00:00Rosi masih bersama dengan Menteri Kooperasi Ferry Juliantono dan Ketua Asosiasi Kader Sosioekonomi Strategis dan CEO Induk Kooperasi Usaha Rakyat
00:07Suroto.
00:08Menyambung yang tadi Pak Menteri, bisa atau tidak sih sebenarnya kolaborasinya seperti apa?
00:12Kan tadi produk-produk yang belum mampu kita produksi sendiri, itu tentu kita bisa terbuka kerjasama dengan para pabrikan dan
00:23prinsipal.
00:23Tetapi juga kita harus tentu mendorong munculnya keinginan masyarakat di desa-desa, di lokal untuk mampu memproduksi barang-barang sendiri
00:36juga.
00:36Nah kami di Kementerian Kooperasi pun juga mendorong supaya pelaku MKM lokal, pemegang merek lokal itu juga bisa tumbuh dan
00:46punya barang yang kemudian kualitasnya bagus bisa dijual di...
00:51Kan kita kooperasi desa ini kalau dua bulan yang akan datang insya Allah ada sekarang udah seribu yang sudah 100
00:58persen, dua bulan lagi insya Allah ada puluhan ribu kooperasi desa yang bangunan fisiknya sudah selesai dan siap untuk kooperasional.
01:05Karena Kementerian Kooperasi ini kan juga harus digitalisasinya, nyiapin kesiapan para pengelola dan pengurusnya itu juga berbarengan nih harus disiapkan.
01:14Nah nanti para pelaku MKM bahkan kalau bisa kalangan milenial, genzi yang sekarang butuh lapangan pekerjaan kita juga dorong untuk
01:25motivasi mereka memproduksi barang-barang mulai dari apapun barang-barangnya.
01:30Itu bisa diproduksi, bisa memunculkan industri-industri rumah tangga, industri-industri kecil yang produknya gak usah khawatir, gak laku dijual.
01:41Kami akan pastikan itu bisa dijual di gere-gere milik kooperasi desa yang nanti dua bulan yang akan datang ini
01:49akan ada puluhan ribu.
01:50Itu kan artinya sebenarnya bisa ada ekosistem yang terbangun, tidak usaha harus diikotomikan tetapi kita bisa bangun ekosistemnya.
01:59Gimana agar ini jadi ekosistem bukan diikotomi?
02:01Jadi pertama yang paling penting usaha itu bagaimana memberi keuntungan buat masyarakat.
02:06Caranya bagaimana adalah paling sederhananya kan menyalurkan barang publik.
02:10Selama ini barang-barang subsidi seperti gas, melon itu ya terutama, terus kemudian beras SPHP, terus kemudian minyak goreng, kemudian
02:20juga pupuk, itu kan kalau dihitung ratusan triliun itu.
02:25Kalau di total. Nah selama ini yang menikmati siapa? Mafia. Mafia yang mengikuti jalur liberal, pasar liberal.
02:32Jadi barang publik itu secara teori ekonomi barang-barang subsidi itu barang publik.
02:36Dan barang publik selama ini kan dilempar ke market liberal, market bebas.
02:41Orang-orang yang menjadi distributor itu mereka ini kan adalah orang yang tujuannya adalah hanya untuk mengejar profit, kepentingannya individu.
02:49Nah kalau barang-barang ini disalurkan melalui kooperasi kan pengawasan juga tidak perlu ngundang APH, aparat penegak hukum dan sebagainya
02:56untuk itu pengawasi.
02:57Jadi langsung keuntungannya dari kooperasi desa Kelurahan Merah Putih tadi, itu langsung dinikmati oleh masyarakat.
03:06Dan itu ratusan triliun itu bisa langsung dibagi sebagai stimulan untuk mengembalikan dana desa yang di...
03:14Ya jadi saya bilang barang-barang bersubsidi kan memang kooperasi desa ini akhirnya menjadi instrumen yang terbawah,
03:21yang paling komprehensif untuk bisa menjadi tempat penyaluran barang-barang bersubsidi.
03:26Yang selama ini kurang dianggap kurang tepat sasaran atau membuat mata rantai distribusi kepanjangan.
03:33Jadi di desa itu makin mahal, bukannya makin murah.
03:37Dan misalkan pupuk bersubsidi yang harusnya merupakan haknya kelompok tani itu muter-muter tuh.
03:44Tidak tahu kemana, kadang-kadang nyebrang ke kebun-kebun sawit, gas LPG 3 kilo itu pun juga sebenarnya kan harusnya
03:52menjadi haknya pengguna rumah tangga yang ada di desa-desa gas LPG 3 kilo.
03:58Nah dengan adanya kooperasi desa yang salah satu fungsinya itu adalah untuk penyalurkan barang-barang bersubsidi termasuk barang kebutuhan pokok
04:05dan sehari-hari,
04:05harusnya ini bisa jadi bangunan ekosistem.
04:09Satu grey, retail modern ataupun kooperasi desa, kan ada ribuan item barang.
04:17Ribuan item barang itu kan bisa kita dorong untuk supaya produk-produk lokal itu bisa memproduksi.
04:25Mulai dari ratusan item barang yang kita bisa produksi sendiri, kita bisa bikin, saya sering ngomong di mana-mana,
04:32bikin kecap sendiri, bikin saus sendiri, bikin sambal sendiri, bikin roti sendiri, bikin sampo sendiri, bikin sabun, apapun,
04:40mulailah kita sekarang belajar produk dan pelaku-pelaku UMKM, Gen Z, Millennial, sekalipun kita bahkan kita akan dorong.
04:49Kooperasi akan sangat bisa membantu, apalagi kalau komunitas pelaku UMKM itu membentuk kooperasi, kita akan bisa dampingi, kita bahkan bisa
04:58biayai.
04:59Dan produknya dijual lagi, digere-gere kooperasi desa Kelurahan Merah Putih.
05:04Pak Lurah itu selama ini yang khawatir karena dana desa ini seakan-akan dipotong, walaupun itu sebetulnya bukan dipotong,
05:13tapi diwujudkan dalam bentuk gedung dan peralatan tadi.
05:17Nah, sebetulnya yang harus dilihat oleh masyarakat dan juga perangkat desa itu adalah bahwa ini peluang masyarakat
05:24untuk mengakselerasi ekonomi yang ada di desa itu.
05:28Dan kemudian apa, yang harus dilihat bahwa kooperasi desa ini adalah memberikan peluang untuk mengkreasi pendapatan.
05:37Pendapatannya dari mana?
05:39Pendapat yang paling minimal sebagai diferensiasi atau pembeda dengan outlet-outlet mini market modern ataupun toko yang lain
05:47adalah sebagai penyalur barang publik yang jelas itu ada uangnya, ada keuntungannya yang selama ini dinikmati para kartel ini kan.
05:54Nah, kalau itu terjadi mbak, dana desa itu akan bisa dikembalikan, yang di intercept itu bahkan bisa dikembalikan melalui keuntungan
06:03kooperasi tadi.
06:04Nah, saya setuju, jadi kooperasi desa ini itu kan diberikan modal, bangunan, kelengkapan, dan alat-alat transportasi tadi
06:16dan diharapkan ini akan menjadi tempat perputaran uang di desa.
06:20Jadi dalam periode tertentu malah bisa self-properling growth gitu.
06:25Jadi dia akan menimbulkan kemandirian ekonomi di desa-desa dan akan menjadi sumber pendapatan dari desa itu.
06:33Jadi kalau 58 persen dipotong itu bukan berarti menghambat pembangunan desa, menurut Anda?
06:37Enggak, kan kembali dalam bentuk yang natural dan itu akan menjadi modal yang bisa diputarkan di desa
06:43untuk menambah atau menjadi sumber alternatif pendapatan desa itu sendiri juga.
06:48Tapi kira-kira pada praktiknya masih khawatir?
06:50Mbak Friska, karena sekarang ini kan belum operasional.
06:53Nah, saya meminta kepada Pak Menteri, Pak Menteri kan punya lembaga itu yang namanya LPDB itu lembaga taktis di bawah
06:59Pak Menteri Kooperasi ini.
07:00Nah, itu uangnya itu didukung untuk mendorong working capital atau modal kerjanya dari kooperasi ini kan baru modal.
07:07Saya malah, lebih dari itu Mas Roto.
07:09Jadi bukan hanya untuk menjadi modal kerja dari operasional kooperasi desanya.
07:15Tadi lembaga pengelola dana bergulir atau kita harapkan juga lembaga keuangan yang lain akan ikut mendukung pembiayaan bagi munculnya produk
07:26-produk lokal yang berasal dari UMKM-UMKM lokal itu.
07:30Itu yang sebenarnya lebih keren lagi itu.
07:33Satu lagi Pak Menteri, saya berharap, ini kan kemarin sudah ada wacana ini Pak Purbayang mau mengambil alih itu yang
07:39namanya PNM itu kembali sebagai vehicle lembaga taktisnya Kementerian Keuangan.
07:44Itu untuk apa? Menyelamatkan dana KUR.
07:47Kredit usaha rakyat selama ini kan tidak tepat sasaran Pak Menteri.
07:50Kenapa? Karena selain pelafon-pelafon yang sebetulnya tidak perlu disubsidi lagi sampai 1 miliar itu kan sudah berarti akses terhadap
07:58kredit komersial.
07:59Nah ini kenapa saya kira kalau misalnya KUR itu dijadikan dikonversi untuk mengakselerasi modal kerja kooperasi.
08:09Karena pertanyaannya setelah nanti peralatan dan gedungnya ada, itu kan operasionalisasinya kan butuh modal kerja.
08:15Nah modal kerjanya adalah dari KUR dialihkan ke situ saja. Saya kira pas itu kalau misalnya Pak Purbayang bekerja sama
08:21dengan Pak Menteri Kooperasi untuk mengakselerasi.
08:22Nah ini Mbak Priska selama ini kelemahan dari KUR hanya bisa dicairkan ketika sudah ada kontrak.
08:29Padahal banyak sekali pelaku UMKM yang membutuhkan dana sebelum kontrak mereka dapat.
08:35Nah lembaga pengelola dana bergulir milik Kementerian Kooperasi ini bisa membantu manakala ada pelaku UMKM membentuk kooperasi.
08:43Kita bisa biayai mereka di awal yang mereka butuhkan.
08:47Jadi saya sekarang menghimbau kepada teman-teman milenial Gen Z yang mau memproduksi barang-barang, bikin kooperasi kita akan bantu
08:56dan nanti setelah dapat kontrak nanti kita bisa join financing KUR itu baru bisa di sana.
09:03Jadi oleh karena itu nanti kita bisa rubah skemanya supaya bisa membantu.
09:06Nah tadi kan untuk membangun ini ada puluhan ribu targetnya dalam beberapa bulan ke depan tapi dalam pembangunannya ada kendala
09:13yang dihadapi.
09:14Nah ini bagaimana Menteri Kooperasi mengatasi ini tapi usahnya kita akan bahas di Rossi sesaat lagi.
Komentar