00:00Pergerakan tanah di lubang raksasa Aceh Tengah terus terjadi.
00:04Permukiman dan lahan pertanian warga terancam, tergerus.
00:07Untuk membahasnya, kami saat ini sudah bersama dengan Bupati Aceh Tengah, Hally Yoga.
00:12Assalamualaikum, selamat malam Pak Bupati.
00:16Waalaikumsalam, selamat malam Mas Muhammad Ibrahim.
00:19Baik, selamat juga Pak.
00:20Pak, terakhir kami wawancara dengan Camat Ketol itu 500 meter jaraknya ke permukiman.
00:27Untuk hari ini, di Sabtu malam ini, berapa jarak lubang raksasa ke permukiman Pak?
00:35Terima kasih perlu kami sampaikan bahwa tadi juga Bapak Kepala BNP juga hadir.
00:44Juga kita perintahkan, juga kita tugaskan dari Dinas PU untuk mengecek lokasi lubang raksasa tadi di Kecamatan Ketol.
00:54Ini hari ini, jarak jauhnya antara lubang tempat longsor itu dengan jalan alternatif.
01:03Ini sebelumnya kan hampir 80 meter nih, 80 meter.
01:07Dan sekarang, sudah dekat tinggal ada yang 30 meter, ada yang 25 meter.
01:12Jadi setiap hari, ini penurunannya luar biasa ini.
01:16Penurunannya pada tanahnya, longsornya luar biasa.
01:19Ini sangat cepat sekali.
01:20Nah, untuk jalan alternatif ini, sebelumnya adalah 80 meter.
01:25Tapi sekarang, yang arah ini sudah tinggal 25 meter lagi nih, arah ke utara.
01:32Ini dekat, sudah dekat.
01:34Nah, ini yang kita khawatiran kemarin.
01:36Dan ini sudah kita sampaikan kepada Bapak Menteri BU.
01:40Dan beliau pun hadir.
01:41Ini langkah cepat.
01:42Karena tanah masyarakat, pertanian, dan ada dua rumah di sekitar lubang raksasa itu.
01:49Hari ini kan sudah dekat nih, sekitar 2 meter, 3 meter lagi itu akan jalan amroh.
01:55Tapi ke pemukiman, ini memang masih sekitar 450 meter lah.
02:01Tapi terus bergerak.
02:02Yang kita khawatirkan bukan ke pemukimannya sebenarnya ini.
02:05Yang kita khawatirkan adalah, lubang raksasa ini tadi mengarah ke sungai, sungai pesangan.
02:12Yang hari ini berjarak hingga 450.
02:15Nah, sungai ini berada di atas.
02:18Sementara posisi lubang ini kan di bawah ini.
02:21Kalau ini nanti sampai ke lubang, apa, ke sungai.
02:24Dan ini kan membuat bahaya.
02:26Dan akan terputus, bukan hanya terputus jalan antar kabupaten Aceh Tengah dan Lemanum Ria.
02:32Tapi berdampak kepada perekonomian.
02:35Itu bisa menyebabkan banjir bandang juga, Pak Bupati?
02:39Sudah pasti.
02:40Sudah pasti.
02:41Karena kan tanahnya ini kan bercampur pasir ini.
02:45Bercampur pasir.
02:47Maka ini yang kita khawatirkan.
02:48Karena jatuhnya setiap hari.
02:50Setiap hari jatuh, jatuh, jatuh.
02:53Nah, ini kalau tidak segera ditindaklanjuti.
02:57Beberapa waktu yang lalu dengan Pak Menteri hadir, ini kan jauh sekali.
03:00Nah, sekarang tinggal 25 meter lagi alternatif.
03:02Lewat alternatif itu sudah tinggal 25 meter lagi.
03:05Nah, ini kan sudah sangat dekat.
03:07Nah, ini mungkin harus segera diatasi.
03:10Kajian dengan Universitas Syahkuala, Provinsi Aja sudah.
03:16Tapi ini kan tidak perlu lama kajiannya.
03:18Harus perlu adalah eksekusi penanggulan secara darurat agar jangan nanti ini berpindah.
03:25Meskipun ada apa?
03:27Itu solusi yang bisa dilakukan segera apa, Pak, untuk menghentikan semakin meluas lubang ini, Pak?
03:36Pertama kan ini sudah ada kajian dari Kementerian PU dan timnya sudah berada di lokasi.
03:41Dan ini ada teknis, ada tiga modul segmen yang dilakukan oleh Kementerian PU.
03:48Dan teknis ini saya juga belum memahami seperti apa.
03:50Yang jelas pertama langkah adalah yang di pinggir sungai.
03:55Ini harus segera dibuat bronjong dan lain sebagainya teknis.
04:00Kemudian yang harus segera lagi adalah ini kan jalan alternatif sudah dekat.
04:03Sudah dekat.
04:05Kalau ini semakin melepar, ini kan puluhan netar, ratusan netar tanah masyarakat akan nanti amblas.
04:11Kalau mitigasi terutama untuk permukiman warga, seperti apa, Pak Bupati?
04:16Kalau untuk permukiman masyarakat, ini sudah kita sampaikan.
04:20Karena di sana juga ada pacaman, kepala desa, dan petugas-petugas kita.
04:25Ini sudah, mereka sudah sangat memahami.
04:28Tapi kan kalau memahami sudah.
04:30Tapi kalau tidak ada langkah konkret, nah tentu ini kan cukup mengkhawatirkan.
04:36Karena pergerakan perbandingannya, 13 tahun dulu pasca bencana gempa,
04:41dengan 2 bulan banjir bandang yang tanggal 26 November ini lebih luas ini.
04:48Yang 2 bulan ini daripada 13 tahun yang lalu.
04:51Begitulah pergerakan daripada jatuhnya tanah-tanah yang sekitar...
04:57Ada rencana warga dipindah, Pak?
04:58Ketempat yang lebih aman, yang semakin jauh dari lubang?
05:02Itu belum mengarah ke situ.
05:04Tapi himpohannya sudah belum mengarah.
05:06Karena ada sekitar hampir 450 meter lagi.
05:09Yang kita khawatirkan ini ke ini, Pak.
05:11Ke apa?
05:12Ke sungai tadi.
05:14Iya.
05:15Ke sungai.
05:16Ini arahnya ke sungai lebih cepat daripada ke pemukiman.
05:19Ke pemukiman itu arah barat.
05:21Kalau ke sungai ini arah selatan, itu lebih cepat sampai ke sungainya.
05:24Pak, kemarin jalan utama kan sudah terputus ya, Pak.
05:28Sekarang jalur alternatif saja sudah hampir kena.
05:32Mobilisasi warga di sana bagaimana, Pak?
05:35Itu kan jalannya masih bisa dipakai.
05:37Ini kan jalan alternatif, jalan utama sudah putus.
05:41Jalan utama sudah putus, tambah jalan alternatif ini sudah dekat juga.
05:45Tapi ini kalau jalan alternatifnya juga nanti sudah belum bisa dilaksanakan penanggulangannya,
05:52ini kan berdampak.
05:54Itu berdampak berat itu bagi perekonomian di dua kebupaten.
05:59Dua kebupaten AC Tengah dan...
06:00Ini semoga segera bisa diselesaikan.
06:04Ada solusi yang permanen ya, Pak.
06:06Karena berburu, berpacu dengan waktu di sana.
06:09Tapi terima kasih Pak Bupati, Bupati AC Tengah, Haily Yoga,
06:13telah menyampaikan bagaimana kondisi lubang raksasa di AC Tengah yang hingga kini terus meluas.
06:18Terima kasih Pak Bupati.
Komentar