Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Sengkarut Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA dan SMK di Provinsi Riau seolah menjadi lagu lama yang terus berulang setiap pergantian tahun ajaran. Menyoroti problematika tahunan pada seleksi jalur zonasi, afirmasi, prestasi, maupun mutasi edisi 2026/2027 ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau mendesak adanya perombakan sistem guna menghapus ketimpangan kualitas pendidikan.

Sorotan tajam datang dari Anggota Komisi V DPRD Riau, Adrias. Berbekal pengalamannya sebagai mantan kepala sekolah, ia melihat mekanisme seleksi yang berjalan saat ini secara tidak langsung masih memelihara kasta atau label "sekolah unggulan". Pasalnya, peserta didik dengan nilai akademik tinggi cenderung mengelompok dan menumpuk di instansi pendidikan tertentu saja.

"Sistem yang membiarkan siswa-siswa berprestasi berkumpul di satu titik ini justru sangat berbahaya. Efeknya, jurang pemisah kualitas antara satu sekolah dengan sekolah lainnya akan semakin melebar dan timpang," tegas Adrias pada Minggu 17 Mei 2026.

Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #DPRDRiau #Sekolahfavorit

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Sengkarut Sistem Penerimaan Murid Baru, SPMB, tingkat SMA dan SMK di Provinsi Riau seolah menjadi lagu lama yang terus berulang
00:08setiap pergantian tahun ajaran.
00:10Menyoroti problematika tahunan pada seleksi jalur zonasi, afirmasi, prestasi, maupun mutasi edisi 2026-2027 ini,
00:19Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, DPRD, Riau mendesak adanya perombakan sistem guna menghapus ketimpangan kualitas pendidikan.
00:27Sorotan tajam datang dari anggota Komisi VDPRD Riau, Adrias.
00:31Berbekal pengalamannya sebagai mantan kepala sekolah,
00:34ia melihat mekanisme seleksi yang berjalan saat ini secara tidak langsung masih memelihara kasta atau label, sekolah unggulan.
00:40Pasalnya, peserta didik dengan nilai akademik tinggi cenderung mengelompok dan menumpuk di instansi pendidikan tertentu saja.
00:47Sistem yang membiarkan siswa-siswa berprestasi berkumpul di satu titik ini justru sangat berbahaya.
00:54Efeknya, jurang pemisah kualitas antara satu sekolah dengan sekolah lainnya akan semakin melebar dan timpang,
00:59tegas Adrias pada minggu 17 Mei 2026.
01:02Sebagai solusi, Adrias menawarkan skema pembauran kapasitas akademik.
01:07Idealnya, anak-anak yang berdomisili di satu kawasan bisa langsung diserap habis oleh sekolah terdekat di lingkungan mereka,
01:13tanpa perlu berbut kursi ke wilayah lain demi mengejar sekolah favorit.
01:17Pemerataan ini mewajibkan setiap sekolah memiliki persentase campuran antara murid berprestasi dan murid dengan kemampuan standar.
01:24Kalau individu yang pintar-pintar hanya disatukan di satu tempat,
01:28kasihan murid yang lain karena kehilangan sosok pemicu semangat.
01:31Sebaliknya, jika mereka dibawarkan dalam satu kelas,
01:34akan tercipta ekosistem belajar yang saling memotivasi ke arah yang jauh lebih baik,
01:38ungkap Adrias.
01:39Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan