Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Sebuah sepeda motor bentor yang dimodifikasi menyerupai rumah gadang mencuri perhatian di tengah padatnya arus balik di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.

Bentor ini dikendarai satu keluarga pemudik dari Sumatera Barat menuju Bogor.

Di tengah padatnya arus mudik di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, sebuah sepeda motor bentor yang dimodifikasi menyerupai rumah gadang mencuri perhatian pemudik.

Kendaraan unik yang dihiasi replika rumah adat Minangkabau itu dikendarai Jefri, pemudik asal Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Seluruh bagian bentor ditutup limbah plastik bekas bungkus kopi yang disusun rapi menyerupai dinding dan atap rumah gadang, lengkap dengan ornamen dan lampu warna-warni yang membuat tampilannya mencolok.

Jefri mengatakan modifikasi itu dilakukan agar empat anggota keluarganya dapat ikut dalam satu kendaraan, sekaligus sebagai upaya menampilkan identitas budaya Minangkabau selama perjalanan mudik.

Ia mengaku menargetkan tiba di Bogor pada malam takbiran.

Namun, rencana itu tertunda akibat cuaca buruk yang dihadapi sepanjang perjalanan sejak dari Sumatera Barat hingga Lampung.

Usai tiba di Pelabuhan Bakauheni, kini Jefri dan keluarganya menyeberang ke Pelabuhan Merak, Banten, dan melanjutkan perjalanan menuju Bogor.

#bentor #pemudik #sumaterabarat #rumahgadang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/659505/anti-mainstream-saat-arus-balik-keluarga-ini-naik-bentor-rumah-gadang-dari-sumbar-ke-bogor
Transkrip
00:00Saudara sebuah sepeda motor bentor yang dimodifikasi menyerupai rumah gadang
00:04mencuri perhatian di tengah padatnya arus balik di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.
00:10Bentor ini dikendarai satu keluarga pemudik dari Sumatera Barat menuju Bogor.
00:16Di tengah padatnya arus mudik di Pelabuhan Bakauheni, Lampung,
00:20sebuah sepeda motor bentor yang dimodifikasi menyerupai rumah gadang
00:24mencuri perhatian pemudik.
00:26Kendaraan unik yang dihiasi replika rumah adat Binangkabau itu
00:29dikendarai Jeffrey, pemudik asal Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.
00:34Seluruh bagian bentor ditutup limbah plastik bekas bungkus kopi
00:39yang disusun rapi menyerupai dinding dan atap rumah gadang
00:42lengkap dengan ornamen dan lampu warna-warni yang membuat tampilannya mencolok.
00:47Jeffrey bilang modifikasi itu dilakukan agar empat anggota keluarganya
00:51dapat ikut dalam satu kendaraan
00:53sekaligus sebagai upaya menampilkan identitas budaya Binangkabau
00:57selama perjalanan mudik.
00:58Dia mengaku menargetkan tiba di Bogor pada malam takbiran.
01:02Namun rencana itu tertunda akibat cuaca buruk yang dihadapi
01:05sepanjang perjalanan sejak dari Sumatera Barat hingga Lampung.
01:10Dari Pariaman.
01:12Dari Pariaman.
01:13Nah kenapa sih motor kita harus dimodit seperti ini?
01:16Suka aja om karena saya orang Padang.
01:18Orang Padang.
01:19Iya biar tau semua dunia kalau saya itu orang Minang.
01:23Tapi sering hujan, rediksikan takbiran aku udah satu Bogor.
01:29Mau hujan terus om.
01:30Di Sumatera Barat gant, di Sumatera Gelatan gant, di Lampung gant, di Lampung gant, di Lampung gant.
01:39Usai tiba di Pelabuhan Bakau ini,
01:41kini Jeffrey dan keluarganya menyeberang ke Pelabuhan Merak, Banten
01:44dan melanjutkan perjalanan menuju Bogor.
Komentar

Dianjurkan