Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Sebuah awan asap terlihat membubung dari wilayah selatan Kota Teheran, Iran, pada Sabtu waktu setempat, usai Israel melancarkan serangan terhadap ibu kota Iran tersebut.

Serangan memicu kepulan asap yang terlihat membumbung dari kawasan pusat kota. Hingga kini, belum ada keterangan resmi yang menjelaskan target spesifik dari aksi militer Israel, menurut laporan Associated Press.

Serangan Israel ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan, ketika Amerika Serikat mengerahkan armada besar pesawat tempur dan kapal perang ke wilayah tersebut. Langkah Washington disebut sebagai upaya untuk menekan Iran agar mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya.

Untuk membahas dampak eskalasi yang terjadi di Iran, kita sudah bersama praktisi hubungan internasional sekaligus pendiri Synergy Policies, Dinna Prapto Raharja.

#israel #iran #as

Baca Juga [FULL] Bivitri Susanti Bicara soal DPR Akan Panggil Jaksa Terkait Hukuman Mati ABK Fandi di https://www.kompas.tv/nasional/653744/full-bivitri-susanti-bicara-soal-dpr-akan-panggil-jaksa-terkait-hukuman-mati-abk-fandi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/653745/full-pendiri-synergy-policies-bicara-soal-dampak-yang-terjadi-usai-as-israel-serang-iran
Transkrip
00:00Membahas soal dampak eskalasi yang terjadi di Iran, Timur Tengah secara meluas, kita sudah bersama dengan praktisi hubungan internasional sekaligus
00:07pendiri sinergi policies Dina Prapto Raharjo.
00:11Selamat malam Mbak Dina.
00:14Selamat malam Mas Rahmat.
00:15Mbak Dina ini serangan Amerika Serikat Israel terhadap Iran ini menjadi penanda kekhawatiran soal perang besar dalam waktu dekat menurut
00:21Anda?
00:23Ya dampak dari serangan bersama ya antara Israel dengan Amerika Serikat ini akan meluas di kawasan Timur Tengah dan dampaknya
00:36tentu bisa terasa sampai ke kawasan kita.
00:38Karena ini wilayah yang sangat strategis dari segi geopolitik juga dalam hal energi, dalam hal konektivitas.
00:48Ini kalau kita lihat tidak hanya Iran dan juga Israel yang ada di wilayah tersebut yang terdampak juga ada Bahrain
00:56karena ada pangkalan milita Amerika Serikat, Kuwait juga, Arab Saudi juga.
01:00Ini semakin memperunceng atau bisa membuat pecah Timur Tengah?
01:06Mbak Dina?
01:06Yang perlu kita catat adalah bahwa sebelum kejadian ini, bulan Juni 2025, itu kan Israel yang melakukan serangan terlebih dahulu
01:16terhadap Iran ya.
01:17Dan sesudah kejadian itu dihidupkan kembali itu, proses negosiasi antara Amerika Serikat dengan Iran, bahkan difasilitasi, diupayakan, dimoderasi oleh Turki
01:31pertama.
01:31Kemudian yang kedua Oman. Turki itu membantu di bulan Januari 2026, sesudah itu barusan kemarin belum lama itu Oman kan.
01:40Dan simpulan dari proses mediasi tersebut adalah sebenarnya Iran itu menyerah apapun dia akan lakukan demi perdamaian yang diminta dari
01:52Amerika Serikat.
01:53Tapi poinnya di situ adalah dari Amerika Serikat ini kita nggak bisa pinpoint, nggak bisa menetapkan sebenarnya yang diminta itu
02:01apa.
02:01Hanya soal nuklir, karena kalau nuklir dia berjanji tidak akan melakukan pengembangan senjata nuklir.
02:07Sama sekali tidak ada yang dituduhkan kepada Iran.
02:11Tapi kemudian kita baca statement terakhir tadi dari Netanyahu misalnya.
02:15Itu kan mengatakan bahwa mereka juga mencoba menjatuhkan rejim yang dianggap opresif.
02:22Kemudian Donald Trump juga mengatakan karena Iran melakukan serangan terhadap para demonstran.
02:27Jadi tujuan yang dicari itu nggak bisa kita tetapkan.
02:34Dan artinya nggak ada ruang negosiasi sebenarnya antara Amerika Serikat dengan Iran.
02:40Dan ada faktor Israel di situ.
02:42Israel sama sekali tidak punya niat untuk membuat Iran menjadi kuat gitu.
02:48Atau dia sangat curiga bahwa agenda Iran ini pasti terhubung dengan Hamas.
02:55Jadi itu yang harus menjadi catatan kita.
02:57Ini bukan situasi yang bisa dimediasi sebenarnya.
03:00Jadi memang alas serangan yang terjadi di hari Sabtu ini sebetulnya tidak ada alasan kuat bagi Amerika Serikat menurut Anda.
03:09Jika akan mengacu pada negosiasi yang tengah dilakukan ya.
03:13Betul sekali.
03:15Jadi kalau dilihat dari statement dari Menteri Luar Negeri Oman.
03:20Bahkan ada videonya segala ya yang mengatakan bahwa hasil akhir dari negosiasi di Oman itu jelas mengatakan.
03:29Pihak Iran itu bersedia untuk melakukan apapun yang diminta oleh Amerika Serikat.
03:35Dan Turki juga jelas-jelas melaporkan gitu ya.
03:39Bahwa dari pihak Turki juga bersedia membantu apapun.
03:43Karena dia punya perbatasan sampai 500 kilometer panjangnya antara Turki dengan Iran.
03:49Tidak ada yang punya hasrat ya untuk menggunakan cara-cara militer di kawasan ini.
03:55Apalagi dengan situasi perdagangan, situasi geopolitik yang masih sangat rentan pada saat ini.
04:02Rapuh ya situasinya itu.
04:04Jadi sebenarnya ini betul-betul kita harus curigai.
04:07Merupakan agenda yang terhubung di antara Israel dengan Amerika Serikat.
04:15Dan agendanya pasti tidak jauh-jauh dari Board of Peace.
04:18Jadi kita justru harus hati-hati di sini ya.
04:22Menurut saya tadi kalau dikatakan Presiden sudah siap bertolak ke Teheran.
04:31Itu menurut saya nih bagaimana ya yang melakukan bisikan kepada Presiden gitu.
04:37Kan kasihan juga ya bahwa Indonesia itu punya risiko sangat besar
04:41untuk dilihat sebagai aktor yang delusional gitu loh jadinya.
04:47Karena kelompatan diplomatik itu kan gak bisa dilakukan begitu saja ya.
04:53Harus ada tahapan-tahapan yang dilalui.
04:55Kita gak bisa bilang misalnya,
04:57kalau pun kita mau masuk sebagai mediator.
05:00Jaminannya apa?
05:01Apalagi yang mau di...
05:03Tapi Mbak Dina, kalau tadi Anda singgung soal ini agenda terkait dengan Board of Peace,
05:08bagaimana jika kan Indonesia bergabung.
05:10Nah, jika ada keinginan dari Indonesia Presiden Prabowo sebagai fasilitator untuk memediasi.
05:16Ini apakah bisa sedikit meredakan tensi nantinya?
05:20Kan poinnya tadi adalah kita mau minta apa lagi dari Iran?
05:24Kalau Iran sudah mau menyerahkan segala hal dan ternyata Amerika tetap saja gak terima.
05:29Dan Netanyahu dengan berapi-api bilang kita menjalankan Operation Lion's Roar.
05:35Auman Singa bersama-sama join dengan sangat bangganya dia melakukan hal ini.
05:40Lalu kita mau minta apa?
05:41Ini kemanusiaan kita di mana juga terhadap solidaritas kita di mana?
05:45Terhadap Iran.
05:46Itu kan.
05:47Padahal Iran itu adalah anggota dari OIC.
05:50Anggota dari D8.
05:52D8 yang kita juga menjadi anggota.
05:55Tuan rumah.
05:56Dan kita sendiri sudah bilang kan menyuarakan Presiden mengatakan
05:59mari kita lakukan persatuan di antara negara-negara Islam.
06:03Di mana itu semua?
06:05Kan kita harus bisa balance ya posisinya.
06:08Jangan kita menuding lagi si Iran masih punya agenda yang lain kan.
06:12Ketika kita menawarkan diri sebagai mediator
06:14maka kita harus memikirkan posisi apa yang bisa kita tawarkan buat si Iran.
06:19Garansi apa yang mau kita berikan kepada Iran
06:22supaya Iran mau kan duduk lagi di meja perundingan.
06:26Harus ada harapan kan bahwa ketika dia bukannya dipermalukan
06:30atau dipaksa lebih keras untuk menyerahkan segala-galanya sampai habis gitu kan.
06:36Itu saya kira juga bukan solusi yang tepat gitu.
06:39Jadi kita sendiri nggak bisa serta-merta datang ke sana
06:43seakan-akan menghentikan orang tawuran di jalan gitu loh.
06:45Ini masalah yang sangat-sangat berat.
06:49Masalah bahwa Amerika Serikat dan Israel sedang bersekutu untuk agenda dia
06:55yang di Gaza juga di tepi barat.
07:01Untuk meratakan itu semua dan memastikan segi hambatan
07:05buat si Israel berjaya di Timur Tengah.
07:09Nah itulah agenda yang harus kita waspadain.
07:11Mbak Dina, jika eskalasi ini terus meningkat Timur Tengah jadi pecah nih
07:16bagaimana nanti dampaknya bagi Indonesia yang bisa didasarkan langsung?
07:21Dampak langsungnya tentu ke konektivitas dan juga ke energi.
07:26Harga energi kita sebagai net importer tentu harus siap-siap
07:31pasokan itu akan sulit, harga akan naik.
07:35Kemudian yang kedua konektivitas bagaimanapun juga kargo barang-barang
07:38untuk ekspor kita menuju ke daerah Timur Tengah, Afrika maupun ke Eropa
07:45itu pasti melalui jalur-jalur strategis tersebut termasuk lewat Selat Hormuz.
07:50Jadi kita harus memikirkan aspek ekonominya itu.
07:55Aspek yang lain adalah citra kita sebagai anggota yang memang punya niat baik
08:02di Board of Peace.
08:03Ini kita sedang dipertaruhkan ini posisinya.
08:06Kalau kita tidak mengecam apa yang dilakukan oleh Amerika Serikat dengan Israel
08:10yang terang-terangan mengatakan tujuannya itu adalah untuk menghantam Iran
08:15kita jadinya harusnya jadi aneh kan?
08:19Ini katanya kita tujuannya peace.
08:21Tidak ada satupun statement maupun pernyataan yang peaceful.
08:26Di mana posisi kita?
08:28Jadi menurut saya kita sendiri sebagai bangsa gitu ya.
08:34Jati diri apa mau kita sampaikan dalam situasi yang menurut saya betul-betul memprihatinkan ini.
08:40Kita harus bersikap mengatakan kecaman keras atas apa yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat.
08:47Baik, terima kasih pendiri Sinergy Polisis Dina Praptoraharja telah menyampaikan pandangannya di program Kopas Malam hari ini.
08:56Terima kasih Iman Dina.
08:57Selamat malam, selamat malam.
Komentar

Dianjurkan