Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin memastikan jalur kereta di Poris kembali normal dalam waktu delapan jam usai insiden temperan antara kereta bandara dan truk trailer.

Bobby menjelaskan proses pemulihan berlangsung kompleks karena melibatkan evakuasi kendaraan berat, penanganan rangkaian yang anjlok, perbaikan rel, serta pemulihan jaringan listrik aliran atas (LAA) yang roboh.

Meski demikian, seluruh tim teknis bergerak cepat sehingga operasional dapat kembali berjalan pada siang hari.

Ia menegaskan, KAI akan memperkuat sistem pencegahan di perlintasan sebidang, termasuk integrasi peringatan kepada penjaga perlintasan, pusat kendali, hingga masinis, terutama menjelang masa angkutan Lebaran.

Lebih lanjut menjelang periode mudik Lebaran, KAI melakukan evaluasi untuk mencegah kejadian serupa.

Di sisi lain, KAI mengungkapkan, jumlah penumpang KRL Jabodetabek kini mencapai 1,3 juta orang per hari, naik signifikan dari sekitar 900 ribu sebelum pandemi.

Untuk mengurangi kepadatan, KAI menambah rangkaian baru, memperpanjang peron di sejumlah stasiun seperti Bogor, serta meningkatkan kapasitas listrik dan persinyalan di jalur Rangkasbitung. Hingga tahun depan, total 35 rangkaian baru ditargetkan beroperasi.

KAI menargetkan layanan komuter Jabodetabek mampu melayani hingga 2 juta penumpang per hari dengan tingkat kenyamanan yang lebih baik.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Video Editor: Galih

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/652570/full-dirut-kai-buka-bukaan-soal-tuntaskan-insiden-genjot-inovasi-dan-mudik-aman
Transkrip
00:00Baru-baru ini terjadi insiden tabrakan kereta api bandara dengan truk pengangkut semen di perlintasan dekat stasiun poris Jakarta.
00:10Di situ dimana memang perjalanan kereta sempat terhenti, tidak ada lagi perlintasan di sekitar stasiun poris,
00:18baik yang menggunakan kereta api bandara maupun juga kereta biasanya.
00:23Nah yang kemudian juga menjadi viral di media sosial adalah bagaimana para petugas ini yang kurang lebih selama 8 jam
00:30memindahkan badan kereta,
00:32kemudian juga mengangkut badan truk semen yang kemudian tertabrak, ini kemudian mereka menyuarakan yel-yel hore gitu ya pada saat
00:42sudah kembali lagi bisa dilintasi penintasan keretanya
00:46yang sempat terhenti 8 jam karena tidak bisa dilalui akibat adanya insiden kecelakaan.
00:51Seperti apa sebenarnya para petugas ini yang kemudian berjibaku selama 8 jam memindahkan badan rel untuk kemudian mengembalikan lagi fungsi
01:02untuk perlintasan di stasiun poris?
01:04Sudah ada Direktur Utama KAI Pak Bobi Rashidin. Pak Bobi, halo Pak Bobi.
01:09Pak Bobi ini yang masih ingat di benak kita Pak adalah insiden baru-baru yang terjadi tabrakan kereta api bandara
01:18dengan truk pengangkut semen ya Pak.
01:21Badarnya saja waktu itu.
01:22Bersyukur kita tidak ada korban tapi kemudian yang membuat perjalanan itu kemudian terganggu adalah kurang lebih 8 jam Pak.
01:32Membuat kereta api bandara maupun juga kereta komputer lain tidak bisa melintas.
01:37Tapi yang kemudian akhirnya membuat kita lega dan wah senang juga adalah bagaimana yel-yel yang disorakan para petugas nih
01:46yang akhirnya berhasil memindahkan badan.
01:49Itu gimana tuh Pak ceritanya?
01:50Nah itu jadi kalau dibilang tabrakan sih nggak boleh dibilang tabrakan juga.
01:55Kalau kita nyebutnya itu temperan.
01:57Di mana-mana menurut Undang-Undang 23 tahun 2007.
02:03Kalau terjadi temperan di jalur kereta maka itu kesalahan dari pengendaranya.
02:09Jadi kereta kan nggak bisa di stop.
02:11Dan dia udah punya jalur.
02:13Kan begitu.
02:15Jadi kesalahannya itu ada di pengendaranya.
02:18Nah ini kita lagi minta juga ke polisian untuk melakukan investigasi.
02:24Ini kenapa terjadi kesalahan itu.
02:27Nah terlepas dari itu memang kita itu berjibaku selama 8 jam.
02:328 jam itu tidak hanya melakukan pembukaan jalurnya saja.
02:39Itu lebih heroik lagi sebenarnya.
02:41Oh oke.
02:42Satu yang ditemper itu adalah kendaraan atau trailer yang membawa alat.
02:51Bukan semen.
02:52Jadi alat pelampung.
02:53Jadi itu alat pelampung untuk penyelamatan kapal.
03:00Itu alatnya besar sekali.
03:02Ketika ditemper si trailer ini itu ketarik.
03:07Dia ketarik dan trailer ini menghalangi jalur.
03:12Dua jalur dihalangin sama dia.
03:15Jadi satu menghalangi jalur.
03:17Yang kedua dia membuat keretanya kita, transitnya kita yang transit bandara itu juga anjlok.
03:23Mengalami anjlokan.
03:25Jadi sangat kompleks sekali.
03:27Jadi trailernya melintang.
03:31Muatannya terjungkir.
03:33Dan plus ada kereta kita yang anjlok.
03:37Plus lagi ada rel yang rusak.
03:41Ada komponen rel yang rusak.
03:43Dan aliran listrik juga waktu itu?
03:44Dan aliran listrik itu roboh.
03:46Jadi putus dan roboh.
03:48Jadi itu ada 4 atau 5 item yang harus kita benerin.
03:53Itu dalam waktu sesingkat mungkin.
03:57Pertama waktu itu kita berpikir bahwa kita akan bawa kren.
04:02Itu ada kren yang pakai relnya.
04:04Ya ke lokasi.
04:06Which is too sempit sekali.
04:09Maka terpaksa teman-teman itu dari teman-teman dari KAI, kru dari KAI, staff dari KAI itu melakukan.
04:15Kita robohkan pagarnya.
04:17Kita robohkan pagarnya.
04:18Kemudian kren kita bawa kren biasa.
04:21Dan si trailer dan muatannya itu kita pindahkan dulu.
04:27Kita pindahkan.
04:28Menggunakan kren ya?
04:28Menggunakan kren.
04:29Tapi pagarnya sendiri kita robohin.
04:32Jadi bayangin aja tuh pagi-pagi ngerobohin pagar gitu kan.
04:34Udah gitu hujan lagi waktu itu kan?
04:36Hujan lagi kan gitu.
04:37Nah itu pertama yang kita lakukan.
04:39Yang kedua yang kita lakukan adalah bagaimana kita menormalisasi dari kereta yang anjlok.
04:45Normalisasi kereta yang anjlok kita taruh lagi dia di itu.
04:48Kemudian kereta kita tarik.
04:50Nah tidak berhenti di situ saja.
04:52Itu kita harus melakukan recovery dari sistem LA-nya.
04:56Dari sistem kelistrikan yang ada di atas itu.
04:58Tentunya listriknya kita matiin dulu.
05:00Jadi jalur hilir dan hulunya kita matiin dua-duanya.
05:04Dan tiang yang roboh itu ada habimnya.
05:07Ada habimnya.
05:08Itu kita ganti itu dengan yang sementara dulu.
05:15Jadi supaya aliran listriknya, supaya nyala dululah gitu ya.
05:19Maka itu ada dua tiang yang kita lakukan penggantian.
05:23Kita lakukan penggantian.
05:25Nah tentunya dalam hal ini saya mendapatkan laporan itu jam satu sekian gitu ya.
05:30Jam satu sekian itu sudah jaringan sudah recover, railnya sudah baik.
05:36Kemudian semua yang menjadi halangan yang sudah kita relokasikan gitu ya.
05:42Baru tajam dua kita membuka jalurnya kembali.
05:47Jadi dari jam enam sampai jam dua.
05:49Yaitu sekitar delapan jam kita melakukan recovery dari operation yang ada di poris itu.
05:57Tentunya ini menjadi temperan yang cukup besar atau bahkan yang terbesar selama ini yang pernah kita alami.
06:06Dan ini juga recovery dari operation yang paling kompleks yang pernah kita alami juga.
06:13Dan tentunya kami melakukan apresiasi sekali dengan semua kru, semua staff, semua engineer yang terlibat di dalam recovery.
06:20Dan perbaikan ini cepat ya Pak terhitungnya.
06:22Karena kan kita bikin mungkin, ah mungkin kayaknya satu hari gak bisa nih ternyata siang sore.
06:27Saya pun juga kaget.
06:29Saya sendiri juga kaget, gak nyangka juga gitu loh.
06:31Gak nyangka bisa kita recover.
06:32Sebenarnya tidak cukup delapan jam ya.
06:35Jadi kita melakukan identifikasi, tabrakan itu jam enam sekian.
06:38Kita melakukan identifikasi jam tujuh sekian.
06:41Kita bikinkan program untuk recovery-nya.
06:44Jadi kita mulai itu jam tujuh sekian ya.
06:48Dan kita sudah selesai di jam satu sekian.
06:50Jadi praktically kita hanya enam jam untuk melakukan itu.
06:53Oke.
06:53Pak Bobi dengan insiden ini kan tertuh menjadi catatan dan juga evaluasi ya Pak.
06:58Meskipun semuanya tidak menginginkan pasti kan ada terjadi temper begitu ya.
07:02Nah ini kan bentar lagi udah mau dekat-dekat jelang mudik, jelang lebaran.
07:08Pasti pergerakan mobilitas masyarakat pasti jauh lebih besar.
07:12Gimana caranya juga Pak agar hal-hal seperti ini tidak terjadi sehingga semua pemudik yang menggunakan moda transportasi kereta api
07:18dapat nyaman dan juga mereka merasa safe pada saat naik kereta.
07:23Ya temperan ini memang makanan sehari-hari yang harus kita hadapi.
07:29Dalam satu bulan itu gak sedikit sebenarnya.
07:33Mungkin boleh dibilang tiap hari lah.
07:35Kita menghadapi temperan ini.
07:39Dan tentunya dalam hal ini kami selalu menghimbau.
07:42Kami selalu menghimbau bagi pengendara kendaraan bermotor.
07:46Tolong perhatikan lambur-rambu.
07:49Karena setiap perlintasan itu pasti ada lambur-rambunya.
07:52Itu yang pertama.
07:53Yang kedua jangan robos gitu.
07:56Yang ketiga juga tolong dilihat juga gitu ya.
08:00Yang kemarin itu kan kasusnya itu adalah si trailer itu nyangkut.
08:07Si trailer itu nyangkut di perlintasan itu.
08:10Tolong dilihat juga kemampuan atau ground clearance itu dari kendaraan yang dibawa.
08:16Nah inilah yang menyebabkan temperan-temperan ini selalu terjadi.
08:19Apa yang kami lakukan?
08:21Kami bisa melakukan maksimalnya seperti apa?
08:23Satu adalah kami mulai melakukan pensisteman dari semua perlintasan yang ada.
08:30Kami sedang develop sistemnya.
08:33Tidak hanya memberikan awareness kepada pengendaranya.
08:39Kalau awareness pengendaranya kan sudah ada ya.
08:41Yang namanya rambu, yang namanya palang pintu, kemudian yang namanya EWS.
08:45Itu kan awareness untuk pengendaranya.
08:46Kami juga akan me-equip yang namanya awareness untuk penjaganya.
08:51Kami juga akan segera melakukan,
08:53mendeploy sistem untuk melakukan awareness terhadap puskodalnya,
08:58pusat pengendalinya, stasiun terdekat,
09:00dan kereta yang akan melintas juga.
09:04Ini kami sedang melakukan pensisteman tentunya.
09:06Yang kedua adalah tentunya dalam hal ini kami menambah petugas.
09:11Seperti yang saya selalu sampaikan,
09:13untuk program angkutan lebaran ini lebih dari seribu orang.
09:19Nanti akan kami deploy di semua perlintasan,
09:22di semua jenis perlintasan,
09:24terlepas perlintasan ini punya siapa.
09:29Ini kami deploy untuk melancarkan angkutan lebaran ini.
09:36Tentunya kita tidak menginginkan kan tiba-tiba ada tempran.
09:39Benar-benar, Pak Bobi bukan soal hanya bicara soal kenyamanan,
09:43keamanan, itu pasti menjadi prioritas utama dari kereta api.
09:46Tetapi juga soal bagaimana menghadirkan suasana yang memorable,
09:50begitu yang bisa diingat kalau misalnya kereta.
09:53Nah, baru-baru ini kan kereta api Indonesia ini juga mengeluarkan jakalalana.
09:58Kemudian juga katanya ada mau mengeluarkan juga kereta heritage,
10:02yang mengusung tema experience, luxury,
10:04dan juga heritage itu sendiri di Balai Yasa Gubeng.
10:09Itu gimana sih, Pak Bobi?
10:10Apa yang ingin dihadirkan kereta api Indonesia?
10:12Jadi begini, kita mau menghadirkan yang namanya experience.
10:17Jadi yang selama ini kereta itu lebih banyak digunakan sebagai alat transportasi.
10:23Tapi kalau kita lihat di Eropa, kita lihat di negara tetangga kita Vietnam,
10:28mereka lebih banyak, lebih memikirkan bagaimana giving experience kepada pelanggannya.
10:35Nah, dalam hal ini Indonesia itu sangat indah sekali.
10:38Bagaimana kita exploring experience dari exciting-nya,
10:41bagaimana kita exploring dari jalurnya.
10:44Kalau kita lihat jembatan-jembatan yang ada di Indonesia ini,
10:49itu cakep-cakep, kiri-kanan kalau kita lihat pemandangannya oke banget.
10:55Kemudian kota-kotanya, kota-kota yang dilewati itu punya heritage masing-masing,
11:00punya specialties masing-masing juga, punya authentic masing-masing juga,
11:08apa itu kuliner kah, apakah itu seni kah, apakah itu atraksi-atraksi kah.
11:16Nah, inilah yang kita mau integrasikan, itu dengan layanan kereta.
11:21Makanya kami meluncurkan pertama, itu Jakalalana,
11:25itu untuk jarak pendeknya, dari Jakarta ke Cianjur.
11:29Kalau Jakarta-Cianjur, dia lewat mana?
11:31Lihat Sukabumi.
11:33Track dari Bogor-Sukabumi, itu indah banget.
11:37Dari Sukabumi ke Cianjur, itu melewat situs Gunung Padang.
11:42Itu ada nanti yang namanya stasiun Lambegan.
11:46Stasiun Lambegan itu kita nanti akan memberikan kesempatan juga untuk pelanggan kita,
11:52untuk keluar dari kereta, kemudian untuk melihat situs Gunung Padang dari atas itu.
11:59Nah, ini yang kita mau hadirkan.
12:01Dan tentunya, tidak hanya sightseeing-nya, tentu experience dalam keretanya juga.
12:07Apakah kulinerinya, yang kita akan tingkatkan, yang kita akan variasikan juga.
12:13Kemudian layanan juga di dalam keretanya.
12:16Apakah ada atraksi dalam keretanya, apakah ada pertunjukan kesenian dalam keretanya.
12:20Wah, seru dong itu Pak.
12:20Seru banget.
12:21Dan, tunggu aja tanggal mainnya.
12:25Oh, berarti belum rilis nih ya?
12:26Belum.
12:26Masih diuji coba dulu Pak.
12:28Makanya kemarin sama Mas Raffi juga sampai ke Gubeng ya Pak ya?
12:32Iya.
12:32Nah, kemudian kalau kita lihat di Jawa Tengah.
12:35Jawa Tengah itu ada jalur heritage-nya kereta api di Indonesia.
12:39Jadi kereta pertama di Indonesia itu, itu dari Kedung Jati ke Ambarawa.
12:44Di mana sekarang itu, yang beroperasi itu hanya dari Tuntang ke Kedung Jati.
12:49Yang kereta heritage itu loh.
12:52Yang ujungnya itu adalah stasiun, yang ujungnya itu adalah museum kereta.
12:56Nah, ini kita punya rencana untuk menghidupkan jalur dari Kedung Jati itu ke Tuntang ke Ambarawa.
13:03Mungkin akan lanjut juga ke satu stasiun yang di atas namanya Bendono.
13:07Nah, ini kalau kita hitung perjalanan dari Semarang itu, itu sekitar dua jaman lah.
13:14Dua jam sampai tiga jam.
13:15Dan pemandangannya indah, kiri kanannya.
13:18Bahkan itu kan lewat danau rawa pening juga.
13:22Nah, ini yang kita mau eksplor.
13:26Kemudian, yang kemarin dengan A. Rafi, itu juga kita coba bikin inilah, bikin satu inovasi lagi.
13:35Kayak apa, Pak?
13:36Inovasi bagaimana tidak hanya perjalanan pendek, tapi kita kombinasikan dengan perjalanan panjang.
13:44Kalau perjalanan panjang itu, keretanya itu sudah, kalau kita sudah tahu itu kapal pesiar ya.
13:51Kalau ini kita sebutnya itu kereta pesiar.
13:53Oke.
13:55Kereta pesiar gitu ya.
13:56Di sana dia ada lounge-nya, dia ada dining facilities-nya.
14:02Itu bisa tuh, rencananya seperti itu, Pak?
14:03Akan dibuat.
14:04Kemudian kita juga nanti ada first class room-nya.
14:08Di mana di situ bisa tidur, kemudian bisa mingle up dengan kerabat gitu ya.
14:15Dan ini jalurnya, tentunya jalurnya panjang.
14:18Jalur panjang di Jawa ini, kami melihat itu ada tiga jalur yang sangat indah sekali.
14:24Satu tentunya dari Jakarta yang lewat selatan, Jakarta, Bandung, Jogja.
14:28Itu indah itu jalur ya.
14:30Kemudian dari Jogja, itu ke Malang, lewat selatan juga.
14:35Kemudian dari Malang itu ke Banyuwangi, ke Tapang.
14:39Itu nanti akan lewat terowongan yang sangat heritage sekali itu di sekitar Jawa.
14:44Berarti artinya di dalam itu juga selain menikmati apa yang ditawarkan,
14:49jadi juga pada saat pemandangannya bagus bisa langsung selfie ya, Pak ya.
14:53Tanpa perlu turun ya.
14:54Instagramable.
14:56Nah Pak, berbicara soal Instagramable nih, Pak Mubi terakhir.
15:02Kan kalau kita lihat di media sosial di Instagram tuh ya,
15:05banyak anak-anak muda, gensi-gensi yang temelin yang,
15:08wah ini saya pokoknya angker lah anak kereta.
15:10Karena Rp3.500 lah ini udah bisa sampai gitu ya untuk kerja.
15:15Nggak perlu capek-capek lagi nyetir,
15:17nggak perlu keluarin budget yang lebih untuk bayar bensin dan parkir.
15:20Tapi kan ironi juga Pak, ketika misalnya angker ini menjadi satu-satunya transportasi
15:25anak-anak muda sekarang nih karena tadi aksesnya yang gampang,
15:28harganya juga terjangkau.
15:29Tapi empit-empitan Pak di peak hour.
15:31Iya, ini pertumbuhannya pesat banget soalnya.
15:37Jadi yang tadinya dua tahun, tiga tahun yang lalu,
15:40sebelum COVID itu masih di angka 900 ribu.
15:43Penumpang ridership itu perharinya, pada hari ini sudah 1,3 juta.
15:48Nah tentunya kita sedang menaikkan kapasitas juga.
15:54Jadi kalau kita lihat itu kan ada, sudah ada 11 kereta siararsi yang baru,
16:00yang stand formasinya sudah 12 kereta.
16:0312 kereta itu kalau pada jam padat.
16:09Gerbong ya Pak maksudnya ya?
16:10Satu kereta itu, satu gerbong itu, itu isinya sekitar 300 orang.
16:16Jadi satu kereta, satu rangkaian, satu trenset itu 3.600 orang.
16:20Bayangin aja.
16:23Nah ini kita sudah punya 11,
16:27plus dengan yang inka itu sudah ada 4 yang kita operasikan.
16:31Kemudian very soon kita sampai pertengahan tahun ini,
16:35kita akan operasikan yang inka punya itu total sekitar 12,
16:39berarti ada 11 plus 12, ada 23 kereta.
16:42Kemudian di tahun depan sisanya,
16:44totalnya itu nanti akan 35 kereta baru ini dengan rangkaian yang lebih panjang.
16:49Yang akan itu.
16:50Nah kita juga melakukan peningkatan-peningkatan kapasitas dari stasiun juga.
16:54Kemarin kita sudah operasikan stasiun Jatake,
16:59kemudian segera kita akan operasikan juga stasiun Pondok Cina yang baru.
17:06Kemudian kita dalam program juga untuk meningkatkan kapasitas
17:09dari stasiun yang ada di Bogor.
17:12Jadi di Bogor itu sekarang itu peronnya itu masih 8 rangkaian.
17:17Ini akan kita panjangkan menjadi 12 rangkaian.
17:20Dan ada 3 jalur yang kita akan efektifkan di Bogor.
17:24Sehingga nanti di Bogor ini akan menambah kapasitas sekitar 75 ribu.
17:28Numpang perharinya.
17:30Dan di jalur rangkas bitung pun kita bekerja sama dengan DJKA dalam hal ini.
17:38Kita sedang programkan untuk peningkatan dari pensinyalannya
17:43plus dengan peningkatan kapasitas dari aliran listriknya.
17:48Sehingga yang ke rangkas bitung ini nanti tidak menggunakan rangkaian 8 lagi.
17:55Nanti akan menggunakan rangkaian 12.
17:57Plus lagi kami sedang mempercepat juga program pengadaan yang dijanjikan oleh Pak Presiden.
18:03Ada 30 trendset ya.
18:05Mudah-mudahan di tahun ini, di awal tahun depan kita bisa deploy.
18:09Sehingga nanti komuter lain yang ada di Jabodetabek ini
18:15pada akhirnya kami targetkan itu akan membawa sekitar 2 juta penumpang.
18:20Dan tentunya tidak dalam keadaan yang sangat padat seperti ini.
18:26Yang horor ya Pak ya.
18:27Yang horor terusan ini.
18:28Terima kasih di RUT KAI Pak Bobi Rashidin.
18:31Saya tunggu inovasi-inovasinya dan saya tunggu juga tadi kereta api krusnya ya Pak.
18:34Oke.
18:35Terima kasih Pak Bobi.
18:42Kecepatan informasi dan akurasi data adalah komitmen kami.
18:47Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
18:51Saksikan Sapa Indonesia Malam di Kompas TV Channel 11 di televisi Anda.
19:07Sampai jumpa di video selanjutnya.
19:35Terima kasih.
20:05Sampai jumpa di video selanjutnya.
Komentar

Dianjurkan