00:00Intro
00:02Kembali di Kompas Petang, Saudara Sorotan tentang impor mobil dari India
00:06untuk kooperasi merah putih ditanggapi PT Agrinas Panganusantara selaku pelaksana impor.
00:12Mereka menyebut penugasan impor mobil India berdasarkan instruksi Presiden.
00:18Menurut Direktur Pengadaan PT Agrinas Panganusantara, Elvis Rudy,
00:23pengadaan mobil impor itu sesuai penugasan dalam Inpres nomor 17 tahun 2025
00:29yang disertai perjanjian kerjasama dengan Kementerian Kooperasi.
00:33Terkait 1.200 unit kendaraan Mahindra yang telah tiba di Tanjung Priok,
00:40Agrinas masih menunggu keputusan lebih lanjut dari pemerintah.
00:43Ia menegaskan Agrinas akan tetap loyal dan mengikuti keputusan pemerintah serta DPR.
00:55Tentunya merupakan tugas kita yang diberikan penugasan sesuai Inpres
01:01dan ada PKS dengan Kementerian Kooperasi mewakili Kementerian yang lain
01:08bahwa Agrinas ditunjuk sebagai pelaksana tugas sesuai Inpres adalah untuk percepatan pembangunan fisik gerai,
01:19pergudangan, dan kelengkapan.
01:21Kalau itu Kepni tetap sesuai dengan Bapak Dirut kemarin sampaikan pada Dirut Agrinas Pangan Nusantara
01:30pada saat konferensi pers itu beliau menyampaikan kita akan loyal kepada keputusan pemerintah dan DPR.
01:43Kementerian Pertahanan membantah berada di balik impor seribu atau seratus lima ribu mobil pikap India
01:51oleh PT Agrinas Pangan Nusantara untuk kebutuhan program kooperasi Desa Merah Putih.
01:56Kemhan menjelaskan kendaraan Mahindra Scorpio yang pernah diterima Kemhan merupakan hibah murni
02:01sebagai bentuk dukungan terhadap penanganan bencana Aceh.
02:05Sehingga kendaraan yang diterimanya itu tidak termasuk dalam pengadaan PT Agrinas
02:09dan menggantungnya terhadap penanganan berada di beliau semakin 20.
Komentar