Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
ACEH TENGAH, KOMPAS.TV - Lubang raksasa yang biasa disebut "sinkhole" di Desa Pondok Balek Ketol, Aceh Tengah, kian meluas.

Lubang raksasa bertambah 1 meter setiap hari dan kini telah mencapai total tiga hektare.

Gambar udara menunjukkan longsoran di lubang raksasa Desa Pondok Balek Ketol, Aceh Tengah, terus bergerak aktif.

Lubang raksasa kini mencapai 3 hektare dan mengancam permukiman dan lahan pertanian.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto menyatakan pemerintah sudah melakukan langkah antisipasi dengan memindahkan tower listrik dan membangun jalan alternatif untuk warga.

Sementara Kementerian Pekerjaan Umum menutup sementara aliran air dari limbah masyarakat guna mengurangi luasan longsoran.

Kajian di lapangan menemukan longsoran bertambah 1 meter setiap hari.

Jarak ke permukiman sekitar 400 meter atau semakin dekat.

Tim penanganan masih mengkaji penyebab pasti pergerakan tanah dan diharapkan selesai akhir Februari 2026 agar mendapat solusi permanen.

Baca Juga Sinkhole Muncul Telan Badan Jalan di China, Alat Berat Dikerahkan! di https://www.kompas.tv/internasional/650740/sinkhole-muncul-telan-badan-jalan-di-china-alat-berat-dikerahkan

#sinkhole #acehtengah #lubangraksasa

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!


Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/650779/meluas-begini-pantauan-udara-sinkhole-di-aceh-tengah-yang-capai-3-hektar
Transkrip
00:00Lubang raksasa yang biasa disebut sinkhole di desa Pondok Balai Ketol, Aceh Tengah kian meluas.
00:06Lubang raksasa bertambah 1 meter setiap hari dan kini telah mencapai total 3 hektare.
00:15Gambar udara menunjukkan longsoran di lubang raksasa desa Pondok Balai Ketol, Aceh Tengah terus bergerak aktif.
00:23Lubang raksasa kini mencapai 3 hektare dan mengancam permukiman serta lahan pertanian.
00:28Kepala BNPB, Letjen TNI Suharianto menyatakan,
00:32pemerintah sudah melakukan langkah antisipasi dengan memindahkan tower listrik dan membangun jalan alternatif untuk warga.
00:40Itu untuk daruratnya, PLN sudah dipindah, PLN sudah dipindah di tempat yang aman, sempat 3 hari padam.
00:50Kemudian jalan juga sudah dipindahkan.
00:53Untuk penanganan jangka panjang nanti silakan rekan-rekan media bertanya ke Kementerian PNI.
01:00Sementara, Kementerian Pekerjaan Umum menutup sementara aliran air dari limbah masyarakat guna mengurangi luasan longsoran.
01:08Kita masih survei, survei geolestrik dan geotenik, itu adalah survei yang untuk menentukan jenis apa penanganan permanen di sini.
01:19Sehingga hasil yang kita tentukan nanti betul-betul tepat dengan kondisi tanah sekitar ini.
01:27Selanjutnya, kami langkah pertama sekali sebenarnya kami sudah melakukan pengurusan air, air limbah masyarakat.
01:33Karena air itulah satu-satunya penyebab yang setiap hari tanah semakin bergerak.
01:40Kajian di lapangan menemukan longsoran bertambah satu meter setiap hari.
01:45Jarak ke permukaan sekitar 400 meter atau semakin dekat.
01:51Jarak yang sekarang itu hampir 500 meter tuh Bang.
01:58Semakin dekat pacar mata ya?
02:00Benar.
02:01Lubang makin perlahan makin membesar.
02:03Nah, puncak-puncaknya kemarin pada waktu bencana hidrometeorologi tanggal 26-27 November itu kecepatan perubahan besar lubang itu semakin cepat.
02:16Seperti yang disebutkan tadi, hampir satu meter bisa setiap hari.
02:21Tim penanganan masih mengkaji penyebab pasti pergerakan tanah dan diharapkan selesai akhir Februari 2026 agar mendapat solusi permanen.
02:30Tim Liputan, Kompas TV
02:33Tim Liputan, Kompas TV
Komentar

Dianjurkan