Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi perhatian publik setelah menerima kritik dari dua menteri di kabinet Presiden Prabowo Subianto dalam rentang kurang dari 24 jam, yakni pada Rabu (11/2) dan Kamis (12/2).

Situasi ini memunculkan sorotan terhadap dinamika komunikasi di internal pemerintahan. Dua menteri yang melayangkan kritik adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Rangkaian kritik dari dua menteri ini dinilai menjadi sinyal masih adanya hambatan komunikasi maupun ego sektoral yang berpotensi memengaruhi koordinasi kebijakan ekonomi pada awal tahun 2026.

Artikel terkait:
https://www.suara.com/bisnis/2026/02/12/193223/menkeu-purbaya-kena-semprot-dua-menteri-prabowo-kurang-dari-24-jam

Creative/Video Editor: Awa/Leo

#Trenggono #Purbaya #Bahlil
==================================

Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram: https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom

Transkrip
00:00Menteri Keuangan Purbaya dikritik Bahlil dan Trenggono dalam 24 jam.
00:05Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa menjadi perhatian publik setelah menerima kritik dari dua menteri di Kabinet Presiden Prabowo Subianto
00:13dalam rentang kurang dari 24 jam, yaitu pada Rabu 11 Februari dan Kamis 12 Februari 2026.
00:21Situasi ini memunculkan sorotan terhadap dinamika komunikasi di internal pemerintahan.
00:26Dua menteri yang melayakan kritik adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia,
00:32serta Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono.
00:36Kritik pertama muncul setelah Purbaya menyinggung kinerja sektor energi,
00:41khususnya terkait lifting minyak dan penyerapan anggaran industri perkapalan yang dinilai belum mencerminkan kondisi di lapangan.
00:48Bahlil merespon keras keraguan tersebut, terutama soal peningkatan lifting minyak nasional tanpa penemuan ladang baru.
00:54Ia menedaskan bahwa pada 2025, lifting minyak mencapai sekitar 605,3 ribu barel per hari,
01:02lebih tinggi dibanding capaian 2024 yang berada di angka 585 ribu barel per hari.
01:09Sehari sebelumnya, kritik juga datang dari Trenggono.
01:12Melalui unggahan di media sosial, ia menanggapi pernyataan Purbaya yang menyeroti rendahnya belanja pemerintah untuk galangan kapal dalam negeri.
01:20Trenggono meminta Menteri Keuangan meninjau ulang data di internal kementeriannya,
01:26sembari menjelaskan bahwa pendanaan pembangunan kapal tersebut bersumber dari pinjaman luar negeri pemerintah Inggris.
01:33Langkaian kritik dari dua menteri ini dinilai menjadi sinyal masih adanya hambatan komunikasi
01:38maupun ego sektoral yang berpotensi mengaruhi koordinasi kebijakan ekonomi pada awal tahun 2026.
01:48Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan