Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
SEMARANG, KOMPAS.TV - Pemkot Semarang kembali menggelar tradisi Sesaji Rewanda di kawasan Goa Kreo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.

Tradisi ini biasanya digelar saat bulan Syawal yang memiliki makna sebagai pemberian hadiah kepada para rewanda atau kera penghuni Goa Kreo yang kala itu diyakini membantu Sunan Kalijaga mencari kayu jati yang digunakan untuk membangun Masjid Agung Demak.

Gelaran nguri-nguri budaya ini merupakan kolaborasi Pemkot Semarang dengan warga sekitar, diawali dengan pelepasan kirab gunungan.

Kali ini ada tujuh gunungan yang terdiri dari satu gunungan sego kethek (nasi monyet) dan enam gunungan buah dan hasil bumi.

Setelah dilepas oleh pejabat Pemkot Semarang, kirab gunungan ini diarak menuju kawasan Goa Kreo yang menjadi tempat tinggal para kera atau monyet.

Arak-arakan ini diawali oleh warga yang berpakaian layaknya Sunan Kalijaga bersama sejumlah santrinya yang membawa kayu jati gelondongan dan dikawal kawanan monyet kera.

Kemudian di belakangnya ada pula sejumlah penari dan gunungan buah serta gunungan sego kethek.

Sesampainya di kawasan Goa Kreo, para penari cilik berpakaian monyet menari layaknya monyet atau kera, kemudian diikuti sejumlah tarian simbolis lainnya.

Setelah itu secara simbolis pejabat setempat menyerahkan gunungan buah-buahan ini diberikan kepada para kera penghuni Goa Kreo.

Sedangkan gunungan sego kethek menjadi rebutan warga karena diyakini membawa berkah bagi yang mendapatkannya.

Salah seorang warga bernama Yunita mengaku sudah kali kedua datang pada gelaran ini.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Kota Semarang Indriyasari bilang, sebelum kirab budaya ini Jumat malam digelar mahakarya Goa Kreo yang menceritakan legenda Goa Kreo dan digelar secara kolosal, kemudian dilanjutkan prosesi kirab budaya Sesaji Rewanda.

Baca Juga Warga Antusias Ikuti Tradisi "Kupatan" di Keraton Surakarta | BERITA UTAMA di https://www.kompas.tv/regional/659565/warga-antusias-ikuti-tradisi-kupatan-di-keraton-surakarta-berita-utama

#tradisi #semarang #goakreo

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/659851/tradisi-sesaji-rewanda-di-goa-kreo-semarang-warga-antusias-rebutan-sego-kethek-sapa-pagi
Transkrip
00:00Kita ke sorotan selanjutnya saudara, ada tradisi Sesajirwondo yang digelar di kawasan Goa Kereo Kelurahan Kandri,
00:06Jamatan Gunung Pati, Kota Semarang, Jawa Tengah.
00:09Tradisi ini digelar sebagai bentuk pemberian hadiah kepada para pekerja,
00:14ataupun para keram maksud kami, yang diyakini membantu Sunan Kalijaga mencari kayu jati untuk membangun Masjid Agung Demakala itu.
00:23Tradisi ini biasanya digelar setiap bulan syawal.
00:31Pemkot Semarang kembali menggelar tradisi Sesajirwondo di kawasan Goa Kereo, Kecamatan Gunung Pati, Kota Semarang.
00:37Tradisi ini biasanya digelar saat bulan syawal, yang memiliki makna sebagai pemberian hadiah kepada para Rwanda atau Kera,
00:44penghuni Goa Kereo yang kala itu diyakini membantu Sunan Kalijaga mencari kayu jati yang digunakan untuk membangun Masjid Agung Demak.
00:51Gelaran Nguring-nguri Budaya ini merupakan kolaborasi Pemkot Semarang dengan warga sekitar yang diawali dengan pelepasan kirap gunungan.
00:57Kali ini ada tujuh gunungan yang terdiri dari satu gunungan Sego Ketek, Nasi Monyet, dan enam gunungan buah dan hasil
01:03bumi.
01:04Setelah dilepas oleh pejabat Pemkot Semarang, kirap gunungan ini diarak menuju kawasan Goa Kereo yang menjadi tempat tinggal para Kera
01:11atau Monyet.
01:12Arak-arakan ini diawali oleh warga yang berpakaian layaknya Sunan Kalijaga bersama sejumlah santrinya yang membawa kayu jati gelondongan dan
01:18dikawal kawanan Monyet atau Kera.
01:20Kemudian di belakangnya ada pula sejumlah penari dan gunungan buah dan gunungan Sego Ketek.
01:26Sesampainya di kawasan Goa Kereo, para penari cilik berpakaian monyet-menari layaknya monyet atau Kera, kemudian diikuti sejumlah tarian simbolis
01:32lainnya.
01:34Setelah itu, secara simbolis, pejabat setempat menyerahkan gunungan buah-buahan ini diberikan kepada para kera penghuni Goa Kereo.
01:41Sedangkan gunungan Sego Ketek menjadi rebutan warga karena diakini membawa berkah bagi yang mendapatkannya.
01:46Salah seorang warga bernama Yunita mengaku sudah kali kedua datang pada gelaran ini.
01:52Dia datang bersama anak dan para tetangga untuk berebut Sego Ketek.
01:55Dia meyakini Sego Ketek ini bisa membawa berkah sehingga dia rela berdesakan dengan warga lain untuk mendapatkan Sego Ketek ini.
02:25Sementara itu, Kepala Disput Bar Kota Semarang Indri Asari bilang,
02:29sebelum kirap budaya ini Jumat malam digelar maha karya Goa Kereo yang menceritakan legenda Goa Kereo dan digelar secara kolosal.
02:35Kemudian dilanjutkan prosesi kirap budaya sesajir wondo.
02:39Menurutnya, gelaran ini memiliki makna keseimbangan kehidupan mulai dari manusia, flora, fauna, dan alam sekitarnya
02:45sebagai wujud syukur kepada sang pencipta atas nikmat yang diberikan dengan berbagi yang terbaik kepada para kera penghuni Goa Kereo
02:52ini.
02:53...legenda Goa Kereo yang dipertunjukkan secara kolosal, ada 150 lebih penari dan juga pemusik yang ikut meramaikan acara maha karya
03:04Goa Kereo.
03:04Dan dilanjutkan hari ini kita mengikuti prosesi sesajir wondo.
03:08Kirapnya hari ini kita melaksanakan bersama-sama.
03:11Alhamdulillah sudah berjalan dengan lancar, masyarakat juga antusiasnya untuk mengikuti,
03:15dan yang penting warga di sekitar, warga Kecamatan Burung Pati pun ikut berpartisipasi.
03:20Sehingga ini tidak hanya dari pelaku seni budaya saja, tetapi masyarakat lokal pun ikut nyengkuyung bareng-bareng.
03:28Ratusan kerap penghuni Goa Kereo langsung turun ke lokasi dan sering berebut buah-buahan yang diberikan pada tradisi ini.
03:34Terlihat warga juga antusias memberikan buah secara langsung kepada kera yang mendekat.
03:39Praha Yuda Febrianto, Kompas TV Semarang, Jawa Tengah.
03:45Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan