00:00Sengkarut Sistem Penerimaan Murid Baru, SPMB, tingkat SMA dan SMK di Provinsi Riau seolah menjadi lagu lama yang terus berulang
00:08setiap pergantian tahun ajaran.
00:10Menyoroti problematika tahunan pada seleksi jalur zonasi, afirmasi, prestasi, maupun mutasi edisi 2026-2027 ini,
00:19Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, DPRD, Riau mendesak adanya perombakan sistem guna menghapus ketimpangan kualitas pendidikan.
00:27Sorotan tajam datang dari anggota Komisi VDPRD Riau, Adrias.
00:31Berbekal pengalamannya sebagai mantan kepala sekolah,
00:34ia melihat mekanisme seleksi yang berjalan saat ini secara tidak langsung masih memelihara kasta atau label, sekolah unggulan.
00:40Pasalnya, peserta didik dengan nilai akademik tinggi cenderung mengelompok dan menumpuk di instansi pendidikan tertentu saja.
00:47Sistem yang membiarkan siswa-siswa berprestasi berkumpul di satu titik ini justru sangat berbahaya.
00:54Efeknya, jurang pemisah kualitas antara satu sekolah dengan sekolah lainnya akan semakin melebar dan timpang,
00:59tegas Adrias pada minggu 17 Mei 2026.
01:02Sebagai solusi, Adrias menawarkan skema pembauran kapasitas akademik.
01:07Idealnya, anak-anak yang berdomisili di satu kawasan bisa langsung diserap habis oleh sekolah terdekat di lingkungan mereka,
01:13tanpa perlu berbut kursi ke wilayah lain demi mengejar sekolah favorit.
01:17Pemerataan ini mewajibkan setiap sekolah memiliki persentase campuran antara murid berprestasi dan murid dengan kemampuan standar.
01:24Kalau individu yang pintar-pintar hanya disatukan di satu tempat,
01:28kasihan murid yang lain karena kehilangan sosok pemicu semangat.
01:31Sebaliknya, jika mereka dibawarkan dalam satu kelas,
01:34akan tercipta ekosistem belajar yang saling memotivasi ke arah yang jauh lebih baik,
01:38ungkap Adrias.
01:39Terima kasih telah menonton!
Komentar