00:00Fenomena standar hidup media sosial, ini dampaknya bagi generasi muda.
00:05Media sosial saat ini tak lagi sekadar menjadi ruang berbagi momen pribadi.
00:09Platform digital juga menjelma sebagai etalase gaya hidup yang kerap memunculkan standar kesuksesan tertentu.
00:16Mulai dari pilihan busana, perawatan diri, hingga cara menikmati waktu luang,
00:21semuanya seolah membentuk ukuran ideal yang diam-diam diikuti banyak orang.
00:25Fenomena tersebut tak jarang menimbulkan tekanan, khususnya bagi generasi muda yang masih dalam proses membangun jati diri.
00:33Sosiolog Sreilestari Samosir M. Sos menilai kondisi ini sebagai tantangan sosial yang cukup serius di era digital.
00:41Paparan konten yang terus-menerus menurutnya membuat sebagian masyarakat kesulitan membedakan antara kebutuhan nyata dan keinginan semu.
00:49CRW menyebut kemunculan platform video pendek melahirkan apa yang ia istilahkan sebagai standar TikTok.
00:55Standar ini umumnya lekat dengan citra barang mahal, penampilan fisik ideal, serta gaya hidup tertentu yang tampak sempurna di layar.
01:03Tantangan generasi pengguna media sosial saat ini adalah munculnya standar TikTok,
01:08yang sering dikaitkan dengan harga outfit, skincare, dan hal serupa.
01:12Ujarnya, ia menegaskan gambaran tersebut kerap tidak merepresentasikan kondisi kehidupan mayoritas masyarakat.
01:19Konten media sosial seringkali telah melalui proses kurasi, pengeditan, bahkan hanya menampilkan sebagian kecil dari realitas sebenarnya.
01:27Lebih jauh, Sri menilai fenomena ini sebagai bentuk penjajahan gaya hidup modern.
01:32Bukan melalui kekuatan fisik, melainkan lewat penetrasi budaya populer yang secara perlahan memengaruhi cara berpikir dan pola konsumsi masyarakat.
01:41Ini bentuk penjajahan masa kini, bukan dengan senjata, tapi lewat gaya hidup yang justru membuat banyak orang terjebak dan kehilangan
01:49arah, tuturnya.
01:50Ia menambahkan, kondisi tersebut turut mendorong budaya serba instan, mengejar kesenangan sesaat, serta kecenderungan pamer atau flexing di ruang digital.
02:00Di tengah harus kuat pengaruh media sosial, SRAIN menekankan pentingnya kemampuan individu dalam menyaring informasi.
02:08Menurutnya, benteng utama agar tidak terjebak pada standar semua adalah fondasi diri yang kuat.
02:14Hanya diri kita sendiri yang bisa memfilter dengan dasar nilai yang kokoh dan tidak mudah terpengaruh.
02:20Sayangnya, hingga kini belum ada regulasi khusus terkait konten yang sesuai dengan budaya sosial kita, katanya.
02:27Karena itu, peran keluarga dinilai sangat penting.
02:30Nilai hidup sederhana dan kesadaran untuk menyesuaikan gaya hidup dengan kemampuan finansial perlu ditanamkan sejak dini.
02:38Keluarga harus menanamkan prinsip hidup sesuai isi dompet.
02:41Jangan memaksakan sesuatu di luar kemampuan, ujarnya.
02:45Selain itu, pendidikan karakter dari orang tua kepada anak juga menjadi kunci.
02:50Media sosial, kata Sri, tidak seharusnya dijadikan tolok ukur nilai seseorang.
02:55Anak perlu diajarkan untuk menjadi diri sendiri, tidak menilai orang lain dari apa yang dikenakan,
03:01serta tetap memegang nilai-nilai luhur, ucapnya.
03:04Ia pun mengingatkan masyarakat agar lebih kritis dalam mengonsumsi konten digital.
03:08Menurutnya, tidak semua kemewahan yang ditampilkan di media sosial benar-benar mencerminkan hasil kerja keras.
03:15Ada banyak hal di balik layar yang tidak diketahui audiens.
03:19Karena itu, jangan menelan mentah-mentah apa yang ada di media sosial.
03:22Pungkasnya
03:23Sampai jumpa di video selanjutnya.
Komentar