Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPASTV Pengacara Hotman Paris menyuarakan keprihatinannya terhadap dua perkara hukum yang dinilai berpotensi mencederai rasa keadilan masyarakat dalam audiensi bersama Komisi III DPR RI.

Hotman menyoroti kasus Radit Adiansyah di Lombok Utara yang didakwa melakukan pembunuhan terhadap pacarnya hingga tuntutan mati terkait perkara Fandi Ramadhan.

"Jadi sekali lagi keluarga para terdakwa ini agar Bapak Presiden juga memberikan perhatian atas kasus ini. Janji Bapak Presiden menumpas miscarage of justice," kata Hotman, Kamis (26/2/2026).

Hotman juga mengungkapkan bahwa dalam persidangan, kapten kapal mengakui Fandi sempat berulang kali menanyakan isi muatan dan diberi jawaban bahwa barang tersebut berupa uang dan emas.

"Tidak ada bukti bahwa dia tahu itu narkoba, tapi dituntut hukuman mati. Ini menyangkut nyawa manusia," tegasnya.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Lintang

#hotman #prabowo #abkdivonismati

Baca Juga PINTAR BI Hari Ini Buka Tukar Uang Baru Lebaran untuk Luar Jawa, Jangan Sampai Kehabisan Kuota di https://www.kompas.tv/info-publik/653393/pintar-bi-hari-ini-buka-tukar-uang-baru-lebaran-untuk-luar-jawa-jangan-sampai-kehabisan-kuota



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/653408/didampingi-hotman-paris-tangis-dua-ibu-minta-tolong-presiden-prabowo
Transkrip
00:01Oke, tadi kami sudah tunjukkan ke Komisi 3 bahwa luka parah di Raditia itu berarti ada pelaku pihak ketiga.
00:17Lukanya begitu parah. Tapi kenapa dalam BAP penyidikan disibuk luka ringan?
00:23Ada apa? Hai kau saudara-saudara penyidik, lukanya sangat parah.
00:30Yang kedua, berarti ada pihak ketiga. Yang kedua, Raditia itu ditemukan dalam keadaan pingsan 200 meter dari lokasi almarhumah.
00:39Kalau dia pelaku, dia akan kabur dong. Ternyata waktu ditemukan pun si Raditia ini diangkut dalam keadaan pingsan ke puskesmas.
00:49Berarti ada yang salah dalam penyidikan dan ada yang salah juga dalam surat dakwaan oleh JPU.
00:58Mengenai saudara Pandi, jelas-jelas dia baru kerja tiga hari.
01:06Yang kedua, di BAP maupun di persidangan, diakui oleh para saksi bahwa Pandi itu bolak-balik nanya,
01:13itu apa isinya kardus itu?
01:17Bolak-balik sampai dia tanya ke kapten, tanya juga ke wakilnya Pak Tambunan ya.
01:23Dan itu sudah merupakan bukti bahwa dia tidak tahu.
01:27Padahal, dan tidak ada saksi satupun yang mengatakan bahwa dia tahu.
01:31Tidak ada saksi manapun yang mengatakan dia tahu.
01:34Sama juga Pak, sama juga dengan Raditia.
01:36Tidak ada satu saksi pun yang melihat bahwa dia melakukan pembunuhan.
01:41Ya, dia pakai lah light detector, dia pakai psikolog.
01:46Artinya ada yang salah dalam penyidikan, dalam surat dakwaan di kedua kasus ini.
01:52Kita terakhir, Ibu silakan.
01:55Saya sebagai ibunya Radit, Radit dari SD sampai sekarang dia kuliah, dia tidak pernah berkelahi dengan siapapun,
02:03dia tidak pernah punya masalah, dia anaknya patuh dan taat.
02:08Patin saya sebagai seorang ibu sampai detik ini tidak percaya kalau ada saya berlaku pada hal yang sebesar itu.
02:16Karena saya bukan pembunuh.
02:18Jadi minta agar, Ibu minta agar benar-benar komisi tiga yang memanggil penyidik dan jaksa itu.
02:24Saya minta kepada Bapak Presiden perbohon dan komisi tiga agar memanggil penyidik dan dengan seadul-adulnya untuk melakukan.
02:36Jangan Ibu Pandi, Ibu Pandi, silakan.
02:38Saya hanya bisa bermohon kepada Bapak, Bapak yang mulia, Bapak Presiden,
02:43Bantulah anak saya, Bantulah saya, saya tidak bisa apa-apa, saya orang yang lemah,
02:50saya orang yang teraniaya.
02:51Kami sekeluarga hanya kepada Pak Presiden, Bapak-Bapak yang berhati mulia,
02:57yang bisa menolong kami, yang kasus anak kami yang merumit,
03:02dimakin perumiti, sudah kami tidak mampu, kami dianiayai terus, kami tidak bisa meminta tolong.
03:09Yang terakhir, karena dua ibu ini meminta bantuan kepada Presiden Prabowo,
03:16yang dia pernah jadi klienku 25 tahun, dia pernah minta nasihat dari aku.
03:23Beliau itu dalam beberapa hari terakhir ini, Pak Prabowo berjanji akan menumpas,
03:32dia pakai istilah miscarriage of justice, yaitu penanganan keadilan secara tidak benar.
03:39Jadi, dua ibu ini nanya, janji Bapak Prabowo mana, kan Bapak yang bilang di video-video.
03:45Yang kedua, Bapak Prabowo lebih pintar juga dari pengacara,
03:49Bapak Prabowo dalam video-video mengatakan, dalam perkara pidana,
03:53harus kebenaran nyata.
03:56Istilah hukumnya malah beliau tahu, dia tahu, dia mengatakan,
03:59the unreasonable doubt, tidak boleh ada keraguan.
04:03Ini saksi pun tidak ada.
04:04Jadi, sekali lagi, keluarga para terdakwa ini,
04:10agar Bapak Presiden juga memberikan perhatian atas kasus ini.
04:15Janji Bapak Presiden menumpas miscarriage of justice,
04:19janji Bapak Presiden yang mengatakan,
04:22pidana harus, the unreasonable doubt, tidak boleh ada keraguan-keraguan.
04:25Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan