Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Penanganan kasus teror penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, kian memunculkan berbagai kejanggalan.

Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) mengambil langkah mandiri dengan melakukan investigasi independen. Hasilnya serangan terhadap Andrie diduga sebagai percobaan pembunuhan berencana, dengan dugaan pelaku mencapai 16 orang.

Di saat bersamaan, arah penanganan perkara bergeser ke ranah pengadilan militer, memicu desakan luas agar negara membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta yang bersifat independen.

Dipo kembali menelusuri jejak para terduga pelaku bersama Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya. Benarkah Andrie sudah menjadi target operasi sejak lama?

Dipo juga menelusuri kawasan Panglima Polim, Jakarta Selatan, titik yang disebut sebagai lokasi awal pergerakan dan diduga menjadi pusat koordinasi.

Untuk mengungkap terkait dugaan penggunaan aset negara di kawasan Panglima Polim serta dugaan keterlibatan struktur intelijen, Dipo bertemu dengan Kepala BAIS TNI periode 2011-2013, Soleman B. Ponto.

Dalam aksi Kamisan Ke-902, Dipo bertemu dengan Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid yang menyoroti potensi impunitas jika kasus ini ditangani di peradilan militer.

Akankah proses hukum benar-benar menyentuh aktor utama di balik serangan ini?

Dipo berbincang dengan Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra.

Yusril menegaskan bahwa kekerasan terhadap aktivis adalah ancaman serius bagi demokrasi dan tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apapun. Sejauh mana negara berani menelusuri hingga ke pusat kendali perintah?



Saksikan program DIPO INVESTIGASI episode Singkap Gelap Teror Air Keras. Tayang Senin, 6 April 2026, pukul 20.30 WIB di KompasTV.



#andrieyunus #aktivis #tni




Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/661369/andrie-yunus-disiram-air-keras-mengapa-negara-didesak-bentuk-tgpf-dipo-investigasi
Transkrip
00:03Tiga pekan telah berlalu penanganan kasus teror penyiraman air keras kepada aktivis kontras Andri Yunus seolah menemui jalan buntu.
00:11Keadilan bagi sang aktivis tak kunjung tegak kebenaran belum juga terungkap.
00:16Proses hukum yang berjalan tak kalah membuat publik terperanjat sebab kasus yang kini tengah didalami oleh aparat dinilai salah kaprah
00:24dan langkah hingga melahirkan potensi impunitas bagi aktor-aktor yang terlibat.
00:30Desahkan untuk membentuk tim gabungan pencari fakta kian merebak lalu akankah negara berani mengambil sikap agar keadilan tetap berdiri tegak.
00:39Inilah episode ke-66 di Poinvestigasi.
00:42Saya di penerbangan bahagia, saya akan melusuri dan mencari bukti berbagai kejanggalan dalam pengungkapan kasus penyiraman air keras kepada aktivis
00:49kontras.
01:04Terima kasih atas segala bentuk dukungan yang telah diberikan kepada saya untuk menghadapi teror dari orang-orang yang mengecut.
01:25Terus saya tiba di persimpangan Jalan Panglima Polim.
01:29Analisa dari taut apa yang kemudian dilakukan oleh para terduga pelaku di kawasan Jakarta Selatan.
01:34Kami punya satu dugaan kuat bahwa ada satu lokasi yang digunakan oleh para pelaku untuk melakukan perencanaan periswa penyiraman air
01:41keras kepada Andri.
01:44Setelah saya akan coba mendatangi Jalan Panglima Polim 3 yang diduga menjadi salah satu titik penting untuk kemudian mengungkak kasus
01:53penyiraman air keras kepada aktivis kontras Andri Yunus.
01:57Bisa ditunjukkan ya.
01:58Rumah berwarna putih ini, ini adalah rumahnya, saudara.
02:06Apa yang kemudian terjadi kepada Andri Yunus ini merupakan pengintaian panjang.
02:10Jadi setelah melakukan aksi intervensi di Fairmont, cukup intens gitu ya lima kali, ada kendaraan rantis yang lalu-lalang di
02:18sekitar area kontas.
02:26Tangkapan dari CCTV yang kami peroleh gitu ya, lalu kami kembangkan, kami analisa.
02:31Memang ya itu yang kami kemudian sebutkan sebagai bagian dari operasi intelijen.
02:35Bahis itu terstruktur pekerjaannya dan senyap.
02:41Jadi kalau itu betul-betul dipimpin seorang pati, dilaksanakan oleh seorang kolonel, Andri tidak akan pernah pulang rumah.
02:50Artinya narasi yang kemudian disampaikan oleh Presiden bahwa aksi ini, aksi teror, Anda sepakat dengan hal ini?
02:55Ya bisa aja.
02:57Nah, kalau intelijen itu teroris kok.
03:04Permasalahan tersebut sudah kami limpahkan ke Puspom TNI.
03:12Salah langkah, polisi bisa dianggap lepas dari tanggung jawab.
03:16Kalau Andri adalah orang sipil dan mengalami kejahatan sipil, harusnya pelakunya sama-sama diadili di pengadilan sipil, bukan di pengadilan
03:23militer.
03:27Dan ini nampaknya dilakukan secara sistematik dan terencana.
03:30Ini adalah serangan terhadap demokrasi itu sendiri.
03:33Dan karena itu negara harus mengambil satu langkah-langkah hukum yang tegas untuk menuntaskan kasus ini.
03:40Apakah ini betul merupakan operasi senyap intelijen?
03:44Setelah pengunggapan kasus terkait dengan peristiwa penyeraman air keras kepada aktivis kontras, Andri Yunus seolah menemui jalan buntu.
03:53Sebelumnya, saudara, tim advokasi untuk demokrasi telah melakukan investigasi independen.
03:59Dan salah satu yang digarisbawahi adalah peristiwa penyeraman air keras kepada Andri Yunus diduga merupakan upaya pembunuhan berencana.
04:09Namun, di tengah hasil investigasi independen tersebut, polisi justru melimpahkan penanganan perkara ini kepada puspom TNI yang tentu melahirkan sejumlah
04:23pertanyaan keperbukaan.
04:25Saya akan gambarkan apa-apa saja yang kemudian ditemukan oleh tim advokasi untuk demokrasi dalam investigasi independen.
04:34Dan juga saya akan gambarkan rangkaian pengunggapan kasus penyeraman air keras kepada Andri Yunus tiga minggu setelah aksi teror terjadi.
04:46Di penghujung Maret 2026 atau lebih dari dua pekan usai peristiwa teror air keras terhadap Andri Yunus, laporan investigasi tim
04:53advokasi untuk demokrasi atau TAUT dirilis.
04:58Investigasi TAUT berdasarkan rekaman 37 kamera pengawas di sekitar TKP.
05:03Hasilnya, ada 16 orang terduga pelaku lapangan yang terlibat dalam aksi pengintaian dan penyiraman air keras.
05:10TAUT menunggu ada indikasi kuat terlibatan warga sipil dalam insiden teror terhadap Andri Yunus.
05:18Dugaan itu diantaranya berdasarkan pemantauan CCTV di sekitar kantor YLBHI Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
05:25Karena tanggal 12 Maret 2026 sekitar pukul 20 lewat 46 menit waktu Indonesia Barat, tampak terduga pelaku satu persatu berdatangan
05:34di titik kumpul seberang kantor YLBHI.
05:37Kurang lebih 30 menit kemudian, yaitu sekitar pukul 21 lewat 13 menit waktu Indonesia Barat, tampak sejumlah terduga pelaku bergeser
05:46ke Taman Diponegoro yang hanya berjarak 200 meter dari titik awal.
05:51Terduga pelaku penyiraman yang wajahnya dirilis oleh Polda Metro Jaya juga diduga menghampiri titik ini dari arah depan gedung RSCM
05:59sekitar pukul 21 lewat 27 menit waktu Indonesia Barat.
06:04Kejadian yang terekam dalam CCTV tersebut berselang sekitar 2 jam sebelum kejadian penyiraman air keras kepada Andriunus.
06:12Jumlah terduga pelaku yang dianalisis tahu jauh lebih banyak dibandingkan yang dirilis oleh aparat penegak hukum.
06:19Dua pekan sejak rilis terakhir tentang penanganan kasus Andriunus dalam rapat dengar pendapat Komisi 3 DPR RI pada 31 Maret
06:26lalu,
06:27polisi menyatakan telah melakukan pelimpahan kasus Andriunus ke pusat polisi militer TNI.
06:33Polisi juga mengklaim belum menemukan adanya keterlibatan warga sipil dalam kasus ini.
06:38Setelah kami menemukan fakta-fakta dari hasil penyirikan tersebut,
06:44kemudian saat ini dapat kami laporkan kepada pimpinan bahwa permasalahan tersebut sudah kami limpahkan
06:55ke puspom TNI.
07:00Pada hari yang sama, Kepala Pusat Penerangan TNI merilis keterangan tertulis yang berisi informasi.
07:05Di antaranya, TNI telah menetapkan 4 pelaku yang sebelumnya dirilis sebagai terduga pelaku menjadi tersangka
07:11sejak 18 Maret 2026.
07:14Dan saat ini, tengah menjalani penahanan di instalasi tahanan militer POM Dam Jaya Guntur.
07:19Sehari setelah penetapan tersangka, penyidik puspom menyebutlah berupaya memintai keterangan Andriunus,
07:25tapi dokter tidak mengizinkan dengan alasan kesehatan.
07:29Puspom TNI menerima surat dari Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban atau LPSK
07:34yang menyatakan Andriunus berada di bawah perlindungan LPSK.
07:38Dan puspom TNI selanjutnya telah mengirimkan surat ke Ketua LPSK terkait permohonan meminta keterangan.
07:46Setelah saya tiba di Jalan Kramat 2, Witang, Jakarta Pusat, saya akan kembali melanjutkan investigasi
07:52untuk mendalami berbagai kejanggalan yang muncul terkait dengan penanganan kasus penyiraman air keras kepada aktivis kontras.
08:05Saya akan membahas berbagai kejanggalan yang kemudian ditemukan oleh tim advokasi untuk demokrasi
08:11bersama dengan koordinator kontras Mas Dimas Bagus Arya.
08:14Mas Dimas, terima kasih untuk waktunya.
08:16Makasih Mas Tipo.
08:17Saya ingin langsung tanyakan Mas Dimas bahwa di tengah desakan untuk kemudian membawa pengungkapan kasus penyiraman air keras
08:23terhadap Andri Yunus secara terang-benerang, Direktur Reserse Kriminal Umum, Polda Metro Jaya di hadapan wakil rakyat,
08:31termasuk di hadapan Anda, menyebut bahwa kasus ini telah dilimpahkan ke puspom TNI.
08:36Tanggapan Anda?
08:37Ya, sesuai dengan apa yang kami sampaikan juga dalam rapat dengan pendapat umum dengan Komisi 3DPR RI, kami kecewa.
08:43Karena sedari awal kami merasa bahwa kasus penyiraman air keras ini harusnya dibawa dengan mekanisme Kitab Undang-Undang Hukum Acara
08:51Pidana.
08:51Artinya lewat peradilan umum.
08:53Karena lagi-lagi proses ini bukan satu tindakan yang bisa dikategorikan sebagai tindakan pidana militer.
09:00Ini adalah tindak pidana umum, memang dilakukan oleh prajurit TNI, dalam hal ini adalah anggota bahis,
09:06tapi kemudian bukan hanya pada faktor identitas pelakunya, tapi soal tindakannya.
09:12Korbannya adalah sipil, kepentingan yang paling diluruhkan adalah kepentingan sipil.
09:15Apakah kemudian, berdasarkan penyataan dari Mas Limas tadi, dapat digatakan polisi telah salah langkah dalam mengambil jalan proses hukum ini?
09:25Mungkin ya, lalai untuk melihat tipologi tindak pidana-nya.
09:29Empat prajurit yang kemudian diidentifikasi oleh PUSPOM TNI sebagai terduga pelaku,
09:33bukan sebagai prajurit yang menjalankan fungsinya sebagai alat pertahanan.
09:38Sehingga, seharusnya polisi lebih jeli melihat ini sebagai tindak pidana umum.
09:44Kontras menilai apa yang sesungguhnya terjadi pada polisi sehingga mengambil jalan memutar arah?
09:49Kami melihat bahwa langkah polisi ini prematur.
09:51Prematur?
09:52Prematur dalam artian apa, Mas Dipo?
09:54Dalam artian, polisi terburu-buru melakukan pelimpahan kepada PUSPOM TNI.
10:00Padahal, masih ada banyak sejumlah petunjuk yang harusnya bisa digali.
10:03Terutama apa? Terutama membongkar soal aktor intelektualisnya.
10:07Siapa? Orang-orang yang kami laporkan juga ada 16 orang terduga pelaku.
10:12Sementara rilis kepolisian hanya menyebut dua nama, yaitu BHC dan MAK.
10:16Dan yang perlu digarisbawahi, polisi juga sudah mengirimkan SPDP tanggal 25 Maret.
10:22Surat pemberitahuan dimulainya penyidikan yang ditembuskan kepada kami.
10:26Kepada kejaksaan tinggi gitu ya.
10:28Saya ingin mendalami juga apa yang kemudian disampaikan oleh tim advokasi untuk demokrasi,
10:31bahwa apa yang kemudian terjadi kepada Andri Yunus ini merupakan pengintaian panjang
10:36artinya sudah dilakukan sejak lama.
10:38Apakah titik ataupun kantor kontrasi ini juga menjadi titik awal-mula pengintaian tersebut?
10:43Kami mendapatkan informasi soal identitas operasi yang digunakan,
10:48yaitu operasi dengan kata sandi sadang.
10:50Sadang.
10:50Operasi sadang.
10:51Nah, operasi sadang ini kami coba telusuri informasinya memang sudah dilakukan cukup lama.
10:56Dimulai dari aksi yang dilakukan oleh Andri Yunus dan beberapa tim Koalisi Masyarakat Sipil
11:01untuk reformasi sektor keamanan ketika melakukan aksi intervensi di Hotel Fairmont.
11:06Kami menolak adanya pembahasan di dalam.
11:08Kami menolak adanya dui fungsi apri, teman-teman.
11:12Sebelum insiden di TKP, di Jalan Saleng Bar 1, Jalan Talang,
11:16sudah ada beberapa tim advokasi untuk demokrasi menemukan rekaman CCTV di kantor kontras.
11:22Di sini ada dua titik CCTV yang itu merekam aktivitas di luar kantor.
11:28Itu CCTV pertama sama CCTV kedua.
11:32Oke, mungkin bisa ditunjukkan terlebih dahulu.
11:34Itu CCTV kedua yang kemudian merekam aktivitas di depan dari kantor kontras.
11:38Ada kejanggalan yang ditemukan?
11:40Kejanggalan yang kami temukan ketika Andri kemudian keluar dari kantor kontras sekira pukul 4 sore,
11:45ada beberapa aktivitas-aktivitas yang mencurigakan,
11:48termasuk beberapa orang yang lalang di sini, di area sedikit kantor,
11:51dan terekam oleh CCTV yang kemudian kami coba sambungkan
11:55dengan sejumlah pelaku yang kami temukan dengan bukti CCTV di ILBAI
11:59dan kantor selios yang terletak di Jalan Banyumas, Menteng.
12:0216 terduga pelaku yang kemudian diduga melakukan aksinya
12:05sempat terpantau juga berada di depan dari kantor kontras.
12:08Persis.
12:08Oke, ada satu hal yang menarik juga,
12:10bahwa dua kamera CCTV ini,
12:12dasarkan informasi yang kami dapatkan,
12:14Mas Dimas sempat merekam peristiwa pada tanggal 16 Maret 2025.
12:20Apa yang sesungguhnya terjadi kala itu?
12:21Jadi setelah aksi yang cukup viral waktu itu,
12:25di mana kemudian Andri Yunus dan juga beberapa anggota koalisi masyarakat sipil
12:28untuk reformasi sektor keamanan melakukan aksi intervensi di Fairmont,
12:32ada sejumlah aktivitas yang kami duga sebagai upaya intimidasi.
12:36Pukul 12 malam di hari, tanggal 16 Maret 2025,
12:40ada tiga orang yang mengetuk pintu kontras, mengaku media,
12:43lalu Andri HP-nya itu mendapatkan tiga panggilan nomor tidak dikenal,
12:48yang kemudian kami coba telusuri dan terindikasi,
12:51terafiliasi pada satu orang yang afiliasinya adalah Intel Kodam Jaya.
12:57Dan kemudian selang berapa lama, cukup intens,
13:02gitu ya lima kali, ada kendaraan rantis yang lalu-lalang di sekitar area kontras.
13:06Kendaraan pertama itu memfoto kendaraan kedua dari depan,
13:09lalu sempat kami melihat di rekaman CCTV bahwa ada aktivitas untuk merekam juga situasi kantor dari luar.
13:17Karena sebelumnya sempat ada juga kendaraan rantis yang melintasi jalan ini sebelum peristiwa Pemun?
13:22Tidak ada, sebelumnya tidak ada sama sekali.
13:24Maskah
13:41Maksah
13:42Dekoraan
13:44Sekarang
13:51Sebenarnya saya bersama dengan koordinator kontras berada di Jalan Diponegoro
13:55Atau tempatnya persis di sebelah dari kantor YLBHI yang menjadi lokasi terakhir
14:00Sebelum Andri mengalami peristiwa penyeraman air keras
14:03Saya ingin tanyakan Mas Dimas bahwa di titik ini disebut menjadi salah satu lokasi pengintaian terhadap Andri
14:09Temuan terbaru taut seperti apa terkait hal ini?
14:11Setelah melakukan penelusuran dari sejumlah alat bukti CCTV terutama
14:14Yang ini ya CCTV-nya ya?
14:16Salah satunya CCTV ini, lalu juga CCTV dalam gedung YLBHI, lalu juga CCTV yang dari bagian arah Megaria itu
14:23Kami menemukan ada aktivitas yang cukup ramai, ada setidaknya 16 orang
14:28Yang mana mungkin bisa berkembang Mas Sipo gitu ya
14:30Artinya di sini itu adalah titik di mana kemudian sejumlah terduga pelaku itu melakukan komunikasi, koordinasi
14:37Salah satunya pada akhirnya juga yang diidentifikasi adalah 4 orang LTK yang menjadi eksekutor
14:46Ketika konferensi pers polisi pertama kali, ataupun pada saat memperlihatkan CCTV menyebutkan bahwa ada satu OTK yang kemudian berjalan di
14:54seberang sana
14:55Seakan memberi kode kepada OTK lain yang berada di sini
15:25Betul
15:25Dari beberapa tangkapan layar CCTV yang kami kembangkan dan kemudian kami analisis
15:28Orang yang di depan portal itu seolah-olah memberikan kode sinyal ketika Andri keluar dari gedung YLBHI
15:35Dan orang-orang yang di sini itu langsung melawan arah menuju arah Megaria dan mengarah ke Tugu Proklamasi
15:41Dan bertemu dengan korban itu di Tugu Proklamasi
15:45Jadi memang tangkapan dari CCTV yang kami peroleh gitu ya, lalu kami kembangkan, kami analisa
15:50Memang ya itu yang kami kemudian sebutkan sebagai bagian dari operasi intelijen
15:54Karena sebelumnya ada tindakan komunikasi koordinasi dan juga dilakukan oleh lebih dari satu orang
16:09Tidak hanya satu OTK yang memberi kode tetapi sekumpulan orang
16:14Memarkirkan motor di sini dan dicurigai merupakan bagian dari 16 terduga pelang
16:19Oke saya ingin tanyakan Mas Nimas, bahwa ada dugaan
16:22Tidak hanya anggota TNI
16:25Tetapi ada dugaan keterlibatan sipil
16:28Apakah keterlibatan itu juga mulai di titik ini?
16:31Keterlibatan sipil itu ya kami tenggarai juga terjadi di lokasi perimeter TKP
16:36Tapi yang kami juga sangat telusuri adalah apa peran dari sipil ketika dalam proses operasi intelijen ini
16:43Kemungkinan besar juga ada beberapa orang-orang sipil yang terlibat dalam merancang
16:48Atau merencanakan pemukatan jahat ini sebelum kemudian kondisi naas yang menimpaan di Yunus
16:53Artinya tidak hanya harus ada di TKP, tapi mungkin juga bagian dari perencanaan
16:59Jadi memang tangkapan layar CCTV yang kami dapat gitu ya
17:02Ada seseorang gitu ya
17:04Yang masuk dalam gerombolan dalam orang-orang yang kami sinyalir adalah terduga pelaku yang ada di lokasi YLBHI ini
17:10Itu menggunakan jaket Ojek Online
17:14Jika betul pengintaian dilakukan jauh ataupun beberapa jam sebelum Andri keluar dari kantor YLBHI
17:22Posisinya saat itu, portal ini terbuka?
17:25Belumnya terbuka, jadi terbuka itu dari siang sampai kemungkinan jam 8 malam
17:31Dan Andri masuk lewat sini?
17:33Dan Andri masuk lewat sini gitu ya
17:34Andri masuk lewat sini, lalu kemudian keluar sekitar pukul 23.00 lebih gitu ya
17:4023.00 lebih
17:41Dan dia karena portalnya tertutup, dia mengarahkan motornya ke arah Borobudur
17:46Apakah itu yang kemudian tidak terprediksi oleh terduga pelaku dan melakukan improvisasi?
17:52Jadi memang yang kami duga sebelumnya adalah para pelaku ini memang mengincar lokasinya
17:57Kenapa kemudian banyak gerombolan orang itu ada di area, di luar portal ini
18:01Karena memang memprediksi bahwa arah keluarnya atau arah motornya Andri itu akan melewati area ini
18:07Yang saya dapetin informasi dari Kontras dan Taut juga bahwa ada satu tempat di situ
18:13Yang dipakai untuk melakukan komunikasi di Taman Borobudur itu
18:16Dan disebut sebagai titik kumpul ataupun basket
18:18Betul
18:19Boleh kita ke sana mas?
18:19Boleh
18:20Oke saya akan tunjukkan saudara
18:28Jika titik pertama ketika ada terduga pelaku yang memberikan kode
18:33Kemudian juga titik kedua diseberang dari YLBHI ini betul-betul untuk melakukan proses penyintaian
18:39Dibuga seperti itu
18:40Untuk titik ini fungsinya apa mas?
18:42Hasil investigasi independen tahun?
18:44Ya seperti kami sampaikan sebelumnya bahwa kami tenggarai bahwa lokasi ini di Taman Borobudur ini
18:48Adalah lokasi untuk komunikasi antar pelaku
18:51Oke
18:52Jadi mereka menggunakan lokasi ini persis gitu ya
18:54Karena mungkin agak jauh jaraknya dengan YLBHI untuk melakukan komunikasi dan membangun kembali perencanaan-perencanaan untuk improvisasi
19:02Karena ada beberapa bayangan kami adalah karena posisi YLBHI itu portalnya tertutup di mana Andri awalnya akan di asumsikan akan
19:11melewati jalan ini
19:13Maka mereka kemudian merancang semua perencanaan itu berkomunikasi kembali itu di sini
19:18Di sini ya? Oke saya ingin tunjukkan karena sebelumnya yang kemudian dirilis oleh Taut adalah bahwa yang terekam kamera CCTV
19:26dari sebelah sana ini titiknya di sini ya?
19:29Dan berkumpul beberapa orang
19:31Beberapa orang
19:41Sepakah betul ada satu orang yang kemudian diduga memegang komando dari operasi penjelaman air keras kepada Andrius di titik ini?
19:51Itu yang kami masih juga masih kembangkan kelas SIPO gitu ya
19:54Dari semua orang 16 itu apa saja perannya
19:57Tapi yang sudah ketahuan adalah 4 orang yang bertindak sebagai surveillance actor yang membutuhkan Andri dari belakang
20:03Dan 2 orang menggunakan 1 motor yang melakukan eksekusi
20:08Yang menjadi ironi adalah lokasi pengintaian di titik ini di Taman Diponegoro berada persis di depan dari rumah sakit Cipto
20:17Mangunkusumo Jakarta tempat Andri Yunus menjalani perawatan
20:21Apakah untuk saat ini mas dimasuk dengan lokasi yang begitu dekat dengan Andri sudahkah dapat dipastikan bahwa pengintaian kepada Andri
20:29Yunus ini sudah betul-betul berhenti atau ada dugaan lain?
20:32Ya dugaan kami proses pengintaian masih berlanjut
20:34Masih berlanjut?
20:35Kenapa begitu?
20:36Karena pertama 4 pelaku yang disampaikan oleh Pus Pong TNI belum dirilis wajahnya
20:41Kami belum juga tahu struktur komandonya siapa
20:44Selain soal keamanan Mas Dimas yang tentu penting untuk didalami adalah kondisi terbaru
20:51Kondisi kesehatan dari Andri Yunus
20:53Pasca menjalani operasi keempat kondisinya berlangsung membaik gitu ya
20:56Memang ada beberapa situasi-situasi perkembangan yang menurun
21:00Terutama dari hasil rilis yang dilakukan oleh SCM terakhir gitu ya
21:04Bahwa ada kondisi penurunan di bagian mata kanan dan berpotensi itu juga bisa melemahkan penglihatannya
21:17Terima kasih atas segala bentuk dukungan yang telah diberikan kepada saya untuk menghadapi teror dari orang-orang yang pengecut
21:30Saya akan tetap kuat, akan tetap tegar
21:34Untuk dengan segala dukungan penuh dari kawan-kawan sekalian
21:41Haluta kontinua panjang umur perjuangan
21:49Bisa ditunjukkan ya
21:51Rumah berwarna putih ini
21:55Ini adalah rumahnya saudara
22:13Terus saya tiba di persimpangan Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan
22:18Ataupun lokasi di deteksinya
22:21Sejumlah terduga pelaku terkait dengan penyeraman air keras kepada aktivis kontras Andriunus
22:27Mas Lima saya ingin tanyakan
22:28Apakah CCTV di sebelah sana adalah CCTV yang kemudian juga merekam gerak-gerik pelaku khususnya di kawasan Panglima Polim ini?
22:35Betul, ya bisa dilihat sendiri Mas Ibu ya
22:37Ada beberapa kamera
22:39Petunjuk yang kami temukan sejumlah rekaman CCTV di daerah ini
22:42Kami juga melihat ada pergerakan
22:45Sebelum menuju pada lokasi kantor kontras, kantor selios dan juga kantor di HBI
22:49Bahkan beberapa kemudian kami identifikasi eksekutor 1, OTK 1-2 gitu ya
22:54Yang kemudian menyiamkan air keras
22:56Dan juga OTK kelima gitu ya
22:58Yang berbaju merah
22:59Itu melintas sepanjang area blok M ini
23:04Sampai kemudian nanti akan berhenti di area depan M blok atau depannya Kejaksaan Agung
23:10Untuk melakukan komunikasi koordinasi
23:11Itu kami coba kemudian sisir rekonstruksi dan menemukan bahwa proses kedatangan dimulai di Jakarta Selatan
23:17Oke, saya akan coba bergeser ya
23:19Karena tadi Mas Dimas membahas soal situasi ataupun terduga pelaku melintasi kawasan ini tepat di jalan yang kita seberangi menuju
23:28ke Kejaksaan Agung
23:30Oke, bahwa kita tahu kawasan Panglima Poli di kawasan Jakarta Selatan dan lokasi penyiraman air keras di Jakarta Pusat ini
23:39terlampau cukup jauh jarak
23:42Ya
23:42Analisa dari tahu apa yang kemudian dilakukan oleh para terduga pelaku di kawasan Jakarta Selatan
23:47Kami punya satu dugaan kuat bahwa ada satu lokasi yang digunakan oleh para pelaku untuk melakukan perencanaan
23:54Perencanaan terkait dengan jumlah peristiwa yang pada akhirnya menyebabkan adanya peristiwa penyiraman air keras pada Andri
24:01Nah, temuan kami lalu juga kemudian diperkuat dengan hasil investigasi Tempo
24:06Itu menemukan bahwa ada satu lokasi di jalan Panglima Polim 3 nomor 11 yang dijadikan tempat untuk melakukan perencanaan
24:13Dan juga beberapa hasil yang kami coba untuk rekonstruksi kami lagi mendalami apakah kemudian perlintasan pelaku dari kedatangan maupun proses
24:23pelarian gitu ya
24:24Apakah juga menyasar pada lokasi yang disebut tersebut
24:27Artinya ada dugaan bahwa perencanaan perilaku ataupun tindakan penyiraman air keras kepada Andri Yunus ini direncanakan di salah satu rumah
24:35di jalan Panglima Polim 3 nomor 11
24:38Dan ini juga sudah diketahui oleh polisi
24:40Ini juga sudah diketahui oleh polisi dan kemudian berdasarkan reportase dari Tempo bahwa rumah itu adalah Aset Kemhan
24:47Aset Kemhan?
24:48Dan merupakan barang milik negara atau PMN
24:57Setelah saya akan coba mendatangi jalan Panglima Polim 3 yang diduga menjadi salah satu titik penting untuk kemudian mengungkap kasus
25:06penyiraman air keras kepada aktivis kontras Andri Yunus
25:09Saat ini saya berada di kawasan Panglima Polim saya akan coba susuri dan tidak jauh dari sini adalah lokasi rumah
25:17tersebut
25:17Yang kalau coba kami pantau melalui aplikasi penunjuk arah rumah tersebut diburamkan yang artinya tidak dapat terlihat secara fisik tampilan
25:30rumah tersebut
25:30Dan saya akan coba datangi secara langsung saudara untuk melihat apakah ada aktivitas berarti di sana
25:36Saya akan lebih mendekat dan bagian kanan dan sebelah kiri memang ini terparkir kendaraan
25:44Bisa ditunjukkan ya
25:45Rumah berwarna putih ini
25:49Ini adalah rumahnya saudara
25:52Rumah yang diduga menjadi lokasi ataupun tempat yang digunakan oleh anggota badan intelijen strategis tentara nasional Indonesia
26:06Yang menjadi menarik saudara bahwa betul ada dugaan rumah tersebut digunakan oleh sejumlah terduga pelaku untuk kemudian melakukan perencanaan
26:17Tetapi hal ini tentu harus dikonfirmasi dan didalami
26:22Khususnya oleh puswam TNI yang tengah menjadi pihak yang berunang untuk kemudian mendalami kasus ini
26:30Termasuk juga untuk mengungkap siapa aktor intelektual dari penyiraman air keras yang dilakukan kepada Andrius
26:43Setelah saya berada di jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan dan kurang lebih 200 meter
26:49Menuju ke arah kiri adalah lokasi yang kemudian diduga menjadi titik awal
26:54Para terduga pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis kontras Andrius melakukan dan merencanakan siasatnya
27:02Lalu apa hubungan di kawasan Panglima Polim dengan tragedi penyiraman air keras terhadap aktivis kontras Andrius saya akan tanyakan kepada
27:09Laksamanda Muda
27:11TNI Punawirawan Bapak Suleman Pontok Kepala Badan Intelijen Strategis tahun 2011-2013
27:18Pak Suleman terima kasih atas maksudnya Pak
27:20Ada satu hal yang ingin saya tunjukkan mungkin di kawasan Panglima Polim ini beberapa kali menjadi sorotan
27:25Salah satunya adalah si TV di sebelah sana Pak yang kemudian merekam beberapa terduga pelaku terlihat melintas di area ini
27:32Apakah ada kaitannya kawasan Panglima Polim dengan Badan Intelijen Strategisnya?
27:37Ya ada rumah dulu rumah saya di situ rumah Kak Baiz
27:39Ya bisa aja itu tidak dipakai langsung dipakai untuk menjadi safe house
27:43Penyiapan anggota-anggota yang akan berangkat kepada penugasan bisa aja
27:48Tidak menutup kemungkinan para terduga pelaku berangkat dari rumah?
27:52Ya bisa saja
27:53Iya bisa saja
27:54Rumah itu adalah rumah Baiz yang disiapkan untuk kepala Baiz
28:00Kalau yang tidak punya rumah di Jakarta
28:02Ada banyak kan ada yang dari Jogja, Solo
28:05Lah saya sudah punya rumah di sini ngapain aku tinggal di situ
28:08Jadi kalau ada yang menyimpelkan bahwa disitulah disiapan untuk Amri
28:13Nah itu hanya di pengadilan aja nanti
28:16Pak Soleman terkait dengan modus operandi yang kemudian dijalankan
28:20Banyak yang menilai bahwa ini dilakukan secara terstruktur
28:23Bahkan tidak menutup kemungkinan ada keterlibatan perwira menengah bahkan perwira tinggi
28:28Kalau ingat ya ingat
28:31Ingat satu kata saya ingatkan
28:33Baiz itu adalah satuan yang terpilih anggotanya
28:37Terlatih anggotanya
28:40Terstruktur pekerjaannya
28:42Dan
28:44Satu lagi senyap
28:46Senyap
28:47Jadi kalau itu betul-betul dipimpin seorang pati dilaksanakan oleh seorang kolonel
28:53Andri tidak akan pernah pulang rumah
28:58Artinya ketika
28:59Pernyataan dari Pak Soleman menyebut bahwa
29:02Kecil kemungkinan ada keterlibatan perwira menengah ataupun perwira tinggi
29:06Artinya tindakan ini tidak karena motif yang paling memungkinkan apa Pak?
29:09Balas dendam
29:09Balas dendam?
29:10Ya
29:11Itu
29:12Setelah saya
29:13Setelah ya setelah hari
29:15Mulai dari kemarin setelah saya baru tahu
29:19Bahwa pada satu ketika Andri bisa menerobos masuk ruang persidangan
29:26Nah menerobos masuk persidangan itu kan artinya ada barikade pengamanan yang lolos
29:33Nah orang-orang PAM ini pasti kena hukum karena ini lolos
29:36Nah sangat mungkin mereka ini ini sangat mungkin ya sangat mungkin mereka yang menjaga dan mereka yang dapat hukuman gara
29:44-gara itu
29:44Itu menurut saya karena saya berdasarkan apa psikologis anak-anak ini
29:50Saya tahu mereka itu kalau terhukum dia pasti cari balas
29:54Bahwa tadi Pak Soleman sudah menyebutkan bahwa bisa dikatakan aksi ini memungkinkan adalah aksi balas dendam
30:03Saya ingin tanyakan artinya apakah hal yang kemudian dilakukan oleh terduga pelaku yang merupakan anggota Baiz TNI ini sangat jauh
30:11dari tugas dari Baiz TNI itu sendiri atau seperti apa?
30:14Tugas Baiz TNI itu pasti jauh
30:17Ya pasti jauh lah masa Baiz kerjanya suruh ngerjain orang-orang itu kan dia pasti enggak lah
30:22Tapi untuk tugas utama dari Baiz TNI itu sendiri?
30:25Oh ada kan sudah menghilangkan ancaman militer, ancaman militer pemberontakan, terorisme apalagi itu kan ada di undang-undang itu jelas
30:34Ini terorisme, iya kan?
30:37Tindakan biadab, harus kita kejar, harus kita usut
30:41Harus kita usut
30:45Artinya narasi yang kemudian disampaikan oleh Presiden bahwa aksi ini aksi teror, Anda sepakat dengan hal ini?
30:50Ya bisa aja
30:51Jangan intelijen itu teroris kok
30:53Karena cuma bilang tadi Presiden itu adalah seorang militer
30:58Seorang kopasus dia tahu tugas intelijen tiga
31:02Infiltrasi, sabotase yang menghasilkan teror
31:05Makanya bisa teroris, ya silahkan aja
31:07Memang itu pekerjaannya
31:12Nampaknya dilakukan secara sistematik dan terencana
31:15Apakah ini betul merupakan operasi senyap intelijen?
31:20Andri Unus semakin berhembus, saya akan tunjukkan saudara
31:22Saya berada persis di depan dari Istana Merdeka Jakarta
31:26Dan masyarakat yang kemudian menggunakan baju berwarna hitam ini adalah sejumlah masyarakat sipil yang kemudian menggelar aksi kamisan ke 902
31:37Terkait dengan peristiwa yang kemudian terjadi kepada aktivis kontras Andri Unus
31:43Saya akan coba lebih mendekat saudara
31:45Tidak hanya soal mengusutung kasus ini
31:48Tapi ada satu permintaan yang terus disuarakan oleh masyarakat adalah
31:51Salah satunya ini
31:52Segera membentuk tim gabungan pencari fakta
31:54Ataupun TGPF yang kita tahu sampai saat ini
31:57TGPF ini belum dibentuk oleh pemerintah
32:00Dan ada satu lagi suara yang kemudian juga tentu menjadi inti dari acara kamisan kali ini adalah bisa ditunjukkan ya
32:08Adili seluruh pelaku percobaan pembunuhan Andri Unus di peradilan umum
32:15Semakin disiram air keras
32:17Kita harus menolak USPOM untuk menangani kasus ini
32:25Kita harus menolak juristiksi peradilan militer pada kasus ini
32:29Kita harus tunjukkan bahwa yang mencintai tanah air adalah kita semua kawan-kawan
32:37Di depan istana persis di acara kamisan
32:40Anda menyebut secara tegas menolak proses hukum terkait dengan penyeraman air keras kepada Andri Unus
32:45Yang dilakukan oleh pusmong TNI
32:46Apa maknanya, Bungus?
32:48Ya, maknanya adalah kita ingin ada supremasi sipil
32:51Kita tidak ingin ada supremasi militer
32:53Kita ingin seluruh warga negara setara di hadapan hukum
32:57Andri Unus bukan anggota TNI
32:59Kejahatan yang dilakukan oleh mereka, para pelaku kepada Andri Unus
33:04Bukanlah kejahatan militer
33:06Tidak seharusnya ia dibawa ke pengadilan militer
33:09Ia harus dibawa ke pengadilan umum
33:11Kedua, pengadilan militer selama ini terbukti gagal menghadirkan keadilan
33:16Mereka hanya berhasil menghukum anggota bawahan
33:20Bahkan anggota bawahan pun seringkali berujung dengan pembebasan
33:24Artinya Anda mengkhawatirkan bahwa ketika proses hukum dijalankan oleh pusmong TNI ini akan terjadi impunitas?
33:30Akan terjadi impunitas
33:31Apakah artinya proses hukum yang kemudian dilakukan oleh polisi melimpahkan kasus ini kepada TNI merupakan suatu hal yang salah langkah?
33:39Salah langkah
33:39Polisi bisa dianggap lepas dari tanggung jawab
33:42Jadi Undang-Undang Dasar 45 menjelaskan secara eksplisit setiap orang, tiap-tiap orang, tiap-tiap warga negara bersamaan kedudukannya di
33:52hadapan hukum
33:52Kalau Andri adalah orang sipil dan mengalami kejahatan sipil harusnya pelakunya sama-sama diadili di pengadilan sipil bukan di pengadilan
34:00militer
34:01Yang kedua, TAP MPR nomor 7 tahun 2000 menegaskan bahwa anggota militer yang melakukan pelanggaran hukum militer tunduk pada peradilan
34:10militer
34:11Tapi tunduk pada peradilan umum kalau melakukan pelanggaran hukum pidana umum
34:15Dua undang-undang ini, Undang-Undang Dasar dan TAP MPR adalah undang-undang yang lebih tinggi daripada Undang-Undang Peradilan
34:22Militer tahun 97
34:23Bahwa yang menjadi menarik adalah selain mendesak agar kasus ini dibawa ke peradilan umum tetapi juga ada desakan pembentukan tim
34:30gabungan pencari fakta yang sampai dan saat ini belum menemui titik terang
34:33Tanggapan Anda?
34:34Ya, jadi pengalaman yang sudah-sudah selalu saja polisi memiliki keterbatasan dalam mengungkap kasus-kasus yang melibatkan aparat TNI
34:45Tanpa ada tim gabungan pencari fakta, maka kita hanya bergantung pada proses peradilan militer
34:53Saudara Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan bahwa aksi teror penjiraman air keras terhadap aktivis kontras Andri Yunus harus diusut tuntas
35:01termasuk juga mengungkap siapa aktor intelektualnya
35:05Lalu bagaimana negara memastikan bahwa proses hukum berjalan secara tuntas dan transparan?
35:10Secara eksklusif saudara saya akan tanyakan kepada Menteri Koordinator Bidang Hukum Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Prof. Yusril Iza
35:20Mahendra
35:21Prof Yusril, terima kasih untuk waktunya
35:23Sama-sama
35:23Pak Minko, saya izin langsung menanyakan bahwa ketika kasus ini berembus pertama kali Anda menyebutkan bahwa aksi teror ini penjiraman
35:33air keras terhadap Andri Yunus merupakan penyerangan terhadap demokrasi termasuk hak asasi manusia
35:39Apa maksudnya Pak?
35:40Ya, seperti yang kita tahu bahwa korban itu adalah aktivis kontras dan selama ini kita tahu bahwa kontras itu aktif
35:48dalam kegiatan-kegiatan untuk melakukan advokasi di bidang hukum, ham, dan demokrasi
35:53Dan sebagai seorang aktivis yang tentu harus dijaminkan kebebasannya dalam melakukan kegiatan-kegiatannya ketika satu hari terjadi malapetaka bagi yang
36:03bersangkutan dalam bentuk sebuah serangan yang penyiraman air keras kepada yang bersangkutan dan ini nampaknya dilakukan secara sistematik dan terencana
36:20Sistematik dan terencana
36:40Dan karena itu mereka sama sekali bukan lawan, apalagi musuh bagi pemerintah
36:45Mungkin Anda memiliki informasi apakah ini betul merupakan operasi senyap intelijen atau seperti apa?
36:50Kita melihat apa namanya CCTV, orang ini naik motor dari mana, siapa yang dibonceng, itu sudah kelihatan ini ada satu
36:58proses yang sebenarnya terencana
37:00Jadi ini bukan merupakan satu tindakan yang spontan dan tiba-tiba, ini memang direncanakan secara sistematik
37:07Nah, siapa mereka pelakunya ini, dan sudah diketahui itu pelakunya ada empat orang, kata puswam dari kalangan militer
37:14Tentu penyidikan harus lebih jauh ya, apakah memang ini adalah satu operasi intelijen, ataukah ini ada perintah untuk melaksanakan ini
37:21atau tidak
37:22Atau ini inisiatif mereka sendiri, atau bisa saja ada orang di luar institusi TNI
37:28Yang menggunakan para jurid TNI, melakukan kegiatan-kegiatan seperti ini
37:34Ada kemungkinan seperti itu?
37:35Tidak tertutup, kemungkinan itu seperti itu
37:37Dan di momen ini penegasan dari Menko Kumhamimipas bahwa tidak ada keteribatan pemerintah dalam peristiwa penyeraman air keras
37:45Kalau itu saya berkeyakinan seperti itu
37:47Saya tidak tahu kalau misalnya di unit-unit di kalangan militer, saya tidak mengerti
37:52Ada satu hal juga yang kemudian saat ini tengah didalami temuan dari masyarakat sipil
37:56Bahwa dari sejumlah rekaman CCTV, terduga pelaku ini diketahui
38:01Prof. Yusril berangkat dari kawasan Panglima Polim, Jakarta Selatan
38:05Dan diketahui juga bahwa ada satu rumah yang diduga merupakan aset negara
38:10Dan digunakan oleh Baiz TNI
38:12Tapi narasi yang beredar adalah rumah tersebut digunakan untuk merencanakan penyeraman air keras terhadap Andri Yunus
38:18Anda memiliki informasi terkait hal ini?
38:19Saya mendengar hal itu dan juga pemberitaan mengenai hal itu juga menyaksikan CCTV-nya
38:26Dan bagi saya itu adalah temuan-temuan yang tentu harus kita dalami
38:33Untuk kita berikan satu, bukan hanya penilaian, tapi juga kita harus ada bukti-bukti pendukung yang lain
38:40Diasi berupaya mengupdate informasi penanganan kasus Andri Yunus melalui Polri dan TNI
38:46Kami telah menghubungi Direktur Reserse Kriminal Umum dan Kabit Humas Polda Meterjaya
38:51Selain itu kami juga telah menghubungi Komandan Pusat Polisi Militer serta Kepala Pusat Penerangan TNI
38:56Tapi hingga liputan ini ditayangkan, permohonan wawancara kami tidak mendapat jawaban
39:09Bahwa ada yang menarik, apa yang kemudian sedang didorong oleh aktivis termasuk advokat dalam hal ini adalah tim advokasi untuk
39:17demokrasi
39:17Khususnya kepada Komnasaham adalah untuk melakukan penyelidikan pro justisia
39:22Untuk kemudian mendalami apakah betul tindakan ini merupakan pelanggaran hak asasi manusia berat
39:28Tanggapan Anda Pak Yusuf?
39:29Kalau pelanggaran hak asasi manusia berat itu sudah ada kategorinya sendiri
39:32Jadi kalau kejahatan itu dilakukan oleh sekelompok orang terhadap satu orang saja
39:40Sebenarnya belum dapat dikategorikan sebagai satu tindak pelanggaran HAM berat
39:44Pada dasarnya memang setiap kejahatan adalah pelanggaran HAM
39:48Dan yang disayangkan adalah jika betul ini adalah pelanggaran hak asasi manusia
39:52Terduga pelakunya atau tersangkanya adalah anggota dari Badan Intelijen Strategis TNI
39:57Kita harus melihat kronologi bagaimana aparat penegak hukum berupaya untuk mengungkapkan kasus ini
40:04Seperti kita juga sudah menyaksikan kemarin ada rapat dengan pendapat di Komisi 3 DPR
40:09Antara Polda Metro Jaya dengan penyidik Polda Metro Jaya dengan Komisi 3
40:14Dan saya juga melakukan koordinasi dengan Kapolda Metro Jaya
40:19Juga dengan DPR dan juga dengan Kejahatan Agung
40:23Dan sampai sekarang ini dari penyelidikan polisi itu memang tidak ditemukan adanya orang yang terduga
40:31Ya dari kalangan sipil
40:33Karena memang tidak ada terduga sipilnya
40:36Maka polisi kan tidak bisa melakukan penyidikan
40:39Makanya apalagi POM sudah mengambil satu langkah penangkapan dan penahanan terhadap mereka
40:45Oke artinya meskipun Polda Metro Jaya sudah melimpahkan kasus ini ke PUSPOM TNI
40:50Tetapi ketika nanti ada terduga pelaku yang kemudian berasal dari kalangan sipil
40:55Masih terbuka kemungkinan kasus ini masuk ke prajutan umum
40:58Sangat terbuka
40:59Nah sangat terbuka kalau ada tersangka sipilnya
41:02Maka akan timbul persamaan koneksitas kan
41:04Dan sementara ini kalau misalnya para pelakunya itu hanya militer
41:10Atau pelakunya hanya sipil
41:13Ya kita tidak akan membicarakan tentang koneksitas
41:17Dan koneksitas ini tentu bukan hanya pada tingkat peradilan
41:21Koneksitas ini kan mulai juga dari tingkat penyelidikan, penyidikan sampai penuntutannya
41:25Dan kita ketahui bahwa
41:29Kalau kita mengacu kepada undang-undang pengadilan militer
41:32Undang-undang pengadilan militer itu kan tidak membedakan apa jenis kejahatan yang dilakukan
41:38Dia hanya melihat kepada subjek
41:41Kalau tentara ya dia diadili pengadilan militer
41:44Meskipun tentara itu melakukan tindak pidana umum
41:46Meskipun tentara itu melakukan tindak pidana pencurian
41:50Atau tentara itu copet
41:52Atau tentara itu mengenai orang
41:54Dia tidak betul itu tidak pidana umum atau tidak
41:56Pokoknya subjeknya tentara dia diadili di pengadilan militer
42:00Nah sementara undang-undang TNI itu
42:04Saya sudah terlibat nyusun itu tahun 2004nya
42:07Itu sudah mulai ada satu pergeseran
42:10Dikatakan bahwa harus dilihat apa tindak pidananya
42:14Kalau tentara itu melakukan tindak pidana umum
42:17Katakanlah dia melakukan pengeniaian terhadap orang sipil
42:19Maka dia diadili di pengadilan umum
42:25Nah tapi undang-undang TNI itu sendiri mengatakan
42:29Sampai terbentuknya ya
42:31Undang-undang pengadilan militer yang baru
42:34Sampai hari ini undang-undang pengadilan militer itu tidak pernah dirubah
42:39Jadi itu masih berlaku
42:40Nah sementara itu sudah ditimpali dengan kuhab yang baru
42:44Nah kuhab yang baru ini ada pasal 170 yang bicara tentang koneksitas
42:49Dan disitu melihat dari segi kepentingan
42:52Kepentingan siapa?
42:54Kepentingan korban
42:55Korbannya kepentingan siapa?
42:56Kepentingan sipil atau kepentingan militer
42:58Nah kalau kita lihat dari sisi kuhab bahwa
43:01Kalau memang lebih banyak
43:02Kepentingannya adalah kepentingan sipil
43:05Korbannya sipil
43:06Apa namanya ini terkait dengan
43:10Aktivis demokrasi, HAM dan lain-lain
43:12Lebih banyak sipil dong daripada militernya
43:15Di tengah proses hukum yang tengah berjalan
43:17Ada juga satu desakan yang tidak kalah penting
43:19Dan juga bisa menjadi gambaran komitmen pemerintah
43:21Untuk kemudian betul-betul mencari keadilan
43:24Dalam kasus ini yaitu adalah pembentukan tim gabungan pencari fakta
43:27Apakah pemerintah akan membentuk TGPF
43:30Terkait dengan kasus penyiraman air keras Andriunus?
43:33Ya tidak pernah masalah ini dibahas internal pemerintah
43:37Dan saya sendiri sampai hari ini belum bertemu Pak Presiden
43:40Sejak lebaran sampai beliau pergi ke luar negeri
43:43Dan yang saya dengar adalah bahwa arahan beliau
43:46Supaya diambil langsung langkah hukum yang tegas
43:49Artinya untuk kasus penyiraman air keras kepada Andriunus
43:52Saya ingin minta penegasannya
43:54Pemerintah menganggap belum perlu dibentuk TGPF
43:57Saya tidak bisa mengatakan pemerintah
43:59Karena kalau pemerintah kan mesti diarahkan rapat koordinasi
44:03Dan menunggu arah dari Presiden
44:04Sekarang bagaimana para pengamat media seperti Anda
44:09Itu akan mengamati apa yang dilakukan oleh Pusul
44:14Mengkritisi apa langkah-langkah yang mereka lakukan
44:17Terus menerus mendesak mereka supaya transparan
44:19Jangan sampai ada kesan bahwa ketika ini diambil alih oleh Puswom
44:24Seolah-olah mau menutupi sesuatu
44:26Mau melindungi sesuatu
44:28Itu kita sendiri pemerintah tidak punya keinginan seperti itu
44:31Kita ingin kasus-kasus hukum itu diungkapkan secara tuntas
44:34Terbuka transparan
44:36Apa yang kemudian akan dilakukan oleh pemerintah
44:40Untuk kemudian betul-betul memastikan bahwa
44:42Proses hukum yang dilakukan oleh Pusul Pum TNI
44:45Ini akan berjalan dengan transparan
44:46Termasuk juga menafsirkan penyataan Presiden
44:50Bahwa aktor intelektual ini harus ditangkap
44:52Ini kan bergantung kepada penyidikannya itu sendiri
44:55Dan pengembangan kasus ini
44:57Tapi proses hukum terhadap 4 orang yang sudah ditangkap
45:00Harus segera dilakukan
45:01Harus segera dilakukan?
45:02Harus dilakukan
45:02Dan ini kan sudah dilakukan penahanan
45:04Dan kemudian dilakukan penyidikan
45:05Dan kemudian sekian banyak saksi
45:07Kan harus diperiksa oleh Pusul Pum
45:09Dan nanti akan dikembangkan kasus ini
45:12Sampai siapa para pelanunya
45:14Apa motif mereka melakukan ini
45:16Siapa ada orang
45:17Dibalik ini enggak?
45:19Ada aktor intelektual yang menggerakkan mereka atau tidak?
45:22Atau ada perintah atasan atau tidak?
45:24Dan kita tahu sekarang ini kan
45:25Kabah Isya sudah meletakkan jabatan
45:26Dan juga harus diperiksa
45:28Apakah ada perintah?
45:30Atau sampai setengah mana perintah itu?
45:32Jadi kalau sudah sampai penyidikan investasi
45:35Sekarang itu
45:36Itu pelan-pelan akan terbuka
45:39Terima kasih
45:40Terima kasih telah menonton!
45:41Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan