi perang dan penghentian perang.
07:57Anda melihat dari poin-poin tersebut ada poin yang bisa diterima oleh Amerika Serikat sebetulnya?
08:03Ya, kalau kita berasumsi bahwa nanti malam akan ada perundingan putaran kedua antara Iran dan Amerika,
08:12maka yang paling mungkin dengan celah waktu yang sangat sempit ini adalah dicapainya kesepakatan
08:21satu untuk memperpanjang gencatan senjata, lalu yang kedua selama masa gencatan senjata itu dicapai kesepakatan
08:28Iran membuka selat hormus dan yang kedua Amerika Serikat menghentikan blokade selat hormus.
08:37Itu yang paling mungkin dicapai para fiak dalam celah waktu yang sangat sempit.
08:42Tetapi untuk poin-poin yang sangat strategis seperti dalam 10 poin proposal Iran maupun 15 poin proposal Amerika,
08:51saya tidak yakin bahwa ini bisa dicapai dan dituntaskan dalam waktu yang tersisa satu hari.
08:56Ini memang sangat misli, tetapi menurut saya ini yang paling mungkin dicapai dalam kurun waktu 24 jam ke depan ini.
09:05Tapi kalau kita lihat kemarin Iran juga sudah sempat membuka selat hormus,
09:09tapi Amerika Serikat tidak mau bergeming, tetap berada membuka blokade di ujung selat hormus.
09:16Anda melihatnya mungkin Amerika Serikat ini mau menarik pasukan.
09:20Ada beberapa kapal induk yang ditambah loh Pak di selat hormus oleh Amerika Serikat.
09:24Iya, itu peluangnya masih sangat kecil, kemungkinannya sangat kecil.
09:28Tetapi kalau kemudian misalnya tekanan dari negara-negara teluk terhadap Amerika ini semakin kuat,
09:35lalu kemudian tekanan China kepada Iran juga semakin menguat,
09:39untuk kemudian mereka duduk bersama di putaran kedua perundingan ini,
09:45maka sangat mungkin karena tekanan-tekanan dari faktor eksternal ini,
09:49mereka membuat kesepakatan memperpanjang gencatan senjata.
09:53Tetapi dalam perpanjang gencatan senjata, mungkin bisa satu minggu, bisa dua minggu,
09:58atau bisa jadi lebih dari itu.
10:00Yang paling mungkin kalau kita lihat, kita trace lagi 10 dan 15 poin tuntutan masing-masing pihak,
10:07yang paling mungkin adalah Iran membuka selat hormus,
10:10dan yang kedua Amerika menghentikan blokade.
10:14Itu yang paling mungkin bisa dicapai dalam waktu satu hari ke depan.
10:19Di satu sisi, Amerika Serikat dalam hal ini, Donald Trump begitu ya,
10:23dia punya eskalasinya sendiri,
10:25kalau mengutip bagaimana pernyataan dari Menteri Energinya adalah negosiator yang kreatif begitu,
10:31tapi di satu sisi Iran juga sudah kehilangan kepercayaan.
10:34Anda melihat soal negosiasi dan juga perdamaian,
10:38ini bisa kembali terjadi hanya dengan melibatkan Pakistan,
10:41atau memang harus ada negara-negara lain yang juga entah jadi penjamin,
10:45atau misalnya dari kedua belah pihak,
10:48begitu ya dari Amerika Serikat,
10:48ataupun juga dari proksi Iran,
10:50untuk juga muncul,
10:51supaya keduanya mau duduk di meja perundingan.
10:54Ya, sebenarnya kalau kita lihat potret besar dari konflik ini,
10:59dan isu-isu dibalik proses negosiasi yang sedang dilakukan,
11:03baik itu yang terefleksi dari tuntutan 10 poin dari Iran,
11:07maupun 15 poin dari Amerika,
11:09sebenarnya kalau kita lihat gambar besarnya,
11:11dan apa yang ada dibalik agenda itu adalah,
11:14yang pertama, bahwa Iran diinginkan oleh Israel tidak lagi memiliki senjata nuklir,
11:21sehingga kemudian Israel pasca perang ini,
11:24menjadi kekuatan yang dominan secara politik militer di kawasan tersebut.
11:29Dan ini diperlukan oleh Israel,
11:31untuk dia melanjutkan operasi-operasi politik dan militer berikutnya,
11:36dalam kerangka membangun Israel Raya.
11:38Itu yang pertama.
11:39Yang kedua, bagi Amerika, ide besarnya atau agenda besarnya adalah sebenarnya,
11:44dengan konflik di Teluk Persia ini,
11:47dia ingin mengunci atau memutus jalur suplai energi
11:51ke musuh utama atau musuh terbesar Amerika dalam konteks perang super power ini,
11:58yaitu China.
11:59Jadi kalau kita lihat sebenarnya,
12:01kesepakatan apapun,
12:02itu pada akhirnya akan dikaitkan dengan apa kepentingan utama Israel,
12:07untuk menjadi kekuatan paling dominan,
12:09dan itu berarti nuklir Iran harus hancur,
12:12dan tidak boleh ada lagi pengayaan uranium.
12:15Dan yang kedua, dari kepentingan Amerika,
12:18Selat Hormuz ini harus ada dalam kendali Amerika,
12:21bukan lagi kendali Iran,
12:22sehingga kemudian jalur suplai energi ke China,
12:27ini bisa diatur atau dikendalikan oleh Amerika,
12:30bukan lagi oleh Iran.
12:32Nah, kalau kita lihat,
12:33ini agenda besarnya,
12:34maka menurut saya tidak akan mungkin dicapai dalam waktu satu hari,
12:39ya sampai besok.
12:41Jadi kalau menurut saya,
12:42lagi-lagi saya akan kembali kepada pandangan yang sangat pesimistik,
12:45kalaupun malam ini mereka berhasil bertemu dan melakukan pembicaraan ronde kedua,
12:51yang paling mungkin dicapai adalah perpanjangan gencatan senjata,
12:54lalu kesepakatan,
12:56buka Selat Hormuz,
12:57dan kemudian menghentikan blokade.
13:01Itu yang paling mungkin.
13:01Setelah itu mereka akan mengatur kembali rencana-rencana yang lebih besar
13:05dalam masa tenggat,
13:07waktu gencatan senjata lanjutan.
13:11Pertanyaannya,
13:12kalau tadi Israel sudah jelas begitu ya,
13:14apa kepentingannya Iran ini harus kemudian ditundukan,
13:17karena ada kepentingan dari Israel sendiri untuk membuat Israel raya.
13:21Kalau negara-negara teluk,
13:23apakah sampai dengan hari ini mereka itu lebih condong
13:26untuk kemudian menghentikan apa yang dilakukan Amerika Serikat,
13:30karena kan tentu terganggu begitu ya situasi ekonomi dan lain sebagainya.
13:34Atau posisinya negara-negara teluk ini justru mendukung
13:39agar Amerika Serikat dan juga Israel ini full power menundukan Iran?
13:44Inilah dilema yang sedang dihadapi oleh negara-negara teluk.
13:47Mereka punya dua pilihan.
13:48Pilihan yang pertama adalah,
13:50demi menyelamatkan diri mereka
13:53dari ancaman retiliasi Iran
13:56yang akan menyerang infrastruktur fisik,
13:59infrastruktur sipil di negara-negara teluk,
14:02maka mereka akan mendorong Amerika untuk masuk ke perundingan
14:06dan kemudian membuka kembali
14:08selat hormus dari blokade militernya.
14:11Itu yang akan dilakukan oleh negara-negara teluk.
14:13Tetapi pada sisi lain,
14:15mereka juga tidak ingin membiarkan Iran
14:17menang dalam tanda petik ya,
14:19menang dalam perang ini,
14:20lalu terus bisa melanjutkan pengayaan uranium,
14:23karena itu adalah ancaman jangka panjang
14:25bagi negara-negara teluk.
14:27Jadi ini dilema yang sedang dihadapi oleh negara-negara teluk,
14:30tetapi kalau kita berpikir dari perspektif
14:33kepentingan untuk survive kekuasaan mereka,
14:37kan akhirnya mereka harus mempertimbangkan
14:39bagaimana nasib rakyat mereka
14:41di setiap negara itu.
14:42Dan kalau perspektifnya adalah kepentingan rakyat,
14:45maka mereka harus mendorong
14:47segera dilakukan perundingan jilid dua,
14:50dan kemudian terjadi kesepakatan damai
14:52dan bahkan penghentian perang.
14:54Karena kalau misalnya Iran mewujudkan ancamannya,
14:58maka bukan saja rakyat di negara-negara itu yang terancam,
15:02rezim pemerintahan di negara-negara itu
15:04juga akan sangat terancam.
15:07Artinya ada banyak kemungkinan yang mungkin terjadi,
15:11tapi kalau melihat waktu yang tersisa satu hari,
15:15ini nampaknya sulit untuk memenuhi keinginan,
15:18dan juga menemukan titik tengah dari kedua belah pihak,
15:21baik itu Amerika Serikat ataupun juga dari Iran.
15:25Kita harapkan tadi gencatan senjata,
15:27pembukaan silat hormu setidaknya ini bisa disepakati oleh kedua belah pihak,
15:31sehingga negara-negara lain begitu.
15:34Dan berdoa celah waktu yang sempit ini,
15:36itu bisa terwujud ada perundingan jilid kedua
15:39dan menghasilkan kesepakatan yang positif.
15:41Kita tentu saja berharap itu terjadi,
15:44tetapi kita tetap mengkalkulasi skenario terburuk
15:47agar kita dan negara-negara yang lain
15:49juga bisa menyiapkan diri,
15:51melakukan mitigasi dan antisipasi bagaimana
15:53kalau konflik ini eskalasi berlangsung sampai
15:57satu bulan ke depan misalnya.
15:59Oke, baik kita harapkan,
16:00itu terjadi begitu di Timur Tengah,
16:03tapi di satu sisi secara Indonesia sebagai negara
16:06dan juga di dalam negeri ini juga punya mitigasi-mitigasi
16:10khususnya terkait dengan ketersediaan energi
16:12baik itu BBM ataupun juga gas.
16:15Terima kasih sudah bergabung bersama Kopa Siang pada hari ini,
16:20analis Timur Tengah, Mahfuz Siddiq.
16:22Saya selalu, Pak.
16:24Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan