Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa saat ini usaha menuju Indonesia emas tengah berjalan.

Menurutnya, upaya itu diiringi pertumbuhan ekonomi yang terus bergerak maju hingga lapangan pekerjaan akan terbuka.

Hal itu disampaikan Purbaya saat menyampaikan pidato di Universitas Indonesia, Sabtu (14/2/2026).

"Ekonomi kita akan tumbuh lebih cepat. Tahun ini mungkin mendekati 6%, tahun depan di atas 6% sampai akhirnya mendekati 8% yang seperti yang dijanjikan. Artinya apa? Kita sedang betul-betul menuju arah Indonesia emas. Jadi, Anda enggak usah takut dengan masa depan Anda," kata Purbaya.

Baca Juga Kelakar Purbaya Ngaku Takut Pidato di Wisuda UI: Hari Pertama Menteri, BEM UI Demo Suruh Saya Turun di https://www.kompas.tv/nasional/650762/kelakar-purbaya-ngaku-takut-pidato-di-wisuda-ui-hari-pertama-menteri-bem-ui-demo-suruh-saya-turun

#menkeupurbaya #purbayayudhisadewa #indonesiaemas

Video Editor: Vila Randita

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/650803/menkeu-purbaya-yakin-indonesia-emas-bakal-terwujud-nggak-usah-takut-masa-depan
Transkrip
00:00Dan yang paling penting adalah lapangan pekerjaan akan terbuka.
00:06Kedepan Anda akan lebih mudah cari kerjaan dibanding sebelum-sebelumnya.
00:11Anda sebelumnya kan sering dengar Indonesia cemas ketika ekonomi dalam fasa yang dilambat seperti ini.
00:19Sekarang kita balik, pertumbuhan sudah sekarang di atas 5 persen, di 5,39 persen,
00:285,4 persen kira-kira, mungkin untuk sebagian fakultas teknik gak ngerti itu apa artinya.
00:35Itu artinya ke depan akan lebih bagus lagi dan yang paling penting adalah lapangan pekerjaan akan terbuka.
00:44Kedepan Anda akan lebih mudah cari kerjaan dibanding sebelum-sebelumnya.
00:52Inilah momentum pertumbuhan ekonomi yang kita ciptakan dan kita pastikan akan berjalan terus ke depan.
01:00Ekonomi kita akan tumbuh lebih cepat, tahun ini mungkin mendekati 6 persen, tahun depan di atas 6 persen,
01:06sampai akhirnya mendekati 8 persen yang seperti yang dijanjikan.
01:10Artinya apa? Kita sedang betul-betul menuju arah Indonesia emas.
01:17Jadi Anda gak usah takut dengan masa depan Anda.
01:24Saya harap teman-teman nanti semua ke depan mempelajari hal-hal itu,
01:28belajar dari kesalahan dan melihat,
01:31menumbuhkan kemampuan melihat keterhubungan atau pendekatan general equilibrium menurut ekonomi itu.
01:37Karena dunia nyata tidak bekerja dalam kotak-kotak disiplin.
01:43Dunia nyata bekerja dalam jaringan sistem.
01:47Kalau untuk para ekonom, belajari sampai Anda mengerti betul-betul prinsip general equilibrium di pasar yang sebetulnya.
01:56Dan sistem pertama yang membentuk kita itu bukan negara, tapi keluarga.
02:10Ini kan Anda berlulus, pasti sedang cari kerja kan?
02:15Kalau saya dari keuangan, jadi ada lawangan kerja untuk lulusan fakultas ekonomi dan bisnis.
02:24Siapa yang mau kerja sama saya?
02:27Siapa yang mau kerja sama saya?
02:29Oh gak ada yaudah.
02:31Tadinya mau saya rekrut Pak sebagai asisten pribadi, namun insider dari hari ke hari.
02:35Sehingga pengetahuan kita ditransfer ke generasi yang lebih muda.
02:39Tapi kadang gak ada yang mau yaudah gak apa-apa.
02:43Dipikirnya gajinya kecil.
02:45Jadi keuangan gajinya bisa besar.
02:47Saya selalu bilang sama Bu Lana, gaji di keuangan turun dibanding LPS.
02:54Iya, gaji pokoknya lebih rendah.
02:56Tapi ada juga jabatan komisaris dupanya.
02:59Lumayan tuh.
03:00Jadi Anda jangan takut kerja di keuangan nanti kalau mau ngelamar-ngelamar aja.
03:04Masa depan di sana juga baik, cerah.
03:06Gajinya juga lumayan gede.
03:13Bapak, Ibu, Serta, para wisudawannya, wisudawati yang saya banggakan.
03:18Sekarang saya masuk ke tantangan nasional.
03:21Sudah saya bilang sedikit tadi ya.
03:23Indonesia sudah lama tumbuh di kisaran 5%.
03:27Itu kayaknya bagus.
03:29Sebagian orang bilang itu sudah maksimal.
03:31Padahal menurut saya kita paling enggak harus tumbuh 6,7% menuju 7%
03:37untuk menyerap tenaga kerja baru yang memasuki usia kerja.
03:44Kalau kita ingin menjaga negara baju,
03:47tumbuh 5% itu tidak cukup.
03:51Kalau saya lihat Korea, Taiwan, Jepang, Amerika, Jerman, even China.
04:01Untuk menjadi negara maju,
04:03Anda harus tumbuh double digit dalam lebih dari 10 tahun.
04:13Jadi ketika Pak Prabowo bilang 8%,
04:16kita banyak ketawain kan?
04:19Oh, enggak mungkin, enggak mungkin.
04:20Tapi itu adalah prasyarat untuk menuju negara maju.
04:268 masih kurang.
04:27Maksudnya harus didorong ke arah 10.
04:29Tapi untuk 5 tahun ke depan,
04:31kalau dapat 8 sudah cukup.
04:35Sebagai gambaran, apa sih artinya tumbuh pertumbuhan cepat?
04:39Ini ada gambar di sini.
04:41Di tahun 2025,
04:43karena dorongan terakhir,
04:44kita tumbuh 5-11%.
04:48Orang bilang,
04:49ah, itu majelek biasa.
04:51Tapi kalau Anda pandai negara G20,
04:53kita tertinggi.
04:54Kita lebih tinggi daripada apa itu?
04:59Yang China, Saudi Arabia, Spanyol, dan lain-lain.
05:04Jadi, Anda enggak usah minder menjadi bangsa Indonesia.
05:09Kita top di G20.
05:245% bagus.
05:28Tapi untuk kita enggak cukup,
05:30contohnya apa?
05:31Kalau ada gejolak sedikit di ekonomi,
05:33kita ngalamin kondisi
05:35akhir Agustus,
05:37awal September tahun lalu.
05:38Jadi, kita enggak boleh tumbuh terlalu lambat.
05:45Kedepan,
05:46kita perlu mesin-mesin pertumbuhan ekonomi
05:49yang dibahan bakari
05:53oleh tenaga muda lulusan pintar-pintar dari UI
05:57yang handal.
06:00Anda mungkin, ya.
06:03Sekarang lulus merasa pintar.
06:06Kumlot ada yang semua.
06:07Kumlot ada yang 4.
06:083.9.9.
06:10Itu belum cukup.
06:12Anda mesti belajar lebih dalam lagi,
06:15lebih dalam lagi,
06:15lebih dalam lagi
06:17untuk memahami
06:19dunia
06:20dan bagaimana memberikan kontribusi
06:22kepada ekonomi.
06:24Yang IPK-nya rendah juga.
06:25Jangan takut.
06:27Terakhir,
06:28pada akhirnya,
06:29menentukan keberhasilan Anda
06:30adalah ketekunan Anda.
06:32Jadi, Anda belajar terus,
06:34belajar terus,
06:35belajar terus.
06:36Jangan
06:37pesimis.
06:40Sebelumnya, kan sering kita bilang,
06:42oh, 30 menit.
06:46Global ekonomi
06:48penuh ketidakpastian.
06:51Karena itu,
06:52masa depan kita suram.
06:54Indonesia gelap.
06:57ekonom jarang yang menyebutkan bahwa
07:02domestic demand,
07:04permintaan dalam negeri,
07:05itu berkontribusi sekitar 90 persen
07:09terhadap perekonomian Indonesia.
07:12Yang 10 persen,
07:13cuma global.
07:16Jadi,
07:16kalau yang 10 persen ambur adul,
07:18saya hidupkan yang 90 persen,
07:21kita harusnya masih nggak apa-apa.
07:24intinya adalah,
07:26Anda jangan takut.
07:28Nasib kita
07:29di tangan kita sendiri.
07:36Kalau Anda nanti pintar-pintar
07:38mengurus
07:38permintaan dalam negeri tadi,
07:40walaupun ekonomi
07:41yang gonjang-ganjing,
07:42kita bilang,
07:43go to hell.
07:44Saya nggak peduli,
07:46kita akan tumbuh
07:47dengan baik.
07:48Jadi,
07:49ke depan,
07:50Indonesia kita harapkan
07:51bisa tumbuh lebih baik.
07:52Saya perlu dukungan
07:54dari teman-teman
07:55wisudawan
07:56yang baru lulus hari ini.
07:58Kalau ada yang mau
07:59berkontribusi langsung,
08:00bisa langsung
08:01kedaftar ke saya.
08:03Nanti saya proses dengan cepat.
08:06Ini yang penting gini.
08:08Ekonomi kita sedang
08:09fasa
08:11percepatan lagi.
08:13Ekonomi itu kadang-kadang
08:14naik,
08:15turun,
08:15naik,
08:16turun kan.
08:16Itu yang disebut
08:17bisnis cycle.
08:18Nggak tahu di ekonomi
08:19belajar bisnis cycle.
08:20Nggak.
08:20Dulu saya pernah ngajar di sana
08:21bisnis cycle,
08:23tapi kayaknya
08:24sudah berhenti.
08:267-10 tahun ekspansi,
08:28setahun resesi.
08:297-10 tahun ekspansi,
08:31setahun resesi.
08:33Resesi kita terakhir,
08:34tahun 2020.
08:352023,
08:37kita masukin
08:38fasa ekspansi lagi.
08:43Kecepatan informasi
08:44dan akurasi data
08:46adalah komitmen kami.
08:47Satu langkah lebih dekat,
08:49satu langkah lebih terpercaya.
08:52Saksikan Sapa Indonesia Malam
08:54di Kompas TV,
08:55channel 11,
08:57di televisi Anda.
Komentar

Dianjurkan