00:00Kita ke sorotan selanjutnya saudara, ada tradisi Sesajirwondo yang digelar di kawasan Goa Kereo Kelurahan Kandri,
00:06Jamatan Gunung Pati, Kota Semarang, Jawa Tengah.
00:09Tradisi ini digelar sebagai bentuk pemberian hadiah kepada para pekerja,
00:14ataupun para keram maksud kami, yang diyakini membantu Sunan Kalijaga mencari kayu jati untuk membangun Masjid Agung Demakala itu.
00:23Tradisi ini biasanya digelar setiap bulan syawal.
00:31Pemkot Semarang kembali menggelar tradisi Sesajirwondo di kawasan Goa Kereo, Kecamatan Gunung Pati, Kota Semarang.
00:37Tradisi ini biasanya digelar saat bulan syawal, yang memiliki makna sebagai pemberian hadiah kepada para Rwanda atau Kera,
00:44penghuni Goa Kereo yang kala itu diyakini membantu Sunan Kalijaga mencari kayu jati yang digunakan untuk membangun Masjid Agung Demak.
00:51Gelaran Nguring-nguri Budaya ini merupakan kolaborasi Pemkot Semarang dengan warga sekitar yang diawali dengan pelepasan kirap gunungan.
00:57Kali ini ada tujuh gunungan yang terdiri dari satu gunungan Sego Ketek, Nasi Monyet, dan enam gunungan buah dan hasil
01:03bumi.
01:04Setelah dilepas oleh pejabat Pemkot Semarang, kirap gunungan ini diarak menuju kawasan Goa Kereo yang menjadi tempat tinggal para Kera
01:11atau Monyet.
01:12Arak-arakan ini diawali oleh warga yang berpakaian layaknya Sunan Kalijaga bersama sejumlah santrinya yang membawa kayu jati gelondongan dan
01:18dikawal kawanan Monyet atau Kera.
01:20Kemudian di belakangnya ada pula sejumlah penari dan gunungan buah dan gunungan Sego Ketek.
01:26Sesampainya di kawasan Goa Kereo, para penari cilik berpakaian monyet-menari layaknya monyet atau Kera, kemudian diikuti sejumlah tarian simbolis
01:32lainnya.
01:34Setelah itu, secara simbolis, pejabat setempat menyerahkan gunungan buah-buahan ini diberikan kepada para kera penghuni Goa Kereo.
01:41Sedangkan gunungan Sego Ketek menjadi rebutan warga karena diakini membawa berkah bagi yang mendapatkannya.
01:46Salah seorang warga bernama Yunita mengaku sudah kali kedua datang pada gelaran ini.
01:52Dia datang bersama anak dan para tetangga untuk berebut Sego Ketek.
01:55Dia meyakini Sego Ketek ini bisa membawa berkah sehingga dia rela berdesakan dengan warga lain untuk mendapatkan Sego Ketek ini.
02:25Sementara itu, Kepala Disput Bar Kota Semarang Indri Asari bilang,
02:29sebelum kirap budaya ini Jumat malam digelar maha karya Goa Kereo yang menceritakan legenda Goa Kereo dan digelar secara kolosal.
02:35Kemudian dilanjutkan prosesi kirap budaya sesajir wondo.
02:39Menurutnya, gelaran ini memiliki makna keseimbangan kehidupan mulai dari manusia, flora, fauna, dan alam sekitarnya
02:45sebagai wujud syukur kepada sang pencipta atas nikmat yang diberikan dengan berbagi yang terbaik kepada para kera penghuni Goa Kereo
02:52ini.
02:53...legenda Goa Kereo yang dipertunjukkan secara kolosal, ada 150 lebih penari dan juga pemusik yang ikut meramaikan acara maha karya
03:04Goa Kereo.
03:04Dan dilanjutkan hari ini kita mengikuti prosesi sesajir wondo.
03:08Kirapnya hari ini kita melaksanakan bersama-sama.
03:11Alhamdulillah sudah berjalan dengan lancar, masyarakat juga antusiasnya untuk mengikuti,
03:15dan yang penting warga di sekitar, warga Kecamatan Burung Pati pun ikut berpartisipasi.
03:20Sehingga ini tidak hanya dari pelaku seni budaya saja, tetapi masyarakat lokal pun ikut nyengkuyung bareng-bareng.
03:28Ratusan kerap penghuni Goa Kereo langsung turun ke lokasi dan sering berebut buah-buahan yang diberikan pada tradisi ini.
03:34Terlihat warga juga antusias memberikan buah secara langsung kepada kera yang mendekat.
03:39Praha Yuda Febrianto, Kompas TV Semarang, Jawa Tengah.
03:45Terima kasih.
Komentar