- 6 menit yang lalu
- #koperasidesamerahputih
- #prabowo
- #menterikoperasi
Koperasi Desa Merah Putih kembali menuai polemik. Mulai dari ingin menghentikan kompetitor ritel modern hingga impor mobil dari India yang jumlahnya mencapai 105 ribu unit. Apakah impor mobil dari india ini sudah sesuai kajian?
Program ROSI mengundang Menteri Koperasi Ferry Juliantono serta Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis dan CEO Induk Koperasi Usaha Rakyat, Suroto.
Selengkapnya saksikan dalam ROSI episode Koperasi Desa untuk Siapa? Tayang Kamis 26 Februari 2026 pukul 20.30 WIB LIVE di KompasTV.
#koperasidesamerahputih #prabowo #menterikoperasi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/653361/full-menkop-ferry-juliantono-klarifikasi-polemik-koperasi-desa-hingga-impor-mobil-india-rosi
Program ROSI mengundang Menteri Koperasi Ferry Juliantono serta Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis dan CEO Induk Koperasi Usaha Rakyat, Suroto.
Selengkapnya saksikan dalam ROSI episode Koperasi Desa untuk Siapa? Tayang Kamis 26 Februari 2026 pukul 20.30 WIB LIVE di KompasTV.
#koperasidesamerahputih #prabowo #menterikoperasi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/653361/full-menkop-ferry-juliantono-klarifikasi-polemik-koperasi-desa-hingga-impor-mobil-india-rosi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:29Jangan lupa like, share, dan subscribe
00:55Jangan lupa like, share, dan subscribe
01:00Pembangunan gedung kooperasi merah putih tidak didirikan di atas lahan pertanian yang masih produktif
01:1470 ribu kooperasi merah putih ini kita suplai dengan mobil pickup dari Mahindra dan Tata
01:25Kami harus memberikan down payment 30%
01:29Sehingga saya pikir kalau bisa kita dapatkan yang lebih kuat dan lebih murah
01:33Kenapa kita harus beli yang lebih lemah dan lebih mahal gitu
01:37Mobil pickup untuk kebutuhan kooperasi desa itu kan dengan jumlah yang begitu besar
01:42Kami mengimbau agar Bapak Presiden kalau bisa membatalkan rencana tersebut
01:47Karena produksi di dalam negeri juga sudah bisa mencukupi dan kapasitasnya jauh melebihi daripada apa yang dibutuhkan
01:56Yang dipikirkan adalah kapasitas daripada produksi mobil di dalam negeri itu mampu untuk menyediakan apa yang dibutuhkan
02:15Selamat malam Saudara
02:17Program Rosi kembali hadir ke hadapan Anda
02:19Kali ini bersama saya Friska Klarissa
02:21Kooperasi desa merah putih akhir-akhir ini menjadi polemik menuai kritik publik
02:27Mulai dari ingin menghentikan kompetitor retail modern hingga impor mobil dari India yang jumlahnya mencapai 105 ribu unit
02:34Malam ini kami mengundang langsung Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Ketua Asosiasi Kader Sosioekonomi Strategis dan CEO Induk Koperasi Usaha
02:43Rakyat Suroto
02:45Selamat malam Pak Menteri
02:46Terima kasih sudah hadir Mas Suroto
02:49Malam Mbak Friska
02:50Terima kasih sudah hadir di program Rosi
02:53Saya ke Pak Menteri dulu
02:55Karena sudah hadir langsung di tengah polemik yang ada kita akan bedah satu persatu
02:59Pertama soal impor mobil dari India
03:02Ini kenapa setelah mobilnya datang jadi polemik
03:05Pengadaan ini kan untuk kelengkapan Kooperasi Desa Merah Putih
03:10Sebelumnya apakah tidak ada komunikasi di awal sehingga DPR minta tunda
03:14Lalu Kadin bahkan minta membatalkan
03:16Yang pertama harus diluruskan bahwa ada instruksi Presiden nomor 17 tahun 2025
03:24Itu melibatkan 12 kementerian lembaga termasuk disitu ada Agrinas
03:29Impress itu membicarakan tentang pembangunan fisik gudang, gere-gere dan alat kelengkapan
03:37Nah alat kelengkapan itu di dalamnya ada kendaraan yang memang oleh Presiden
03:43Diamanatkan setiap Kooperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih ini
03:47Disediakan kendaraan operasional
03:49Ada truk, ada pickup, ada kemudian kendaraan motor
03:54Yang gunanya untuk memperlancar arus mobilitas barang dari desa ke luar maupun dari luar ke desa
04:03Bahkan Presiden menyebutkan bahwa jangan sampai ada barang-barang hasil produk masyarakat
04:09Khususnya masyarakat desa yang tidak cepat dikirim gara-gara kita tidak punya kendaraan
04:17Nah dalam konteks pengadaannya memang kami Kementerian Kooperasi memberikan pekerjaan kepada PT Agrinas Pangan Nusantara
04:27Untuk melakukan pembangunan fisik gudang, gere dan alat kelengkapan
04:33Pembangunan fisiknya itu PT Agrinas Pangan Nusantara melakukan kerjasama dengan tentara nasional Indonesia
04:41Adalah semata-mata untuk khusus pembangunan fisiknya saja
04:45Supaya lebih cepat, supaya lebih efisien dan tepat waktu
04:49Nah itu, jadi mengenai sumber mobilnya itu sepenuhnya ada di dalam ranahnya PT Agrinas Pangan Nusantara
04:58Tapi kami kemarin sempat berdiskusi bahwa dari pihak PT Agrinas Pangan Nusantara
05:05Sudah pernah melakukan diskusi dengan pihak industri otomotif nasional
05:10Dan mendapatkan konfirmasi bahwa kesiapan dari industri otomotif nasional kita
05:16Misalkan dari beberapa merek itu hanya sekian puluh ribu
05:20Terus kemudian ada satu merek lagi yang sekian puluh ribu dan seterusnya
05:25Jadi dengan keterbatasan ketersediaan dari industri otomotif nasional yang terbatas itu
05:34Kemudian kemungkinan pihak PT Agrinas Pangan Nusantara melakukan
05:40Ihtiar untuk mencari sumber pengadaan mobil yang dari luar negeri, yang dari India itu
05:46Dengan pertimbangan harganya lebih murah dan lain sebagainya
05:50Seperti yang tadi kita lihat dari pihak PT Agrinas Pangan Nusantara
05:53Tetapi setelah kita cermati dari masukan dari berbagai pihak di dalam negeri
06:02Dari pihak KADIN, dari pihak industri otomotif nasional
06:06Bahkan tadi sore pun saya juga bertemu dengan Pimpinan Serikat Buruh Pekerja
06:11Logam Elektronik dan Mesin pun juga mereka menyampaikan
06:15Untuk dipertimbangkan tentang pengadaan mobil ini juga bisa mengakomodir
06:21Industri otomotif nasional semata-mata
06:24Tidak hanya soal sekedar lebih murah
06:27Tapi juga untuk tetap mempertahankan atau justru bahkan kita bisa mengembangkan industri otomotif nasional kita
06:35Industrinya plus juga dengan guruh dan pekerjanya juga
06:39Saya rasa itu akan kita sampaikan dan saya menyampaikan
06:47Keputusan dari Pak Sufmi Dasko Ahmad sebagai Pimpinan DPR RI yang minta penundaan itu
06:53Kita apresiasi dan merupakan langkah yang tepat untuk tidak kemudian menimbulkan kontroversi yang lebih jauh lagi
07:01Dan nanti pada saatnya kita akan bisa duduk bareng untuk bisa mencarikan solusi yang terbaik
07:07Di satu sisi kendaraan ini memang seperti semangatnya Pak Presiden
07:13Setiap kooperasi desa Kelurahan Merah Putih ada kendaraannya
07:17Memang dibutuhkan?
07:18Memang dibutuhkan
07:19Sejumlah itu 105 ribu?
07:20Kan kalau 80 ribu asumsinya itu kalau ada truk ada pick up itu kan berarti ada dua
07:30Berarti kan ada 160 ribuan tetapi kan itu bisa dibicarakan kembali
07:37Saya rasa penting untuk didengarkan aspirasi dari dalam negeri untuk kepentingan dalam negeri gitu
07:44Nah dalam kondisi seperti ini kalau Mas Roto lihat missing linknya dimana ya
07:48Karena polemik ini muncul setelah pengadaannya dilakukan
07:51Jadi menurut saya yang paling penting itu adalah manfaatnya untuk rakyat
07:57Saya kan menyuarakan aspirasi rakyat ini
07:59Saya sebagai pelaku kooperasi
08:02Jadi apa yang terbaik untuk rakyat itu menurut saya yang harus jadi bahan pertimbangan
08:08Kalau tadi ada faktor pertimbangan kos gitu kan
08:11Artinya pembiayaan untuk kendaraan ini
08:15Itu saya melihatnya kalau import itu import barang modal
08:19Ini kan barang modal untuk menurunkan ongkos logistik kita yang penting ya
08:24Dan saya membaca itu kan ini speknya juga itu tenaga penggerak 4x4
08:31Itu kalau kita cek itu sebetulnya kalau 4x4 itu semua import
08:35Jadi konten import itu menurut saya kerjasama dengan India misalnya
08:40Itu juga ada nilai strategisnya
08:42Kenapa nilai strategisnya itu adalah
08:44Bahwa selama ini kita kan ketergantungan sama merek-merek dari Jepang
08:47Kita sudah merdeka dari Jepang
08:49Tapi kita dijajah terus sama Jepang ini kan
08:51Ini yang harus kita lihat juga ada faktor yang positif
08:55Tapi import barang modal ini kan untuk mendukung
08:58Kedaulatan pangan yang menjadi cita-cita Pak Menteri
09:00Pak Presiden Prabowo
09:02Dan saya kira ini harus kita lihat nilai positifnya bahwa
09:06Import barang modal ini adalah untuk meningkatkan
09:13Kedaulatan pangan tadi
09:14Nah dalam konteks ini itu kan menurunkan
09:20Ongkos logistik kan gitu
09:21Karena apa?
09:23Dengan adanya pilihan produk yang terbaik
09:26Untuk bisa memanuver kegiatan-kegiatan yang ada di tempat-tempat yang struggle
09:30Seperti di desa-desa
09:32Yang sulit sekali kita lihat medannya
09:37Dengan tenaga penggerak 4x4 ini
09:39Ini juga menjadi bahan pertimbangan
09:41Saya kira itu ya
09:41Yang penting adalah manfaat yang terbaik untuk rakyat
09:44Kalau misalnya dibelikan yang harganya mahal
09:46Terus sebenarnya Pak Menteri gak ngasih jatah
09:48Nanti juga ribut juga yang lain-lain kan gitu
09:50Karena memang jumlah anggaran yang disediakan itu kan
09:53Rata-rata 3 miliar per kooperasi desa
09:56Itu terdiri dari bangunan fisik
10:00Plus kelengkapan jadi fasilitas mechanical electricalnya
10:04Kemudian kelengkapan gudang gere itu termasuk dengan rak-rak dan lain sebagainya
10:09Termasuk dengan mobilnya
10:10Jadi memang ada keterbatasan dari sisi itunya
10:13Jadi memang tadi yang seperti yang disampaikan oleh Pak Surato tadi
10:17Bahwa memang Presiden ingin di setiap desa, kelurahan
10:22Apalagi desa-desa kita kan tipologinya juga banyak
10:24Yang memang perlu kendaraan yang memadai
10:28Yang memungkinkan arus barang
10:30Mobilitas barang dari desa keluar maupun dari luar ke desa itu
10:34Yang digunakan oleh kooperasi desa itu bisa terfasilitasi dengan
10:38Pak Menteri kalau itu kan memang butuh mobilitas sampai ke desa-desa
10:42Daerah-daerah yang memang butuh kendaraan dengan spek demikian
10:46Tapi sekarang dalam kondisinya
10:49Mau itu dibatalkan ataupun ditunda sekalipun tidak semudah itu
10:52Beberapa hari lalu saya wawancara langsung juga dengan Direktur Utama Agrinas
10:56Bahwa sudah ada mobil yang datang ke sini dan pengadaannya sudah dilakukan secara bertahap
11:01Nah apa yang harus dilakukan
11:03Karena memang gini juga Pak Friska
11:05Jadi sekarang yang sudah
11:07Ini sekalian lapor aja update
11:09Yang sudah 100% selesai bangunan fisiknya itu sudah seribuan
11:14Jadi memang harus dilengkapi dengan kendaraan itu
11:19Karena itu menjadi haknya desa
11:22Kan ini bukan milik kementerian kooperasi
11:25Bukan miliknya pemerintah
11:27Kooperasi desa plus dengan segala sarana-prasarananya ini
11:32Termasuk mobilnya adalah kembali milik desa
11:35Milik kooperasi desa itu juga
11:37Jadi sebenarnya tidak ada kepentingan dari pemerintah pusat ini
11:40Semata-mata betul-betul adalah untuk
11:43Supaya Presiden ingin meningkatkan taraf hidup masyarakat
11:48Dan sekarang dengan dibuatkan badan usaha kooperasi desa Kelurahan Merah Putih itu
11:54Diharapkan masyarakat sekarang mampu melaksanakan fungsi sebagai subyek dari ekonomi
12:00Sebagai pelaku
12:01Kalau kemarin kan kita dengan segala hormat banyak menempatkan masyarakat itu hanya sebagai obyek
12:08Atau sebagai penerima manfaat
12:09Paradigma ini dibalik oleh Presiden
12:11Dan ini luar biasa sekali terobosannya
12:14Nah dibukakan badan usaha kooperasi desa dengan segala bangunan fisiknya
12:21Alat kelengkapan
12:22Tadinya kan waktu kita meresmikan di Bentangan di Kelaten Jawa Tengah
12:26Pada saat kita meresmikan 80 ribu badan hukum kooperasi desa Kelurahan Merah Putih
12:31Kita sebenarnya mengharapkan ada inisiatif dari masyarakat
12:35Tapi ternyata kan akhirnya Presiden menyatakan lebih baik
12:39Naruh barang kan perlu gerai
12:42Naruh barang-barang yang mau dijual perlu gerai
12:48Dan akhirnya diambil keputusan untuk kemudian oleh Presiden
12:52Dikeluarkan instruksi Presiden
12:53Gudang, gerai-gerai dan alat kelengkapannya disediakan oleh pemerintah
12:57Jadi si kooperasi desanya yang notabene milik anggota masyarakat desa itu sendiri
13:04Itu sebenarnya tinggal sekarang menjalankan kegiatan usahanya
13:09Nah kalau gitu solusi yang paling logis apa?
13:11Dengan polemik kelengkapan ini soal pengadaan mobil impor ini
13:14Apa yang bisa dilakukan?
13:16Saya kira kembali ke aspek tujuan utamanya
13:19Jadi dengan adanya pengadaan kendaraan ini
13:23Kita ini akan lihat nilai manfaat ekonominya untuk masyarakat apa
13:27Kalau memang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat
13:34Dalam arti mengurangi ongkos logistik tadi ya
13:38Yang kita tahu Pak Presiden mungkin memiliki keprihatinan
13:41Seperti yang katakan Pak Menteri tadi
13:43Bahwa masyarakat kita di desa itu banyak kehilangan kesempatan
13:49Untuk mendapatkan nilai tambah ekonomi
13:51Karena aspek logistik yang bermasalah tadi
13:53Jadi dan juga saya kira karena uangnya ini kan sebetulnya kan
13:59Banyak uang anggur yang ada di bank juga
14:02Yang ditransfer ke bank himbara itu kan juga dana sal
14:05Kalau tidak salah yang ada cadangan di BI
14:07Terus dipindahkan ke bank itu untuk mengakselerasi
14:11Jadi kemampuan untuk mengakselerasi uang ini
14:15Ini menurut saya butuh kecepatan
14:17Apalagi ini dalam terminologi sekarang ini kan ada aspek geopolitiknya juga
14:23Kalau kita membuka kerjasama dengan India
14:25Artinya import barang modal yang kita dapatkan dari mereka dengan adanya pengadaan truk itu
14:31Itu juga akan menjalin hubungan baik
14:34Ketika kita surplus pangan nanti atau paling tidak pangan kita menjadi lebih
14:39Bernilai tambah lebih baik
14:41Kita akan bisa mengekspor pangan dan itu juga akan bernilai devisa juga
14:45Jadi devisa itu adalah bukan hanya kita lihat masa sekarang ini kita import truk ini
14:54Atau kendaraan-kendaraan ini
14:56Tapi kita juga harus lihat efek jangka panjangnya nanti ke depan gitu
14:59Dan ini nanti akan diputuskan saat Presiden
15:02Ya saya rasa ini keputusan yang bijaksana
15:05Kita juga tetap harus mendengarkan aspirasi dari kepentingan stakeholder di dalam negeri juga
15:11Dan saya rasa tapi yang terpenting tujuan keinginan Presiden
15:15Untuk menyediakan fasilitas kendaraan operasional
15:18Bagi kooperasi desa yang akan bisa memajukan perekonomian di desa-desa dan keurahan itu
15:24Menjadi concern yang utamanya
15:26Yang juga jadi concern publik adalah
15:28Saat pemerintah berencana menghentikan izin baru untuk retail modern di desa
15:32Bahkan melakukan moratorium atau penangguhan sementara izin ekspansi retail modern
15:37Kenapa yang jadi pertanyaan?
15:39Kenapa kesannya?
15:40Seperti ada dikotomi
15:41Kooperasi desa hidup, tumbuh
15:45Sementara retail baru, retail modern baru harus selesai
15:49Enggak, pernyataan itu saya sampaikan sebenarnya itu dipotong
15:54Jadi tidak stop dalam pengertian yang sudah ada kemudian di stop
15:58Saya memberikan pernyataannya bahwa begini
16:02Kooperasi desa Keluran Merah Putih ini
16:04Kegiatannya itu satu ada gere sembakonya
16:10Menjual barang kebutuhan pokok, kebutuhan sehari-hari
16:13Bahkan yang terpenting adalah barang-barang bersubsidi
16:16Minyak goreng, gas RPG 3 kilo, pupuk, dan lain sebagainya
16:20Kemudian yang kedua ada gere obat dan klinik
16:24Kenapa harus ada gere obat dan klinik?
16:27Sekarang puskesmas itu adanya di kecamatan
16:29Nah desa itu menurut presiden harus ada minimal obat dan vaskes
16:35Nah kalau ada obat dan vaskes nanti BPJS kesehatan pun juga akan bisa meng-cover ke masyarakat desa yang justru
16:44perlu pelayanan kesehatan
16:46Nah kemudian yang ketiga ada kegiatan lembaga keuangan mikro
16:51Yang keempat ada pergudangan
16:53Kenam itu ada kegiatan logistik transportasi tadi
16:57Plus boleh kooperasi desa Keluran Merah Putih itu melaksanakan kegiatan sesuai dengan potensi dan kebutuhan desanya
17:04Boleh kuliner, boleh kerajinan, boleh yang lain-lainnya
17:09Tetapi semua kegiatan ini ada dalam satu bangunan kooperasi desa Keluran Merah Putih
17:15Yang menjadi persoalan kan tadi
17:17Salah satu kegiatan kooperasi desa Keluran Merah Putih ini kan adalah retail
17:21Grace, mbak kok itu kan retail
17:23Nah kooperasi desa ini filosofinya saja sudah sangat berbeda dengan retail modern
17:30Kooperasi desa ini dimiliki oleh masyarakat desa
17:34Jadi kalau orang desa belanja di kooperasi desa barang-barang kebutuhan pokok
17:40Dan kooperasi desanya untung
17:42Untungannya itu kembali ke masyarakat desa
17:45Problemnya kan berbeda filosofinya dengan retail modern
17:49Kalau retail modern apalagi kepemilikannya adalah pemegang saham
17:53Itu kan berbeda
17:55Keuntungan yang didapatkan dari kegiatan retail modern itu
18:00Bukan kembali ke desa atau ke tempat masyarakat situ
18:03Tapi kepada pemegang sahamnya
18:06Nah terhadap retail modern kalau menurut pendapat saya
18:11Adalah bahwa yang sudah ada silahkan
18:14Karena itu juga kami berterima kasih nyerap lapangan pekerjaan
18:18Kemudian juga sementara ini juga banyak membantu
18:22Apa memperpemenuhan kebutuhan masyarakat
18:24Tapi terhadap desa kita memang minta supaya jangan masuk ke desa
18:33Spesifik ke desa
18:34Apalagi setelah ada kooperasi desa yang salah satu kegiatannya sama
18:39Melaksanakan kegiatan retail
18:42Ada haknya masyarakat juga dong
18:45Untuk membuat retail modern
18:47Dan kita akan memastikan
18:50Pemerintah akan memastikan
18:51Presiden juga berkeinginan
18:53Bahwa rakyat bisa punya hak juga
18:56Untuk bisa punya retail
18:58Bahkan retailnya yang modern
19:00Dan ada di desa-desa dan kelurahan
19:02Nah yang disitu yang kemudian kami
19:05Kemarin pernah menyampaikan
19:06Untuk retail modern yang sudah existing
19:11Tetap ada
19:12Boleh, tapi terhadap ekspansi ke desa
19:15Sebaiknya di stop
19:17Oke, kalau dari Mas Suroto melihatnya
19:19Apakah ini tepat atau enggak?
19:20Menurut saya Pak Menteri masih terlalu malu-malu
19:22Saya kira yang paling penting kita lihat itu
19:25Retail modern yang saya sebut aja
19:28Alfamat dan Indumat itu
19:29Jangan sebut melihatnya di sini ya
19:30Tapi intinya adalah
19:32Mereka itu sudah sangat predatorik
19:35Jadi kenapa saya sebut predatorik
19:38Itu kan sudah ada aturannya
19:40Harusnya yang namanya zonasi
19:42Terus kemudian juga
19:43Bukan hanya zonasi
19:45Tapi juga
19:46Apa
19:48Pembatasan outlet dan sebagainya
19:50Itu sangat penting
19:51Dimanamun di negara maju
19:52Di negara tetangga kita
19:54Seperti Singapura
19:55Malah justru di sana
19:56Yang monopoli retail itu adalah
19:58Kooperasi
19:59Kenapa kooperasi ini malah
20:00Diperbolehkan monopoli
20:01Karena kooperasi dimiliki masyarakat
20:03Seperti yang dikatakan sama Pak Menteri tadi
20:05Itu menguasai market share sampai 63% itu
20:08Di Singapura itu ya
20:09Namanya anti-use fair price
20:10Jadi kooperasi ini adalah
20:12Berupa retail
20:14Tapi retail ini dimiliki oleh masyarakat
20:16Nah masyarakat ini kan
20:18Kalau kooperasi desa merah putih ini kan
20:20Adalah ada penggunaan dana
20:22Pacar akyat
20:24Yang dimasukkan di APBN
20:26Sehingga menurut saya
20:27Saya menuntut ke Pak Menteri
20:28Supaya kalau bisa Pak
20:29Diberikan regulasi
20:31Regulasinya dalam bentuk
20:33Rekognisi terhadap
20:34Jenis kooperasi publik
20:35Kooperasi publik itu
20:37Dimiliki secara otomatis
20:38Oleh masyarakat seluruh Indonesia
20:39Sebenarnya sama
20:40Seperti kooperasi desa kan
20:41Otomatis
20:42Otomatis itu kan milik masyarakat
20:44Karena anggotanya
20:45Ada masyarakat desa setempat kan
20:47Nah oleh karena itu
20:48Tadi dari soal perizinan
20:50Memang kami mendapatkan
20:52Banyak masukan juga
20:53Dari daerah-daerah
20:54Tentang
20:55Soal perizinan
20:57Memang ada ketentuannya
20:58Mbak Priska
20:59Bahwa pendirian retail modern itu
21:02Tidak boleh kurang dari 500 meter
21:04Dari pasar tradisional
21:05Tapi pada faktanya
21:06Ada banyak pelanggaran yang terjadi
21:07Nah itu yang kemudian
21:09Kita banyak mendengar
21:10Dari daerah-daerah
21:11Mereka mau melakukan
21:13Peninjauan kembali
21:15Tentang apa namanya
21:16Soal perizinan tadi
21:18Jadi ini perlu diketahui publik juga
21:20Jadi setiap ada
21:22Satu retail modern
21:23Berdiri itu ada
21:25Potensi untuk mematikan
21:27Mengatikan usaha-usaha
21:29Warung
21:30UKM
21:31Yang lain-lainnya juga
21:32Karena itu tadi
21:33Kami juga mengadakan pertemuan
21:35Dengan asosiasi pedagang Kakinima
21:37Supaya
21:37Keberadaan koperasi desa
21:39Keluran Merah Putih ini
21:40Juga bisa menjadi ekosistem
21:42Yang harmonis
21:43Dengan usaha-usaha
21:44Yang ada
21:45Wato warung-warung
21:46Yang ada di desa
21:47Tersebut
21:48Tetapi
21:49Juga
21:50Kooperasi desa
21:50Keluran Merah Putih
21:51Ini kan punya fungsi
21:53Selain menjual
21:54Barang-barang tadi
21:55Kebutuhan pokok sehari-hari
21:57Maupun barang-barang bersubsidi
21:59Adalah satu
22:00Fungsi dari
22:01Kooperasi desa
22:01Keluran Merah Putih
22:02Yang diinginkan oleh
22:03Bapak Presiden
22:04Adalah sebagai
22:05Off-taker
22:06Dari seluruh hasil
22:07Produk masyarakat desa
22:08Apakah tanaman pangan
22:10Hortikultura
22:11Buah-buahan
22:11Sayuran
22:12Pertanakan
22:13Perkebunan
22:13Kerajinan
22:14Kelurina
22:14Dan sebagainya
22:15Itu diserap
22:17Oleh
22:17Kooperasi desa
22:19Dilengkapi nanti
22:20Dengan
22:20Mesin pengering
22:22Alat pengatur suhu
22:23Untuk buah-buahan
22:24Dan sayuran
22:24Ada cold storage
22:25Yang sering
22:26Kita dengar dari
22:27Bapak Presiden
22:28Itu adalah semata-mata
22:29Bapak Presiden ingin
22:30Supaya semua
22:31Produk masyarakat itu
22:33Bisa diserap
22:34Dengan harga yang baik
22:36Dan kemudian
22:36Oleh kooperasi desa
22:37Ini nanti bisa
22:39Diproses
22:40Dijual
22:41Baik
22:42Di kooperasi desa sendiri
22:44Maupun keluar
22:45Contoh misalkan
22:47Telur dari peternak
22:48Ayam
22:49Yang ada di desa itu
22:50Nanti akan
22:51Diproses oleh
22:52Kooperasi desa
22:53Kemudian dijual
22:54Di gere-gere
22:55Di kooperasi desanya
22:56Kalau ada kelebihannya
22:58Bisa dijual
22:58Keluar
22:59Kerajinan yang lain-lainnya
23:01Juga seperti itu
23:01Banyak sekali sebenarnya
23:02Produk-produk lokal
23:03UMKM
23:04Yang ada di daerah-daerah
23:06Itu yang sebenarnya
23:08Bisa dikurasi
23:09Kemudian diinkubasi
23:11Bahkan kita
23:12Bantu
23:13Pembiayaannya
23:13Dan itu bisa menjadi
23:15Produk-produk yang
23:16Sangat
23:17Bisa dimungkinkan
23:18Dijual
23:19Di kooperasi-kooperasi
23:20Desa Keluran Merah Putih
23:21Apa yang berbeda
23:22Pak Menteri
23:24Apa yang berbeda
23:24Dengan konsep ini
23:25Misalnya dengan
23:26Retail Modern
23:27Yang menyebut bahwa
23:28Sejauh ini
23:28Sudah mengakomodasi
23:29UMKM
23:30Maupun juga
23:31Kurasi produk lokal
23:32Dipasarkan di jaring
23:33Retail Modern
23:34Kalau Mbak Friska
23:36Lihat
23:37Di outlet-outlet mereka itu
23:39Mereka itu
23:41Dimonopoli
23:42Atau didominasi
23:43Oleh produk-produk
23:44Factory
23:45Artinya
23:45Fabrikasi
23:46Artinya apa
23:47Home industry itu
23:48Tidak ada di situ
23:49Itu
23:50Kalau kita lihat
23:51Di hari-hari kita
23:52Belanja itu
23:53Kan ada di situ
23:54Problemnya
23:54Artinya
23:55Ada proses dominasi
23:57Produk-produk
23:58Yang harusnya
23:59Itu menjadi
24:00Seperti yang diharapkan
24:01Pak Menteri tadi
24:02Fungsinya adalah
24:03Sebagai off-taker
24:03Bagi produk-produk
24:05Dari masyarakat
24:06Dari home industry
24:07Sehingga
24:07Pak Menteri tidak perlu
24:08Sibuk-sibuk
24:09Membuat lapangan kerja
24:11Karena masyarakat
24:11Akan memiliki peluang
24:13Untuk
24:14Bisa
24:15Menghasilkan produk-produk
24:17Yang
24:17Terjual di
24:18Pasar domestik sendiri
24:20Itu pertama
24:20Itu ya Mbak
24:21Yang kedua
24:22Tadi
24:23Seperti yang disebutkan
24:25Pak Menteri
24:25Itu dengan berdirinya
24:26Retail-retail modern ini
24:28Itu sebetulnya
24:29Bukan memberikan
24:30Peluang kerja
24:31Mengurangi
24:31Potensi
24:32Peluang kerja
24:33Justru karena
24:34Toko-toko tradisional mati
24:36Kenapa mereka mati
24:37Karena ya itu tadi
24:38Mereka sudah pada
24:39Posisi
24:40Monopoli
24:41Monopoli ini
24:44Dibiarkan oleh
24:45Menteri Perdagangan
24:46Jadi Menteri Perdagangan
24:47Dan Komisi
24:48Pengawasan Persaingan Usaha
24:49Ini yang harus diundang
24:50Sama Mbak Friska
24:51Mereka harus bertanggung jawab
24:53Sampai hari ini kan
24:54Yang komentar kan
24:54Baru Menteri Desa
24:55Menteri Kooperasi
24:56Terus kemudian
24:57Pak Menteri
24:58Menko Pemberdayaan
24:59Menurut saya yang harus
25:01Didatangkan oleh Mbak Friska
25:02Menteri Perdagangan
25:03Dan Ketua KPPU
25:05Komisi Pengawasan Persaingan Usaha
25:06Ini fungsinya apa sih
25:07Fungsinya adalah
25:09Menjaga terjadinya
25:11Monopoli
25:11Kalau monopoli
25:12Berarti terjadi
25:12Kesenjangan
25:13Kita kan udah parah
25:14Sekarang kesenjangan ini
25:15Ekonomi kita
25:16Nah maksud saya adalah
25:18Dengan hadirnya
25:19Kooperasi Desa Merah Putih
25:20Yang tujuannya adalah
25:22Memasifikasi
25:23Kepemilikan
25:23Dan kesempatan
25:24Mengkreasi peluang kerja
25:25Bagi masyarakat ini
25:26Ini juga harus direbut
25:27Opininya oleh masyarakat
25:29Jadi jangan hanya
25:29Nunggu
25:30Dimotivasi oleh Pak Menteri
25:32Melalui pendidikan
25:32Jadi kooperasi
25:33Iya betul
25:34Kooperasi Desa ini
25:35Bahkan bisa
25:36Nyerap
25:37Lapangan pekerjaan
25:38Mereka yang bekerja
25:39Di kooperasi Desanya
25:41Tapi juga bisa
25:42Menjadi kooperasi Desa ini
25:44Menjadi mendorong juga
25:45Para pelaku UMKM
25:47Lokal
25:48Itu
25:48Bisa eksis
25:50Bahkan produknya
25:51Terserap
25:51Dijual
25:52Di kooperasi Desa
25:54Keluran Merah Putih
25:55Kalau ada kesamaannya
25:56Bisa jadi
25:57Retail Modern
25:58Yang ini juga bisa
25:59Mengakomodir
26:01Produk-produk
26:02UMKM lokal
26:03Tapi ya
26:04Perbedaan secara
26:05Filosofisnya
26:06Adalah bahwa
26:07Si kooperasi Desa ini
26:09Milik masyarakat
26:10Keanggotaan dan kepemilikannya
26:12Adalah anggota desa
26:13Kalau ada keuntungan
26:14Di kooperasi Desa
26:15Kembali ke mereka
26:16Keanggotanya ini
26:17Mbak Friska
26:18Kemarin kita
26:19Baru
26:20Sign MOU
26:22Dengan Kementerian Sosial
26:23Seluruh penerima
26:25Manfaat
26:25Yang ada di desa itu
26:27Kemarin penerima
26:28Keluarga Harapan
26:29Itu kita dorong
26:30Secara bertahap
26:31Menjadi anggota
26:32Kooperasi Desa juga
26:33Mereka bisa belanja
26:34Barangnya
26:35Bahkan dalam secara periodik
26:37Nanti mereka bisa
26:37Dapat dividen
26:38Atau
26:39Di istilah kooperasinya
26:40Sisa hasil usaha
26:41Itu bisa
26:42Mengingatkan
26:42Derajat pendapatan mereka
26:44Makin bagus
26:46Kooperasi Desanya
26:47Makin untung
26:47Makin kembali
26:49Untungnya itu
26:49Untuk anggota masyarakat desa
26:51Tapi saya masih
26:52Pernasaran
26:53Apakah
26:53Misalnya
26:54Bisa atau tidak
26:55Tidak sih sebenarnya
26:55Kolaborasinya seperti apa
26:56Kan tadi
26:57Produk-produk
26:59Yang belum mampu
27:01Kita produksi sendiri
27:02Itu tentu
27:04Kita bisa
27:04Terbuka
27:05Kerjasama
27:06Dengan para
27:06Fabrikan
27:07Dan prinsipal
27:37Tapi
27:38Dua bulan yang akan datang
27:39Insya Allah
27:39Ada sekarang
27:41Sudah seribu
27:41Yang sudah
27:42Satus persen
27:43Dua bulan lagi
27:44Insya Allah
27:44Ada puluhan ribu
27:46Kooperasi desa
27:47Yang bangunan fisiknya
27:48Sudah selesai
27:48Dan siap untuk operasional
27:50Karena kepentingan kooperasi ini
27:51Kan juga harus
27:52Digitalisasinya
27:53Nyiapin
27:54Kesiapan
27:55Para pengelola
27:56Dan pengurusnya
27:56Itu juga
27:57Berbarengan nih
27:58Harus disiapkan
27:59Nah
28:00Nanti
28:01Para pelaku UMKM
28:03Bahkan
28:03Kalau bisa
28:04Kalangan milenial
28:06Gen Z
28:06Yang sekarang
28:07Butuh lapangan pekerjaan
28:08Kita juga dorong
28:09Untuk motivasi mereka
28:11Memproduksi
28:12Barang-barang
28:12Mulai dari
28:14Apapun barang-barangnya
28:15Itu bisa
28:17Diproduksi
28:18Bisa memunculkan
28:19Industri-industri
28:21Rumah tangga
28:21Industri-industri kecil
28:23Yang produknya
28:24Nggak usah khawatir
28:25Nggak laku dijual
28:26Kami akan pastikan
28:27Itu bisa
28:28Dijual
28:29Di gere-gere
28:30Milik
28:31Kooperasi desa
28:32Yang nanti
28:32Dua bulan yang akan datang
28:33Ini akan ada puluhan ribu
28:35Itu kan
28:35Artinya sebenarnya
28:36Bisa ada
28:37Ekosistem yang terbangun
28:39Tidak usaha harus
28:41Dikotomikan
28:42Tetapi kita bisa
28:43Bangun ekosistemnya
28:44Gimana agar ini jadi ekosistem
28:45Bukan dikotomi
28:45Jadi pertama
28:46Yang paling penting
28:47Usaha itu
28:48Bagaimana memberi keuntungan
28:50Buat masyarakat
28:50Caranya bagaimana
28:51Adalah
28:52Paling sederhananya kan
28:54Menyalurkan barang publik
28:55Selama ini
28:55Barang-barang subsidi
28:57Seperti gas
28:58Melon itu ya
28:59Terutama
28:59Terus kemudian
29:00Beras SPHP
29:01Terus kemudian
29:02Minyak goreng
29:04Kemudian juga pupuk
29:06Itu kan
29:07Kalau dihitung
29:08Ratusan triliun itu
29:09Kalau di total
29:10Nah selama ini
29:11Yang menikmati siapa
29:12Mafia
29:13Mafia yang mengikuti
29:15Jalur liberal
29:16Pasar liberal
29:17Jadi barang publik
29:18Itu secara teori ekonomi
29:19Barang-barang subsidi
29:20Itu barang publik
29:21Dan barang publik
29:22Selama ini kan
29:23Dilempar ke
29:24Market liberal
29:25Market bebas
29:26Orang-orang yang
29:27Menjadi distributor
29:28Itu mereka ini kan
29:29Adalah orang yang
29:30Tujuannya adalah
29:31Hanya untuk mengejar profit
29:32Kepentingannya individu
29:34Nah
29:34Kalau barang-barang ini
29:35Disalurkan melalui kooperasi
29:37Kan pengawasan juga
29:37Tidak perlu ngundang APH
29:39Aparat penegak hukum
29:40Dan sebagainya
29:41Untuk itu pengawasi
29:42Jadi langsung
29:43Keuntungannya
29:43Dari kooperasi
29:45Publik
29:46Kooperasi desa
29:47Kelurahan Merah Putih
29:48Tadi
29:48Itu langsung dinikmati
29:50Oleh masyarakat
29:50Dan itu
29:51Ratusan triliun itu
29:52Bisa langsung dibagi
29:53Sebagai stimulan
29:56Untuk mengembalikan
29:57Dana desa
29:58Yang di
29:59Yang dilakukan seperti itu
30:01Memang
30:02Kooperasi desa ini
30:03Akhirnya menjadi
30:04Instrumen yang terbawah
30:05Yang paling komprehensif
30:07Untuk bisa menjadi
30:08Tempat penyaluran
30:09Barang-barang bersubsidi
30:11Yang selama ini
30:12Kurang
30:13Dianggap kurang tepat
30:14Sasaran
30:14Atau membuat
30:15Mata rantai
30:16Distribusi
30:17Kepanjangan
30:18Jadi di desa itu
30:19Makin mahal
30:20Bukannya makin
30:21Murah
30:22Dan misalkan
30:23Pupuk bersubsidi
30:24Yang harusnya
30:25Merupakan haknya
30:26Kelompok tani
30:27Itu muter-muter tuh
30:29Gak tau kemana
30:30Kadang-kadang
30:31Nyebrang ke
30:32Kebun-kebun sawit
30:33Gas LPG 3 kilo
30:35Itu pun juga
30:36Sebenarnya kan
30:37Harusnya menjadi
30:37Haknya
30:38Pengguna rumah tangga
30:40Yang ada di desa-desa
30:41Gas LPG 3 kilo
30:42Nah dengan adanya
30:43Kooperasi desa
30:44Yang salah satu fungsinya
30:46Itu adalah untuk
30:46Menyalurkan
30:47Barang-barang bersubsidi
30:48Termasuk barang kebutuhan pokok
30:49Dan sehari-hari
30:50Harusnya ini bisa
30:52Jadi bangunan ekosistem
30:53Satu grey
30:55Mbak
30:56Retail modern
30:57Ataupun kooperasi desa
30:58Ini kan ada
30:59Ribuan item
31:00Barang
31:02Ribuan item
31:03Barang itu kan
31:04Bisa kita dorong
31:05Untuk
31:05Supaya
31:06Produk-produk
31:08Lokal itu bisa
31:09Memproduksi
31:09Mulai dari
31:11Ratusan
31:12Item barang
31:13Yang kita bisa
31:14Produksi sendiri
31:15Kita bisa bikin
31:16Saya sering ngomong
31:17Dimana-mana
31:17Bikin kecap sendiri
31:18Bikin saus sendiri
31:19Bikin sambal sendiri
31:20Bikin roti sendiri
31:22Bikin sampo sendiri
31:23Bikin sabun
31:24Apapun
31:25Mulailah
31:26Kita sekarang
31:26Belajar
31:27Produk
31:28Dan pelaku-pelaku
31:29UMKM
31:30Gen Z
31:30Millennial
31:31Sekalipun
31:32Kita bahkan
31:33Kita akan dorong
31:34Kooperasi
31:35Akan sangat
31:36Bisa membantu
31:37Apalagi
31:38Kalau komunitas
31:39Pelaku UMKM
31:40Itu membentuk
31:40Kooperasi
31:41Kita akan bisa
31:41Dampingi
31:42Kita bahkan
31:43Bisa biayai
31:44Dan produknya
31:45Dijual lagi
31:46Di gere-gere
31:47Kooperasi desa
31:47Keluran Merah Putih
31:48Pak Lurah
31:50Pak Lurah itu
31:51Selama ini
31:52Yang khawatir
31:53Karena apa
31:53Dana desa ini
31:55Seakan-akan dipotong
31:55Walaupun itu
31:56Sebetulnya
31:57Bukan dipotong
31:58Tapi
31:58Diwujudkan dalam
31:59Bentuk gedung
32:01Dan peralatan tadi
32:02Nah
32:02Sebetulnya
32:03Yang harus dilihat
32:04Oleh masyarakat
32:05Dan juga
32:05Perangkat
32:06Desa
32:07Itu adalah
32:07Bahwa ini
32:08Peluang
32:09Masyarakat
32:09Untuk
32:10Mengakselerasi
32:11Ekonomi
32:11Yang ada
32:11Di desa itu
32:13Dan
32:13Kemudian
32:14Apa
32:15Yang harus dilihat
32:15Bahwa
32:16Kooperasi desa
32:17Ini
32:17Adalah
32:18Memberikan
32:19Peluang
32:20Untuk
32:20Mengkreasi
32:20Pendapatan
32:21Pendapatannya
32:23Dari mana
32:23Pendapatan
32:24Yang paling minimal
32:25Sebagai
32:25Diferensiasi
32:27Atau
32:27Pembeda
32:28Dengan
32:28Outlet
32:29Mini market
32:30Modern
32:31Ataupun
32:31Toko yang lain
32:32Adalah sebagai
32:32Penyalur barang publik
32:33Yang jelas
32:34Itu ada
32:35Uangnya
32:36Ada keuntungannya
32:37Yang selama ini
32:37Dinikmati
32:38Para kartel
32:38Ini kan
32:39Nah
32:39Kalau itu
32:40Terjadi
32:40Mbak
32:41Dana desa
32:42Itu akan
32:42Kembali
32:43Bisa dikembali
32:44Apa
32:44Yang di intercept
32:45Itu bahkan
32:46Bisa dikembalikan
32:47Melalui keuntungan
32:48Kooperasi
32:48Tadi
32:49Betul
32:50Saya setuju
32:50Saya kira
32:51Paling penting
32:52Kooperasi desa
32:52Ini
32:53Itu kan
32:54Diberikan modal
32:56Bangunan
32:57Kelengkapan
32:58Dan
32:58Alat
32:59Salah
33:00Transportasi
33:00Tadi
33:01Dan diharapkan
33:02Ini akan menjadi
33:03Tempat
33:03Perputaran
33:04Uang
33:04Di desa
33:05Jadi
33:06Dalam
33:06Periode tertentu
33:08Malah bisa
33:08Self-properling growth
33:10Gitu
33:10Jadi
33:10Dia akan menimbulkan
33:12Kemandirian
33:13Ekonomi
33:13Di desa-desa
33:14Dan akan menjadi
33:15Sumber pendapatan
33:17Dari desa itu
33:18Jadi
33:1858%
33:19Dipotong
33:19Itu bukan
33:20Berarti
33:20Menghambat
33:21Pembangunan
33:21Desa
33:21Menurut Anda
33:22Tapi
33:22Kembali
33:23Dalam bentuk
33:24Yang
33:24Natura
33:25Dan itu
33:25Akan menjadi
33:26Modal
33:27Yang bisa
33:27Diputarkan
33:28Di desa
33:28Untuk
33:29Menambah
33:30Atau menjadi
33:30Sumber
33:31Alternatif
33:31Pendapatan
33:32Desa itu
33:32Selanjutnya
33:34Mbak Friska
33:35Karena
33:36Sekarang ini
33:37Belum
33:37Operasional
33:38Saya
33:38Meminta
33:39Kepada
33:39Pak Menteri
33:40Pak Menteri
33:40Punya
33:41Lembaga
33:41LPDB
33:42Lembaga
33:43Taktis
33:43Di bawah
33:43Pak Menteri
33:44Koperasi
33:44Nah itu
33:48Mendorong
33:48Working Capital
33:49Atau
33:49Modal
33:49Kerjanya
33:50Dari
33:50Kooperasi
33:50Ini
33:51Kan
33:51Baru
33:51Saya malah
33:52Lebih dari itu
33:53Jadi
33:53Bukan
33:54Hanya
33:54Untuk
33:55Menjadi
33:55Modal
33:56Kerja
33:56Dari
33:57Operasional
33:59Kooperasi
33:59Desanya
34:00Tadi
34:00Lembaga
34:01Pengelola
34:02Dana
34:02Bergulir
34:03Atau
34:03Kita
34:04Harapkan
34:04Lembaga
34:05Keuangan
34:05Yang lain
34:06Akan
34:06Ikut
34:07Mendukung
34:09Pembiayaan
34:10Bagi
34:10Munculnya
34:11Produk-produk
34:12Lokal
34:12Yang berasal
34:13Dari
34:13UMKM
34:14UMKM
34:14Lokal
34:15Itu
34:15Itu
34:16Yang
34:18Satu lagi Pak Menteri
34:19Saya berharap
34:20Ini kan kemarin
34:21Sudah ada wacana
34:21Yang Pak Purbayak
34:22Mau mengambil alih
34:23Yang namanya
34:24PNM itu
34:24Kembali
34:26Sebagai vehicle
34:27Lembaga
34:27Taktisnya
34:28Kementerian Keuangan
34:29Itu untuk
34:30Menyelamatkan
34:31Dana kur
34:31Kredit usaha rakyat
34:32Selama ini
34:33Kan tidak tepat
34:34Sasaran Pak Menteri
34:35Kenapa
34:35Karena
34:36Selain
34:37Plafon-plafon
34:38Yang sebenarnya
34:38Tidak perlu
34:39Disubsidi lagi
34:39Sampai 1 miliar
34:40Itu kan
34:40Sudah berarti
34:41Akses terhadap
34:42Kredit komersial
34:44Nah ini
34:44Kenapa
34:45Saya kira
34:46Kalau misalnya
34:47KUR
34:48Itu
34:48Dijadikan
34:49Dikonversi
34:50Untuk
34:51Mengakselerasi
34:52Modal kerja
34:53Karena
34:54Pertanyaannya
34:55Setelah nanti
34:55Peralatan dan
34:56Gedungnya ada
34:57Itu kan
34:58Operasionalisasinya
34:59Kan butuh
34:59Modal kerja
35:00Nah modal kerjanya
35:01Adalah dari
35:01KUR
35:02Dialihkan ke situ
35:02Saja
35:02Saya kira
35:03Pas itu
35:03Kalau misalnya
35:04Pak Purbayak
35:05Bekerja sama
35:06Dengan Pak Menteri
35:06Koperasi
35:07Memang skema
35:07Ini Mbak Priska
35:08Selama ini
35:09Kelemahan dari
35:10KUR
35:10Hanya bisa
35:11Dicairkan ketika
35:12Sudah ada kontrak
35:13Padahal
35:14Banyak sekali
35:15Pelaku UMKM
35:16Yang membutuhkan dana
35:17Sebelum
35:18Kontrak mereka
35:19Dapat
35:20Nah lembaga
35:21Pengelola dana
35:22Bergulir
35:22Milik Kementerian
35:23Koperasi ini
35:24Bisa membantu
35:25Manakala
35:25Ada pelaku UMKM
35:27Membentuk Koperasi
35:28Kita bisa biayai
35:29Mereka di
35:29Awal
35:30Yang mereka
35:31Butuhkan
35:32Jadi saya sekarang
35:33Menghimbau kepada
35:34Teman-teman
35:34Millenial
35:35Gen Z
35:36Yang mau
35:36Produksi
35:37Barang-barang
35:38Bikin Koperasi
35:39Kita akan
35:40Bantu
35:40Dan nanti
35:41Setelah dapat
35:42Kontrak
35:42Nanti kita bisa join
35:44Financing
35:44KUR
35:45Itu bisa
35:46Baru bisa disana
35:47Jadi oleh karena itu
35:48Nanti kita bisa
35:49Rubah skemanya
35:50Supaya bisa
35:50Membangun
35:51Untuk membangun ini
35:52Ada puluhan ribu
35:54Targetnya dalam beberapa
35:55Bulan ke depan
35:56Tapi
35:56Dalam pembangunannya
35:57Ada kendala yang dihadapi
35:59Nah ini bagaimana
36:00Menteri Koperasi
36:02Pertama soal
36:03Lahan tadi
36:04Masih ada masalah
36:05Apa solusinya
36:06Dan berikutnya
36:07Bagaimana agar
36:08Koperasi ini Pak
36:09Koperasi desa ini
36:10Tidak mengulang
36:11Kegagalan Koperasi unit desa
36:12Pada masa orang yang baru
36:14Saya kasih tau dulu
36:15Runutannya
36:16Jadi ada
36:16Inpres nomor 9
36:17Tahun 2025
36:18Tentang percepatan
36:20Pembentukan Koperasi desa
36:21Keluarga Merah Putih
36:22Itu membentuk
36:23Akte badan hukumnya
36:24Sekarang sudah
36:2583 ribu
36:26Koperasi desa
36:27Keluarga Merah Putih
36:28Memiliki akte
36:29Badan hukum
36:29Ini penting juga
36:30Nah kemudian
36:31Sekarang yang sedang
36:32Masuk tahap
36:33Adalah
36:34Membangun fisik
36:35Tadi
36:36Yang sekarang
36:37Sudah
36:38100% seribu
36:39Dan insya Allah
36:40Dua bulan lagi
36:41Itu akan ada
36:42Puluhan ribu yang
36:42Selesai dibangun fisiknya
36:44Dan
36:45Pas dari saat
36:47Pembangunan fisik ini
36:48Karena PT Agnus Pangan Nusantara
36:50Itu
36:51Melaksanakan MOU
36:52Dengan tentara nasional Indonesia
36:54Kami yang
36:55Juga mendapatkan tugas
36:57Belasan kementerian lembaga
36:59Yang ada di
37:00Impress nomor 17
37:01Untuk pembangunan fisiknya
37:02Itu memang kan
37:03Memerlukan ketersediaan tanah
37:05Nah memang
37:06Tidak gampang juga
37:08Ternyata Mbak Priska
37:08Di desa-desa itu
37:10Kita ada tanah yang
37:12Minimal
37:13Luas lahannya
37:141000 meter persegi
37:15Karena tanah-tanah
37:16Yang dipersyaratkan itu
37:17Adalah tanah-tanah
37:18Milik provinsi
37:20Milik kabupaten kota
37:21Milik
37:22BUMN
37:23Atau
37:24Tanah
37:25Yang ada di desa itu
37:26Oke
37:27Jadi memang
37:28Tidak gampang
37:29Sehingga
37:30Ada yang
37:321000 meter persegi
37:33Tapi lokasinya tidak strategis
37:35Nah itu juga
37:36Nyebabkan ada
37:37Satu dua yang
37:38Kemudian muncul
37:39Misalkan ada
37:40Apa
37:40Permasalahan
37:41Permasalahan
37:42Tapi dari sekian puluh ribu
37:44Yang sekarang
37:44Datanya sudah masuk
37:45Di sistem informasi
37:47Manajemen kooperasi desa
37:48Yang ada
37:48Di kami
37:49Maupun yang ada di
37:50Agri Naspangan
37:52Maupun yang ada di
37:53Tentara Nasional Indonesia
37:54Ini sekarang
37:55Sebenarnya udah
37:56Relatif
37:57Udah
37:57Secara umum
37:58Udah gak ada masalah
37:59Tapi besok
38:01Kita juga akan
38:02Mempertimbangkan
38:03Kami di Kementerian Kooperasi
38:05Juga akan mempertimbangkan
38:06Akan mengeluarkan
38:07Pekerjaan
38:08Pembangunan fisik
38:09Gudang gere
38:11Dan alat kelengkapan
38:12Kooperasi desa itu
38:13Terhadap tanah-tanah
38:14Yang lokasinya
38:15Tidak ideal
38:15Artinya
38:16Kurang dari
38:171000 meter persegi
38:18Singkatannya
38:18Untuk tadi
38:19Agar
38:20Kooperasi desa
38:21Tidak mengulang
38:21Kesalahan
38:22Atau kegagalan
38:23Kooperasi desa ini
38:23KPI-nya harus profit
38:25KPI-nya profit
38:27Karena memang harus kita perlakukan
38:29Sebagai entitas bisnis
38:30Sehingga
38:31Kementerian Kooperasi
38:32Sekarang meng-hire
38:34Tenaga
38:34Bisnis asisten
38:36Untuk ngajari
38:36Pengurus
38:37Pengelola
38:38Kemudian kita bikin
38:40Sistem informasi
38:41Manajemen
38:41Sebagai bagian
38:42Dari digitalisasinya
38:44Segala macam
38:44Tapi
38:45Ini semua kan juga
38:46Tetap harus
38:47Jadi satu
38:49Kesatuan
38:49Yang tidak mungkin
38:50Dibebankan
38:52Kepada
38:52Misalkan
38:53Kementerian Kooperasi
38:53Semua harus merasa
38:55Bahwa
38:56Kooperasi desa ini
38:58Harus menjadi
38:59Tugas kita
39:00Bersama semuanya
39:01Masyarakat desa
39:03Dengan segala
39:04Keterbatasannya
39:05Sekarang mereka
39:07Punya animo
39:07Yang besar
39:08Karena mereka bergairah
39:09Sekarang mereka
39:10Tiba-tiba punya
39:11Badan usaha
39:12Punya perusahaan
39:13Agar ini jadi
39:14Sakses story
39:14Apa yang
39:15Harus
39:15Kooperasi itu
39:17Pada prinsipnya
39:17Adalah
39:18Kegagalan
39:19Kauhde di
39:19Operasi itu
39:20Pada prinsipnya
39:21Adalah
39:21Milik masyarakat
39:23Karena
39:23Kooperasi itu
39:25Adalah
39:25Bertujuan
39:26Untuk
39:26Mensejahterakan
39:27Masyarakat
39:28Untuk meningkatkan
39:29Kekayaan
39:29Masyarakat
39:30Bukan kekayaan
39:31Individu
39:31Bukan kekayaan
39:32Konglomerat
39:32Nah
39:33Maka dari itu
39:34Kepemilikan
39:35Yang terbuka
39:36Yang bisa diakses
39:37Oleh seluruh
39:37Warga negara
39:38Itu kan
39:38Adalah yang menjadi
39:40Perintah konstitusi
39:40Perekonomian
39:41Disusun
39:42Berdasarkan
39:43Usaha bersama
39:44Usaha bersama
39:45Itu bentuknya
39:45Kooperasi ini
39:46Nah
39:46Bagaimana
39:47Kooperasi ini
39:47Disadari
39:48Sama masyarakat
39:49Ini ada memang
39:50Upaya top down
39:50Dari pemerintah
39:51Yang dimotivasi
39:53Dengan
39:53Bantuan-bantuan itu
39:55Tapi masyarakat
39:55Harus menyambut
39:56Dengan gegap gembita
39:57Dengan gembira
39:58Bahwa ini
39:59Adalah
40:00Suatu peluang
40:01Untuk masyarakat
40:02Bisa
40:02Mengkreasi
40:04Kekayaan
40:05Dan pendapatan
40:06Supaya apa
40:06Ekonomi
40:07Tidak didominasi
40:08Oleh segelintir
40:09Olang
40:09Tadi proses
40:10Pembentukan badan hukumnya
40:12Mbak Priska
40:12Memang ada top downnya
40:14Tapi kita tetap
40:15Memenuhi prinsip-prinsip
40:16Kooperasi
40:17Kebersamaan
40:18Kekeluargaan
40:19Proses pembentukannya
40:20Melalui musyawarah
40:21Desa khusus
40:22Jadi ada proses
40:23Mekanisme bottom upnya juga
40:25Dan oleh karena itu
40:26Menurut saya
40:26Memang
40:27Saya setuju
40:28Apa yang disampaikan
40:29Mas Urauto tadi
40:30Bahwa
40:30Sekarang yang penting
40:32Operasionalisasinya
40:33Sekarang masuk ke tahap
40:34Yang lebih penting
40:35Bagaimana operasionalisasinya
40:36Ini juga bisa jalan
40:37Sama baiknya
40:38Tapi kami optimis
40:40Bahwa ini akan bisa
40:41Jalan
40:41Dan juga
40:43Yang terpenting adalah
40:44Bahwa
40:45Negara
40:47Kalau selama ini
40:48Masa
40:49Tidak boleh
40:49Ngatur
40:50Orang
40:51Kehadiran negara ini
40:52Menurut pendapat kami
40:53Justru ini yang diinginkan oleh presiden
40:55Negara harus
40:56Hadir lagi
40:57Untuk ngatur
40:58Supaya arena ini
41:00Menjadi fair
41:01Dan kemudian
41:02Dan ini kan sebenarnya
41:04Semangat konstitusi kita
41:06Adalah seperti itu
41:06KUD
41:07Atau kooperasi yang ada
41:09Contoh yang tadi disebutkan oleh
41:11Bapak Priska
41:11KUD itu pada eranya
41:13Berperan sangat besar
41:15Terhadap
41:16Suasembada
41:17Beras pada saat itu
41:18Kalahnya KUD oleh
41:20IMF
41:21Bukan karena
41:22Kelemahannya mereka
41:24Untuk yang
41:25Kooperasi Desa Baraputi
41:26Berarti yang harus dijaminkan adalah
41:28Manfaat sebesar-besarnya
41:29Untuk masyarakat
41:30Harus profit
41:30Dan manfaatnya untuk masyarakat
41:33Manfaat untuk anggota
41:34Dan untuk masyarakat
41:36Dan ini kita
41:36Himbau lagi kepada
41:38Teman-teman Gen Z
41:39Milenial
41:40Pelaku UMKM
41:41Memang merek lokal
41:42Untuk masuk ke
41:43Nanti publik menagi janji ini
41:45KPI-nya adalah profit
41:47Dan kemanfaatannya untuk masyarakat
41:49Terima kasih
41:49Pak Menteri Kooperasi
41:51Ferry Juliantono
41:52Terima kasih juga
41:53Mas Soto
41:54Sama-sama Mbak Friska
41:55Sio
41:55Induk Kooperasi Usaha Teraket
41:57Sudah hadir di Rosy
41:57Terima kasih
41:58Saudara-saudara telah menyaksikan Rosy
41:59Kita jumpa lagi
42:00Kampas depan
42:00Hanya di Kompas TV
42:01Independen dan Terpercaya
42:02Saya Friska Klarissa
42:03Selamat malam
42:04Sampai jumpa
42:09Sampai jumpa
42:10Sampai jumpa
Komentar