Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama


KOMPAS.TV - Serangan dadakan Israel dan AS ke Kota Teheran, Iran, disebut Trump sebagai operasi militer AS besar-besaran.

Benarkah serangan di Sabtu pagi itu pertanda perang dunia sudah di depan mata? Kita bahas bersama dosen Ilmu Politik Universitas Udayana, Efatha Filomeno Duarte, dan pengamat Hubungan Internasional Universitas Parahiyangan, Yulius Purwadi Hermawan.



#iran #israel #as

Baca Juga [FULL] Bivitri Susanti Bicara soal DPR Akan Panggil Jaksa Terkait Hukuman Mati ABK Fandi di https://www.kompas.tv/nasional/653744/full-bivitri-susanti-bicara-soal-dpr-akan-panggil-jaksa-terkait-hukuman-mati-abk-fandi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/653746/full-pengamat-dan-dosen-ilmu-politik-bicara-soal-langkah-perlawanan-iran-usai-dirudal-as-israel
Transkrip
00:00Setelah sebuah awan asap terlihat membumbung dari wilayah selatan kota Teheran, Iran, pada Sabtu waktu setempat usai Israel melancarkan serangan
00:08terhadap ibu kota Iran tersebut.
00:20Serangan ke Teheran ini memicu kumpulan asap yang terlihat membumbung dari kawasan pusat kota.
00:26Hingga kini belum ada keterangan resmi yang menjelaskan target spesifik dari aksi militer Israel dari laporan Associated Press.
00:34Serangan Israel ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan ketika Amerika Serikat mengerahkan armada besar pesawat tempur dan kapal
00:42perang ke wilayah tersebut.
00:44Langkah Washington itu disebut sebagai upaya untuk menekan Iran agar mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya.
01:06Dan seperti inilah situasi di kota Teheran, Iran, di mana terdengar suara ledakan saat Israel melancarkan serangan yang mereka sebut
01:14sebagai serangan pencegahan.
01:27Menanggapi serangan Israel ke ibu kota Iran, Teheran, Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta,
01:33menegaskan serangan yang terjadi pada Sabtu pagi menimpa lokasi-lokasi sipil dan infrastruktur vital di Teheran, serta beberapa kota lainnya.
01:42Iran menegaskan serangan Israel dan Amerika Serikat ini merupakan pelanggaran piagam PBB dan tindakan agresi yang nyata terhadap Iran.
01:56Melalui rilis resminya Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta menegaskan serangan Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel
02:04telah melanggar integritas teritorial dan kedaulatan nasional Iran.
02:09Iran menuntut tanggung jawab Dewan Keamanan PBB untuk segera mengambil tindakan dalam menghadapi pelanggaran perdamaian dan keamanan internasional
02:18akibat agresi terang-terangan rezim Zionis terhadap Iran.
02:37Sementara itu Israel membunyikan sirine di seluruh wilayah agar warga tetap berada di dekat area yang aman
02:44usai serangkaian serangan rudal ke ibu kota Teheran, Iran.
02:47Militer Israel telah mengumumkan peringatan tersebut bertujuan untuk mempersiapkan masyarakat
02:52menghadapi kemungkinan peluncuran rudal ke arah Israel.
03:05Donald Trump mengkonfirmasi operasi militer besar-besaran di Iran.
03:09Trump menyatakan, militer Amerika Serikat memulai operasi militer besar-besaran di Iran.
03:14Menurut Trump, operasi militer ini dilakukan untuk mencegah keinginan Iran memiliki senjata nuklir.
03:23Terima kasih telah menonton!
04:14Serangan dadakan Israel dan Amerika Serikat ke kota Teheran, Iran disebut Trump sebagai operasi militer
04:19Amerika Serikat besar-besaran, benarkah serangan di Sabtu pagi itu pertanda perang dunia sudah di depan mata?
04:25Kita bahas bersama dosen ilmu politik Universitas Udayana, Evata Filomeno Duarte dan pengamat hubungan internasional Universitas Perahiangan, Julius Purwadi Hermawan.
04:36Bapak-bapak, selamat petang semua.
04:39Selamat petang, Mas Dito.
04:42Baik, saya ingin ke Mas Evata terlebih dahulu.
04:43Mas Evata, apa yang Anda baca dari serangan mendadak Amerika Serikat dan Israel ke Iran?
04:48Akan adakah perlawanan Iran yang tak kalah besar menurut Anda?
04:53Tentu perlawanan yang dilakukan Iran adalah untuk meningkatkan fungsi diplomasi yang kemarin sempat gagal dan nanti akan ada pertemuan yang
05:08jelas dirancang tanggal 2 Maret di Wina.
05:11Nah, kita bisa melihat sebenarnya serangan ini adalah serangan untuk memberikan sial bahwa rezim yang harus digulingkan.
05:22Dan tentu ini merupakan angin segar yang diinginkan oleh Reza Pali itu sendiri.
05:26Mereka berharap agar nantinya perubahan rezim ini tidak dihidupkan.
05:30Serangan ini adalah serangan yang masih bersifat, tapi eskalasi balasan dari Iran tentu tidak main-main.
05:37Inilah yang akhirnya menciptakan yang disebut dengan perang regional.
05:41Yang kita takutkan bahwa nanti kita bisa melihat Libanon, Yaman, Irak, dan juga beberapa wilayah-wilayah di Arab itu akan
05:50ikut dalam konsultasi yang kita tahu lebih luas.
05:53Itu merupakan ancaman utama ini.
05:55Oke, baik. Saya ingin ke Pak Yulis.
05:57Pak Yulis, Presiden Trump mengatakan serangan ini sebagai upaya mencegah Iran untuk memiliki senjata nuklir.
06:03Apakah serangan ini semata-mata karena deadlock soal nuklir Iran?
06:06Yang kemudian juga sebelumnya sebenarnya sudah dibahas melalui jalur diplomasi?
06:11Ya, betul ya. Dan yang saya dengar sebetulnya negosiasi yang dimediasi oleh Oman kemarin menunjukkan titik baik ya hari Jumat
06:22kemarin.
06:23Dan bahkan ada pertemuan negosiasi lagi di hari Senin untuk hal-hal yang tenis.
06:27Nah, justru kenapa tiba-tiba pagi-pagi ini Trump melancarkan serangan yang disebut dengan mencegah tadi?
06:35Ini agak mencengangkan buat kita dan sekaligus menunjukkan bahwa ini skenario yang memang sudah disiapkan.
06:42Ini juga sekaligus menunjukkan bahwa Trump tidak respect, tidak menghargai negosiasi yang sedang berlangsung.
06:48Mas Tifo.
06:48Oke, saya ingin ke Mas Yafata bahwa ada kemungkinan Iran juga melakukan serangan balik.
06:55Dan tadi sebelumnya sebenarnya dalam Breaking News sudah ada serangan balik informasinya yang dilakukan oleh Iran kepada Israel maupun Amerika
07:01Serikat.
07:02Sebenarnya untuk kekuatan militer, Iran sendiri ini sejauh mana menurut Anda Mas Yafata?
07:09Ya, untuk kekuatan militer ketika serangan ini dilakukan tentu ada beberapa titik yang sebenarnya lumpuh.
07:15Itu yang disampaikan oleh pihak Israel, disampaikan oleh pihak Amerika bahwa mereka mencoba meredam dan diplomasi ini agar berjalan sesuai
07:26dengan maximum stance
07:27yang diharapkan oleh Amerika Serikat Israel terhadap Iran bahwa mereka harus mengembargo pengalian minyak, embargo pengalian nuklir mereka secara total
07:37dan juga rudal itu sendiri.
07:40Tetapi kita bisa melihat bahwa sebenarnya ini adalah serangan untuk mencoba semaksimal mungkin melihat pola-pola politik dan juga langkah
07:52-langkah diplomasi yang mau dilakukan oleh Iran nanti dalam pertemuan selanjutnya.
07:55Tetapi hal ini tentu menjadi jalan untuk kita bisa melihat bahwa kedua belah pihak tidak mendapatkan kesepakatan win-win solution.
08:02Maka kalau dari sisi militer, kedua belah pihak memang sudah berbeda.
08:06Tetapi kalau dari sisi serangan dengan penggunaan rudal balistik dan lain sebagainya, kita bisa mengatakan bahwa Iran memiliki strategi pertahanan
08:13suami yang sangat baik
08:15dan mereka menghadapi perang panjang yang akan dilaksanakan oleh Israel dan juga Amerika.
08:20Kita bisa melihat itu nanti ke depannya akan semakin buruk.
08:23Baik, saya ingin ke Pak Julius bahwa kita tahu serangan mendadak ini sebenarnya terjadi setelah begitu adanya bersih tegang
08:29antara Amerika Serikat dan juga Iran, apalagi Amerika juga mengerahkan armada militernya ke kawasan Timur Tengah.
08:36Apa dampak dari serangan ini Pak Julius terhadap negara-negara di Timur Tengah?
08:40Apakah kemudian mungkin saja negara-negara sekutu Iran ini akan membantu untuk melakukan serangan balasan?
08:47Ya, dampaknya pasti buruk ya untuk hubungan di antara negara-negara di Arab, ya itu yang pertama harus disampaikan gitu
08:54ya.
08:54Dan situasinya menjadi sangat tidak mudah gitu, karena skenario Trump kan sudah berjalani.
08:59Jadi negara-negara Arab sudah dimasukkan dalam board office gitu ya, lalu kemudian sudah ada summit gitu ya.
09:07Jadi sudah terperangkap dalam cara berpikir Trump gitu ya.
09:11Nah, apakah mereka akan di belakang Iran? Saya tidak yakin, Mas Tipo.
09:15Saya tidak yakin.
09:16Ya, apalagi termasuk China dan Rusia gitu ya.
09:25Dan kalau itu betul terjadi China kemudian jika.
09:29Tapi untuk sekarang ini, kelihatannya Iran akan all out seperti yang bulan Juli tahun lalu sudah dilakukan.
09:36Dan mungkin akan, bukan beberapa hari, akan sangat panjang seperti Mas Ebata katakan tadi.
09:43Untuk dampak secara tidak langsung, Pak Julius, kepada Indonesia, apakah ini akan ada dan berdampak?
09:49Ya, pastinya terkait dengan minyak pasti ya, salah satunya ya.
09:54Itu pasti akan salah satu dampak yang ke Indonesia gitu.
09:57Tapi juga terkait dampak hubungan diplomasi Indonesia gitu.
10:00Yang saya berharap sebetulnya Indonesia sekarang mengeluarkan statement,
10:05memberikan kutukan terhadap serangan tersebut,
10:08melanggar hukum internasional,
10:10tidak menghormati negosiasi,
10:11dan kemudian mendesak di KPPB untuk segera bertemu dan
10:14memberikan resolusi menguntuk serangan ini.
10:18Mas Tipo begitu.
10:19Oke, tentu kita tunggu apa kemudian sikap yang kemudian diambil oleh pemerintah kita.
10:23Saya ingin ke Mas Ebata bahwa serangan ini sementara,
10:28dan tentu tidak kita harapkan sebenarnya,
10:30untuk sementara melibatkan tiga negara,
10:32Amerika Serikat, Israel, dan juga Iran.
10:33Apakah mungkin saja ada bantuan-bantuan dari negara lain
10:36yang kemudian akan meningkatkan eskalasi serangan ini?
10:40Mas Ebata.
10:43Ya, kita bisa melihat bahwa
10:45bahas-basis militan yang setuju dengan pemerintah Iran saat ini,
10:50seperti kelompok Houthi,
10:51Yaman, terus juga bagaimana Hezbollah di Lebanon,
10:54dan juga kelompok-kelompok milisi yang sama ini
10:56berada pada posisi politik untuk mendukung Iran,
10:59tentu akan meningkatkan awareness mereka,
11:02dan juga perlawanan yang baik.
11:04Dan hal ini adalah hal yang saat wajar yang dilakukan,
11:07untuk menciptakan satu deterensi juga,
11:10bahwa mereka tidak menyerah.
11:11Dan kita bisa melihat bahwa
11:13suplai-suplai intelijen,
11:15dan juga suplai-suplai senjata yang dilakukan oleh
11:18bagi yang seperti Rusia dan juga China,
11:20masih berlaku sampai sekarang.
11:21Tetapi kondisinya,
11:23masing-masing negara masih terjepit.
11:25Kita bisa melihat bahwa
11:26China juga dalam kondisi netral,
11:28tapi aktif begitu.
11:29Kalau Rusia, mereka terjepit dengan Ukraine.
11:31Dan juga karena perang panjang yang terjadi,
11:34sehingga mereka akhirnya mengalami penurunan,
11:36atau kualitas perang mereka
11:38untuk menciptakan senjata-senjata yang baru
11:40agak sedikit berkurang.
11:42Nah, yang menjadi poin
11:44kenapa serangan ini terjadi,
11:45sebenarnya karena pada saat diplomasi kemarin,
11:48Israel dan Amerika melihat
11:49ada kelemahan yang muncul.
11:51Kelemahan itu saat dimana
11:52akhirnya bersedia untuk melakukan
11:56pengurangan terhadap nuklilir Amerika.
11:57Dan dianggap oleh
11:59Amerika Serikat dan Israel,
12:01ini adalah satu momen untuk melakukan serangan
12:04secara unilateral yang tergirakan oleh Israel dulu,
12:07baru nanti dibantu oleh Amerika.
12:09Oke.
12:09Dan yang menarik juga bahwa Iran melancarkan serangan
12:12kepada pangkalan Amerika Serikat
12:14yang berada di beberapa negara Timur Tengah.
12:16Ini informasi dari Al Jazeera,
12:17seperti negara Kuwait,
12:19dan juga Uni Emirat Arab.
12:20Apakah ini akan merembet
12:22ke negara-negara lain di Timur Tengah,
12:23Mas Yefata?
12:28Ya, ini yang disebut dengan perang regional.
12:30Ini sudah disampaikan beberapa kali,
12:33bahwa ini adalah satu strategi
12:34bunuh diri sebenarnya.
12:35Maka dari itu,
12:36hitungan dari kedua-dua pikad ini
12:38yang benar-benar kita sama-sama perhatikan.
12:40Maka ini akan menjadi perang yang panjang,
12:43tetapi Amerika tentu tidak bisa melakukan perang panjang,
12:46karena mereka tidak dalam kondisi
12:48untuk melakukan perang panjang.
12:49Dan tidak ada pendudukan.
12:51Yang mereka harapkan adalah
12:52satu diplomasi dan upaya
12:54agar adanya perubahan rezim.
12:56Dan juga keinginan
12:57agar nanti ke depannya
12:58situasi-situasi politik di Iran itu
13:01semuanya prosesnya
13:03dari apa yang dikalkan
13:05dalam politik militan
13:06dan juga diplomasi hari ini.
13:08Oke, bahwa ini seperti
13:09tadi kata Mas Yefata,
13:11serangan bunuh diri.
13:12Iran menyerang pangkalan Amerika Serikat,
13:14tetapi di negara Kuwait,
13:15Uni Emirat Arab.
13:16Menurut Anda, Pak Julius,
13:18bagaimana nanti hubungan
13:19antara negara-negara di Timur Tengah ini?
13:21Ya, oke.
13:23Yang pasti dari penjahat senior
13:25sudah menyampaikan bahwa
13:26semua aset Amerika Serikat
13:28yang dari kawasan
13:29itu menjadi target
13:30dan itu legitimate.
13:32Dan ini bisa di mana-mana
13:34aset Amerika Serikat.
13:35Itu saya kira sangat penting
13:37untuk dilihat.
13:38Terkait dengan bagaimana
13:39hubungan dengan negara-negara
13:40di Timur Tengah.
13:41Ya, sekarang implikasinya,
13:43itu seperti apa perang ini
13:45dalam negara-negara
13:45di Timur Tengah yang lain.
13:46Yang saya dengar juga berita bahwa
13:49Qatar itu sudah melakukan intercept
13:51dari salah satu rudal
13:53yang meluntur di atas langitnya.
13:55Lalu kemudian
13:56negara-negara juga sudah bersiap-siap.
13:59Jadi itu artinya apa?
14:00Ini dalam ketengah situasi
14:02let alone,
14:03red alert,
14:04pas pada siaga yang sangat tinggi,
14:06yang skalanya masih,
14:08yang dampaknya bisa menjadi luar biasa.
14:12Saya kira semua negara-negara Timur Tengah
14:13harus bersiap untuk itu.
14:15Baik, tentu kita berharap
14:16bahwa eskalasi perang
14:17ataupun serangan
14:18di Timur Tengah ini dapat menurun
14:20agar perdamaian dunia ini bisa tercipta.
14:22Terima kasih Pak Julius
14:23dan juga Mas Evata
14:24telah bergabung di Kompas Petang.
Komentar

Dianjurkan