Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, meluruskan soal polemik impor mobil pikap asal India yang jumlahnya mencapai 105 ribu unit untuk Koperasi Desa Merah Putih.

"Pertama, harus diluruskan bahwa ada Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 yang melibatkan 12 kementerian/lembaga, termasuk Agrinas," ujar Menkop RI, Ferry Juliantono.

"Presiden menyebutkan bahwa jangan sampai ada barang-barang hasil produk masyarakat, khususnya masyarakat desa, yang tidak cepat dikirim gara-gara kita enggak punya kendaraan. Nah, dalam konteks pengadaannya, memang kami Kementerian Koperasi memberikan pekerjaan kepada PT Agrinas Pangan Nusantara," lanjutnya.

Menkop Ferry juga menyebut pihaknya mencermati masukan dari berbagai pihak terkait polemik pikap dari India.

#pikapindia #koperasimerahputih #menterikoperasi #prabowo

Koperasi Desa Merah Putih kembali menuai polemik. Mulai dari ingin menghentikan kompetitor ritel modern hingga impor mobil dari India yang jumlahnya mencapai 105 ribu unit. Apakah impor mobil dari india ini sudah sesuai kajian?

Program ROSI mengundang Menteri Koperasi Ferry Juliantono serta Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis dan CEO Induk Koperasi Usaha Rakyat, Suroto.

Selengkapnya saksikan dalam #ROSIKompasTV episode "KOPERASI DESA UNTUK SIAPA?" Tayang Kamis 26 Februari 2026 pkl 20.30 WIB, LIVE di @KompasTV!

: kompas.tv/live

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/653334/menkop-ferry-ungkit-instruksi-presiden-prabowo-soal-polemik-impor-mobil-pikap-india-rosi
Transkrip
00:00Perlindungan maaf yang benar-benar ketika
00:14Semua unsur yang ada di Republik ini wajib menyelesaikan program strategis Bapak Presiden Turabur
00:21Bila mana Koperasi Desa Merah Putih ini sudah berjalan
00:24Maka return modern yang lain yang saya sebutkan salah satunya alfabet dan ilumat itu
00:31Sebagai izin barunya tidak dikeluarkan lagi oleh Pemda atau pihak yang terkait
00:41Kami memohon kepada Bapak Presiden
00:44Agar pembangunan gedung Koperasi Merah Putih
00:48Tidak didirikan di atas lahan pertanian yang masih produktif
01:0170 ribu Koperasi Merah Putih ini kita suplai dengan mobil pickup dari Mahindra dan Tata
01:10Kami harus memberikan down payment 30%
01:14Sehingga saya pikir kalau bisa kita dapatkan yang lebih kuat dan lebih murah
01:19Kenapa kita harus beli yang lebih lemah dan lebih mahal gitu
01:23Mobil pickup untuk kebutuhan Koperasi Desa itu kan dengan jumlah yang begitu besar
01:28Kami menghimbau agar Bapak Presiden kalau bisa membatalkan rencana tersebut
01:33Karena produksi di dalam negeri juga sudah bisa mencukupi
01:37Dan kapasitasnya jauh melebihi daripada apa yang dibutuhkan
01:41Yang dipikirkan adalah kapasitas daripada produksi mobil di dalam negeri
01:47Itu mampu untuk menyediakan apa yang dibutuhkan
02:01Selamat malam saudara
02:02Program ROSI kembali hadir ke hadapan Anda
02:05Kali ini bersama saya Friska Clarissa
02:07Koperasi Desa Merah Putih
02:09Akhir-akhir ini menjadi polemik menuai kritik publik
02:13Mulai dari ingin menghentikan kompetitor retail modern
02:15Hingga impor mobil dari India yang jumlahnya mencapai 105 ribu unit
02:20Malam ini kami mengundang langsung
02:22Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Ketua Asosiasi Kader Sosioekonomi Strategis
02:27Dan CEO Induk Koperasi Usaha Rakyat Suroto
02:30Selamat malam Pak Menteri
02:32Selamat malam Pak
02:32Terima kasih sudah hadir Mas Suroto
02:34Selamat malam Pak Friska
02:36Terima kasih sudah hadir di program ROSI
02:39Saya ke Pak Menteri dulu
02:40Karena sudah hadir langsung di tengah polemik yang ada
02:43Kita akan bedah satu persatu
02:45Pertama soal impor mobil dari India
02:47Ini kenapa setelah mobilnya datang jadi polemik
02:52Pengadaan ini kan untuk kelengkapan Koperasi Desa Merah Putih
02:56Sebelumnya apakah tidak ada komunikasi di awal
02:58Sehingga DPR minta tunda
02:59Lalu Kadin bahkan minta membatalkan
03:01Yang pertama harus diluruskan bahwa
03:05Ada instruksi Presiden nomor 17 tahun 2025
03:09Itu melibatkan 12 kementerian lembaga
03:13Termasuk disitu ada Agrinas
03:15Impress itu membicarakan tentang pembangunan fisik
03:19Gudang, gere-gere dan alat kelengkapan
03:23Nah alat kelengkapan itu di dalamnya ada kendaraan
03:26Yang memang oleh Presiden diamanatkan
03:30Setiap Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih ini
03:32Disediakan kendaraan operasional
03:35Ada truk, ada pickup, ada kemudian kendaraan motor
03:39Yang gunanya untuk memperlancar arus mobilitas barang
03:44Dari desa ke luar maupun dari luar ke desa
03:48Bahkan Presiden menyebutkan bahwa
03:51Jangan sampai ada barang-barang hasil produk masyarakat
03:55Khususnya masyarakat desa yang tidak cepat dikirim
04:00Gara-gara kita tidak punya kendaraan
04:02Nah dalam konteks pengadaannya
04:06Memang kami Kementerian Koperasi
04:08Memberikan pekerjaan kepada PT Agrinas Pangan Nusantara
04:12Untuk melakukan pembangunan fisik
04:16Gudang, gere dan alat kelengkapan
04:18Pembangunan fisiknya itu PT Agrinas Pangan Nusantara
04:22Melakukan kerjasama dengan tentara nasional Indonesia
04:26Adalah semata-mata untuk khusus pembangunan fisiknya saja
04:30Supaya lebih cepat, supaya lebih efisien dan tepat waktu
04:35Nah itu, jadi mengenai sumber mobilnya
04:39Itu sepenuhnya ada di dalam ranahnya PT Agrinas Pangan Nusantara
04:44Tapi kami kemarin sempat berdiskusi
04:47Bahwa dari pihak PT Agrinas Pangan Nusantara
04:51Sudah pernah melakukan diskusi dengan pihak industri otomotif nasional
04:56Dan mendapatkan konfirmasi bahwa
04:59Kesiapan dari industri otomotif nasional kita
05:02Misalkan dari beberapa merek itu hanya sekian puluh ribu
05:06Terus kemudian ada satu merek lagi yang sekian puluh ribu
05:09Dan seterusnya
05:10Jadi dengan keterbatasan ketersediaan dari industri otomotif nasional yang terbatas itu
05:19Kemudian kemungkinan pihak PT Agrinas Pangan Nusantara melakukan
05:24Apa namanya, ikhtiar untuk mencari sumber pengadaan mobil yang dari luar negeri
05:30Yang dari India itu dengan pertimbangan harganya lebih murah
05:34Dan lain sebagainya seperti yang tadi kita lihat dari pihak PT Agrinas Pangan Nusantara
05:39Tetapi setelah kita cermati dari masukan dari berbagai pihak di dalam negeri
05:47Dari pihak KADIN, dari pihak industri otomotif nasional
05:52Bahkan tadi sore pun saya juga bertemu dengan pimpinan serikat buruh pekerja
05:57Logam elektronik dan mesin pun juga mereka menyampaikan
06:01Untuk dipertimbangkan tentang pengadaan mobil ini juga bisa mengakomodir
06:07Industri otomotif nasional semata-mata
06:10Tidak hanya soal sekedar lebih murah
06:13Tapi juga untuk tetap mempertahankan
06:16Atau justru bahkan kita bisa mengembangkan industri otomotif nasional kita
06:21Industrinya plus juga dengan buruh dan pekerjanya juga
06:25Itu akan kita sampaikan
06:29Dan saya menyampaikan keputusan dari Pak Suhmi Dasko Ahmad sebagai pimpinan DPR RI
06:38Yang minta penundaan itu kita apresiasi dan merupakan langkah yang tepat
06:43Untuk tidak kemudian menimbulkan kontroversi yang lebih jauh lagi
06:47Dan nanti pada saatnya kita akan bisa duduk bareng
06:49Untuk bisa mencarikan solusi yang terbaik
06:53Di satu sisi kendaraan ini memang seperti semangatnya Pak Presiden
06:59Setiap Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih ada kendaraannya
07:03Memang dibutuhkan?
07:03Memang dibutuhkan
07:04Sejumlah itu 105 ribu?
07:06Kan kalau 80 ribu asumsinya
07:10Itu kalau ada truk, ada pickup
07:13Itu kan berarti ada dua
07:16Berarti kan ada 160 ribuan
07:19Tetapi kan itu bisa dibicarakan kembali
07:23Saya rasa penting untuk didengarkan aspirasi dari dalam negeri
07:28Untuk kepentingan dalam negeri
07:29Nah dalam kondisi seperti ini
07:31Kalau Mas Roto lihat missing linknya dimana ya?
07:33Karena polemik ini muncul setelah pengadaannya dilakukan
07:38Jadi menurut saya yang paling penting itu adalah manfaatnya untuk rakyat
07:43Saya kan menyuarakan aspirasi rakyat ini
07:45Saya sebagai pelaku kooperasi
07:48Jadi apa yang terbaik untuk rakyat
07:51Itu menurut saya yang harus jadi bahan pertimbangan
07:54Kalau tadi ada faktor pertimbangan kos gitu kan
07:57Artinya pembiayaan untuk kendaraan ini
08:01Itu saya melihatnya
08:03Kalau import itu import barang modal
08:05Ini kan barang modal untuk menurunkan ongkos logistik kita yang penting ya
08:10Dan saya membaca itu kan
08:12Ini speknya juga
08:14Itu tenaga penggerak 4x4
08:17Itu kalau kita cek
08:19Itu sebetulnya kalau 4x4 itu semua import
08:21Jadi konten import itu
08:23Menurut saya kerjasama dengan India misalnya
08:26Itu juga ada nilai strategisnya
08:28Kenapa nilai strategisnya itu adalah
08:30Bahwa selama ini kita kan ketergantungan sama merek-merek dari Jepang
08:33Kita sudah merdeka dari Jepang
08:34Tapi kita dijajah terus sama Jepang ini kan
08:36Ini yang harus kita lihat juga
08:39Ada faktor yang positif
08:41Tapi import barang modal ini kan untuk mendukung
08:43Kedaulatan pangan yang menjadi cita-cita Pak Menteri
08:46Pak Presiden Prabowo
08:48Dan saya kira ini harus kita lihat
08:50Nilai positifnya bahwa
08:52Import barang modal ini adalah untuk
08:55Meningkatkan
08:59Kedaulatan pangan tadi
09:00Nah dalam konteks ini
09:02Itu kan menurunkan
09:06Ongkos logistik kan gitu
09:07Karena apa
09:08Dengan adanya
09:09Pilihan produk yang terbaik
09:11Untuk bisa memanuver
09:14Kegiatan-kegiatan yang ada di tempat-tempat yang struggle
09:16Seperti di desa-desa
09:18Yang sulit sekali kita lihat
09:22Medannya
09:22Dengan tenaga penggerak 4x4 ini
09:25Ini juga menjadi bahan pertimbangan
09:26Saya kira itu ya
09:27Yang penting adalah manfaat yang terbaik untuk rakyat
09:30Kalau misalnya dibelikan yang harganya mahal
09:32Terus sebenarnya Pak Menteri gak ngasih jatah
09:34Nanti juga ribut juga yang lain-lain kan gitu
09:36Karena memang jumlah anggaran yang disediakan itu kan
09:39Rata-rata 3 miliar per koperasi desa
09:42Itu terdiri dari
09:45Bangunan fisik
09:46Plus kelengkapan jadi
09:48Fasilitas apa
09:49Mekanikal elektriknya
09:50Kemudian kelengkapan gudang gere itu
09:53Termasuk dengan rak-rak dan lain sebagainya
09:55Termasuk dengan mobilnya
09:56Jadi memang ada keterbatasan dari sisi itunya
09:58Jadi memang
09:59Tadi yang
10:00Seperti yang disampaikan oleh Pak Suroto tadi
10:03Bahwa
10:04Memang Presiden ingin
10:06Di setiap desa
10:07Kelurahan
10:07Apalagi desa-desa kita
10:09Kan tipologinya juga banyak
10:10Yang memang
10:12Perlu kendaraan yang memadai
10:14Yang memungkinkan
10:15Arus barang
10:16Mobilitas barang
10:18Dari desa keluar
10:18Maupun dari luar ke desa itu
10:20Yang digunakan oleh
10:21Koperasi desa itu
10:22Bisa terfasilitasi dengan
10:23Pak Menteri
10:24Kalau itu kan memang
10:26Butuh mobilitas
10:27Sampai ke desa-desa
10:28Daerah-daerah yang memang butuh
10:30Kendaraan dengan spek
10:31Demikian
10:32Tapi
10:33Sekarang
10:34Dalam kondisinya
10:35Mau itu dibatalkan
10:36Ataupun ditunda sekalipun
10:37Tidak semudah itu
10:38Beberapa hari lalu
10:39Saya wawancara langsung juga
10:40Dengan Direktur Utama Agrinas
10:42Bahwa
10:42Sudah ada mobil yang datang ke sini
10:44Dan pengadaannya
10:45Sudah dilakukan secara bertahap
10:46Nah apa yang harus
10:47Apa yang harus dilakukan
10:48Karena memang
10:49Gini juga
10:50Pak Friska
10:51Jadi
10:51Sekarang yang sudah
10:52Ini sekalian
10:53Lapor aja update
10:54Yang sudah 100%
10:56Selesai
10:57Bangunan fisiknya itu
10:58Sudah seribuan
10:59Jadi memang
11:01Harus
11:03Dilengkapi
11:04Dengan kendaraan itu
11:05Karena itu menjadi
11:06Haknya
11:07Desa
11:08Kan ini bukan
11:09Milik kementerian kooperasi
11:10Bukan miliknya
11:12Pemerintah
11:13Kooperasi desa
11:14Plus dengan segala
11:16Sarana-prasarananya ini
11:18Termasuk mobilnya
11:19Adalah kembali milik
11:20Desa
11:21Milik kooperasi desa itu juga
11:22Jadi
11:23Sebenarnya
11:24Tidak ada kepentingan
11:25Dari pemerintah pusat ini
11:26Semata-mata
11:27Betul-betul
11:28Adalah untuk
11:29Presiden
11:30Ingin meningkatkan
11:32Taraf hidup masyarakat
11:33Dan sekarang
11:34Dengan
11:35Dibuatkan
11:36Badan usaha
11:37Kooperasi desa
11:38Kelurahan Merah Putih itu
11:39Diharapkan
11:40Masyarakat
11:41Sekarang
11:41Mampu
11:42Melaksanakan
11:43Fungsi sebagai
11:44Subyek dari ekonomi
11:46Sebagai pelaku
11:47Kalau kemarin kan
11:48Kita
11:48Dengan segala hormat
11:50Banyak
11:51Menempatkan
11:51Masyarakat itu
11:52Hanya sebagai obyek
11:53Atau sebagai penerima manfaat
11:55Paradigma ini dibalik oleh Presiden
11:57Dan ini
11:58Luar biasa sekali
12:00Terobosannya
12:00Nah dibukakan
12:02Badan usaha
12:04Kooperasi desa
12:04Dengan segala
12:05Bangunan fisiknya
12:07Alat kelengkapan
12:08Tadinya kan
12:08Waktu kita
12:09Meresmikan
12:10Di Bentangan
12:11Di Kelaten Jawa Tengah
12:12Pada saat kita
12:13Meresmikan
12:1480 ribu
12:15Badan hukum
12:15Kooperasi desa
12:16Kelurahan Merah Putih
12:17Kita sebenarnya
12:18Mengharapkan
12:18Ada inisiatif
12:20Dari masyarakat
12:20Tapi ternyata
12:22Kan
12:22Akhirnya Presiden
12:24Menatakan
12:25Lebih baik
12:25Naruh barang
12:27Kan perlu gerai
12:28Naruh
12:29Apa namanya
12:30Barang-barang yang mau dijual
12:32Taruh perlu gerai
12:33Dan akhirnya
12:34Diambil keputusan
12:35Untuk kemudian
12:36Oleh Presiden
12:37Dikeluarkan instruksi Presiden
12:39Gudang
12:40Gerai-gerai
12:40Dan alat kelengkapannya
12:41Disediakan oleh pemerintah
12:43Jadi
12:43Kooperasi
12:45Si kooperasi desanya
12:46Yang notabene
12:47Milik anggota masyarakat
12:48Desa itu sendiri
12:49Itu sebenarnya
12:50Tinggal sekarang
12:51Menjalankan
12:53Kegiatan
12:53Usahanya
12:54Nah kalau gitu
12:55Solusi yang paling logis
12:56Apa
12:57Dengan
12:58Polemik kelengkapan ini
12:59Soal pengadaan mobil
13:00Impor ini
13:00Apa yang bisa dilakukan
13:01Saya kira
13:02Kembali ke
13:03Aspek tujuan utamanya
13:05Jadi
13:06Dengan adanya
13:08Pengadaan kendaraan ini
13:09Kita ini akan lihat
13:11Menilai manfaat
13:12Ekonominya untuk masyarakat
13:13Apa
13:13Kalau memang
13:15Ditujukan untuk
13:16Meningkatkan
13:17Apa
13:18Produktivitas ekonomi
13:19Masyarakat
13:20Dalam arti
13:21Mengurangi
13:22Ongkos logistik
13:23Tadi ya
13:23Yang kita tahu
13:25Pak Presiden
13:26Mungkin memiliki keprihatinan
13:27Seperti yang katakan
13:28Pak Menteri tadi
13:28Bahwa
13:29Masyarakat kita di desa
13:31Itu banyak
13:33Kehilangan
13:33Kesempatan
13:34Untuk mendapatkan
13:36Nilai tambah ekonomi
13:36Karena aspek logistik
13:38Yang bermasalah tadi
13:39Jadi
13:40Dan juga
13:42Saya kira
13:42Karena uangnya ini
13:43Kan sebetulnya
13:44Banyak uang anggur
13:46Yang ada di bank
13:46Juga
13:47Yang ditransfer ke
13:49Bank Himbara itu
13:50Kan juga
13:50Dan asal
13:51Kalau tidak salah
13:52Yang ada cadangan di BI
13:53Terus dipindahkan ke
13:54Bank itu
13:56Untuk mengakselerasi
13:57Jadi
13:57Kemampuan untuk
13:59Mengakselerasi
14:00Uang ini
14:01Ini menurut saya
14:02Butuh kecepatan
14:03Apalagi ini dalam
14:04Terminologi
14:05Sekarang ini kan
14:06Ada
14:07Aspek geopolitiknya juga
14:08Kalau kita membuka
14:10Kerjasama dengan India
14:11Artinya
14:12Import barang modal
14:14Yang kita dapatkan
14:15Dari mereka
14:15Dengan adanya
14:16Pengadaan truk itu
14:17Itu juga akan
14:18Menjalin hubungan baik
14:20Ketika kita surplus
14:21Pangan nanti
14:22Atau paling tidak
14:23Pangan kita menjadi
14:24Lebih
14:25Bernilai tambah
14:26Lebih baik
14:26Kita akan bisa
14:28Mengekspor pangan
14:28Dan itu juga
14:29Akan bernilai devisa juga
14:31Jadi devisa itu
14:33Adalah
14:33Bukan hanya
14:34Apa
14:35Kita lihat
14:37Masa sekarang ini
14:38Kita import
14:39Truck ini
14:40Atau kendaraan-kendaraan ini
14:42Tapi kita juga harus
14:43Lihat efek
14:43Jangka panjangnya
14:44Nanti ke depan
14:45Dan ini nanti
14:46Akan diputuskan
14:47Saat presiden
14:48Ya
14:48Saya rasa
14:49Ini keputusan yang
14:50Bijaksana
14:51Kita juga tetap
14:51Harus mendengarkan
14:52Aspirasi
14:53Dari
14:54Kepentingan
14:55Stakeholder
14:56Di dalam negeri juga
14:57Dan saya rasa
14:58Tapi yang terpenting
14:59Tujuan
15:00Keinginan presiden
15:01Untuk menyediakan
15:02Fasilitas kendaraan
15:03Operasional
15:03Bagi
15:04Kooperasi desa
15:06Yang akan
15:06Bisa memajukan
15:07Perekonomian di desa-desa
15:09Dan kelurahan
15:09Itu menjadi
15:10Concern yang utamanya
15:12Gitu mak
15:12Yang juga jadi
15:13Concern publik
15:14Adalah
15:14Saat
15:15Pemerintah
15:16Berencana menghentikan
15:16Izin baru
15:17Untuk retail modern
15:18Di desa
15:18Bahkan melakukan
15:19Moratorium
15:19Atau penangguhan
15:21Sementara izin
15:21Ekspansi retail modern
15:22Kenapa
15:23Yang dipertanyaan
15:24Kami kembali sesaat lagi
15:33Lampuas
Komentar

Dianjurkan