00:00Dan yang paling penting adalah lapangan pekerjaan akan terbuka.
00:06Kedepan Anda akan lebih mudah cari kerjaan dibanding sebelum-sebelumnya.
00:11Anda sebelumnya kan sering dengar Indonesia cemas ketika ekonomi dalam fasa yang dilambat seperti ini.
00:19Sekarang kita balik, pertumbuhan sudah sekarang di atas 5 persen, di 5,39 persen,
00:285,4 persen kira-kira, mungkin untuk sebagian fakultas teknik gak ngerti itu apa artinya.
00:35Itu artinya ke depan akan lebih bagus lagi dan yang paling penting adalah lapangan pekerjaan akan terbuka.
00:44Kedepan Anda akan lebih mudah cari kerjaan dibanding sebelum-sebelumnya.
00:52Inilah momentum pertumbuhan ekonomi yang kita ciptakan dan kita pastikan akan berjalan terus ke depan.
01:00Ekonomi kita akan tumbuh lebih cepat, tahun ini mungkin mendekati 6 persen, tahun depan di atas 6 persen,
01:06sampai akhirnya mendekati 8 persen yang seperti yang dijanjikan.
01:10Artinya apa? Kita sedang betul-betul menuju arah Indonesia emas.
01:17Jadi Anda gak usah takut dengan masa depan Anda.
01:24Saya harap teman-teman nanti semua ke depan mempelajari hal-hal itu,
01:28belajar dari kesalahan dan melihat,
01:31menumbuhkan kemampuan melihat keterhubungan atau pendekatan general equilibrium menurut ekonomi itu.
01:37Karena dunia nyata tidak bekerja dalam kotak-kotak disiplin.
01:43Dunia nyata bekerja dalam jaringan sistem.
01:47Kalau untuk para ekonom, belajari sampai Anda mengerti betul-betul prinsip general equilibrium di pasar yang sebetulnya.
01:56Dan sistem pertama yang membentuk kita itu bukan negara, tapi keluarga.
02:10Ini kan Anda berlulus, pasti sedang cari kerja kan?
02:15Kalau saya dari keuangan, jadi ada lawangan kerja untuk lulusan fakultas ekonomi dan bisnis.
02:24Siapa yang mau kerja sama saya?
02:27Siapa yang mau kerja sama saya?
02:29Oh gak ada yaudah.
02:31Tadinya mau saya rekrut Pak sebagai asisten pribadi, namun insider dari hari ke hari.
02:35Sehingga pengetahuan kita ditransfer ke generasi yang lebih muda.
02:39Tapi kadang gak ada yang mau yaudah gak apa-apa.
02:43Dipikirnya gajinya kecil.
02:45Jadi keuangan gajinya bisa besar.
02:47Saya selalu bilang sama Bu Lana, gaji di keuangan turun dibanding LPS.
02:54Iya, gaji pokoknya lebih rendah.
02:56Tapi ada juga jabatan komisaris dupanya.
02:59Lumayan tuh.
03:00Jadi Anda jangan takut kerja di keuangan nanti kalau mau ngelamar-ngelamar aja.
03:04Masa depan di sana juga baik, cerah.
03:06Gajinya juga lumayan gede.
03:13Bapak, Ibu, Serta, para wisudawannya, wisudawati yang saya banggakan.
03:18Sekarang saya masuk ke tantangan nasional.
03:21Sudah saya bilang sedikit tadi ya.
03:23Indonesia sudah lama tumbuh di kisaran 5%.
03:27Itu kayaknya bagus.
03:29Sebagian orang bilang itu sudah maksimal.
03:31Padahal menurut saya kita paling enggak harus tumbuh 6,7% menuju 7%
03:37untuk menyerap tenaga kerja baru yang memasuki usia kerja.
03:44Kalau kita ingin menjaga negara baju,
03:47tumbuh 5% itu tidak cukup.
03:51Kalau saya lihat Korea, Taiwan, Jepang, Amerika, Jerman, even China.
04:01Untuk menjadi negara maju,
04:03Anda harus tumbuh double digit dalam lebih dari 10 tahun.
04:13Jadi ketika Pak Prabowo bilang 8%,
04:16kita banyak ketawain kan?
04:19Oh, enggak mungkin, enggak mungkin.
04:20Tapi itu adalah prasyarat untuk menuju negara maju.
04:268 masih kurang.
04:27Maksudnya harus didorong ke arah 10.
04:29Tapi untuk 5 tahun ke depan,
04:31kalau dapat 8 sudah cukup.
04:35Sebagai gambaran, apa sih artinya tumbuh pertumbuhan cepat?
04:39Ini ada gambar di sini.
04:41Di tahun 2025,
04:43karena dorongan terakhir,
04:44kita tumbuh 5-11%.
04:48Orang bilang,
04:49ah, itu majelek biasa.
04:51Tapi kalau Anda pandai negara G20,
04:53kita tertinggi.
04:54Kita lebih tinggi daripada apa itu?
04:59Yang China, Saudi Arabia, Spanyol, dan lain-lain.
05:04Jadi, Anda enggak usah minder menjadi bangsa Indonesia.
05:09Kita top di G20.
05:245% bagus.
05:28Tapi untuk kita enggak cukup,
05:30contohnya apa?
05:31Kalau ada gejolak sedikit di ekonomi,
05:33kita ngalamin kondisi
05:35akhir Agustus,
05:37awal September tahun lalu.
05:38Jadi, kita enggak boleh tumbuh terlalu lambat.
05:45Kedepan,
05:46kita perlu mesin-mesin pertumbuhan ekonomi
05:49yang dibahan bakari
05:53oleh tenaga muda lulusan pintar-pintar dari UI
05:57yang handal.
06:00Anda mungkin, ya.
06:03Sekarang lulus merasa pintar.
06:06Kumlot ada yang semua.
06:07Kumlot ada yang 4.
06:083.9.9.
06:10Itu belum cukup.
06:12Anda mesti belajar lebih dalam lagi,
06:15lebih dalam lagi,
06:15lebih dalam lagi
06:17untuk memahami
06:19dunia
06:20dan bagaimana memberikan kontribusi
06:22kepada ekonomi.
06:24Yang IPK-nya rendah juga.
06:25Jangan takut.
06:27Terakhir,
06:28pada akhirnya,
06:29menentukan keberhasilan Anda
06:30adalah ketekunan Anda.
06:32Jadi, Anda belajar terus,
06:34belajar terus,
06:35belajar terus.
06:36Jangan
06:37pesimis.
06:40Sebelumnya, kan sering kita bilang,
06:42oh, 30 menit.
06:46Global ekonomi
06:48penuh ketidakpastian.
06:51Karena itu,
06:52masa depan kita suram.
06:54Indonesia gelap.
06:57ekonom jarang yang menyebutkan bahwa
07:02domestic demand,
07:04permintaan dalam negeri,
07:05itu berkontribusi sekitar 90 persen
07:09terhadap perekonomian Indonesia.
07:12Yang 10 persen,
07:13cuma global.
07:16Jadi,
07:16kalau yang 10 persen ambur adul,
07:18saya hidupkan yang 90 persen,
07:21kita harusnya masih nggak apa-apa.
07:24intinya adalah,
07:26Anda jangan takut.
07:28Nasib kita
07:29di tangan kita sendiri.
07:36Kalau Anda nanti pintar-pintar
07:38mengurus
07:38permintaan dalam negeri tadi,
07:40walaupun ekonomi
07:41yang gonjang-ganjing,
07:42kita bilang,
07:43go to hell.
07:44Saya nggak peduli,
07:46kita akan tumbuh
07:47dengan baik.
07:48Jadi,
07:49ke depan,
07:50Indonesia kita harapkan
07:51bisa tumbuh lebih baik.
07:52Saya perlu dukungan
07:54dari teman-teman
07:55wisudawan
07:56yang baru lulus hari ini.
07:58Kalau ada yang mau
07:59berkontribusi langsung,
08:00bisa langsung
08:01kedaftar ke saya.
08:03Nanti saya proses dengan cepat.
08:06Ini yang penting gini.
08:08Ekonomi kita sedang
08:09fasa
08:11percepatan lagi.
08:13Ekonomi itu kadang-kadang
08:14naik,
08:15turun,
08:15naik,
08:16turun kan.
08:16Itu yang disebut
08:17bisnis cycle.
08:18Nggak tahu di ekonomi
08:19belajar bisnis cycle.
08:20Nggak.
08:20Dulu saya pernah ngajar di sana
08:21bisnis cycle,
08:23tapi kayaknya
08:24sudah berhenti.
08:267-10 tahun ekspansi,
08:28setahun resesi.
08:297-10 tahun ekspansi,
08:31setahun resesi.
08:33Resesi kita terakhir,
08:34tahun 2020.
08:352023,
08:37kita masukin
08:38fasa ekspansi lagi.
08:43Kecepatan informasi
08:44dan akurasi data
08:46adalah komitmen kami.
08:47Satu langkah lebih dekat,
08:49satu langkah lebih terpercaya.
08:52Saksikan Sapa Indonesia Malam
08:54di Kompas TV,
08:55channel 11,
08:57di televisi Anda.
Komentar