00:00Lubang raksasa yang biasa disebut sinkhole di desa Pondok Balai Ketol, Aceh Tengah kian meluas.
00:06Lubang raksasa bertambah 1 meter setiap hari dan kini telah mencapai total 3 hektare.
00:15Gambar udara menunjukkan longsoran di lubang raksasa desa Pondok Balai Ketol, Aceh Tengah terus bergerak aktif.
00:23Lubang raksasa kini mencapai 3 hektare dan mengancam permukiman serta lahan pertanian.
00:28Kepala BNPB, Letjen TNI Suharianto menyatakan,
00:32pemerintah sudah melakukan langkah antisipasi dengan memindahkan tower listrik dan membangun jalan alternatif untuk warga.
00:40Itu untuk daruratnya, PLN sudah dipindah, PLN sudah dipindah di tempat yang aman, sempat 3 hari padam.
00:50Kemudian jalan juga sudah dipindahkan.
00:53Untuk penanganan jangka panjang nanti silakan rekan-rekan media bertanya ke Kementerian PNI.
01:00Sementara, Kementerian Pekerjaan Umum menutup sementara aliran air dari limbah masyarakat guna mengurangi luasan longsoran.
01:08Kita masih survei, survei geolestrik dan geotenik, itu adalah survei yang untuk menentukan jenis apa penanganan permanen di sini.
01:19Sehingga hasil yang kita tentukan nanti betul-betul tepat dengan kondisi tanah sekitar ini.
01:27Selanjutnya, kami langkah pertama sekali sebenarnya kami sudah melakukan pengurusan air, air limbah masyarakat.
01:33Karena air itulah satu-satunya penyebab yang setiap hari tanah semakin bergerak.
01:40Kajian di lapangan menemukan longsoran bertambah satu meter setiap hari.
01:45Jarak ke permukaan sekitar 400 meter atau semakin dekat.
01:51Jarak yang sekarang itu hampir 500 meter tuh Bang.
01:58Semakin dekat pacar mata ya?
02:00Benar.
02:01Lubang makin perlahan makin membesar.
02:03Nah, puncak-puncaknya kemarin pada waktu bencana hidrometeorologi tanggal 26-27 November itu kecepatan perubahan besar lubang itu semakin cepat.
02:16Seperti yang disebutkan tadi, hampir satu meter bisa setiap hari.
02:21Tim penanganan masih mengkaji penyebab pasti pergerakan tanah dan diharapkan selesai akhir Februari 2026 agar mendapat solusi permanen.
02:30Tim Liputan, Kompas TV
02:33Tim Liputan, Kompas TV
Komentar