00:00Insya Allah, apabila Allah masih memberi saya umur, tidak akan berhenti untuk berkarya.
00:06Banyak sekali.
00:10Isi kepala saya itu harus saya jatuhkan dalam buku.
00:14Sekarang ini ada 40 buku yang ada di laptop saya ini.
00:1940 ya, ini sudah bertelur 3, sebentar lagi di brush black grain.
00:24Jadi, insya Allah itu yang nanti akan saya syarikat kepada seluruh masyarakat,
00:30agar masyarakat memahami apa sesungguhnya yang terjadi di dunia saat ini.
00:35Kita bingung dengan adanya board of peace,
00:39kita bingung dengan adanya berbagai macam gerakan-gerakan besar yang terjadi di dunia,
00:46dan yang terjadi juga di Indonesia.
00:48Maka, insya Allah saya akan berbagi satu demi satu,
00:51agar masyarakat Indonesia itu tercerahkan dan memahami apa yang harus dilakukan.
00:59Berikutnya, yang kedua adalah buku yang berjudul Otak Politik Jokowi.
01:07Kalau saya bertakut, saya akan pakai judul bukunya Otak Politik Muwe Noor,
01:16Atau Otak Politik JKW,
01:19Oh iya, atau Otak Politik Si Jack.
01:24Tapi saya tetap menggunakan judul Otak Politik Jokowi.
01:29Kenapa?
01:31Karena yang namanya ilmu pengetahuan itu jujur.
01:35Tidak ada yang disembunyikan.
01:37Ya kalau memang yang menjadi subjek kajian saya adalah otaknya Jokowi,
01:41saya harus katakan otaknya Jokowi yang saya berada di buku ini.
01:46Dan kajian saya menggunakan sebuah ilmu yang saya kembangkan yaitu NeuroPolitika.
01:53Jadi NeuroPolitika itu adalah gabungan setidaknya ada empat dimensi ilmu,
01:58Neuroscience, Psikologi Behavior,
02:01Kemudian koforensik dan politik kritis.
02:05Jadi di sini banyak sekali
02:13Otaknya Jokowi.
02:15Mulai dari otak depan,
02:17Trafrontal Cortex namanya yang depan ini,
02:20yang memproduksi dan memuat memori-memori primer maupun sekunder,
02:26yaitu memori-memori jangka pendek,
02:29maupun memori-memori literal yang dipelajari,
02:32maupun otak bagian dalam yang namanya hipokampus.
02:35Hipokampus itu adalah otak yang memuat memori tensi.
02:40Nah, termasuk diantaranya adalah
02:42riwayat pendidikan,
02:44di mana dia KPN,
02:45di mana dia KOS,
02:48yang itu adalah memori yang bersifat menetap.
02:51Nah, ini saya berikan ilmu di sini,
02:57agar apa?
02:58Agar semua orang bisa mempelajari otaknya Jokowi.
03:02Jadi bukan hanya saya,
03:03bukan hanya Dr. Tifa yang melakukan penelitian,
03:05tapi semuanya bisa
03:07melakukan penelitian,
03:12melakukan pengajian tentang otak politik,
03:14otaknya Jokowi.
03:15Terutama dalam bagaimana dia menggunakan otaknya
03:17untuk sebuah menguasai negara ini.
03:21Itu kan menarik ya?
Komentar