00:00Saudara Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan bahwa aksi teror penjiraman air keras terhadap aktivis kontras Andri Yunus harus diusut tuntas
00:08termasuk juga mengungkap siapa aktor intelektualnya.
00:12Lalu bagaimana negara memastikan bahwa proses hukum berjalan secara tuntas dan transparan?
00:17Secara eksklusif saudara saya akan tanyakan kepada Menteri Koordinator Bidang Hukum Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Prof. Yusril Izamahendra.
00:27Prof. Yusril, terima kasih untuk waktunya.
00:30Sama-sama.
00:31Pak Amin, saya izin langsung menanyakan bahwa ketika kasus ini berembus, pertama kali Anda menyebutkan bahwa aksi teror ini penjiraman
00:40air keras terhadap Andri Yunus merupakan penyerangan terhadap demokrasi termasuk hak asasi manusia.
00:46Apa maknanya Pak?
00:47Ya, seperti yang ketahui bahwa korban itu adalah aktivis kontras dan selama ini kita tahu bahwa kontras itu aktif dalam
00:55kegiatan-kegiatan untuk melakukan,
00:57advokasi di bidang hukum, ham, dan demokrasi dan sebagai seorang aktivis yang tentu harus dijaminkan kebebasannya dalam melakukan kegiatan-kegiatannya
01:07ketika satu hari terjadi malapetaka bagi yang bersangkutan.
01:11Sebuah serangan yang penyiraman air keras kepada yang bersangkutan dan ini nampaknya dilakukan secara sistematik dan terencana.
01:19Sistematik dan terencana?
01:20Ya, karena itu saya mengatakan bahwa ini adalah serangan terhadap demokrasi itu sendiri.
01:24Dan karena itu negara harus mengambil satu langkah-langkah hukum yang tegas untuk menuntaskan kasus ini oleh karena para aktivis
01:35penegakan hukum, ham, dan tokoh-tokoh advokasi ham itu sebenarnya adalah bagian dari negara sendiri.
01:42Dan karena itu dia adalah mitra, pemerintah dalam menegakkan hukum, ham, dan demokrasi.
01:46Dan karena itu mereka sama sekali bukan lawan, apalagi musuh bagi pemerintah.
01:52Apapun mungkin Anda memiliki informasi apakah ini betul merupakan operasi senyap intelijen atau seperti apa?
01:57Kita melihat CCTV, orang ini naik motor dari mana, siapa yang dimonceng, itu kan sudah kelihatan.
02:04Ini ada satu proses yang sebenarnya terencana.
02:07Jadi ini bukan merupakan satu tindakan yang spontan, tiba-tiba.
02:12Ini memang direncanakan secara sistematik.
02:14Nah, siapa mereka pelakunya ini?
02:17Nah, sudah diketahui itu lakunya ada empat orang, kata sebuah menteri kalangan militer.
02:21Tentu penyidikan harus lebih jauh ya.
02:23Apakah memang ini adalah satu operasi intelijen?
02:26Ataukah ini ada perintah untuk melaksanakan ini atau tidak?
02:29Atau ini inisiatif mereka sendiri?
02:31Atau bisa saja ada orang di luar institusi TNI yang menggunakan para juri TNI melakukan kegiatan-kegiatan seperti ini.
02:41Ada kemungkinan seperti itu?
02:42Tidak tertutup, kemungkinan seperti itu.
02:44Dan di momen ini penegasan dari Menko Kumhamimipas bahwa tidak ada keterlibatan pemerintah dalam peristiwa penyeraman air keras.
02:52Kalau itu saya berkeyakinan seperti itu.
02:54Saya tidak tahu kalau misalnya di unit-unit di kalangan militer saya tidak mengerti.
02:59Ada satu hal juga yang kemudian saat ini tengah didalami temuan dari masyarakat sipil bahwa dari sejumlah rekaman CTV terduga
03:06pelaku ini diketahui.
03:09Prof. Yusril berangkat dari kawasan Panglima Polim, Jakarta Selatan.
03:12Dan diketahui juga bahwa ada satu rumah yang diduga merupakan aset negara dan digunakan oleh Baiz TNI.
03:19Tapi narasi yang beredar adalah rumah tersebut digunakan untuk merencanakan penyeraman air keras terhadap Andriunus.
03:25Anda memiliki informasi tentang hal ini?
03:26Saya mendengar hal itu dan juga pemberitaan mengenai hal itu juga menyaksikan CCTV-nya.
03:33Dan bagi saya itu adalah temuan-temuan yang tentu harus kita dalami.
03:40Untuk kita berikan satu, bukan hanya penilaian, tapi juga kita harus ada bukti-bukti pendukung yang lain.
Komentar