00:00Kita mengharapkan agar Presiden Prabowo terus melanjutkan kebijakan politik luar negeri bebas aktif.
00:09Mas, isu lain mas soal BOP, Board of Peace, itu kan Presiden mau berangkat besok tanggal 12 kalau nggak salah
00:16ke Washington untuk penandatanganan.
00:18Ada sekitar 8.000 pasukan juga yang nanti dibutuhkan untuk itu, tanggapan dari BD Perjuangan?
00:22Ya, kami mengharapkan agar Presiden Prabowo terus melanjutkan kebijakan politik luar negeri bebas aktif
00:33dan juga menggunakan momentum dari kekuatan solidaritas bangsa-bangsa Asia Afrika serta Amerika Latin yang pernah digalang oleh Indonesia
00:44itu sebagai kekuatan yang efektif di dalam mengupayakan perdamaian abadi di Timur Tengah.
00:51Karena prinsip-prinsip politik bebas aktif itu, itu bertujuan untuk membangun persedaraan dunia
00:59agar dunia bebas dari berbagai bentuk penjajahan.
01:06Sistem internasional yang anarkis ini harus dirubah oleh Indonesia termasuk melalui PBB.
01:14Hanya PBB seringkali tidak efektif karena adanya hak veto.
01:18Padahal sistem internasional sudah berbeda.
01:22Hak veto itu kan diberikan kepada pemenang perang dunia kedua, kecuali Tiongkok itu atas perjuangan kita.
01:30Jadi kami mengharapkan justru Indonesia menjadi leadernya,
01:35mengambil suatu prakarsa aktif berdasarkan aspek-aspek historis yang telah dicapai oleh Indonesia.
01:43Dasar sila Bandung misalnya, itu bisa menjadi hukum internasional yang diperjuangkan oleh Indonesia
01:51sebagai prinsip-prinsip pokok di dalam membangun perdamaian antara Palestina dan Israel.
01:57Artinya tidak sepakat ya dengan itu pengiriman pasukan yang kemudian malah bisa memicu perang yang lain lagi nanti di Tanaga.
02:03Dalam tradisi kita, pengiriman pasukan, sejak dulu pasukan perdamaian itu kan selalu melalui PBB.
02:11Karena telah lembaga yang memang kita bentuk untuk mengatur sistem internasional agar lebih berkeadilan,
02:18agar setiap bangsa punya kedudukan setara, dan juga agar pantas sila itu terima sebagai bagian dari piagam PBB.
02:26Ketika PBB tidak berhasil menyelesaikan persoalan di Timur Tengah,
02:31maka kita harus menggalang bangsa-bangsa Asia Afrika, Amerika Latin yang merupakan kekuatan mayoritas yang ada di PBB,
02:40bukan membentuk suatu badan baru yang di luar mekanisme PBB.
02:45Itu yang diharapkan oleh BDI Perjuangan.
02:46Sama anggarannya kan Mas, ini kan juga belum tahu nih karena itu di luar PBB begitu,
02:51jadi kemungkinan anggarannya akan datang juga dari APBN.
02:54Nah itu gimana tanggapan ini?
02:55Ya kalau kita lihat saat ini kan ada keterbatasan fiskal ya.
03:00Kita lihat untuk pendidikan saja kita belum merata,
03:04kemudian sehingga resolusi-resolusi konflik ketika itu dilakukan melalui PBB,
03:10dan dengan menggunakan kepemimpinan Indonesia melalui prakarsa Indonesia itu akan jauh lebih efektif
03:16dan tentu saja biayanya akan jauh lebih murah.
03:20Nah tapi ketika memang PBB sudah menetapkan suatu resolusi,
03:25untuk mengatasi konflik yang ada di Timur Tengah,
03:28disitulah kita bisa mengirimkan pasukan perdamaian di bawah PBB,
03:32tentu ada implikasi anggaran yang kita persiapkan.
03:35Jadi baiknya digunakan ke dalam negeri dulu kepentingan di dalam negeri?
03:38Ya tugas dalam negeri dan luar negeri itu satu kesatuan.
03:41Karena kalau kita lihat dari prinsip kemanusiaan, sila kedua itu kan punya makna internasionalisme,
03:49punya makna membangun persederaan dunia.
03:50Sehingga sejak awal PBB kita itu juga kita rancang untuk membangun persederaan dunia
03:56dengan melibatkan diri pada persoalan-persoalan dunia.
04:00Tetapi di situ kita mengambil prakarsa, bukan kita menjadi subordinat dari negara-negara lain.
04:30Kecepatan informasi dan akurasi data adalah komik,
04:35Menkami, satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih terpercaya.
04:40Saksikan Kompas Petang di Kompas TV, channel 11, di televisi Anda.
Komentar