Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Advokat senior Hotman Paris Hutapea yang mendampingi keluarga Fandi Ramadhan meminta DPR memanggil penyidik dan jaksa yang menangani perkara Fandi, ABK yang dituntut hukuman mati dalam kasus penyelundupan 2 ton sabu.

Menurut Hotman, sesuai fakta persidangan, Fandi tidak mengetahui isi kotak yang masuk ke kapal saat berlayar, bahkan sudah sempat menanyakan kepada kaptennya.

Baca Juga Di Depan DPR, Hotman Paris Ungkap Kejanggalan Kasus ABK Fandi hingga Pembunuhan Mahasiswa Lombok di https://www.kompas.tv/nasional/653304/di-depan-dpr-hotman-paris-ungkap-kejanggalan-kasus-abk-fandi-hingga-pembunuhan-mahasiswa-lombok

#abk #hotmanparis #sabu #dpr

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/653317/kasus-abk-fandi-dituntut-hukuman-mati-hotman-paris-minta-dpr-panggil-penyidik-dan-jaksa
Transkrip
00:00Saudara advokat senior Hotman Paris Sutapea yang mendampingi keluarga Fandi Ramadhan meminta DPR memanggil penyidik dan jaksa yang menangani perkara
00:08Fandi ABK yang ditutup hukuman mati dalam kasus penyelundupan 2 tahun sabu.
00:13Menurut Hotman, sesuai fakta persidangan, Fandi tak mengetahui isi kotak yang masuk ke kapal saat berlayar, bahkan sudah sempat menanyakan
00:22kepada sang kapten.
00:26Ada diakui oleh semua pihak yang terlibat bahwa si Fandi ini bolak-balik nanya, itu harusnya menjadi acuan bahwa memang
00:34dia tidak tahu, tapi tetap begitu saja langsung dihukum mati, eh dituntut mati.
00:41Jadi, kepada pimpinan Komisi 3 dan juga anggota yang terhormat, gak ada artinya kedatangan kami ini kalau hanya sekedar dengar
00:52pendapat, tolong dulu dipanggil penyidiknya ini dan JPU-nya, dan bila perlu tim dari kedua belakangnya hadir biar objektif.
01:02Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan