00:00Membahas soal dampak eskalasi yang terjadi di Iran, Timur Tengah secara meluas, kita sudah bersama dengan praktisi hubungan internasional sekaligus
00:07pendiri sinergi policies Dina Prapto Raharjo.
00:11Selamat malam Mbak Dina.
00:14Selamat malam Mas Rahmat.
00:15Mbak Dina ini serangan Amerika Serikat Israel terhadap Iran ini menjadi penanda kekhawatiran soal perang besar dalam waktu dekat menurut
00:21Anda?
00:23Ya dampak dari serangan bersama ya antara Israel dengan Amerika Serikat ini akan meluas di kawasan Timur Tengah dan dampaknya
00:36tentu bisa terasa sampai ke kawasan kita.
00:38Karena ini wilayah yang sangat strategis dari segi geopolitik juga dalam hal energi, dalam hal konektivitas.
00:48Ini kalau kita lihat tidak hanya Iran dan juga Israel yang ada di wilayah tersebut yang terdampak juga ada Bahrain
00:56karena ada pangkalan milita Amerika Serikat, Kuwait juga, Arab Saudi juga.
01:00Ini semakin memperunceng atau bisa membuat pecah Timur Tengah?
01:06Mbak Dina?
01:06Yang perlu kita catat adalah bahwa sebelum kejadian ini, bulan Juni 2025, itu kan Israel yang melakukan serangan terlebih dahulu
01:16terhadap Iran ya.
01:17Dan sesudah kejadian itu dihidupkan kembali itu, proses negosiasi antara Amerika Serikat dengan Iran, bahkan difasilitasi, diupayakan, dimoderasi oleh Turki
01:31pertama.
01:31Kemudian yang kedua Oman. Turki itu membantu di bulan Januari 2026, sesudah itu barusan kemarin belum lama itu Oman kan.
01:40Dan simpulan dari proses mediasi tersebut adalah sebenarnya Iran itu menyerah apapun dia akan lakukan demi perdamaian yang diminta dari
01:52Amerika Serikat.
01:53Tapi poinnya di situ adalah dari Amerika Serikat ini kita nggak bisa pinpoint, nggak bisa menetapkan sebenarnya yang diminta itu
02:01apa.
02:01Hanya soal nuklir, karena kalau nuklir dia berjanji tidak akan melakukan pengembangan senjata nuklir.
02:07Sama sekali tidak ada yang dituduhkan kepada Iran.
02:11Tapi kemudian kita baca statement terakhir tadi dari Netanyahu misalnya.
02:15Itu kan mengatakan bahwa mereka juga mencoba menjatuhkan rejim yang dianggap opresif.
02:22Kemudian Donald Trump juga mengatakan karena Iran melakukan serangan terhadap para demonstran.
02:27Jadi tujuan yang dicari itu nggak bisa kita tetapkan.
02:34Dan artinya nggak ada ruang negosiasi sebenarnya antara Amerika Serikat dengan Iran.
02:40Dan ada faktor Israel di situ.
02:42Israel sama sekali tidak punya niat untuk membuat Iran menjadi kuat gitu.
02:48Atau dia sangat curiga bahwa agenda Iran ini pasti terhubung dengan Hamas.
02:55Jadi itu yang harus menjadi catatan kita.
02:57Ini bukan situasi yang bisa dimediasi sebenarnya.
03:00Jadi memang alas serangan yang terjadi di hari Sabtu ini sebetulnya tidak ada alasan kuat bagi Amerika Serikat menurut Anda.
03:09Jika akan mengacu pada negosiasi yang tengah dilakukan ya.
03:13Betul sekali.
03:15Jadi kalau dilihat dari statement dari Menteri Luar Negeri Oman.
03:20Bahkan ada videonya segala ya yang mengatakan bahwa hasil akhir dari negosiasi di Oman itu jelas mengatakan.
03:29Pihak Iran itu bersedia untuk melakukan apapun yang diminta oleh Amerika Serikat.
03:35Dan Turki juga jelas-jelas melaporkan gitu ya.
03:39Bahwa dari pihak Turki juga bersedia membantu apapun.
03:43Karena dia punya perbatasan sampai 500 kilometer panjangnya antara Turki dengan Iran.
03:49Tidak ada yang punya hasrat ya untuk menggunakan cara-cara militer di kawasan ini.
03:55Apalagi dengan situasi perdagangan, situasi geopolitik yang masih sangat rentan pada saat ini.
04:02Rapuh ya situasinya itu.
04:04Jadi sebenarnya ini betul-betul kita harus curigai.
04:07Merupakan agenda yang terhubung di antara Israel dengan Amerika Serikat.
04:15Dan agendanya pasti tidak jauh-jauh dari Board of Peace.
04:18Jadi kita justru harus hati-hati di sini ya.
04:22Menurut saya tadi kalau dikatakan Presiden sudah siap bertolak ke Teheran.
04:31Itu menurut saya nih bagaimana ya yang melakukan bisikan kepada Presiden gitu.
04:37Kan kasihan juga ya bahwa Indonesia itu punya risiko sangat besar
04:41untuk dilihat sebagai aktor yang delusional gitu loh jadinya.
04:47Karena kelompatan diplomatik itu kan gak bisa dilakukan begitu saja ya.
04:53Harus ada tahapan-tahapan yang dilalui.
04:55Kita gak bisa bilang misalnya,
04:57kalau pun kita mau masuk sebagai mediator.
05:00Jaminannya apa?
05:01Apalagi yang mau di...
05:03Tapi Mbak Dina, kalau tadi Anda singgung soal ini agenda terkait dengan Board of Peace,
05:08bagaimana jika kan Indonesia bergabung.
05:10Nah, jika ada keinginan dari Indonesia Presiden Prabowo sebagai fasilitator untuk memediasi.
05:16Ini apakah bisa sedikit meredakan tensi nantinya?
05:20Kan poinnya tadi adalah kita mau minta apa lagi dari Iran?
05:24Kalau Iran sudah mau menyerahkan segala hal dan ternyata Amerika tetap saja gak terima.
05:29Dan Netanyahu dengan berapi-api bilang kita menjalankan Operation Lion's Roar.
05:35Auman Singa bersama-sama join dengan sangat bangganya dia melakukan hal ini.
05:40Lalu kita mau minta apa?
05:41Ini kemanusiaan kita di mana juga terhadap solidaritas kita di mana?
05:45Terhadap Iran.
05:46Itu kan.
05:47Padahal Iran itu adalah anggota dari OIC.
05:50Anggota dari D8.
05:52D8 yang kita juga menjadi anggota.
05:55Tuan rumah.
05:56Dan kita sendiri sudah bilang kan menyuarakan Presiden mengatakan
05:59mari kita lakukan persatuan di antara negara-negara Islam.
06:03Di mana itu semua?
06:05Kan kita harus bisa balance ya posisinya.
06:08Jangan kita menuding lagi si Iran masih punya agenda yang lain kan.
06:12Ketika kita menawarkan diri sebagai mediator
06:14maka kita harus memikirkan posisi apa yang bisa kita tawarkan buat si Iran.
06:19Garansi apa yang mau kita berikan kepada Iran
06:22supaya Iran mau kan duduk lagi di meja perundingan.
06:26Harus ada harapan kan bahwa ketika dia bukannya dipermalukan
06:30atau dipaksa lebih keras untuk menyerahkan segala-galanya sampai habis gitu kan.
06:36Itu saya kira juga bukan solusi yang tepat gitu.
06:39Jadi kita sendiri nggak bisa serta-merta datang ke sana
06:43seakan-akan menghentikan orang tawuran di jalan gitu loh.
06:45Ini masalah yang sangat-sangat berat.
06:49Masalah bahwa Amerika Serikat dan Israel sedang bersekutu untuk agenda dia
06:55yang di Gaza juga di tepi barat.
07:01Untuk meratakan itu semua dan memastikan segi hambatan
07:05buat si Israel berjaya di Timur Tengah.
07:09Nah itulah agenda yang harus kita waspadain.
07:11Mbak Dina, jika eskalasi ini terus meningkat Timur Tengah jadi pecah nih
07:16bagaimana nanti dampaknya bagi Indonesia yang bisa didasarkan langsung?
07:21Dampak langsungnya tentu ke konektivitas dan juga ke energi.
07:26Harga energi kita sebagai net importer tentu harus siap-siap
07:31pasokan itu akan sulit, harga akan naik.
07:35Kemudian yang kedua konektivitas bagaimanapun juga kargo barang-barang
07:38untuk ekspor kita menuju ke daerah Timur Tengah, Afrika maupun ke Eropa
07:45itu pasti melalui jalur-jalur strategis tersebut termasuk lewat Selat Hormuz.
07:50Jadi kita harus memikirkan aspek ekonominya itu.
07:55Aspek yang lain adalah citra kita sebagai anggota yang memang punya niat baik
08:02di Board of Peace.
08:03Ini kita sedang dipertaruhkan ini posisinya.
08:06Kalau kita tidak mengecam apa yang dilakukan oleh Amerika Serikat dengan Israel
08:10yang terang-terangan mengatakan tujuannya itu adalah untuk menghantam Iran
08:15kita jadinya harusnya jadi aneh kan?
08:19Ini katanya kita tujuannya peace.
08:21Tidak ada satupun statement maupun pernyataan yang peaceful.
08:26Di mana posisi kita?
08:28Jadi menurut saya kita sendiri sebagai bangsa gitu ya.
08:34Jati diri apa mau kita sampaikan dalam situasi yang menurut saya betul-betul memprihatinkan ini.
08:40Kita harus bersikap mengatakan kecaman keras atas apa yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat.
08:47Baik, terima kasih pendiri Sinergy Polisis Dina Praptoraharja telah menyampaikan pandangannya di program Kopas Malam hari ini.
08:56Terima kasih Iman Dina.
08:57Selamat malam, selamat malam.
Komentar