- 1 jam yang lalu
- #ijazahjokowi
- #jokowi
- #roysuryo
- #rockygerung
- #tifa
- #rismon
JAKARTA, KOMPAS.TV Akademisi, Rocky Gerung, menilai polemik kasus tuduhan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, yang menyeret Roy Suryo, Tifauzia Tyassuma, dan Rismon Sianipar tidak akan selesai di meja persidangan.
"Kasus ini dibawa ke meja sidang di depan hakim bahkan tidak akan selesai di meja sidang karena riset itu sifatnya on going, tidak pernah berhenti," ujar Rocky Gerung saat peluncuran buku Jalan Samurai: Politik dan Otak Politik Jokowi dari Tifa pada Kamis (26/2/2026).
"Jadi percuma dibawa ke meja sidang, bawa ke meja akademis," lanjutnya.
Sementara itu, Roy Suryo menyebut perjuangan kasus ijazah Jokowi masih panjang.
Baca Juga Sekjen Projo Beri Keterangan Tambahan Soal Laporan Jokowi Perkara Roy, Rismon dan Tifa di https://www.kompas.tv/nasional/652874/sekjen-projo-beri-keterangan-tambahan-soal-laporan-jokowi-perkara-roy-rismon-dan-tifa
#ijazahjokowi #jokowi #roysuryo #rockygerung #tifa #rismon
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/653355/full-roy-suryo-tifa-rismon-rocky-gerung-buka-bukaan-kasus-ijazah-jokowi-bakal-tuntas-di-sidang
"Kasus ini dibawa ke meja sidang di depan hakim bahkan tidak akan selesai di meja sidang karena riset itu sifatnya on going, tidak pernah berhenti," ujar Rocky Gerung saat peluncuran buku Jalan Samurai: Politik dan Otak Politik Jokowi dari Tifa pada Kamis (26/2/2026).
"Jadi percuma dibawa ke meja sidang, bawa ke meja akademis," lanjutnya.
Sementara itu, Roy Suryo menyebut perjuangan kasus ijazah Jokowi masih panjang.
Baca Juga Sekjen Projo Beri Keterangan Tambahan Soal Laporan Jokowi Perkara Roy, Rismon dan Tifa di https://www.kompas.tv/nasional/652874/sekjen-projo-beri-keterangan-tambahan-soal-laporan-jokowi-perkara-roy-rismon-dan-tifa
#ijazahjokowi #jokowi #roysuryo #rockygerung #tifa #rismon
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/653355/full-roy-suryo-tifa-rismon-rocky-gerung-buka-bukaan-kasus-ijazah-jokowi-bakal-tuntas-di-sidang
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Jadi artinya apa? Perjuangan kita masih panjang
00:02Jadi percuma membawa kasus ini ke media sidang
00:06Sejak kami meluncurkan buku Jokowi's White Paper
00:10Kemudian juga saat ini, hari ini kami meluncurkan buku Jalan Samurai Akademik
00:15Dan buku Kota Politik Jokowi
00:19Maka kami mengundang para ilmuwan, para peneliti, para akademisi
00:25Silahkan mengkrimisi karya-karya kami
00:28Silahkan membedah karya-karya kami
00:32Silahkan untuk mengupas habis-habisan karya-karya kami
00:38Melalui sebuah institusi yang namanya lembaga penelitian
00:42Simposium, seminar
00:44Maka dengan serang hati, bersama dengan acara kompres ini kami sampaikan juga
00:49Kami mengundang para akademisi, kami mengundang universitas-universitas
00:54Yang institusi-institusi formal ilmiah untuk bersama dengan kami
01:00Kita diskusi, kita berdebat secara formal ilmiah
01:05Bukan melalui kemudian malah dijadikan seperti Socrates
01:092.500 tahun yang lalu
01:10Bukan ini tak bencina, kita mundur 2.500 tahun yang lalu
01:14Jadi apa yang dilakukan oleh penguasa pada waktu Socrates hidup
01:18Kok terjadi sama seperti hari ini?
01:22Ini adalah sebuah hal yang sangat ironis
01:25Seperti itu
01:26Nah kemudian saya beranjak kepada buku yang kedua
01:32Jadi untuk buku yang pertama
01:34Sebelum saya akhiri, saya mau katakan bahwa
01:38Saya, Dr. Tifa
01:39Insya Allah
01:41Apabila Allah masih memberi saya umur
01:44Tidak akan berhenti untuk berkarya
01:46Banyak sekali
01:50Isi kepala saya itu harus saya jatuh anggap dalam buku
01:53Ya
01:54Sekarang ini
01:55Ada 40 grab buku yang ada di laptop saya ini
01:5940 ya
02:00Ini sudah bertelur
02:02Tiga, sebentar lagi di bronze black grain
02:04Ya
02:04Jadi
02:06Insya Allah itu yang nanti akan saya syarikan kepada seluruh masyarakat
02:10Agar masyarakat memahami
02:12Apa sesungguhnya yang terjadi di dunia saat ini
02:15Kita bingung dengan adanya board of peace
02:19Kita bingung dengan adanya
02:22Berbagai macam gerakan-gerakan besar yang terjadi di dunia
02:26Dan yang terjadi juga di Indonesia
02:28Maka insya Allah saya akan berbagi satu demi satu
02:32Agar masyarakat Indonesia itu tercerahkan dan memahami
02:35Apa yang harus dilakukan
02:39Berikutnya yang kedua
02:41Adalah buku yang berjudul
02:44Otak politik Jokowi
02:46Kalau saya bertakut
02:49Saya akan pakai judul bukunya
02:53Otak politik Muryono
02:55Atau otak politik JKW
02:59Oh iya
03:00Atau otak politik si Jack
03:03Tapi saya tetap
03:06Menggunakan
03:07Judul otak politik Jokowi
03:09Kenapa?
03:11Karena yang namanya ilmu pengetahuan itu jujur
03:15Tidak ada yang disembunyikan
03:17Ya kalau memang yang menjadi subjek kajian saya adalah otaknya Jokowi
03:22Jadi saya harus katakan otaknya Jokowi yang saya bedah di buku ini
03:25Ya
03:26Dan kajian saya menggunakan sebuah ilmu yang saya kembangkan yaitu neuro politika
03:33Jadi neuro politika itu adalah gabungan setiganya ada empat dimensi ilmu
03:38Neuroscience
03:39Psikologi behavior
03:41Kemudian
03:42Forensik
03:43Dan politik kritis
03:45Jadi disini banyak sekali
03:50Apa namanya
03:52Otaknya Jokowi
03:55Mulai dari otak depan
03:58Trafrontal cortex namanya yang depan ini
04:00Yang memproduksi dan memuat
04:03Memori
04:04Memori
04:05Primer maupun sekunder
04:06Memori-memori jangka pendek
04:09Maupun memori-memori terlalu yang dipelajari
04:12Maupun untuk bagian dalam yang namanya hipokampus
04:15Ya
04:15Hipokampus itu
04:17Adalah otak yang memuat memori tensial
04:20Nah termasuk diantaranya adalah
04:22Terima kasih pendidikan
04:24Dimana dia KPN
04:25Dimana dia KOS
04:27Ya itu adalah memori yang bersifat menetap
04:31Nah ini saya berikan
04:34Apa namanya
04:35Ilmu disini
04:37Agar apa
04:38Agar semua orang bisa mempelajari otaknya Jokowi
04:41Jadi bukan hanya saya
04:43Bukan hanya dokter Tifa yang melakukan penelitian
04:45Tapi semuanya bisa
04:47Melakukan
04:48Apa namanya
04:50Penelitian
04:52Melakukan pengajian tentang otak politik
04:54Otaknya Jokowi
04:55Terutama dalam bagaimana dia menggunakan otaknya untuk
04:58Sepuluh tahun memuasai negara ini
05:01Ya itu kan menarik ya
05:03Menggunakan ilmu ya
05:05Nah sebagian dari buku otak politik
05:08Di dalam buku Jokowi Swaypecker
05:11Jadi ini mungkin juga kalau ada pembaca yang bertanya
05:14Pengetahuan kita
05:16Memberikan informasi
05:19Pengetahuan kita yang harus kita bela juga
05:22Pak Rudi Kampri
05:23Ada juga di depan
05:24Belah satu kita adalah satu
05:27Selamat datang dan terima kasih untuk buku
05:29Purnia Tri Roryani
05:30Penjual wanita kita
05:32Kemudian
05:33Masrul
05:3426 Februari
05:361912
05:402026
05:41Saya jadi ingat tanggal tahun lainnya dokter Tifa
05:44Soalnya
05:46Kita ada satu rahasia yang tadi belum disampaikan
05:49Kalo dokter Tifa
05:50Tapi sebenarnya bukan rahasia
05:51Karena disampaikan kemarin
05:52Pada saat pembukaan sidang CELAS di Sulu
05:55Yaitu ketika dokter Tifa ditanya
05:58Tanggal lahir kapan
06:00Tanggal lahirnya dokter Tifa
06:01Ulang tahunnya adalah tepat pada saat sidang CELAS kemarin di Sulu
06:05Jadi dua hari yang lalu
06:07Tanggal 24 Februari
06:10Tahunnya tadi keperucet
06:12Saya udah bilang 72 hari
06:14Jadi selamat ulang tahun
06:16Sahabat saya, adik saya
06:18Dokter Tifa yang luar biasa
06:19Samurai Nipah
06:21Yang hari ini
06:22Sekaligus mengajak teman-teman semua
06:24Untuk mensyukuri nikmat Allah
06:26Subhanahu wa ta'ala
06:28Bahwa kita nanti juga akan berbuka puasa bersama-sama
06:31Di tempat yang sangat bagus ini
06:33Di lalu
06:33Nah, dua buku yang ada di hadapan kita
06:37Yang pertama adalah Otak Politik Jokowi
06:40Ada juga kata pengantan dari Rocky Gerung
06:43Dalam buku itu
06:44Itu tebalnya adalah 312 alaman
06:49Kemudian buku kedua
06:51Jalan Samurai Akademik
06:53296 alaman
06:54Ini memang merupakan karya dari
06:57Dokter Tifa ke-6 dan ke-7
06:58Yang tadi gak sampaikan
07:00Dan ini memang merupakan karya yang tidak terpisahkan
07:03Dari kami bertiga juga
07:04Ketika kami berniat meluncurkan buku bersama-sama
07:08Setelah Jokowi Black Paper
07:09Yaitu adalah
07:10Gibran Black Paper
07:13Tapi kemudian
07:14Gak apa-apa
07:15Kita kemudian menerbitkan Trilogi
07:17Jadi kalau Trilogi itu
07:18Tiga yang kemudian
07:19Serah terpisah
07:21Tapi bersatu
07:21Menyatu
07:22Pertama adalah
07:23Mohon tunjukkan
07:24Dokter Rizmo
07:25Dokter Rizmo
07:25Nah ini
07:26Buku yang dulu saya dokter Rizmo
07:27Gibran N.G
07:29Silahkan diberi juga
07:31Ini cetakan kedua
07:33Luar biasa
07:33Temu tangan untuk Rizmo
07:35Ini juga cetakan kedua
07:37Dan jika-jika gini
07:38Saya brand ambasadornya
07:40Ya itu ya
07:43Gibran N.G
07:43Nanti setelah dokter Rizmo
07:45Menuliskan Gibran Black Brain
07:48Insya Allah
07:48Saya juga akan terbit buku
07:50Namanya Gibran Black Chapter
07:53Bagian dari Black Paper
07:54Nah itu ya
07:55Sedikit ya
07:57Jadi itu Trilogi
07:57Sedikit sebelum saya kembalikan
07:59Ke Mbak Rahma
08:00Dan juga nanti
08:01Mas Rizmo
08:02Yang akan menyampaikan
08:03Tadi dokter Rizmo
08:04Menuliskan perjuangan Socrates
08:05Siapa itu Socrates
08:07Socrates adalah
08:09Seorang filsuf
08:10Memang dia
08:11Hidup tadi
08:11Memembara
08:12Sehingga
08:13Seperti dikatakan
08:14Orang yang kurang
08:15Sehat
08:16Tahun 470
08:18Sampai
08:19399
08:20Sebelum Asehi
08:21Ini dikenal
08:23Sebagai seorang
08:23Filsuf
08:24Atau
08:25Dengan ilmu
08:26Filsafat Barat
08:27Nah perjualannya
08:28Socratesnya adalah
08:29Ayahnya namanya
08:31Sofonikus
08:32Ibunya namanya
08:33Fenerative
08:34Ini berjuang
08:36Dalam orang
08:37Atau kekuasaan
08:38Yang tokohnya
08:39Namanya lucu
08:40Tokohnya namanya
08:41Meletus
08:42Iya
08:43Namanya Meletus
08:44Dan dia
08:45Harus minum racun
08:46Yang tadi sudah disebut
08:47Ya dokter Tifa
08:48Racunnya itu racun cemara
08:50Tapi disebut
08:51Hemlock
08:52Racun Hemlock
08:53Jadi kalau ada
08:53Pementasan
08:54Hemlock
08:55Socrates
08:56Nah itulah
08:56Dia adegan
08:57Dia minum racun
08:58Ketika dia
08:59Memperjuangkan
09:00Mempertahankan
09:02Keilmuannya
09:03Itulah yang dihadapi
09:04oleh dokter Tifa
09:05Dan kami
09:06Ada di sampingnya
09:08Saya gak bilang
09:08Saya disilakannya
09:09Kami di sampingnya
09:10Kami berhenti bersama
09:11Dengan Bukurnia
09:12Dengan
09:13Mas
09:14Ruslam
09:14Dan Pak Rizal Padila
09:15Ya
09:16Maaf karena saya sebut
09:17Namanya yang dua
09:18Sudah jadi kuil
09:20Gak tahu siapa ya
09:21Gitu
09:22Nah
09:22Kita telah berjuang bersama
09:25Terus nanti
09:27Nanti ada
09:29Quest release
09:30Yang nanti
09:31Disebarang
09:32Untuk supaya
09:33Teman-teman bisa
09:34Mengulas
09:34Apa maksud
09:35Dokter Tifa
09:36Melaunching
09:37Buku ke-6
09:38Dan ke-7 ini
09:39Teman-teman bisa baca
09:40Nanti
09:40Ada
09:41Spirit Ul-Albab
09:42Yang dituliskan oleh
09:43Dokter Tifa disitu
09:44Ada juga
09:45Rausan Fikir
09:47Dan
09:47Rausan Domir
09:48Jadi itu teori
09:49Yang disebut oleh
09:49Dokter Tifa
09:50Terus teori sistem
09:52Dan juga
09:53Instrumen
09:53Literasi publik
09:54Jadi biar teman-teman tahu
09:56Kenapa
09:56Menuliskan
09:57Buku ini
09:58Nah jadi artinya apa
10:00Perjuangan kita
10:01Masih panjang
10:02Untuk kemudian
10:04Menulis ini
10:04Meskipun
10:05Secara teknis
10:07Penelitian kita
10:08Tentang ijazah Jokowi
10:09Ini sudah selesai
10:10Tetapi
10:12Secara keilmuan
10:13Selalu ada temuan
10:14Temuan baru
10:15Misalnya temuan
10:16Dari Pak
10:16Dokter Bonatua
10:17Tentang
10:19Lima
10:19Salinan ijazah
10:20Disamping itu
10:21Juga temuan
10:22Dari
10:23Dokter
10:24Leoni Lidia
10:25Pak Lukas
10:27Luarso
10:27Mas Yang
10:28Tentu dibawa
10:29Bimbingan
10:30Pak senior kita
10:31Pak Andi
10:32Wah itu luar biasa
10:33Ini senior yang
10:35Kayaknya
10:36Tidak ada presiden
10:37Yang tidak dilawat
10:38Bara Pak Andi
10:38Jadi Pak Andi
10:40Pokok yang selalu
10:41Menyimakati kami
10:43Dan artinya apa
10:45Perjualan kita
10:46Masih panjang
10:47Dan saya ingin sampaikan
10:48Teman-teman semua
10:49Nah ini
10:50Kaosan ini adalah
10:51Nah
10:54Kontroversi ijazah
10:55Tidak ada
10:57Pernah
10:58Tenang
11:00Jadi memang ini
11:01Jangan terus
11:02Jangan biarkan kami
11:03Roy
11:04Tifa
11:05Respon
11:06Itu berhenti
11:07Didukung oleh
11:08Bu Purnia
11:09Dan juga
11:09Apa
11:10Aresli
11:10Dan Pak
11:11Ustam
11:11Dan teman-teman semuanya
11:12Kita tetap terus bergerak
11:14Untuk membongkar
11:15Yang namanya
11:16Kejaliman
11:17Dan juga
11:18Kebiadaban
11:19Terima kasih
11:20Wassalamualaikum
11:21Warahmatullahi
11:22Wabarakatuh
11:22Lanjut
11:25Selamat datang
11:27Selamat datang
11:44Selamat datang
11:50Selamat datang
11:51Selamat datang
11:53Dan kawan-kawan yang saya ikuti
11:56Takut
11:57Tidak ada
11:58Soalnya saya
11:59Terima kasih
12:00Terima kasih
12:00Gitu kan
12:01Ya kan
12:02Makanya
12:03Sebetulnya
12:03Kemarin
12:04Maku guru kita
12:05Profesor
12:06Dinsyam sudah ditung
12:07Jadi ahli
12:07Kan belum
12:08Dikatakan
12:09Kalau saya salah
12:11Kami salah
12:12Paling-paling
12:13Penyempatan
12:14Lama baik
12:149 bulan
12:15Tapi
12:16Kalau kita
12:17Laku
12:17Benar
12:18Dia
12:19Melantang
12:2010 tahun
12:21Jadi siapa yang takut
12:23Kita
12:24Atau dia
12:25Kan gitu ya
12:26Terima kasih
12:26Assalamualaikum
12:27Warahmatullahi
12:28Wabarakatuh
12:29Bapak-bapak
12:30Ibu
12:30Yang
12:31Sebenarnya
12:32Ada
12:33Di sini
12:34Sebenarnya
12:34Bapak
12:35Buklo
12:36Beneng
12:37Ya
12:38Saya
12:38Lebih
12:39Di sini
12:40Ya
12:41Tetapi
12:42Jangan
12:42Dibutan
12:46Halo
12:47Cek
12:48Cek
12:49Cek
12:49Cek
12:50Cek
12:51Cek
12:51Cek
12:51Cek
12:51Cek
12:51Cek
12:52Cek
12:52Cek
12:59Cek
12:59Cek
13:13Cek
13:15Di
13:18Yang
13:20Di
13:21Publish
13:22Ini
13:23Ya
13:24Saya hanya bisa
13:26Mengomentari
13:27Yang
13:27Yang
13:28yang otak politik otak politik Jokowi kajian berbasis eropolitika nah dari pertanyaan-pertanyaan
13:37kemarin di sudang CLS ada yang katanya wakil dari UGM atau pengacara Jokowi itu olah merendahkan
13:46kompetensi maupun kajian dari bukti Pak kita belajar RT artificial intelligence atau
13:57kecerdasan buatan dari awal pasti mengerti bahwa artificial intelligence itu sebenarnya memodelkan
14:07otak manusia dari sinapsis node menjadi node sinapsis jadi node dan lainnya dan lainnya sistem
14:18ambang batas ya 101 menggunakan corresponding function itu semua memodelkan
14:28sistem kinerja otak yang sampai sekarang juga masih misteri sistem syarat kita itu jauh lebih misteri jauh lebih
14:40lebih menarik untuk diganti daripada alam semesta sistem universe ya jadi dari pertanyaan kemarin disidang
14:49CLS itu terlihat bahwa dia yang bertanya itu tidak punya kedalaman atau fundamental dari mataku atau
15:02pelajaran dari neuroscience yang dicoba untuk dimodelkan dalam artificial intelligence yang sampai
15:10sekarang sudah kita nikmati mulai dari chat GPT dan lainnya dan lainnya nah neuroscience ini berkembang
15:19terus bukan hanya di dalam video image telecommunication maupun lainnya juga saya tidak
15:28berkembang ke politik gitu ya jadi mereka yang bertanya tidak ada persibungan antara neuroscience
15:37artificial intelligence dan politik itu orang yang kurang update atau kudid ya dari sidang CLS kemarin
15:48begitu betapa merendahkan bahkan justru menunjukkan kealpaan dia tentang perkembangan artificial intelligence
15:56sekarang ini itu itulah yang kemarin saya tonton full ya ya sidang CLS terkait keahliannya
16:04nah saya tidak ya di buku ini ya betapa neuroscience dan politik itu bisa dikawingkan neuroscience dengan
16:16dengan image prosesi video prosesi telecommunication telecommunication dan atau dikenal data-data
16:23komunikasi ini kita dikawingkan kenapa tidak berang politik mungkin berkembang lagi nanti
16:51nah inilah perkembangan peradaban manusia ya perkembangan peradaban manusia yang saya bilang tadi
17:01biasa atau ilmu otak itu terus berkembang terus berkembang sampai saat ini bahkan saya merasa kurang
17:14update sangking perkembangannya sangat cepat nah menegasikan perkahwinan neuroscience dengan ilmu-ilmu lainnya
17:22itu menandakan kealpaan pengetahuannya justru nah di buku ini justru kita belajar saya pembelajar bahwa neuroscience itu bisa dikawingkan
17:34dengan ilmu-ilmu bukan hanya sistem matematika ekonomi bahkan politik nah ini juga pelajaran buku ini menjadi pelajaran
17:45bagi saya oh ada ya perkahwinan antara ilmu otak data sains dengan politik nah polisi juga harus tahu itu jangan
18:00menutup diri
18:01dari titik ini enggak ngomong-ngomong tentang titik
18:09jadi hanya karena ilmu ini baru yang bahkan saya mempelajari neuroscience e-miro artificial intelligence juga
18:19bagi saya ini hal yang baru bukan berarti langsung ditolak itu gak ada landasan ilmiahnya
18:25hanya karena ini sesuatu yang baru harusnya kepolisian jangan menutup diri terhadap ilmu-ilmu seperti ini
18:33yang bahkan saya pun baru tahu ternyata ilmu saya bisa ditawingkan dengan ilmu-ilmu yang berbau sosial berbau politik dan
18:44lainnya dan lainnya
18:45oleh karena itu semoga buku ini ya semoga buku ini membuka kasanah baru membuka wacana baru supaya negara kita ini
18:56menjadi negara yang lebih berada
18:58bukan karena kita nggak tahu langsung ditolak itu tidak ilmiah
19:04kan begitu dari dari kepolisian ya Polda Metro Jaya oh buku JWB tidak ilmiah
19:12tanpa membuktikan atau memberikan tulisan mana yang tidak ilmiah harusnya tradisi kita ya
19:22bukan tugas polisi untuk menyimpulkan mana yang ilmiah atau tidak ilmiah
19:28biarkan itu ada di ruang-ruang seminar makanya selalu saya bilang kalau ada yang salah di buku Jokowi's White Paper
19:37harusnya itu dikoreksi
19:40dibantah diperbaiki di ruang seminar bukan di
19:46meja pengidik yang kita selalu saya katakan untuk mengeluarkan istilah-istilah sentifik pun harus kita
19:56di meja pengidikan itu harus kita tulis istilah itu jangan sampai salah di BAP
20:01itulah sangat butanya pendidik kita ya karena memang pendidikannya tidak berkaitan dengan itu
20:10nah semoga Indonesia ke depan jangan lagi seperti kita ini ya kaum-kaum pemikir justru dikriminalisasi
20:18kalau pemikir nanti takut ya menelurkan atau mengkreasi buku yang menurut para penguasa tidak benar
20:29nanti dikriminalisasi maka kita peradaban kita akan mundur demokrasi kita bukan lagi progresif
20:38tapi apa sih namanya itu Stagnan atau bahkan backward menurut saya backward demokrasi
20:48ya inilah ya kriminalisasi terhadap RNT merupakan simbol kriminalisasi terhadap para pemikir penulis
20:58pendobrak juga pendobrak dalam arti apa yang menurut penguasa benar bisa kita tantang kita dobrak eh tidak benar itu
21:07nah kalau para pendobrak ini ditakut-takuti dengan penjara ancaman-ancaman sampai pasal 32 dan 35 12 tahun
21:17maka saya kira Bung Roky Gerung juga nanti akan berpikir ulang untuk menuliskan buku-buku yang mendobrak
21:25kebenaran-kebenaran status quo versi penguasa nah semoga buku ini hadir dan semoga ada donatu ya untuk bisa
21:36membantu menyebabkan buku ini ke semua kalangan di semua elemen masyarakat terima kasih
21:45terima kasih
21:48ya kita selesai
21:59saya tidak akan berpikir ulang
22:04yang harus berpikir ulang adalah mereka yang membaca pikiran saya dengan cara yang keliru itu
22:11oke ini setiap kali ya berapa hari lalu ini otak politik Jokowi ini dokter Tifa teman saya
22:23dia minta saya tuliskan pengantar lalu saya tulis dengan cara saksama dalam tempo singkat-singkatnya
22:31oke
22:33tadi diterangkan ya
22:35tentang fungsi otak
22:37seolah-olah
22:39otak itu sedar benda biologis
22:42yang bisa dimulai analisis
22:45untuk memiksa lapisan-lapisan lemak yang
22:50membuat saraf kita itu
22:52terus hidup yang membuat elektromagnetik itu bisa melompat lawan untuk memproduksi energi
23:01tetapi selalu ada hubungan antara otak dan pikiran
23:06misterinya disitu sampai sekarang
23:09apakah otak membentuk pikiran
23:11atau pikiran kita memaksa otak untuk mengklasifikasi membentuk ketahuan
23:18itu dulu sudah dibikinkan tahun 1800
23:21seolah Iman Elkan
23:24dan akhirnya
23:26bahkan neuroscience mengakui bahwa
23:28deteksi dari Iman Elkan
23:30memungkinkan studi neuroscience dihubungkan dengan soal-soal emosi
23:34soal-soal kecerdasan
23:37soal-soal kemampuan untuk memberi kerti
23:39jadi buku ini sebetulnya ini
23:42temanya tema biasa nih
23:43temanya dari 1800 sudah di-listen tuh
23:46hubungan antara otak dan emosi
23:48hubungan antara otak dan protes politik
23:51kalau kita bilang ada orang oposisi
23:53itu artinya otaknya memang
23:54ada fungsi dalam otaknya
23:56yang dihasilkan oleh kemampuan untuk reasoning
23:59itu dasarnya tuh
24:01kalau kita baca riset tentang otak
24:03ada dokter Spanyol
24:04namanya
24:06Damasio
24:08Antonio Damasio
24:10dia bahkan mencoba membaca
24:14Iman Elkan
24:16untuk mengetahui kenapa
24:18filsuf Iman Elkan itu begitu cerdas
24:21padahal Iman Elkan sendiri mengatakan
24:23otak saya itu
24:25kata Iman Elkan
24:25bisa membaca otak saya
24:28coba
24:29anda bayangkan
24:30jadi problem itu dari awal sudah di-listen tuh
24:32kenapa waktu itu belum ada teknologi untuk interpretasikan jumlah energi yang di-publish oleh otak kita
24:39anda bayangkan bisa kita sekarang lagi
24:41lagi puasa itu
24:43apakah otak kita berhenti bekerja
24:46kalau kita lagi puasa
24:48secara biologis harusnya berhenti bekerja
24:50kenapa?
24:51kalau kita puasa
24:52tidak ada bulu kuasa yang masuk ke tubuh kita
24:54dok, bener?
24:56tidak ada bulu kuasa
24:57otak tidak bisa hidup tanpa energi bulu kuasa
25:22itu berarti ada cadangan energi disediakan oleh tubuh
25:25kalau semua orang yang berpuasa jadi bunga
25:28kalau semua orang yang berpuasa jadi bunga
25:30padahal bahkan mereka yang nggak puasa pun dari awal udah bunga
25:35karena namanya puasa Solo
25:39Solo itu bukan nama kota
25:42nama ganti
25:43self
25:44Solo sendiri
25:49gue mesti jari ato
25:50gue mesti jari ato supaya nggak kena deli
25:52hahaha
25:55oke kata self tadi ya
25:57saya akan ingat lagi
25:58kata self
25:59kedudian kita
26:01dihasilkan oleh kemampuan otak untuk membedakan saya dengan anda
26:06sekarang pertanyaannya
26:08jenis kimia apa yang ada di otak
26:09sehingga mampu untuk membedakan saya dengan anda
26:12anda dengan Gibran
26:14Gibran dengan bapaknya
26:15bapaknya dengan Jokowi
26:17kan itu kemampuan mempikir
26:21udah
26:22udah
26:25jadi
26:25kalau kasus
26:27yang ditulis oleh dokter Tifa ini
26:29dibawa ke meja sidang
26:31di depan hakim
26:34bahkan tidak akan selesai di meja sidang
26:36karena riset itu selalu sifatnya ongoing
26:39in the meeting
26:40nggak akan berhenti
26:42jadi percuma
26:43membawa kasus ini ke meja sidang
26:46bawa kasus ini ke meja sidang akademis
26:48itu yang dari awal saya inginkan
26:55terus saya jadi saksi ahli
26:57saya bayangkan
26:59kalau saya jadi saksi ahli
27:01yang akan nanya saya itu jaksa
27:03jaksa itu belajar hukum
27:04dia nggak berani filsafat
27:06dia nggak berani belajar neuroscience
27:08dia nggak belajar operasi penelitian
27:10saya belajar
27:11karena sukses sekolah pertama elektro
27:14jadi saya ngerti
27:15soal-soal fisika
27:17kalau kedua saya ekonomis
27:20saya ngerti
27:21tentang efisiensi otak
27:22otak itu bekerja seperti seorang
27:24homo ekonomikus
27:26mencari hal yang menguntungkan
27:28dan menghilangkan hal yang membuat otak nggak bekerja
27:31itu prinsip ekonomi
27:32otak bekerja secara ekonomis
27:36jadi
27:38ya bukan
27:40ya bukan
27:41ya bukan
27:46kasus ini
27:47dibawa di pancing-pancing dokter Tifa
27:52Rizmon, Roil
27:53yang otaknya berfungsi maksimal
27:57dan segitu udah terlihat ketidakseimbangan
28:01otak termon itu
28:03adanya di dengkul
28:05jadi kalau ada kesalahan berfikir
28:08termonokan dibedah oleh dokter ahli tulang
28:12otopedi
28:15otopedi
28:16jadi teman-teman semua
28:18kita ingin pastikan
28:19kita mulai dengan tradisional
28:21semua dalil akademis
28:24dibantah secara akademis
28:25perbantahan akademis
28:31perbantahan akademis
28:32perbantahan akademis
28:32isinya dalil-dalil
28:34bukan pasang ke OHP
28:38jadi
28:40teman-teman
28:42saya dari awal saya angkat ini
28:44ini persidangan yang ngaco
28:48apalagi kalau kita terangkan
28:50memang yang dituntut apa?
28:51ijazah Jokowi bukan
28:53siapa yang dituntut?
28:54Jokowi buktikan ijazahnya
28:57Jokowi bisa bilang
28:59ijazahnya palsu
29:01tapi sudah bisa jadi presiden
29:02dengan ijazah UGM
29:03itu bisa SMA
29:05tapi justru disitu problemnya
29:08kenapa dia pakai ijazah SMA
29:10kan mau kaya-kayakan
29:13itu soalnya
29:15jadi
29:16Jokowi dituntut bukan karena ijazahnya palsu
29:19tapi karena dia berbohong
29:20bukan ijazah asli
29:24jokowi
29:26Anda tahu skandalnya
29:28Bill Clinton
29:30dia diimpeach
29:32atas
29:33peristiwa
29:36Monica Lewinsky
29:39karena
29:40ternyata berbukti
29:42dalam persidangan
29:45ada
29:46kohabitasi
29:49antara
29:50Bill Clinton
29:54dengan seks
29:56khususnya seorang perempuan
29:58terjadi hubungan seksual
30:00maka
30:02Clinton dihukum karena terjadi hubungan seksual
30:04bener gak?
30:06salah
30:07dia dihukum karena berbohong
30:10dia bilang gak ada ternyata ada tuh
30:12jadi soal moral itu gak ada urusan dengan kita
30:15tetapi berbohong
30:16itu adalah masalah hukum
30:18agak ya?
30:21anda musliinku anda memiliki moral urusan pribadi anda
30:24tapi kalau anda sebagai penjabat publik ditanya dan anda berbohong
30:28anda dihukum karena berbohong sebagai penjabat publik
30:31bukan karena dihukum palsu
30:35kenapa dia akunya?
30:37jadi sekarang kita dihukum untuk detirnya
30:40gimana masalahnya?
30:41karena dia penjabat publik berbohong pada publik
30:44kalau dia tidak biasa berbohong
30:46yang dimana dihukum diakhirlah
30:48tapi karena ini
30:49beliau ada penjabat publik
30:51maka
30:51adalah pendak publik untuk menghukum dia
30:55demi kemasung akalan seorang pejabat
30:59jadi sekali lagi clear
31:01orang gak ada deli disitu
31:04deli menghilang pejabat
31:06deli gak ada
31:06yang sesuatu yang disitu adalah
31:08deli kecerdasan dari Tifa, Rismond
31:11dan Roy
31:13sekarang masalahnya kalau orang cerdas
31:15memang itu pidana
31:19justru yang harusnya pidana ya du
31:21itu
31:23dipidana oleh siapa?
31:25dipidana oleh Aul Subhanahu Badal
31:27ya
31:28kenapa?
31:30manusia dipintahkan untuk berfikir
31:34apalagi pejabat publik
31:36harus hidup dalam kejujuran
31:39amal ma'ruh na'i mungkar
31:42tugasnya siapa itu?
31:44rakyat harus amal ma'ruh na'i mungkar
31:46tidak
31:46yang mampu untuk melakukan kemungkaran
31:49adalah pejabat
31:50maka dia yang akan dibuat lagi
31:52amal ma'ruh na'i mungkarnya
31:54jadi simple logis
31:56yang tidak dibiasakan
31:57didapatkan di talkshow oleh termut
31:59termut gak mampu mendapat di talkshow
32:01akibatnya Pak
32:02Pak Jokowi tersiksa secara psikologi
32:05karena dia agen-agen dia itu bumu
32:08saya kesian Pak Jokowi
32:10kirim segini kirim seitu
32:12dihajar oleh Rizmo
32:14dihajar oleh Tifa
32:14dihajar oleh Rizmo
32:16itu doang aduenya
32:17jadi kita ingin selamatkan Jokowi
32:22supaya dia kesakitannya itu tidak berlebih
32:25dan penyebab kesakitan Jokowi
32:27bukan Tifa, Roy, atau Rizmo
32:29tapi termut sendiri itu
32:32kalau termutnya pinter
32:33kasus ini sudah selesai dalam 2 tahun lalu
32:36tapi termut juga berfikir
32:37jangan jadi kita jangan jadi pinter
32:39biar diri mungk
32:40supaya Afrop Jokowi nyalain terus
32:42kan jahat kan?
32:45jadi termut itu jahat in optima format
32:48buku ini jujur in optima format
32:51terima kasih
32:51terima kasih
32:54luar biasa tadi ya
32:56Ustadz Rokigrum
32:57Amal Ma'al
32:59tergantai
33:01sama adakan juga
33:04pengetahuan kita
33:06memberikan informasi
33:08kok yang masih
33:09ditambahkan
33:10ada 4 bab baru ya
33:13dan yang menarik adalah
33:16membeda otak termut
33:18karena
33:19saya mungkin
33:20sama dengan
33:25menemani pagi anda dengan informasi terbaru
33:28satu langkah lebih dekat
33:30satu langkah lebih mencerahkan
33:32saksikan Sapa Indonesia pagi
33:35di Kompas TV channel 11 di televisi anda
33:38terima kasih
33:39terima kasih
Komentar