Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 jam yang lalu
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

JAKARTA, KOMPAS.TV - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menekankan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan para guru di Indonesia.

Teddy mengatakan insentif guru honorer di daerah meningkat menjadi Rp 400.000, setelah 20 tahun tidak mengalami kenaikan.

Padahal, kata dia, guru honorer merupakan tanggung jawab pemerintah daerah, termasuk masalah pemberian insentif. Namun, pemerintahan Prabowo menaikkan insentif para guru honorer pada tahun 2025.

Baca Juga Presiden Prabowo Siap ke Teheran Fasilitasi Dialog usai Iran-Israel Memanas di https://www.kompas.tv/internasional/653697/presiden-prabowo-siap-ke-teheran-fasilitasi-dialog-usai-iran-israel-memanas



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/653748/seskab-teddy-insentif-guru-honorer-naik-di-era-presiden-prabowo
Transkrip
00:00Jadi saya mau sampaikan, tidak ada program yang tidak dilanjutkan.
00:04Semua program berjalan, dan bahkan ditambah.
00:06Itu yang kedua.
00:07Kemudian yang ketiga, ada lagi yang bilang, guru-guru tidak diperhatikan.
00:12Faktanya, ada tiga nih.
00:15Satu, mengenai guru honorer.
00:17Saya mau sampaikan bahwa, secara kewenangan, guru honorer itu ada di bawah pemerintah daerah.
00:28Tapi, pemerintah pusat memberi insentif.
00:32Insentif itu bukan gaji, insentif itu tambahan.
00:36Dan tambahan ini berapa?
00:39Dari tahun 2005 sampai 2025, ada namanya insentif.
00:46Dan baru naik di zaman Presiden Prabowo.
00:49Menjadi 400 ribu.
00:51Jadi ada anda bayangkan, selama 20 tahun, insentif itu belum pernah naik.
00:55Baru naik di tahun lalu.
00:57Menjadi 400 ribu.
00:58Itu satu.
00:59Kemudian yang kedua, ada punjangan guru non-ASN.
01:06Jumlahnya berapa?
01:07Dari 1,5 juta, tahun lalu naik menjadi 2 juta.
01:13Kemudian yang ketiga, apalagi kebijakannya.
01:17Yang paling dirasakan oleh guru-guru adalah,
01:19Jadi dulu, pemberian punjangan honor itu melalui transfer ke daerah.
01:26Kementerian daerah yang beri.
01:28Dan itu 3 bulan sekali baru dapat.
01:30Nah, tahun lalu, Presiden memberi instruksi agar setiap bulan itu langsung diberikan langsung ke gurunya.
01:40Dan sudah berjalan.
01:41Oke?
01:41Tentunya semua tadi diudahi oleh Kementerian Digasmen.
01:45Nah, itu.
01:46Jadi, yang mau saya sampaikan di sini,
01:50Tidak ada program pendidikan yang dikurangi atau tidak berjalan.
01:56Seluruhnya berjalan, dilanjutkan, bahkan ditambah.
02:00Dan lebih detail, lebih fokus kepada siswanya, sekolahnya, dan juga gurunya.
02:10Jadi, saya rasa itu menjawab semua pertanyaan.
02:13Itu saja kira-kira yang bisa saya sampaikan.
02:16Oke, terima kasih.
02:20Oke, intinya saya mau jawab.
02:21Ini tadi saya bilang, program MBT ini untuk meningkatkan kualitas berdaya manusia.
02:27Kalau yang tadi itu, nanti Kepala Badan akan menjelaskan besok detail.
02:32Beliau akan memberikan secara detail khusus mengenai apa yang harus dibenahi dan dilaksanakan ke depan.
02:41Oke, kira-kira.
02:42Oke, saya mau jawab yang beri hal tadi itu.
02:44Oke?
02:45Terima kasih, mas.
02:46Sekali lagi.
02:56Ini tadi saya bilang.
03:02Iya, jadi namanya anggaran pendidikan itu 20% dari APBN.
03:08Oke, nah, di tahun ini 769,1T.
03:13Itu 20%.
03:14Oke, dan itu anggaran pendidikan.
03:16Anggaran pendidikan itu apa?
03:18Banyak.
03:19Isinya, peruntukannya.
03:21Ya, dan isinya, peruntukannya itu sudah disepakati bersama tahun lalu.
03:26Oleh pemerintah, DPR, dan Badan Anggaran DPR.
03:29Yang mana Ketua Banknya juga PDIP.
03:31Jadi kira-kira.
03:31Dan tadi, semua hal itu adalah, termasuk MBG, adalah fondasi awal untuk memperbaiki pendidikan ke depan.
03:40Itu kira-kira.
03:40Itu aja. Terima kasih semua.
Komentar

Dianjurkan