00:00Bisa atau tidak sih sebenarnya kolaborasinya seperti apa?
00:02Kan tadi produk-produk yang belum mampu kita produksi sendiri
00:08itu tentu kita bisa terbuka kerjasama dengan para pabrikan dan prinsipal
00:14tapi juga kita harus tentu mendorong munculnya keinginan masyarakat
00:21di desa-desa, di lokal untuk mampu memproduksi barang-barang sendiri juga
00:26Nah kami di kementerian kooperasi pun juga mendorong supaya pelaku MKM lokal
00:32pemegang merek lokal itu juga bisa tumbuh dan punya barang yang kemudian
00:39kualitasnya bagus bisa dijual di, kan kita kooperasi desa ini kalau 2 bulan yang akan datang
00:45insya Allah ada sekarang udah seribu yang sudah 100%
00:482 bulan lagi insya Allah ada puluhan ribu kooperasi desa yang bangunan fisiknya
00:53sudah selesai dan siap untuk kooperasional karena kepentingan kooperasi ini kan juga harus
00:58digitalisasinya, nyiapin kesiapan para pengelola dan pengurusnya itu juga berbarengan nih harus disiapkan
01:05Nah nanti para pelaku UMKM bahkan kalau bisa kalangan milenial, genzi yang sekarang butuh lapangan pekerjaan
01:14kita juga dorong untuk memotivasi mereka memproduksi barang-barang mulai dari apapun barang-barangnya
01:21itu bisa diproduksi, bisa memunculkan industri-industri rumah tangga, industri-industri kecil yang produknya gak usah khawatir, gak laku dijual
01:31kami akan pastikan itu bisa dijual di gere-gere milik kooperasi desa yang nanti 2 bulan yang akan datang ini
01:39akan ada puluhan ribu
01:40itu kan artinya sebenarnya bisa ada ekosistem yang terbangun, tidak usaha harus diikotomikan tetapi kita bisa bangun ekosistem
01:49Gimana agar ini jadi ekosistem bukan diikotomi?
01:51Jadi pertama yang paling penting usaha itu bagaimana memberi keuntungan buat masyarakat
01:56Caranya bagaimana adalah paling sederhananya kan menyalurkan barang publik
02:00Selama ini barang-barang subsidi seperti gas, melon itu ya terutama, terus kemudian beras SPHP, terus kemudian minyak goreng
02:10kemudian juga pupuk, itu kan kalau dihitung ratusan triliun itu, kalau di total
02:16Nah selama ini yang menikmati siapa? Mafia
02:18Mafia yang mengikuti jalur liberal, pasar liberal
02:22Jadi barang publik itu secara teori ekonomi, barang-barang subsidi itu barang publik
02:27Dan barang publik selama ini kan dilempar ke market liberal, market bebas
02:31Orang-orang yang menjadi distributor itu mereka ini kan adalah orang yang tujuannya adalah hanya untuk mengejar profit
02:38Kepentingannya individu
02:39Nah kalau barang-barang ini disalurkan melalui kooperasi kan pengawasan juga tidak perlu ngundang APH
02:44Aparat penegak hukum dan sebagainya untuk itu pengawasi
02:47Jadi langsung keuntungannya dari kooperasi desa Kelurahan Merah Putih tadi
02:54Itu langsung dinikmati oleh masyarakat dan itu ratusan triliun itu bisa langsung dibagi sebagai stimulan untuk mengembalikan dana desa yang
03:04di...
03:04Barang-barang bersubsidi kan memang kooperasi desa ini akhirnya menjadi instrumen yang terbawah
03:11Yang paling komprehensif untuk bisa menjadi tempat penyaluran barang-barang bersubsidi
03:16Yang selama ini dianggap kurang tepat sasaran atau membuat mata rantai distribusi kepanjangan
03:23Jadi di desa itu makin mahal, bukannya makin murah
03:27Dan misalkan pupuk bersubsidi yang harusnya merupakan haknya kelompok tani itu muter-muter tuh
03:34Tidak tahu kemana kadang-kadang nyebrang ke kebun-kebun sawit
03:39Gas RPG 3 kilo itu pun juga sebenarnya kan harusnya menjadi haknya pengguna rumah tangga yang ada di desa-desa
03:47gas RPG 3 kilo
03:48Nah dengan adanya kooperasi desa yang salah satu fungsinya itu adalah untuk menyalurkan barang-barang bersubsidi
03:54Termasuk barang kebutuhan pokok dan sehari-hari
03:56Harusnya ini bisa jadi bangunan ekosistem
03:59Satu grey retail modern ataupun kooperasi desa kan ada ribuan item barang
04:07Ribuan item barang itu kan bisa kita dorong untuk supaya produk-produk lokal itu bisa memproduksi
04:16Mulai dari ratusan item barang yang kita bisa produksi sendiri
04:20Kita bisa bikin, saya sering ngomong dimana-mana bikin kecap sendiri, bikin saus sendiri, bikin sambal sendiri, bikin roti sendiri,
04:28bikin sampo sendiri, bikin sabun
04:29Apapun mulailah kita sekarang belajar produk dan pelaku-pelaku UMKM, Gen Z, Millennial sekalipun kita bahkan kita akan dorong
04:39Kooperasi akan sangat bisa membantu apalagi kalau komunitas pelaku UMKM itu membentuk kooperasi kita akan bisa dampingi, kita bahkan bisa
04:49biayai
04:49Dan produknya dijual lagi di grey- grey kooperasi desa Keluran Merah Putih
04:54Pak Lurah itu selama ini yang khawatir karena dana desa ini seakan-akan dipotong walaupun itu sebetulnya bukan dipotong tapi
05:04diwujudkan dalam bentuk gedung dan peralatan tadi
05:07Nah sebetulnya yang harus dilihat oleh masyarakat dan juga perangkat desa itu adalah bahwa ini peluang masyarakat untuk mengakselerasi ekonomi
05:17yang ada di desa itu
05:18Dan kemudian apa yang harus dilihat bahwa kooperasi desa ini adalah memberikan peluang untuk mengkreasi pendapatan
05:27Pendapatannya dari mana pendapat yang paling minimal sebagai diferensiasi atau pembeda dengan outlet-outlet mini market modern ataupun toko yang
05:37lain
05:37Adalah sebagai penyalur barang publik yang jelas itu ada uangnya ada keuntungannya yang selama ini dinikmati para kartel ini kan
05:44Nah kalau itu terjadi mbak dana desa itu akan bisa dikembali yang di intercept itu bahkan bisa dikembalikan melalui keuntungan
05:53kooperasi tadi
05:54Nah dari situ saya kira paling penting
05:57Kooperasi desa ini itu kan diberikan modal, bangunan, kelengkapan dan alat-alat transportasi tadi dan diharapkan ini akan menjadi tempat
06:09perputaran uang di desa
06:11Jadi dalam periode tertentu malah bisa self-propelling growth gitu jadi dia akan menimbulkan kemandirian ekonomi di desa-desa dan
06:20akan menjadi sumber pendapatan dari desa itu
06:23Jadi kalau 58% dipotong itu bukan berarti menghambat pembangunan desa
06:27Enggak, tapi mbak
06:28Kan kembali dalam bentuk yang natural dan itu akan menjadi modal yang bisa diputarkan di desa untuk menambah atau menjadi
06:36sumber alternatif pendapatan desa itu sendiri juga
06:38Tapi kenapa panda praktiknya masih khawatir?
06:40Mbak Friska karena sekarang ini kan belum operasional
06:43Saya meminta kepada Pak Menteri, Pak Menteri kan punya lembaga itu yang namanya LPDB itu lembaga taktis di bawah Pak
06:49Menteri Kooperasi ini
06:50Nah itu uangnya itu didukung untuk mendorong working capital atau modal kerjanya dari kooperasi ini kan baru
06:57Saya malah lebih dari itu Mas Surato
06:59Jadi bukan hanya untuk menjadi modal kerja dari operasional kooperasi desanya
07:05Tadi lembaga pengelola dana bergulir atau kita harapkan juga lembaga keuangan yang lain akan ikut mendukung pembiayaan bagi munculnya produk
07:17-produk lokal yang berasal dari UMKM
07:19UMKM lokal itu
07:21Itu yang sebenarnya lebih keren lagi
07:23Satu lagi Pak Menteri, saya berharap ini kan kemarin sudah ada wacana ini Pak Purbayak mau mengambil alih itu yang
07:29namanya PNM itu kembali sebagai vehicle lembaga taktisnya Kementerian Keuangan
07:34Itu untuk apa? Menyelamatkan dana kur, kredit usaha rakyat selama ini kan tidak tepat sasaran Pak Menteri
07:40Kenapa? Karena selain pelafon-pelafon yang sebenarnya tidak perlu disubsidi lagi sampai 1 miliar itu kan sudah berarti akses terhadap
07:48kredit komersial
07:49Nah ini kenapa saya kira kalau misalnya kur itu dijadikan dikonversi untuk mengakselerasi modal kerja kooperasi
07:59Karena pertanyaannya setelah nanti peralatan dan gedungnya ada itu kan operasionalisasinya kan butuh modal kerja
08:05Nah modal kerjanya adalah dari kur dialihkan ke situ saja saya kira pas itu kalau misalnya Pak Purbayak bekerja sama
08:11dengan Pak Menteri Kooperasi untuk mengakselerasi
08:19Padahal banyak sekali pelaku UMKM yang membutuhkan dana sebelum kontrak mereka dapat
08:25Nah lembaga pengelola dana bergulir milik Kementerian Kooperasi ini bisa membantu manakala ada pelaku UMKM membentuk kooperasi
08:33Kita bisa biayai mereka di awal yang mereka butuhkan tuh
08:37Jadi saya sekarang menghimbau kepada teman-teman milenial gen Z yang mau memproduksi barang-barang
08:43Bikin kooperasi kita akan bantu dan nanti setelah dapat kontrak nanti kita bisa join financing kur itu bisa baru bisa
08:52disana
08:53Jadi oleh karena itu nanti kita bisa rubah skemanya supaya bisa membantu
08:56Nah tadi kan untuk membangun ini ada puluhan ribu targetnya dalam beberapa bulan ke depan
09:01Tapi dalam pembangunannya ada kendala yang dihadapi
09:04Nah ini bagaimana Menteri Kooperasi?
09:06Saya kasih tau dulu
09:07Sampai jumpa
Komentar