Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Kelompok Hamas merespons rencana pengiriman pasukan stabilisasi ke Jalur Gaza oleh Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Sejumlah pihak menilai kehadiran pasukan stabilisasi dapat membantu meredakan ketegangan dan mencegah eskalasi konflik lanjutan.

Di sisi lain, terdapat kekhawatiran bahwa kehadiran pasukan asing tanpa kesepakatan menyeluruh justru berpotensi menambah kompleksitas situasi di lapangan.

Bagaimana upaya terbaik untuk menciptakan perdamaian di Palestina? Simak pembahasannya dalam video berikut ini.

Baca Juga Indonesia Siap Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza, 5 Ribu Lebih Personel TNI Disiapkan di https://www.kompas.tv/nasional/650583/indonesia-siap-kirim-pasukan-perdamaian-ke-gaza-5-ribu-lebih-personel-tni-disiapkan

#hamas #pasukanperdamaian #gaza #boardofpeace

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/650721/hamas-respons-rencana-pasukan-perdamaian-ke-gaza-pakar-hi-indonesia-harus-waspada-sapa-malam
Transkrip
00:00Pemimpin Hamas Osama Hamdan dalam keterangannya di Al Jazeera menyebut
00:04Hamas menolak segala bentuk perwalian atau pengawasan dari pihak manapun atas Gaza.
00:10Senada dengan itu, pemimpin senior Hamas Khalid Mesyal bilang
00:13masa depan Palestina harus diputuskan rakyat Palestina sendiri
00:17tanpa campur tangan bangsa lain.
00:19Ia menegaskan untuk menangani masalah Palestina secara objektif
00:23bukan melalui sudut pandang Israel.
00:57Sebelumnya sejumlah pihak di Indonesia
00:59menyatakan kesiapan pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza.
01:03Komisi 1 DPR menyebut soal anggaran pengiriman pasukan
01:07dipastikan tak akan mengganggu keuangan pemerintah.
01:10Dalam rapat beberapa kali di Komisi 1 dipastikan itu tidak akan mengganggu
01:15kebutuhan dalam negeri sehingga pengiriman di sana itu sudah diperhitungkan
01:22dan sudah dipastikan bahwa kebutuhan dalam negeri akan tetap tercukupi.
01:29Kementerian luar negeri merespon kehadiran Israel di dalam Board of Peace.
01:34Juru bicara Kementerian luar negeri melihat kehadiran pihak yang berkonflik
01:38dalam Board of Peace bentukan Trump merupakan bagian menuju perdamaian.
01:43Indonesia tetap tegas mengecam pelanggaran hukum internasional
01:46termasuk hukum humaniter internasional yang terjadi di Gaza,
01:50akses bantuan kemanusiaan, serta mendukung realisasi solusi dua negara.
01:56Keanggotaan negara manapun dalam Board of Peace tidak mengubah posisi prinsip tersebut.
02:02Di Board of Peace maupun di semua forum yang ada,
02:05Indonesia sejak awal menuntut penghentian kekerasan terhadap warga sipil
02:08mengecam pelanggaran hukum internasional termasuk hukum humaniter internasional
02:14yang terjadi di Gaza, akses bantuan kemanusiaan, serta realisasi solusi dua negara.
02:20Dalam konteks tersebut, Indonesia melihat pentingnya keterlibatan para pihak
02:24yang berkonflik sebagai bagian dari proses menuju perdamaian.
02:29Indonesia oleh karanya akan memanfaatkan keanggotaan di Board of Peace
02:33untuk juga aktif mendorong keterlibatan otoritas Palestina
02:37dan memastikan seluruh proses tetap berorientasi pada kepentingan Palestina.
02:43Pakar Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahiangan Julius Purwadi Hermawan
02:48meminta Indonesia harus waspada atas kepentingan-kepentingan
02:52yang tidak sejalan dengan perjuangan bangsa Palestina.
02:55Apalagi, Hamas sendiri sudah menganggap kehadiran International Stabilization Force
03:00atau ISF sebagai pendukung asing.
03:02Tetapi pertanyaannya apakah betul gagasan Trump yang terkait dengan ISF
03:09itu benar-benar disambut baik.
03:11Saya justru khawatir ya, Hamas sudah menyampaikan bahwa
03:14menolak foreign occupation.
03:17Artinya bahwa ISF itu seperti foreign occupation.
03:21Dan ini bukanlah ya, bahwa ini bukan martabat yang diperjuangkan.
03:26Tapi kepentingan lain, dan saya mengingatkan hati-hati dan kepentingan yang lain itu.
03:32Indonesia memiliki komitmen dalam konstitusi untuk ikut menjaga perdamaian dunia
03:37dan memperjuangkan hak kemerdekaan bangsa-bangsa.
Komentar

Dianjurkan