Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis sekaligus CEO Induk Koperasi Usaha Rakyat, Suroto, menyinggung wacana Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, saat berbicara mengenai Koperasi Desa Merah Putih.

"Saya berharap, kemarin kan sudah ada wacana dari Pak Purbaya mau ambil alih yang namanya PNM (Permodalan Nasional Madani) kembali sebagai vehicle lembaga taktisnya Kementerian Keuangan," ungkap Suroto.

"Itu untuk menyelamatkan dana KUR (Kredit Usaha Rakyat) yang selama ini tidak tepat sasaran," lanjutnya.

Menanggapi hal itu, Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, membeberkan sejumlah kelemahan KUR.

#pikapindia #koperasimerahputih #menterikoperasi #purbaya

Koperasi Desa Merah Putih kembali menuai polemik. Mulai dari ingin menghentikan kompetitor ritel modern hingga impor mobil dari India yang jumlahnya mencapai 105 ribu unit. Apakah impor mobil dari india ini sudah sesuai kajian?

Program ROSI mengundang Menteri Koperasi Ferry Juliantono serta Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis dan CEO Induk Koperasi Usaha Rakyat, Suroto.

Selengkapnya saksikan dalam #ROSIKompasTV episode "KOPERASI DESA UNTUK SIAPA?" Tayang Kamis 26 Februari 2026 pkl 20.30 WIB, LIVE di @KompasTV!

: kompas.tv/live

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/653341/singgung-wacana-menkeu-purbaya-suroto-minta-hal-ini-ke-menkop-ferry-rosi
Transkrip
00:00Rosi masih bersama dengan Menteri Kooperasi Ferry Juliantono dan Ketua Asosiasi Kader Sosioekonomi Strategis dan CEO Induk Kooperasi Usaha Rakyat
00:07Suroto.
00:08Menyambung yang tadi Pak Menteri, bisa atau tidak sih sebenarnya kolaborasinya seperti apa?
00:12Kan tadi produk-produk yang belum mampu kita produksi sendiri, itu tentu kita bisa terbuka kerjasama dengan para pabrikan dan
00:23prinsipal.
00:23Tetapi juga kita harus tentu mendorong munculnya keinginan masyarakat di desa-desa, di lokal untuk mampu memproduksi barang-barang sendiri
00:36juga.
00:36Nah kami di Kementerian Kooperasi pun juga mendorong supaya pelaku MKM lokal, pemegang merek lokal itu juga bisa tumbuh dan
00:46punya barang yang kemudian kualitasnya bagus bisa dijual di...
00:51Kan kita kooperasi desa ini kalau dua bulan yang akan datang insya Allah ada sekarang udah seribu yang sudah 100
00:58persen, dua bulan lagi insya Allah ada puluhan ribu kooperasi desa yang bangunan fisiknya sudah selesai dan siap untuk kooperasional.
01:05Karena Kementerian Kooperasi ini kan juga harus digitalisasinya, nyiapin kesiapan para pengelola dan pengurusnya itu juga berbarengan nih harus disiapkan.
01:14Nah nanti para pelaku MKM bahkan kalau bisa kalangan milenial, genzi yang sekarang butuh lapangan pekerjaan kita juga dorong untuk
01:25motivasi mereka memproduksi barang-barang mulai dari apapun barang-barangnya.
01:30Itu bisa diproduksi, bisa memunculkan industri-industri rumah tangga, industri-industri kecil yang produknya gak usah khawatir, gak laku dijual.
01:41Kami akan pastikan itu bisa dijual di gere-gere milik kooperasi desa yang nanti dua bulan yang akan datang ini
01:49akan ada puluhan ribu.
01:50Itu kan artinya sebenarnya bisa ada ekosistem yang terbangun, tidak usaha harus diikotomikan tetapi kita bisa bangun ekosistemnya.
01:59Gimana agar ini jadi ekosistem bukan diikotomi?
02:01Jadi pertama yang paling penting usaha itu bagaimana memberi keuntungan buat masyarakat.
02:06Caranya bagaimana adalah paling sederhananya kan menyalurkan barang publik.
02:10Selama ini barang-barang subsidi seperti gas, melon itu ya terutama, terus kemudian beras SPHP, terus kemudian minyak goreng, kemudian
02:20juga pupuk, itu kan kalau dihitung ratusan triliun itu.
02:25Kalau di total. Nah selama ini yang menikmati siapa? Mafia. Mafia yang mengikuti jalur liberal, pasar liberal.
02:32Jadi barang publik itu secara teori ekonomi barang-barang subsidi itu barang publik.
02:36Dan barang publik selama ini kan dilempar ke market liberal, market bebas.
02:41Orang-orang yang menjadi distributor itu mereka ini kan adalah orang yang tujuannya adalah hanya untuk mengejar profit, kepentingannya individu.
02:49Nah kalau barang-barang ini disalurkan melalui kooperasi kan pengawasan juga tidak perlu ngundang APH, aparat penegak hukum dan sebagainya
02:56untuk itu pengawasi.
02:57Jadi langsung keuntungannya dari kooperasi desa Kelurahan Merah Putih tadi, itu langsung dinikmati oleh masyarakat.
03:06Dan itu ratusan triliun itu bisa langsung dibagi sebagai stimulan untuk mengembalikan dana desa yang di...
03:14Ya jadi saya bilang barang-barang bersubsidi kan memang kooperasi desa ini akhirnya menjadi instrumen yang terbawah,
03:21yang paling komprehensif untuk bisa menjadi tempat penyaluran barang-barang bersubsidi.
03:26Yang selama ini kurang dianggap kurang tepat sasaran atau membuat mata rantai distribusi kepanjangan.
03:33Jadi di desa itu makin mahal, bukannya makin murah.
03:37Dan misalkan pupuk bersubsidi yang harusnya merupakan haknya kelompok tani itu muter-muter tuh.
03:44Tidak tahu kemana, kadang-kadang nyebrang ke kebun-kebun sawit, gas LPG 3 kilo itu pun juga sebenarnya kan harusnya
03:52menjadi haknya pengguna rumah tangga yang ada di desa-desa gas LPG 3 kilo.
03:58Nah dengan adanya kooperasi desa yang salah satu fungsinya itu adalah untuk penyalurkan barang-barang bersubsidi termasuk barang kebutuhan pokok
04:05dan sehari-hari,
04:05harusnya ini bisa jadi bangunan ekosistem.
04:09Satu grey, retail modern ataupun kooperasi desa, kan ada ribuan item barang.
04:17Ribuan item barang itu kan bisa kita dorong untuk supaya produk-produk lokal itu bisa memproduksi.
04:25Mulai dari ratusan item barang yang kita bisa produksi sendiri, kita bisa bikin, saya sering ngomong di mana-mana,
04:32bikin kecap sendiri, bikin saus sendiri, bikin sambal sendiri, bikin roti sendiri, bikin sampo sendiri, bikin sabun, apapun,
04:40mulailah kita sekarang belajar produk dan pelaku-pelaku UMKM, Gen Z, Millennial, sekalipun kita bahkan kita akan dorong.
04:49Kooperasi akan sangat bisa membantu, apalagi kalau komunitas pelaku UMKM itu membentuk kooperasi, kita akan bisa dampingi, kita bahkan bisa
04:58biayai.
04:59Dan produknya dijual lagi, digere-gere kooperasi desa Kelurahan Merah Putih.
05:04Pak Lurah itu selama ini yang khawatir karena dana desa ini seakan-akan dipotong, walaupun itu sebetulnya bukan dipotong,
05:13tapi diwujudkan dalam bentuk gedung dan peralatan tadi.
05:17Nah, sebetulnya yang harus dilihat oleh masyarakat dan juga perangkat desa itu adalah bahwa ini peluang masyarakat
05:24untuk mengakselerasi ekonomi yang ada di desa itu.
05:28Dan kemudian apa, yang harus dilihat bahwa kooperasi desa ini adalah memberikan peluang untuk mengkreasi pendapatan.
05:37Pendapatannya dari mana?
05:39Pendapat yang paling minimal sebagai diferensiasi atau pembeda dengan outlet-outlet mini market modern ataupun toko yang lain
05:47adalah sebagai penyalur barang publik yang jelas itu ada uangnya, ada keuntungannya yang selama ini dinikmati para kartel ini kan.
05:54Nah, kalau itu terjadi mbak, dana desa itu akan bisa dikembalikan, yang di intercept itu bahkan bisa dikembalikan melalui keuntungan
06:03kooperasi tadi.
06:04Nah, saya setuju, jadi kooperasi desa ini itu kan diberikan modal, bangunan, kelengkapan, dan alat-alat transportasi tadi
06:16dan diharapkan ini akan menjadi tempat perputaran uang di desa.
06:20Jadi dalam periode tertentu malah bisa self-properling growth gitu.
06:25Jadi dia akan menimbulkan kemandirian ekonomi di desa-desa dan akan menjadi sumber pendapatan dari desa itu.
06:33Jadi kalau 58 persen dipotong itu bukan berarti menghambat pembangunan desa, menurut Anda?
06:37Enggak, kan kembali dalam bentuk yang natural dan itu akan menjadi modal yang bisa diputarkan di desa
06:43untuk menambah atau menjadi sumber alternatif pendapatan desa itu sendiri juga.
06:48Tapi kira-kira pada praktiknya masih khawatir?
06:50Mbak Friska, karena sekarang ini kan belum operasional.
06:53Nah, saya meminta kepada Pak Menteri, Pak Menteri kan punya lembaga itu yang namanya LPDB itu lembaga taktis di bawah
06:59Pak Menteri Kooperasi ini.
07:00Nah, itu uangnya itu didukung untuk mendorong working capital atau modal kerjanya dari kooperasi ini kan baru modal.
07:07Saya malah, lebih dari itu Mas Roto.
07:09Jadi bukan hanya untuk menjadi modal kerja dari operasional kooperasi desanya.
07:15Tadi lembaga pengelola dana bergulir atau kita harapkan juga lembaga keuangan yang lain akan ikut mendukung pembiayaan bagi munculnya produk
07:26-produk lokal yang berasal dari UMKM-UMKM lokal itu.
07:30Itu yang sebenarnya lebih keren lagi itu.
07:33Satu lagi Pak Menteri, saya berharap, ini kan kemarin sudah ada wacana ini Pak Purbayang mau mengambil alih itu yang
07:39namanya PNM itu kembali sebagai vehicle lembaga taktisnya Kementerian Keuangan.
07:44Itu untuk apa? Menyelamatkan dana KUR.
07:47Kredit usaha rakyat selama ini kan tidak tepat sasaran Pak Menteri.
07:50Kenapa? Karena selain pelafon-pelafon yang sebetulnya tidak perlu disubsidi lagi sampai 1 miliar itu kan sudah berarti akses terhadap
07:58kredit komersial.
07:59Nah ini kenapa saya kira kalau misalnya KUR itu dijadikan dikonversi untuk mengakselerasi modal kerja kooperasi.
08:09Karena pertanyaannya setelah nanti peralatan dan gedungnya ada, itu kan operasionalisasinya kan butuh modal kerja.
08:15Nah modal kerjanya adalah dari KUR dialihkan ke situ saja. Saya kira pas itu kalau misalnya Pak Purbayang bekerja sama
08:21dengan Pak Menteri Kooperasi untuk mengakselerasi.
08:22Nah ini Mbak Priska selama ini kelemahan dari KUR hanya bisa dicairkan ketika sudah ada kontrak.
08:29Padahal banyak sekali pelaku UMKM yang membutuhkan dana sebelum kontrak mereka dapat.
08:35Nah lembaga pengelola dana bergulir milik Kementerian Kooperasi ini bisa membantu manakala ada pelaku UMKM membentuk kooperasi.
08:43Kita bisa biayai mereka di awal yang mereka butuhkan.
08:47Jadi saya sekarang menghimbau kepada teman-teman milenial Gen Z yang mau memproduksi barang-barang, bikin kooperasi kita akan bantu
08:56dan nanti setelah dapat kontrak nanti kita bisa join financing KUR itu baru bisa di sana.
09:03Jadi oleh karena itu nanti kita bisa rubah skemanya supaya bisa membantu.
09:06Nah tadi kan untuk membangun ini ada puluhan ribu targetnya dalam beberapa bulan ke depan tapi dalam pembangunannya ada kendala
09:13yang dihadapi.
09:14Nah ini bagaimana Menteri Kooperasi mengatasi ini tapi usahnya kita akan bahas di Rossi sesaat lagi.
Komentar

Dianjurkan