Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, merupakan persoalan serius yang menyangkut demokrasi dan hak asasi manusia.

Menurut Yusril, serangan terhadap aktivis tidak bisa dipandang sebagai peristiwa biasa, sistematik, dan terencana. Ia menilai, tindakan tersebut menjadi ancaman langsung terhadap nilai demokrasi.

Yusril juga menekankan pentingnya peran negara dalam melindungi para aktivis yang selama ini menjadi mitra dalam penegakan hukum dan HAM.

Berdasarkan temuan yang ada, termasuk dari rekaman CCTV, ia menilai peristiwa ini bukan tindakan spontan. Namun demikian, terkait siapa aktor di balik peristiwa ini, Yusril menyebut masih diperlukan pendalaman lebih lanjut.

"Apakah memang ini adalah satu operasi intelijen? Atau ini ada perintah untuk melaksanakannya? Atau tidak?"

Ia juga membuka kemungkinan adanya keterlibatan pihak di luar institusi tertentu.

Terkait temuan lokasi yang diduga menjadi titik perencanaan di kawasan Panglima Polim, Yusril menyebut hal tersebut perlu dikaji lebih dalam.

Meski demikian, ia menegaskan keyakinannya bahwa pemerintah tidak terlibat dalam peristiwa tersebut.



Bagaimana menurut Anda?




#andrieyunus #aktivis #tni




Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/661391/menko-yusril-soroti-kasus-penyiraman-air-keras-andrie-yunus-sebagai-aksi-terencana-dipo-investigasi
Transkrip
00:00Saudara Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan bahwa aksi teror penjiraman air keras terhadap aktivis kontras Andri Yunus harus diusut tuntas
00:08termasuk juga mengungkap siapa aktor intelektualnya.
00:12Lalu bagaimana negara memastikan bahwa proses hukum berjalan secara tuntas dan transparan?
00:17Secara eksklusif saudara saya akan tanyakan kepada Menteri Koordinator Bidang Hukum Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Prof. Yusril Izamahendra.
00:27Prof. Yusril, terima kasih untuk waktunya.
00:30Sama-sama.
00:31Pak Amin, saya izin langsung menanyakan bahwa ketika kasus ini berembus, pertama kali Anda menyebutkan bahwa aksi teror ini penjiraman
00:40air keras terhadap Andri Yunus merupakan penyerangan terhadap demokrasi termasuk hak asasi manusia.
00:46Apa maknanya Pak?
00:47Ya, seperti yang ketahui bahwa korban itu adalah aktivis kontras dan selama ini kita tahu bahwa kontras itu aktif dalam
00:55kegiatan-kegiatan untuk melakukan,
00:57advokasi di bidang hukum, ham, dan demokrasi dan sebagai seorang aktivis yang tentu harus dijaminkan kebebasannya dalam melakukan kegiatan-kegiatannya
01:07ketika satu hari terjadi malapetaka bagi yang bersangkutan.
01:11Sebuah serangan yang penyiraman air keras kepada yang bersangkutan dan ini nampaknya dilakukan secara sistematik dan terencana.
01:19Sistematik dan terencana?
01:20Ya, karena itu saya mengatakan bahwa ini adalah serangan terhadap demokrasi itu sendiri.
01:24Dan karena itu negara harus mengambil satu langkah-langkah hukum yang tegas untuk menuntaskan kasus ini oleh karena para aktivis
01:35penegakan hukum, ham, dan tokoh-tokoh advokasi ham itu sebenarnya adalah bagian dari negara sendiri.
01:42Dan karena itu dia adalah mitra, pemerintah dalam menegakkan hukum, ham, dan demokrasi.
01:46Dan karena itu mereka sama sekali bukan lawan, apalagi musuh bagi pemerintah.
01:52Apapun mungkin Anda memiliki informasi apakah ini betul merupakan operasi senyap intelijen atau seperti apa?
01:57Kita melihat CCTV, orang ini naik motor dari mana, siapa yang dimonceng, itu kan sudah kelihatan.
02:04Ini ada satu proses yang sebenarnya terencana.
02:07Jadi ini bukan merupakan satu tindakan yang spontan, tiba-tiba.
02:12Ini memang direncanakan secara sistematik.
02:14Nah, siapa mereka pelakunya ini?
02:17Nah, sudah diketahui itu lakunya ada empat orang, kata sebuah menteri kalangan militer.
02:21Tentu penyidikan harus lebih jauh ya.
02:23Apakah memang ini adalah satu operasi intelijen?
02:26Ataukah ini ada perintah untuk melaksanakan ini atau tidak?
02:29Atau ini inisiatif mereka sendiri?
02:31Atau bisa saja ada orang di luar institusi TNI yang menggunakan para juri TNI melakukan kegiatan-kegiatan seperti ini.
02:41Ada kemungkinan seperti itu?
02:42Tidak tertutup, kemungkinan seperti itu.
02:44Dan di momen ini penegasan dari Menko Kumhamimipas bahwa tidak ada keterlibatan pemerintah dalam peristiwa penyeraman air keras.
02:52Kalau itu saya berkeyakinan seperti itu.
02:54Saya tidak tahu kalau misalnya di unit-unit di kalangan militer saya tidak mengerti.
02:59Ada satu hal juga yang kemudian saat ini tengah didalami temuan dari masyarakat sipil bahwa dari sejumlah rekaman CTV terduga
03:06pelaku ini diketahui.
03:09Prof. Yusril berangkat dari kawasan Panglima Polim, Jakarta Selatan.
03:12Dan diketahui juga bahwa ada satu rumah yang diduga merupakan aset negara dan digunakan oleh Baiz TNI.
03:19Tapi narasi yang beredar adalah rumah tersebut digunakan untuk merencanakan penyeraman air keras terhadap Andriunus.
03:25Anda memiliki informasi tentang hal ini?
03:26Saya mendengar hal itu dan juga pemberitaan mengenai hal itu juga menyaksikan CCTV-nya.
03:33Dan bagi saya itu adalah temuan-temuan yang tentu harus kita dalami.
03:40Untuk kita berikan satu, bukan hanya penilaian, tapi juga kita harus ada bukti-bukti pendukung yang lain.
Komentar

Dianjurkan