Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa berkelakar agak takut saat berpidato di depan wisudawan-wisudawati Universitas Indonesia.

Hal ini disampaikan dalam pidatonya di Universitas Indonesia pada Sabtu (14/2/2026).

"Sebenarnya Pak Rektor, saya ke sini agak takut. Karena pada waktu saya jadi menteri, hari pertama, BEM UI demo di depan depan DPR suruh saya turun," ujar Purbaya.

Purbaya mengatakan bahwa dirinya pernah menjadi dosen di UI.

Video Editor: Lintang Amiluhur

Produser: Theo Reza

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/650762/kelakar-purbaya-ngaku-takut-pidato-di-wisuda-ui-hari-pertama-menteri-bem-ui-demo-suruh-saya-turun
Transkrip
00:02Bapak, Ibu, serta para wisodawan dan wisodawati yang saya banggakan,
00:08saya selain perjuangan wisodawan-wisodawati,
00:13ada orang tua yang konsisten mendidik tanpa pamrih,
00:18tentu ada juga dosen yang membentuk disiplin, berpikir, dan karakter.
00:22Jadi, hari ini saya juga berdiri di sini dalam dua posisi.
00:33Saya sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia
00:35dan sebagai seorang ayah yang anaknya ikut di wisodawati di ruangan hari ini.
00:47Sebenarnya, Pak Rektor, saya ke sini agak takut.
00:53Karena pada waktu saya jadi Menteri, hari pertama,
00:57BEM UI demo depan DPR suruh saya turun.
01:02Di sini mana yang demo?
01:04Ada nggak? Nggak ada ya?
01:07Yang mereka nggak tahu, saya juga pernah dosen di UI.
01:13Jadi kalau Anda ngajak debat saya, Anda pasti kalah.
01:18Saya dosen S3 Economic Business.
01:21Anda kan masih mahasiswa pada waktu kemarin.
01:25Yang kedua, hubungan saya dengan UI cukup dalam.
01:31Waktu saya jadi Ketua Lembaga Penjamin Simpanan,
01:34saya mengalukan sendara cukup untuk membantu program di Fakultas Teknik UI
01:41yang berkerjasama dengan Fakultas Teknik di Berkeley.
01:46Jadi kita kirim setiap tahun tiga orang UI ke Berkeley.
01:51Dan mereka mendapat apresi yang tinggi di Berkeley.
01:56Ini sebenarnya sudah gelombang kedua atau ketiga mungkin kita kirim ke Berkeley.
02:01Tapi kan sekarang saya bukan di LPS lagi, bukan Lembaga Penjamin Simpanan.
02:06Saya pindah jadi Menteri Keuangan.
02:09Saya pikir uang saya sedikit, tapi ternyata uang saya lebih banyak lagi.
02:16Saya boleh dibilang menguasai LPDP yang sekarang punya 150 triliun rupiah dana abadi
02:25untuk dipakai untuk program pendidikan.
02:32UI kan sekarang satu-satunya penipunitas yang rangkingnya di bawah 200 kan.
02:39Presiden minta UI meningkatkan ke bawah 100 kalau tidak salah.
02:45Dalam waktu berapa tahun?
02:47Secepat-cepatnya ya?
02:54Jadi, sebagai Menteri Keuangan, saya pakai alasan itu untuk kembali membantu Universitas Indonesia.
03:07Kalau tadi Anda lihat dana abadi, ternyata baru 260 miliar ya Pak ya.
03:13Masih kecil.
03:15Kecil-kecil ya.
03:18Untuk tahun ini, lewat LPDP, kita berencana, boleh gak ngomongin?
03:22Boleh kan ya.
03:23Biasanya Menteri Keuangan ini.
03:25Anak buah saya gak bisa marah sama saya.
03:28LPDP dibahas saya, kalau dia ribut, saya ganti dia kepalanya.
03:33Tahun ini, kita rencanakan memberikan bantuan kepada Fakultas Teknik ya itu.
03:39Apa UI semua?
03:40Fakultas Teknik itu sekitar 100 miliar rupiah.
03:49Jadi, nanti BEM, jangan protes lagi.
03:52Dan sekarang di titik ini, ada satu pertanyaan yang mesti kita hadapi bersama.
03:58Anda mau jadi apa?
04:02Bagi sistem yang lebih besar, yaitu NKRI.
04:08Kalau jadi mahasiswa, gampang.
04:10Kalau ada protes, ada ketimpangan, turun ke jalan, ribut, protes, selesai.
04:14Sekarang, Anda gak bisa melakukan itu lagi.
04:17Anda sebentar lagi adalah pelaku yang menentukan arah ekonomi ke depan, arah bangsa ke depan.
04:23Dan nanti Anda yang akan diprotes oleh BEM-BEM di bawah Anda.
04:30Jadi, kalau Anda cerdas, ajarin mereka.
04:32Ke depan jangan banyak protes.
04:33Belajar aja, gitu.
04:35Supaya Anda nanti gak diprotes.
04:38Bapak, Ibu yang berbahagia.
04:42Saya dididik sebagai insinyur lulusan teknik elektro dari Institut Teknologi Bandung.
04:48Di sini elektro mana?
04:50Oh, gak ada elektro ya?
04:52Ada.
04:53Oh, cuma sedikit.
04:55Rupanya fakultas minoritas.
04:59Waktu itu saya belajar tentang arus, tegangan, sistem kontrol, dan stabilitas.
05:06Setelah lulus, saya bekerja sebagai field engineer offshore.
05:10Di onshore juga, di selam bersih.
05:13Lingkungannya keras, keputusan harus cepat, dan konsekuensinya nyata.
05:19Jadi di lapangan itu, keputusan cepat.
05:22Kalau kita salah ambil keputusan, kita bisa mati.
05:26Jadi ancamannya betul-betul nyata.
05:29Saya kerja di sana lima tahun dengan ancaman yang seperti itu.
05:32Maka ketika ancaman dari BMI suruh mundur, ya gampang.
05:35Paling mundur.
05:36Kecil itu.
05:37Tapi kita pastikan, kita menjalankan apa yang diminta oleh masyarakat kita.
05:47Di lapangan tersebut, saya belajar satu prinsip yang sangat sederhana, tapi fundamental, yaitu sistem secara keseluruhan.
05:56Seorang hinur tidak boleh melihat satu kabel saja.
06:00Dia harus melihat seluruh rangkaian.
06:03Kalau satu komponen gagal, efeknya menjalar, dan tidak berhenti di satu titik saja.
06:09Jadi ketika saya memutuskan pindah bidang dan mengambil MSI setiap PhD di bidang ekonomi, banyak yang bertanya, kenapa?
06:17Jawaban saya sederhana, saya ingin memahami sistem yang lebih besar.
06:25Itu jawaban kalau akademis, seperti itu.
06:29Jawaban yang sebenarnya sih, saya disuruh pacar saya dulu.
06:32Kalau saya tidak ambil PSD, dia tidak mau kawin sama saya.
06:37Jadi kepaksa lah.
06:39Tapi tidak apa-apa, kita nikmati kepaksaan yang ada.
06:44Ekonomi negara juga suatu sistem.
06:47Fiskal adalah arusnya, moneter adalah pengatur tekanannya.
06:52Sektor real adalah bebannya.
06:55Kalau salah satu tidak seimbang, sistem akan bergetar.
06:59Dan getaran itu dirasakan masyarakat.
07:03Cara berpikir teknik itu yang saya bawa ke kebijakan fiskal.
07:08Sebetulnya, ini yang nulis staff saya, Pak Mungkinda S.O. 4.
07:12Jadi dia bilang, dia tidak mengerti ekonomi.
07:14Jadi saya berpikir yang holistik, itu katanya dari teknik.
07:20Padahal tidak betul.
07:22Yang fakultasi ekonomi mana di sini?
07:25Oh sedikit semua ya?
07:27Di ekonomi, kalau ada cara berpikir yang menyeluruh disebutnya apa?
07:35Pendekatan apa?
07:38Tidak ada yang bisa?
07:40Anda mungkin baru belajar ilmu ekonomi sepotong-sepotong.
07:45Itu kita bilang partial equilibrium approach.
07:49Tapi kalau Anda sudah jadi pengambil keputusan nanti,
07:53Anda harus mengambil approach secara general equilibrium.
07:59Di mana semuanya dihitung.
08:04Kejutan satu titik akan mempengarik tempat lain.
08:07Itu harus Anda hitung terus-menerus.
08:10Jadi mungkin sekarang Anda belum cukup karena baru S1.
08:15Jadi yang mau belajar, belajar terus dan lamit terus untuk memahami hal itu.
08:18Indonesia masih membutuhkan orang-orang pintar lebih banyak lagi.
08:24Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan