Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Polisi memeriksa sopir mobil yang ugal-ugalan saat dikejar di Jalan Gunung Sahari Raya, Jakarta Pusat.

Saat mobil digeledah, polisi menemukan empat pasang pelat nomor diduga palsu, dua bilah senjata tajam dan satu pucuk pistol mainan.

Polisi dan sebuah mobil terlibat aksi kejar-kejaran di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat.

Awalnya polisi mencoba menghentikan sopir yang sudah mengemudi lawan arah.

Bukannya berhenti, sopir justru melaju makin kencang. Mobil tak berhenti meski polisi sempat menodongkan senjata.

Sopir justru terus injak gas hingga menabrak sejumlah pengendara.

Di sinilah emosi warga pecah dan beramai ramai melakukan perusakan untuk menghentikan pelaku.
Pengemudi akhirnya menyerah saat terjebak di jalur berlawanan.

Usai pemeriksaan, sopir pun kini berstatus tersangka.

Penyidik Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menjeratnya dengan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Ancaman hukuman penjara selama empat tahun.

Lebih jelasnya kita sudah terhubung Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Komarudin.

Baca Juga Pengakuan Pengemudi Mobil Ugal-ugalan di Gunung Sahari Jakpus: Tak Punya SIM, Takut Ditilang di https://www.kompas.tv/regional/653276/pengakuan-pengemudi-mobil-ugal-ugalan-di-gunung-sahari-jakpus-tak-punya-sim-takut-ditilang

#mobil #ugalugalan #senjatatajam

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/653356/full-polisi-soal-temuan-4-pelat-nomor-palsu-dan-senjata-tajam-dalam-mobil-ugal-ugalan-di-jakpus
Transkrip
00:00Saudara polisi memeriksa sopir mobil yang ugal-ugalan saat dikejar di Jalan Gunung Sehari, Raya, Jakarta Pusat.
00:07Saat mobil dikeleda, polisi ternyata menemukan 4 pasang plat nomor diduga palsu,
00:1212 senjata tajam, dan 1 pucuk pistol mainan.
00:18Polisi dan sebuah mobil terlibat aksi kejar-kejaran di Jalan Gunung Sehari, Jakarta Pusat.
00:23Awalnya, polisi mencoba menghentikan sopir yang sudah mengemudi lawan arah.
00:28Bukannya berhenti, sang sopir justru melaju makin kencang.
00:34Mobil tak berhenti meski polisi sempat menodongkan senjata.
00:38Sopir justru terus meninjak gas hingga menabrak sejumlah pengendara.
00:44Disinilah emosi warga pecah dan beramai-ramai melakukan perusahaan untuk menghentikan pelaku.
00:50Pengemudi akhirnya menyerah saat terjebak di jalur berlawanan.
00:58Usai pemeriksaan, sopir kini berstatus sebagai tersangka.
01:02Penyidik Direkturat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menjerat dengan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
01:09Ancaman hukuman penjara selama 4 tahun saat mobil digledah.
01:12Polisi menemukan 4 pasang plat nomor yang diduga palsu,
01:162 bilah senjata tajam jenis kolok dan badik,
01:19serta 1 pucuk pistol mainan.
01:26Pemeriksaan sampai tadi subuh, termasuk penggeledahan terhadap kendaraan,
01:31ditemukan ada 4 pasang TNKB diduga palsu.
01:38Ada 4 pasang dalam kendaraannya.
01:40Dan juga ditemukan ada 2 buah senjata tajam,
01:451 jenis kolok, 1 jenis badik,
01:48dan 1 senjata api pemainan.
01:52Untuk kasus kecelakaannya sendiri sudah diterapkan sebagai tersangka.
01:56Pelaku saat ini ditahan Pak?
01:58Saat ini masih dalam proses pemeriksaan yang pendalaman di Pores Jalan Tepusan.
02:03Kalau hasil urin nggak?
02:04Tersurin sementara negatif.
02:05Untuk lebih jelasnya, kita saat ini sudah terhubung dengan
02:09di lantas Polda Metro Jaya, Kombas Komarudin.
02:11Pak Komarudin, selamat malam.
02:13Selamat malam, Pak Andre.
02:15Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
02:16Waalaikumsalam, Pak Komarudin.
02:18Kami jadi ingin memastikan,
02:19benarkah motif ugal-ugalan para pengemudi ini
02:23hanya karena panik dokumen sopirnya ini tidak lengkap?
02:26Atau jangan-jangan ada faktor lain sehingga pengemudi ini panik?
02:33Terima kasih.
02:34Ya inilah Mbak yang masih kami dalami terus
02:36sehingga sampai dengan saat ini
02:38untuk pemeriksaan terhadap pelanggaran dugaan
02:43yang menyebabkan terjadinya kecelakaan lorintas itu sendiri
02:45sudah kami nyatakan selesai.
02:47Kepadanya kami tetapkan sebagai tersangka
02:49dengan jerat pasal 311 sayat 123
02:53ini masuk semua dengan ancaman hukuman
02:564 tahun dan denda 8 juta rupiah.
02:59Nah untuk selanjutnya kita terus melakukan pendalaman
03:02dengan melimpahkan ke Satreskrim Jakarta Pusat
03:06terkait dengan temuan-temuan barang
03:09yang ada di dalam mobil tersebut.
03:11Di antaranya ada 4 pasang TNKB
03:142 di antaranya kode wilayah B
03:17kemudian 1 kode wilayah G
03:201 lagi kode wilayah D
03:22jadi ada 3 kode wilayah di 4 pasang TNKB tersebut
03:27termasuk juga ada 2 buah senjata tajam
03:311 jenis golok, 1 jenis badik
03:34kemudian 1 senjata api
03:38di belakangan diketahui bahwa itu mainan.
03:42Ada di sini kita terus melakukan pendalaman.
03:44kalau memang kita lihat itu karena beralasan hanya takut
03:50karena tidak punya SIM
03:52rasanya selama ini kita juga banyak menangani pelanggar-pelanggar
03:58yang karena memang tidak punya SIM
03:59adik-adik dibawa umur yang sudah bawa motor
04:01sepertinya tidak setakut atau tidak senekat itu
04:04bukan hanya 1 ruas jalan mbak
04:06ada 3 ruas jalan yang ditrobos.
04:13Apakah ini ada yang menduga
04:14jangan-jangan ini mobil dari hasil curian?
04:18Nah ini yang kami terus dalami
04:21sementara dari hasil cek fisik
04:24nomor rangka dan nomor mesinnya
04:26itu sangat tidak identik dengan TNKB yang terpasang.
04:30Oke jadi temuannya tadi kan ada 4 plat palsu
04:34kalau kita lihat kan ada plat Jakarta
04:36misalnya ada 2 bahkan ya untuk TNKB-nya yang berbeda
04:39begitu. Nah ini dugaannya mengarah kemana?
04:43Pak Dir.
04:45Sebagaimana kita ketahui mbak
04:47biasanya mohon maaf sekali
04:49harus kami sampaikan bahwa
04:51pola-pola seperti ini
04:53dahulu kita kenal dengan gaya-gaya
04:56para mohon maaf ini pelaku kejahatan
04:59gonta-ganti TNKB untuk mudah mengelabui
05:03tidak mudah teridentifikasi
05:05tidak mudah terlihat
05:06karena kalau untuk tidak pakai plat sama sekali
05:08itu kan sangat mencolok
05:09makanya diganti palat sembarangan untuk mengetahui.
05:11Kemudian pola seperti modus berikutnya
05:14yang biasa digunakan ini adalah
05:15kendaraan-kendaraan
05:16nunggak lising biasanya
05:18ya gonta-ganti plat supaya
05:20tidak terdeteksi.
05:22Kemudian juga
05:23kendaraan-kendaraan yang
05:24yang biasanya terjadi di kota besar
05:26seperti menghindari ganjil genap
05:29ini biasanya gonta-ganti plat supaya
05:30pelanggaran seperti itu.
05:31Namun kalau dengan kita lihat rekaman
05:34baik dari rekaman-rekaman video amatir
05:37kemudian yang terbaru kami punya
05:40rekaman deskam dari mobil patroli kami
05:42ya itu ada rekaman deskam
05:43mulai dari
05:45terindikasi pertama
05:46bergerak dari arah Senin
05:48menuju Gunung Sari itu terlihat
05:50sudah kelihatan
05:51ugal-ugalan
05:53kemudian masuk ke ruas jalan
05:56ruas jalan pertama yang dilanggar itu
05:59ruas jalan Gunung Sari 5
06:01Gunung Sari 5 itu jalur padat
06:03satu arah ini yang ditrobos
06:06itu jalur yang cukup panjang
06:08ya itu sangat nekat sekali
06:10kemudian
06:11jalan kedua
06:12ruas jalan Dr. Sutomo
06:13itu yang simpang 4
06:16apa namanya
06:17simpang 4
06:18pasar baru
06:19yang menuju ke kantor pos
06:21itu kan jalan lebar
06:22yang dimasuki jalan yang sebelah kanan
06:24bukan sebelah kiri yang sebagaimana
06:25lazimnya orang Indonesia
06:26atau kita semua berkendara
06:28pasti ngambil jalan kiri
06:29ini jalan
06:30jalur yang di sebelah kanan
06:32yang memang pastinya akan
06:33berhadapan dengan
06:34kendaraan
06:35itu jalan yang kedua
06:36kemudian ruas jalan terakhir
06:37itulah ruas jalan yang
06:39dia lalui di jalan Gunung Sari
06:41mau tembus ke depan
06:42karena lampu merah
06:43dia putar balik
06:44di jalur yang sama
06:45yang akhirnya terhenti
06:48masyarakat yang memang
06:49sudah sangat geram sekali
06:50dengan perilaku yang sangat
06:51mengancam
06:52keselamatan pengguna jalan baik
06:54ini kan kalau dari
06:55pengakuan
06:55pengemudi atau tersangka
06:57dia bilang katanya
06:59dari Surabaya
07:00betul Pak
07:00apakah ini benar
07:01didapat KTP-nya ini
07:03benar dari Surabaya
07:03dan melakukan perjalanan
07:04dari Surabaya
07:05bersama dengan
07:06rekannya nih
07:09menurut pengakuan
07:10memang
07:11dia melakukan perjalanan
07:13dari Surabaya
07:14sehingga semalam
07:15di Kerawang
07:17menjemput
07:18rekan wanitanya
07:20di
07:20Kerawang
07:22kemudian
07:23hari berikutnya
07:24ataupun tepannya kemarin
07:25mau jalan-jalan
07:26ke Ancol katanya
07:27itu menurut pengakuan
07:28sementara
07:29dari identitas
07:30yang kami temukan
07:31memang
07:31dari KTP-nya
07:34ada dua identitas
07:36yang kita temukan
07:37sementara
07:38berinisial
07:39HS
07:40dan
07:40HM
07:42yang identitas pertama
07:43dari Sidoarjo
07:44kemudian yang kedua
07:45dari Temanggung
07:47Jawa Tengah
07:47ini yang masih terus kami dalami
07:48nah dari
07:49dari teman-teman inilah
07:51kenapa
07:52sampai dengan saat ini
07:53masih dilakukan
07:54penalaman oleh
07:55jajaran
07:55Satreskrim Jakarta Pusat
07:57oke jadi
07:57masih banyak kejanggalan ya
07:58setelah ditetapkan
07:59sebagai tersangka
08:00dalam hal ini
08:01undang-undang
08:01lalu lintas
08:02karena ditemukan tadi
08:03empat tanda kendaraan
08:04bermotor yang berbeda-beda
08:05kemudian juga
08:06dua identitas yang berbeda
08:07termasuk ada beberapa
08:08senjata
08:09yang ditemukan
08:10di dalam mobil
08:11terima kasih
08:11di rantai
08:12Polda Metro Jaya
08:13Kombes Komarudin
08:13terima kasih Mbak Amri
08:14terima kasih
08:15terima kasih
Komentar

Dianjurkan