00:00Menteri Keuangan Purbaya dikritik Bahlil dan Trenggono dalam 24 jam.
00:05Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa menjadi perhatian publik setelah menerima kritik dari dua menteri di Kabinet Presiden Prabowo Subianto
00:13dalam rentang kurang dari 24 jam, yaitu pada Rabu 11 Februari dan Kamis 12 Februari 2026.
00:21Situasi ini memunculkan sorotan terhadap dinamika komunikasi di internal pemerintahan.
00:26Dua menteri yang melayakan kritik adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia,
00:32serta Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono.
00:36Kritik pertama muncul setelah Purbaya menyinggung kinerja sektor energi,
00:41khususnya terkait lifting minyak dan penyerapan anggaran industri perkapalan yang dinilai belum mencerminkan kondisi di lapangan.
00:48Bahlil merespon keras keraguan tersebut, terutama soal peningkatan lifting minyak nasional tanpa penemuan ladang baru.
00:54Ia menedaskan bahwa pada 2025, lifting minyak mencapai sekitar 605,3 ribu barel per hari,
01:02lebih tinggi dibanding capaian 2024 yang berada di angka 585 ribu barel per hari.
01:09Sehari sebelumnya, kritik juga datang dari Trenggono.
01:12Melalui unggahan di media sosial, ia menanggapi pernyataan Purbaya yang menyeroti rendahnya belanja pemerintah untuk galangan kapal dalam negeri.
01:20Trenggono meminta Menteri Keuangan meninjau ulang data di internal kementeriannya,
01:26sembari menjelaskan bahwa pendanaan pembangunan kapal tersebut bersumber dari pinjaman luar negeri pemerintah Inggris.
01:33Langkaian kritik dari dua menteri ini dinilai menjadi sinyal masih adanya hambatan komunikasi
01:38maupun ego sektoral yang berpotensi mengaruhi koordinasi kebijakan ekonomi pada awal tahun 2026.
01:48Terima kasih telah menonton!
Komentar