00:00Saudara unggahan alumni penerima beasiswa lembaga pengelola dana pendidikan atau LPDP berbuntut panjang.
00:07Hasil analisis LPDP mengungkap ada lebih dari 600 penerima beasiswa yang diduga melanggar kewajiban pengabdian di dalam negeri.
00:18Pernyataan kontroversial Dwi Sasyetianing Tias, salah seorang alumni penerima beasiswa LPDP bergulir bagai bola salju.
00:28Pernyataan Dwi dalam unggahannya di Medsos dinilai tidak pas bagi sebagian masyarakat.
00:34Lantaran disampaikan oleh penerima beasiswa negara yang biaya pendidikannya didanai dari anggaran publik.
00:42Buntut dari pernyataan itu, Direktur Utama LPDP Sudarto menyebut, pihaknya selama ini sudah melakukan pendataan.
00:48Per 31 Januari 2026, ada 600 penerima beasiswa LPDP yang terindikasi melakukan pelanggaran kewajiban pengabdian di dalam negeri.
01:008 orang alumni digenakan sanksi kewajiban pengembalian dana, sementara 36 lainnya dalam proses lebih lanjut.
01:07Dirut LPDP juga tengah mempertimbangkan untuk menampilkan nama alumni yang belum menyelesaikan tanggung jawabnya
01:14di laman resmi LPDP sebagai bentuk transparansi penggunaan pajak rakyat.
01:20Kami sudah tahu, tapi terus terang kami agak pelan-pelan baru menyelesaikan yang 8 tadi.
01:28Dari sekian itu, mungkin ada 44 ya, termasuk yang bersangkutan itu baru kita menyelesaikan 8.
01:34Tapi dengan momentum ini, kami akan mempercepat prosesnya.
01:39Prosesnya, kami juga lagi selagi memikirkan ini, teman-teman ini awas juga teman-teman alumni itu.
01:45Kami selagi memikirkan juga, mempertimbangkan untuk menaruh teman-teman nama anak-anak yang tidak patuh itu
01:52di dalam website LPDP.
01:54Ini lagi kami pikirkan itu.
01:57Aku nggak mau katakan nemeng dan semeng loh ya.
02:00Tapi, sekali lagi ini kan, lu pakai duit pajak.
02:03Iya kan?
02:04LPDP.
02:05Artinya, ya wajarlah itu.
02:09Wajarlah.
02:10Jadi, ini lagi kita pertimbangkan.
02:13Kini, LPDP tengah memperbaiki kriteria pengabdian bagi penerima beasiswa,
02:18sekaligus perbaikan syarat agar setiap alumni bisa memberikan dampak nyata bagi rakyat Indonesia.
02:27Tim Liputan, Kompas TV.
Komentar