Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
MAKASSAR, KOMPAS.TV - Motif penganiayaan polisi oleh seniornya hingga tewas di Makassar terungkap.

Korban, polisi muda yang baru lulus pendidikan dianggap tidak loyal kepada senior.

Duka mendalam dirasakan keluarga almarhum Bripda DP, personel Direktorat Samapta Polda Sulawesi Selatan, yang meninggal di usia 19 tahun.

Tangis haru keluarga tak terbendung saat melihat jenazah korban.

Keluarga mengakui ada temuan sejumlah luka lebam di tubuh korban.

Ayah korban yang juga anggota Polri meyakini putranya tidak punya latar belakang penyakit tertentu.

Pihak keluarga pun langsung meminta jenazah Bripda DP diotopsi agar kematiannya bisa diusut.

Penyidik Polda Sulawesi Selatan melakukan serangkaian penyelidikan dan memeriksa delapan orang saksi.

Polisi akhirnya menetapkan Bripda P, senior korban sebagai tersangka.

Polisi menyebut motif penganiayaan karena korban dianggap tidak menunjukkan loyalitas dan respek kepada senior.

Polisi menyebut saat itu korban dipanggil oleh pelaku malam sebelum penganiayaan terjadi. Saat itu korban tidak menghadap.

Esok pagi, korban dijemput pelaku dan dianiaya di asrama Ditsamapta Polda Sulsel.

Mirisnya, penganiayaan tersebut disaksikan sejumlah teman seangkatan korban.

Rekan-rekan korban tidak ada yang berani melerai dan melaporkan kejadian tersebut.

Selain menetapkan 1 tersangka, dari 8 saksi yang diperiksa, 2 saksi diperiksa terkait disiplin dan kode etik lantaran melihat kejadian tersebut tetapi tidak melaporkannya.

Staf Ahli Kapolri, Irjen Purnawirawan Aryanto Sutadi menyebut berulangnya kekerasan yang melibatkan anggota polisi akibat lemahnya pengawasan dari atasan.

Polda Sulsel memastikan kasus ini akan diusut hingga tuntas baik pidana dan pelanggaran terhadap kode etik.

Baca Juga Diduga Dianiaya Senior, Anggota Polri di Sulsel Meninggal Usai Dirawat | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/regional/652543/diduga-dianiaya-senior-anggota-polri-di-sulsel-meninggal-usai-dirawat-sapa-malam

#polisi #penganiayaan #sulsel

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/653353/terungkap-motif-polisi-aniaya-junior-hingga-tewas-di-sulsel-kompas-malam
Transkrip
00:00Motif penganiayaan polisi oleh seniornya hingga tewas di Makassar terungkap.
00:05Korban, polisi muda yang baru lulus pendidikan dianggap tidak loyal kepada senior.
00:14Duka mendalam dirasakan keluarga almarhum Bribda DP,
00:18personel Direkturat Samapta Polda Sulawesi Selatan yang meninggal di usia 19 tahun.
00:24Tangis haru keluarga tak terbendung saat melihat jenazah korban.
00:28Keluarga mengakui ada temuan sejumlah luka lebam di tubuh korban.
00:33Ayah korban yang juga anggota Polri meyakini putranya tidak punya latar belakang penyakit tertentu.
00:40Pihak keluarga pun langsung meminta jenazah Bribda DP di otopsi agar kematiannya bisa diusut.
00:47Tidak pernah sakit, tidak adalah latar belakang sakitnya.
00:51Dan semenjak di sini, semuanya seharusnya keluar darah terus dari mulut.
00:57Tadi situasi ada yang mengatakan benturan kepala.
01:01Luka kepala tapi tidak ada luka di kepala.
01:03Tidak ada. Tidak ada luka di kepala.
01:06Kalau memang murni, memang ditutup kepala, pasti ada luka di kepala.
01:11Nah ini, darah belakang tersebut.
01:13Kami akan proses untuk minta keadilan.
01:16Apabila memang ada penyelidikan, kami serahkan penyidik polda untuk mengungkap tuntas siapa pelaku dan para penyelidikan.
01:27Penyidik polda Sulawesi Selatan melakukan serangkaian penyelidikan dan memeriksa delapan orang saksi.
01:33Polisi akhirnya menetapkan Bribda P, senior korban, sebagai tersangka.
01:39Polisi menyebut motif penganyayaan karena korban dianggap tidak menunjukkan loyalitas dan respek kepada senior.
01:48Polisi menyebut saat itu korban dipanggil oleh pelaku malam sebelum penganyayaan terjadi.
01:54Saat itu korban tidak menghadap.
01:56Esok pagi, korban dijemput pelaku dan dianiaya di asrama Ditsamapta, Polda Sulawesi Selatan.
02:04Mirisnya, penganyayaan itu disaksikan sejumlah teman seangkatan korban.
02:09Rekan-rekan korban tidak ada yang berani melerai dan melaporkan kejadian.
02:14Selain menetapkan satu tersangka, dari delapan saksi yang diperiksa,
02:18dua saksi diperiksa terkait disiplin dan kode etik,
02:21lantaran melihat kejadian tersebut tetapi tidak melaporkannya.
02:26Motif yang menjadi permasalahan yaitu korban atas nama Breda Dirja Pratama
02:36tidak respek atau tidak loyal terhadap senior, yaitu Breda P.
02:43Karena dipanggil berkali-kali namun tidak diindahkan.
02:46Jadi malam dipanggil, kemudian dua kali malam dipanggil tidak menghadap,
02:55kemudian pada pagi hari saat setelah sholat subuh dijemput oleh yang bersangkutan.
03:03Dan menganggap bahwa dia dianggap tidak loyal,
03:07itu motifnya yang berjadian berhasil kita dapatkan dalam proses pemilikan ini.
03:12Staf Ahli Kapolri, Dirjen Purnawirawan Arianto Sutadi menyebut,
03:17berulangnya kekerasan yang melibatkan anggota Polri akibat lemahnya pengawasan dari atasan.
03:24Jadi kebrutalan polisi di lapangan itu adalah karena pengawasannya itu tidak ketat, Pak.
03:30Pengawasan yang ketat itu tidak ketat.
03:32Pelanggaran yang kecil-kecil itu tidak tertindak oleh atasannya.
03:35Karena atasannya itu membiarkan.
03:37Akibatnya anggota yang terbiasa berlaku kekerasan itu tidak berubah.
03:42Kasus polisi muda tewas di tangan senior menambah daftar panjang kekerasan yang melibatkan polisi.
03:50Polda Sulawesi Selatan memastikan kasus ini akan diusut hingga tuntas,
03:55baik pidana dan pelanggaran terhadap kode etik.
03:59Tim Liputan, Kompas TV
04:01Tim Liputan, Kompas TV
Komentar

Dianjurkan