Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Media sosial saat ini tak lagi sekadar menjadi ruang berbagi momen pribadi. Platform digital juga menjelma sebagai etalase gaya hidup yang kerap memunculkan standar kesuksesan tertentu. Mulai dari pilihan busana, perawatan diri, hingga cara menikmati waktu luang, semuanya seolah membentuk ukuran ideal yang diam-diam diikuti banyak orang.



Fenomena tersebut tak jarang menimbulkan tekanan, khususnya bagi generasi muda yang masih dalam proses membangun jati diri. Sosiolog Sry Lestari Samosir, M.Sos, menilai kondisi ini sebagai tantangan sosial yang cukup serius di era digital. Paparan konten yang terus-menerus, menurutnya, membuat sebagian masyarakat kesulitan membedakan antara kebutuhan nyata dan keinginan semu.

Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #standarhidupmediasosial #dampakmedsos

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg

Transkrip
00:00Fenomena standar hidup media sosial, ini dampaknya bagi generasi muda.
00:05Media sosial saat ini tak lagi sekadar menjadi ruang berbagi momen pribadi.
00:09Platform digital juga menjelma sebagai etalase gaya hidup yang kerap memunculkan standar kesuksesan tertentu.
00:16Mulai dari pilihan busana, perawatan diri, hingga cara menikmati waktu luang,
00:21semuanya seolah membentuk ukuran ideal yang diam-diam diikuti banyak orang.
00:25Fenomena tersebut tak jarang menimbulkan tekanan, khususnya bagi generasi muda yang masih dalam proses membangun jati diri.
00:33Sosiolog Sreilestari Samosir M. Sos menilai kondisi ini sebagai tantangan sosial yang cukup serius di era digital.
00:41Paparan konten yang terus-menerus menurutnya membuat sebagian masyarakat kesulitan membedakan antara kebutuhan nyata dan keinginan semu.
00:49CRW menyebut kemunculan platform video pendek melahirkan apa yang ia istilahkan sebagai standar TikTok.
00:55Standar ini umumnya lekat dengan citra barang mahal, penampilan fisik ideal, serta gaya hidup tertentu yang tampak sempurna di layar.
01:03Tantangan generasi pengguna media sosial saat ini adalah munculnya standar TikTok,
01:08yang sering dikaitkan dengan harga outfit, skincare, dan hal serupa.
01:12Ujarnya, ia menegaskan gambaran tersebut kerap tidak merepresentasikan kondisi kehidupan mayoritas masyarakat.
01:19Konten media sosial seringkali telah melalui proses kurasi, pengeditan, bahkan hanya menampilkan sebagian kecil dari realitas sebenarnya.
01:27Lebih jauh, Sri menilai fenomena ini sebagai bentuk penjajahan gaya hidup modern.
01:32Bukan melalui kekuatan fisik, melainkan lewat penetrasi budaya populer yang secara perlahan memengaruhi cara berpikir dan pola konsumsi masyarakat.
01:41Ini bentuk penjajahan masa kini, bukan dengan senjata, tapi lewat gaya hidup yang justru membuat banyak orang terjebak dan kehilangan
01:49arah, tuturnya.
01:50Ia menambahkan, kondisi tersebut turut mendorong budaya serba instan, mengejar kesenangan sesaat, serta kecenderungan pamer atau flexing di ruang digital.
02:00Di tengah harus kuat pengaruh media sosial, SRAIN menekankan pentingnya kemampuan individu dalam menyaring informasi.
02:08Menurutnya, benteng utama agar tidak terjebak pada standar semua adalah fondasi diri yang kuat.
02:14Hanya diri kita sendiri yang bisa memfilter dengan dasar nilai yang kokoh dan tidak mudah terpengaruh.
02:20Sayangnya, hingga kini belum ada regulasi khusus terkait konten yang sesuai dengan budaya sosial kita, katanya.
02:27Karena itu, peran keluarga dinilai sangat penting.
02:30Nilai hidup sederhana dan kesadaran untuk menyesuaikan gaya hidup dengan kemampuan finansial perlu ditanamkan sejak dini.
02:38Keluarga harus menanamkan prinsip hidup sesuai isi dompet.
02:41Jangan memaksakan sesuatu di luar kemampuan, ujarnya.
02:45Selain itu, pendidikan karakter dari orang tua kepada anak juga menjadi kunci.
02:50Media sosial, kata Sri, tidak seharusnya dijadikan tolok ukur nilai seseorang.
02:55Anak perlu diajarkan untuk menjadi diri sendiri, tidak menilai orang lain dari apa yang dikenakan,
03:01serta tetap memegang nilai-nilai luhur, ucapnya.
03:04Ia pun mengingatkan masyarakat agar lebih kritis dalam mengonsumsi konten digital.
03:08Menurutnya, tidak semua kemewahan yang ditampilkan di media sosial benar-benar mencerminkan hasil kerja keras.
03:15Ada banyak hal di balik layar yang tidak diketahui audiens.
03:19Karena itu, jangan menelan mentah-mentah apa yang ada di media sosial.
03:22Pungkasnya
03:23Sampai jumpa di video selanjutnya.
Komentar

Dianjurkan