Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Sebanyak 105 ribu unit mobil didatangkan dari India untuk Koperasi Merah Putih. Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan keputusan itu dilandasi berbagai pertimbangan.

Dalam program ROSI, Ferry meluruskan bahwa sumber pengadaan mobil berada di ranah PT Agrinas Pangan Nusantara.

Ia menyebut, pihak tersebut sebelumnya telah berdiskusi dengan industri otomotif nasional. Hasilnya, ketersediaan unit dalam negeri disebut terbatas.

Dengan keterbatasan tersebut, opsi impor dari India disebut sebagai ikhtiar alternatif. Faktor harga menjadi salah satu pertimbangan utama.

Ferry menekankan, kendaraan tersebut merupakan barang modal yang ditujukan untuk menekan ongkos logistik desa.

Di sisi lain, Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis sekaligus CEO Induk Koperasi Usaha Rakyat, Suroto melihat kerjasama dengan India memiliki nilai strategis.

Nilai strategisnya adalah bahwa selama ini kita kan ketergantungan sama merek-merek dari Jepang.

"Kita sudah merdeka dari Jepang tapi kita dijajah terus sama Jepang," katanya.



Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/QrdLwfkqzuw

#koperasidesamerahputih #prabowo #menterikoperasi



Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi Anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah Lebih Dekat, Satu Langkah Makin Terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/653360/klarifikasi-menkop-ferry-juliantono-impor-mobil-india-untuk-koperasi-desa-rosi
Transkrip
00:29Jangan lupa like, share, dan subscribe
00:55Jangan lupa like, share, dan subscribe
01:00Pembangunan gedung kooperasi merah putih tidak didirikan di atas lahan pertanian yang masih produktif
01:1470 ribu kooperasi merah putih ini kita suplai dengan mobil pickup dari Mahindra dan Tata
01:25Kami harus memberikan down payment 30%
01:29Sehingga saya pikir kalau bisa kita dapatkan yang lebih kuat dan lebih murah
01:33Kenapa kita harus beli yang lebih lemah dan lebih mahal gitu
01:37Mobil pickup untuk kebutuhan kooperasi desa itu kan dengan jumlah yang begitu besar
01:42Kami mengimbau agar Bapak Presiden kalau bisa membatalkan rencana tersebut
01:47Karena produksi di dalam negeri juga sudah bisa mencukupi dan kapasitasnya jauh melebihi daripada apa yang dibutuhkan
01:56Yang dipikirkan adalah kapasitas daripada produksi mobil di dalam negeri itu mampu untuk menyediakan apa yang dibutuhkan
02:15Selamat malam Saudara
02:17Program Rosi kembali hadir ke hadapan Anda
02:19Kali ini bersama saya Friska Klarissa
02:21Kooperasi desa merah putih akhir-akhir ini menjadi polemik menuai kritik publik
02:27Mulai dari ingin menghentikan kompetitor retail modern hingga impor mobil dari India yang jumlahnya mencapai 105 ribu unit
02:34Malam ini kami mengundang langsung Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Ketua Asosiasi Kader Sosioekonomi Strategis dan CEO Induk Koperasi Usaha
02:43Rakyat Suroto
02:45Selamat malam Pak Menteri
02:46Terima kasih sudah hadir Mas Suroto
02:49Malam Mbak Friska
02:50Terima kasih sudah hadir di program Rosi
02:53Saya ke Pak Menteri dulu
02:55Karena sudah hadir langsung di tengah polemik yang ada kita akan bedah satu persatu
02:59Pertama soal impor mobil dari India
03:02Ini kenapa setelah mobilnya datang jadi polemik
03:05Pengadaan ini kan untuk kelengkapan Kooperasi Desa Merah Putih
03:10Sebelumnya apakah tidak ada komunikasi di awal sehingga DPR minta tunda
03:14Lalu Kadin bahkan minta membatalkan
03:16Yang pertama harus diluruskan bahwa ada instruksi Presiden nomor 17 tahun 2025
03:24Itu melibatkan 12 kementerian lembaga termasuk disitu ada Agrinas
03:29Impress itu membicarakan tentang pembangunan fisik gudang, gere-gere dan alat kelengkapan
03:37Nah alat kelengkapan itu di dalamnya ada kendaraan yang memang oleh Presiden
03:43Diamanatkan setiap Kooperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih ini
03:47Disediakan kendaraan operasional
03:49Ada truk, ada pickup, ada kemudian kendaraan motor
03:54Yang gunanya untuk memperlancar arus mobilitas barang dari desa ke luar maupun dari luar ke desa
04:03Bahkan Presiden menyebutkan bahwa jangan sampai ada barang-barang hasil produk masyarakat
04:09Khususnya masyarakat desa yang tidak cepat dikirim gara-gara kita tidak punya kendaraan
04:17Nah dalam konteks pengadaannya memang kami Kementerian Kooperasi memberikan pekerjaan kepada PT Agrinas Pangan Nusantara
04:27Untuk melakukan pembangunan fisik gudang, gere dan alat kelengkapan
04:33Pembangunan fisiknya itu PT Agrinas Pangan Nusantara melakukan kerjasama dengan tentara nasional Indonesia
04:41Adalah semata-mata untuk khusus pembangunan fisiknya saja
04:45Supaya lebih cepat, supaya lebih efisien dan tepat waktu
04:49Nah itu, jadi mengenai sumber mobilnya itu sepenuhnya ada di dalam ranahnya PT Agrinas Pangan Nusantara
04:58Tapi kami kemarin sempat berdiskusi bahwa dari pihak PT Agrinas Pangan Nusantara
05:05Sudah pernah melakukan diskusi dengan pihak industri otomotif nasional
05:10Dan mendapatkan konfirmasi bahwa kesiapan dari industri otomotif nasional kita
05:16Misalkan dari beberapa merek itu hanya sekian puluh ribu
05:20Terus kemudian ada satu merek lagi yang sekian puluh ribu dan seterusnya
05:25Jadi dengan keterbatasan ketersediaan dari industri otomotif nasional yang terbatas itu
05:34Kemudian kemungkinan pihak PT Agrinas Pangan Nusantara melakukan
05:40Ihtiar untuk mencari sumber pengadaan mobil yang dari luar negeri, yang dari India itu
05:46Dengan pertimbangan harganya lebih murah dan lain sebagainya
05:50Seperti yang tadi kita lihat dari pihak PT Agrinas Pangan Nusantara
05:53Tetapi setelah kita cermati dari masukan dari berbagai pihak di dalam negeri
06:02Dari pihak KADIN, dari pihak industri otomotif nasional
06:06Bahkan tadi sore pun saya juga bertemu dengan Pimpinan Serikat Buruh Pekerja
06:11Logam Elektronik dan Mesin pun juga mereka menyampaikan
06:15Untuk dipertimbangkan tentang pengadaan mobil ini juga bisa mengakomodir
06:21Industri otomotif nasional semata-mata
06:24Tidak hanya soal sekedar lebih murah
06:27Tapi juga untuk tetap mempertahankan atau justru bahkan kita bisa mengembangkan industri otomotif nasional kita
06:35Industrinya plus juga dengan guruh dan pekerjanya juga
06:39Saya rasa itu akan kita sampaikan dan saya menyampaikan
06:47Keputusan dari Pak Sufmi Dasko Ahmad sebagai Pimpinan DPR RI yang minta penundaan itu
06:53Kita apresiasi dan merupakan langkah yang tepat untuk tidak kemudian menimbulkan kontroversi yang lebih jauh lagi
07:01Dan nanti pada saatnya kita akan bisa duduk bareng untuk bisa mencarikan solusi yang terbaik
07:07Di satu sisi kendaraan ini memang seperti semangatnya Pak Presiden
07:13Setiap kooperasi desa Kelurahan Merah Putih ada kendaraannya
07:17Memang dibutuhkan?
07:18Memang dibutuhkan
07:19Sejumlah itu 105 ribu?
07:20Kan kalau 80 ribu asumsinya itu kalau ada truk ada pick up itu kan berarti ada dua
07:30Berarti kan ada 160 ribuan tetapi kan itu bisa dibicarakan kembali
07:37Saya rasa penting untuk didengarkan aspirasi dari dalam negeri untuk kepentingan dalam negeri gitu
07:44Nah dalam kondisi seperti ini kalau Mas Roto lihat missing linknya dimana ya
07:48Karena polemik ini muncul setelah pengadaannya dilakukan
07:51Jadi menurut saya yang paling penting itu adalah manfaatnya untuk rakyat
07:57Saya kan menyuarakan aspirasi rakyat ini
07:59Saya sebagai pelaku kooperasi
08:02Jadi apa yang terbaik untuk rakyat itu menurut saya yang harus jadi bahan pertimbangan
08:08Kalau tadi ada faktor pertimbangan kos gitu kan
08:11Artinya pembiayaan untuk kendaraan ini
08:15Itu saya melihatnya kalau import itu import barang modal
08:19Ini kan barang modal untuk menurunkan ongkos logistik kita yang penting ya
08:24Dan saya membaca itu kan ini speknya juga itu tenaga penggerak 4x4
08:31Itu kalau kita cek itu sebetulnya kalau 4x4 itu semua import
08:35Jadi konten import itu menurut saya kerjasama dengan India misalnya
08:40Itu juga ada nilai strategisnya
08:42Kenapa nilai strategisnya itu adalah
08:44Bahwa selama ini kita kan ketergantungan sama merek-merek dari Jepang
08:47Kita sudah merdeka dari Jepang
08:49Tapi kita dijajah terus sama Jepang ini kan
08:51Ini yang harus kita lihat juga ada faktor yang positif
08:55Tapi import barang modal ini kan untuk mendukung
08:58Kedaulatan pangan yang menjadi cita-cita Pak Menteri
09:00Pak Presiden Prabowo
09:02Dan saya kira ini harus kita lihat nilai positifnya bahwa
09:06Import barang modal ini adalah untuk meningkatkan
09:13Kedaulatan pangan tadi
09:14Nah dalam konteks ini itu kan menurunkan
09:20Ongkos logistik kan gitu
09:21Karena apa?
09:23Dengan adanya pilihan produk yang terbaik
09:26Untuk bisa memanuver kegiatan-kegiatan yang ada di tempat-tempat yang struggle
09:30Seperti di desa-desa
09:32Yang sulit sekali kita lihat medannya
09:37Dengan tenaga penggerak 4x4 ini
09:39Ini juga menjadi bahan pertimbangan
09:41Saya kira itu ya
09:41Yang penting adalah manfaat yang terbaik untuk rakyat
09:44Kalau misalnya dibelikan yang harganya mahal
09:46Terus sebenarnya Pak Menteri gak ngasih jatah
09:48Nanti juga ribut juga yang lain-lain kan gitu
09:50Karena memang jumlah anggaran yang disediakan itu kan
09:53Rata-rata 3 miliar per kooperasi desa
09:56Itu terdiri dari bangunan fisik
10:00Plus kelengkapan jadi fasilitas mechanical electricalnya
10:04Kemudian kelengkapan gudang gere itu termasuk dengan rak-rak dan lain sebagainya
10:09Termasuk dengan mobilnya
10:10Jadi memang ada keterbatasan dari sisi itunya
10:13Jadi memang tadi yang seperti yang disampaikan oleh Pak Surato tadi
10:17Bahwa memang Presiden ingin di setiap desa, kelurahan
10:22Apalagi desa-desa kita kan tipologinya juga banyak
10:24Yang memang perlu kendaraan yang memadai
10:28Yang memungkinkan arus barang
10:30Mobilitas barang dari desa ke luar maupun dari luar ke desa itu
10:34Yang digunakan oleh kooperasi desa itu bisa terfasilitasi dengan
10:38Pak Menteri kalau itu kan memang butuh mobilitas sampai ke desa-desa
10:42Daerah-daerah yang memang butuh kendaraan dengan spek demikian
10:46Tapi sekarang dalam kondisinya mau itu dibatalkan ataupun ditunda sekalipun tidak semudah itu
10:52Beberapa hari lalu saya wawancara langsung juga dengan Direktur Utama Agrinas
10:56Bahwa sudah ada mobil yang datang ke sini dan pengadaannya sudah dilakukan secara bertahap
11:01Nah apa yang harus dilakukan?
11:03Karena memang gini juga Pak Friska
11:05Jadi sekarang yang sudah, ini sekalian lapor aja update
11:09Yang sudah 100% selesai bangunan fisiknya itu sudah seribuan
11:14Jadi memang harus dilengkapi dengan kendaraan itu
11:19Karena itu menjadi haknya desa
11:22Kan ini bukan milik kementerian kooperasi
11:25Bukan miliknya pemerintah
11:27Kooperasi desa plus dengan segala sarana-prasarananya ini
11:32Termasuk mobilnya adalah kembali milik desa
11:35Milik kooperasi desa itu juga
11:37Jadi sebenarnya nggak ada kepentingan dari pemerintah pusat ini
11:40Semata-mata betul-betul adalah untuk
11:43Supaya Presiden ingin meningkatkan taraf hidup masyarakat
11:48Dan sekarang dengan dibuatkan badan usaha kooperasi desa Kelurahan Merah Putih itu
11:54Diharapkan masyarakat sekarang mampu melaksanakan fungsi sebagai subyek dari ekonomi
12:00Sebagai pelaku
12:01Kalau kemarin kan kita dengan segala hormat banyak menempatkan masyarakat itu
12:06Hanya sebagai obyek atau sebagai penerima manfaat
12:09Paradigma ini dibalik oleh Presiden
12:11Dan ini luar biasa sekali terobosannya
12:14Nah dibukakan badan usaha kooperasi desa dengan segala bangunan fisiknya
12:21Alat kelengkapan
12:22Tadinya kan waktu kita meresmikan di Bentangan di Kelaten Jawa Tengah pada saat kita meresmikan 80 ribu badan hukum kooperasi
12:30desa Kelurahan Merah Putih
12:31Kita sebenarnya mengharapkan ada inisiatif dari masyarakat
12:35Tapi ternyata kan akhirnya Presiden menyatakan lebih baik
12:39Naruh barang kan perlu gerai
12:42Naruh barang-barang yang mau dijual perlu gerai
12:48Dan akhirnya diambil keputusan untuk kemudian oleh Presiden
12:52Dikeluarkan instruksi Presiden
12:53Gudang, gerai-gerai dan alat kelengkapannya disediakan oleh pemerintah
12:57Jadi si kooperasi desanya yang notabene milik anggota masyarakat desa itu sendiri
13:04Itu sebenarnya tinggal sekarang menjalankan
13:06Kegiatan usahanya
13:09Nah kalau gitu solusi yang paling logis apa?
13:11Dengan polemik kelengkapan ini soal pengadaan mobil impor ini apa yang bisa dilakukan?
13:16Saya kira kembali ke aspek tujuan utamanya
13:19Jadi dengan adanya pengadaan kendaraan ini
13:23Kita ini akan lihat menilai manfaat ekonominya untuk masyarakat apa
13:27Kalau memang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat
13:34Dalam arti mengurangi ongkos logistik tadi ya
13:38Yang kita tahu Pak Presiden mungkin memiliki keprihatinan
13:41Seperti yang katakan Pak Menteri tadi
13:43Bahwa masyarakat kita di desa itu banyak kehilangan kesempatan
13:49Untuk mendapatkan nilai tambah ekonomi
13:51Karena aspek logistik yang bermasalah tadi
13:53Jadi dan juga saya kira karena uangnya ini kan sebetulnya kan
13:59Banyak uang anggur yang ada di bank juga
14:02Yang ditransfer ke bank himbara itu kan juga dana sal
14:05Kalau tidak salah yang ada cadangan di BI terus dipindahkan ke bank itu
14:10Untuk mengakselerasi
14:11Jadi kemampuan untuk mengakselerasi uang ini
14:15Ini menurut saya butuh kecepatan
14:17Apalagi ini dalam terminologi sekarang ini kan ada aspek geopolitiknya juga
14:23Kalau kita membuka kerjasama dengan India
14:25Artinya import barang modal yang kita dapatkan dari mereka
14:29Dengan adanya pengadaan truk itu
14:31Itu juga akan menjalin hubungan baik
14:34Ketika kita surplus pangan nanti atau paling tidak pangan kita menjadi lebih
14:39Bernilai tambah lebih baik
14:41Kita akan bisa mengekspor pangan dan itu juga akan bernilai devisa juga
14:46Jadi devisa itu adalah bukan hanya kita lihat masa sekarang ini kita import truk ini
14:54Atau kendaraan-kendaraan ini
14:56Tapi kita juga harus lihat efek jangka panjangnya nanti ke depan
14:59Dan ini nanti akan diputuskan saat Presiden
15:02Ya saya rasa ini keputusan yang bijaksana
15:05Kita juga tetap harus mendengarkan aspirasi dari kepentingan stakeholder di dalam negeri juga
15:11Dan saya rasa tapi yang terpenting tujuan keinginan Presiden
15:15Untuk menyediakan fasilitas kendaraan operasional
15:18Bagi kooperasi desa yang akan bisa memajukan perekonomian di desa-desa dan keurahan
15:23Itu menjadi concern yang utamanya
15:26Yang juga jadi concern publik adalah saat pemerintah berencana menghentikan izin baru untuk retail modern di desa
15:32Bahkan melakukan moratorium atau penangguhan sementara izin ekspansi retail modern
15:37Kenapa yang jadi pertanyaan?
Komentar

Dianjurkan