00:00Saudara Ikatan Alumni Universitas Diponegoro atau IKA Undip
00:04menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat penyintas bencana banjir bandang dan tanah longsor
00:10di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Jumat Siang.
00:13Dengan menempuh jalur yang sulit, IKA Undip menyalurkan bantuan langsung
00:17sebagai bentuk kepedulian antar sesama.
00:24Beginilah perjuangan Ikatan Alumni Universitas Diponegoro atau IKA Undip
00:28menuju desa Aik Maranti di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara
00:32guna menyalurkan bantuan kemanusiaan terhadap korban banjir bandang dan tanah longsor
00:38yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.
00:44Desa yang sempat terisolir ini ditembus demi menyalurkan bantuan kemanusiaan
00:48sebagai komitmen IKA Undip terhadap penyintas bencana.
00:55Penyaluran donasi yang merupakan bentuk dukungan kemanusiaan dari alumni Undip
00:59di seluruh Indonesia dilakukan guna meringankan beban penyintas bencana.
01:05Di desa Aik Maranti, bantuan yang disalurkan berupa bantuan kebutuhan logistik,
01:10kebutuhan dapur, dan kebutuhan pendidikan,
01:12berupa alat tulis dan buku sekolah bagi anak-anak penyintas bencana.
01:16Bantuan serupa juga disalurkan bagi penyintas bencana di desa Rampah dan Bunandolo,
01:22kecamatan Sitahuis, yang direspon baik oleh warganya.
01:26Sekretaris Jenderal IKA Undip, Mangara Pardede menyebut,
01:30penyaluran bantuan ke wilayah Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan Sumatera Utara ini
01:34merupakan bantuan kemanusiaan tahap kedua
01:37yang sebelumnya penyaluran bantuan dilakukan di Provinsi Aceh.
01:41Badan tangkap darurat yang ada di dalam alumni Undip
01:45melakukan kegiatan pengumpulan dana.
01:49Nah kemudian dana yang terkumpul ini sudah kita lakukan,
01:52ini tahap kedua.
01:53Tahap pertama kita lakukan di Aceh, Sitamiang,
01:57kemudian di Padang, dan di Tapanuli Selatan.
02:01Kemudian ini adalah tahap kedua yang kita lakukan secara bersamaan
02:06juga di tiga provinsi.
02:07Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Aceh, di Sitamiang,
02:11dengan kebar benih, kemudian di sini tahap kedua
02:15kita ambil ke Tapanuli Tengah, karena Tapanuli Selatan sudah.
02:19Jadi ini adalah bentuk bahwa seluruh alumni Undip yang sekarang ini
02:24600 ribu lebih turut merasakan,
02:27perasaan saudara-saudara kita yang terdampak.
02:31Bantuan kemanusiaan ini turut direspon penyintas bencana
02:34yang merasa terbantu atas hadirnya IKA Undip
02:36di tengah para penyintas bencana.
02:40Kami merasa senang sekali lah.
02:43Kami merasa senang sekali karena dapat bantuan dikasih kami.
02:49Jadi semoga kalau kami pikir dapat kesehatan selalu
02:54dan juga biar bisa bertambah rezeki dan juga yang mengasihi.
03:00Dan juga kalau yang mengasihi itu kami bilang terima kasih sebanyak-banyak.
03:09Desa Sitahuis dan Desa Bunandolog
03:11merupakan desa terdampak musibah tanah longsor
03:14yang aksesnya sempat terputus.
03:16Hadirnya IKA Undip dapat meringankan beban penyintas bencana di desa ini.
03:22Kami atas nama pemerintah, pemerintah Desa Rampak,
03:27juga pemerintah Desa Bunandolog,
03:31juga atas nama masyarakat Desa Rampak,
03:35atas nama masyarakat Bunandolog,
03:37mengucapkan terima kasih kepada Ikatan Alumni Undip
03:42atas bantuan berupa logistik kepada desa kami.
03:48Tentu kami sangat terbantu,
03:51masyarakat sangat terbantu dengan bantuan ini.
03:55Kedepan, program Tim Bencana IKA Undip ini
03:57juga berkomitmen akan hadir
03:59dan terus meringankan beban para penyintas bencana.
04:02Bosa MTV!
04:03Kairul Bazar, Kompas TV, Tapanul di Tengah, Sumatera Utara.
04:08Bosa MTV! Jaya, jaya, jaya!
Komentar