Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 jam yang lalu
ACEH TENGAH, KOMPAS.TV - Lubang raksasa atau "sinkhole" di Desa Pondok Balek Ketol, Aceh Tengah, kian meluas. Lubang tersebut bertambah sekitar satu meter setiap hari dan kini telah mencapai total tiga hektare.

Gambar udara menunjukkan longsoran di lubang raksasa Desa Pondok Balek Ketol, Aceh Tengah, yang terus bergerak aktif.

Lubang raksasa kini mencapai tiga hektare dan mengancam permukiman serta lahan pertanian warga.

Kepala BNPB, Suharyanto, menyatakan pemerintah telah melakukan langkah antisipasi, antara lain memindahkan menara listrik dan membangun jalan alternatif bagi warga.

Baca Juga [FULL] Camat Ketol Sebut Sinkhole di Aceh Bertambah 1 Meter Per Hari | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/regional/650576/full-camat-ketol-sebut-sinkhole-di-aceh-bertambah-1-meter-per-hari-kompas-malam

#sinkhole #acehtengah #longsor

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/650735/pantauan-udara-sinkhole-di-aceh-tengah-bergerak-aktif-meluas-hingga-3-hektare-kompas-malam
Transkrip
00:00Lubang raksasa di desa Pondok Balik, Ketol Aceh Tengah kian meluas.
00:05Lubang raksasa bertambah 1 meter setiap hari dan kini telah mencapai total 3 hektare.
00:14Gambar udara menunjukkan longsoran di lubang raksasa desa Pondok Balik, Ketol Aceh Tengah terus bergerak aktif.
00:22Lubang raksasa kini mencapai 3 hektare dan mengancam permukiman dan lahan pertanian.
00:27Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyatakan pemerintah sudah melakukan langkah antisipasi
00:34dengan memindahkan tawar listrik dan membangun jalan alternatif untuk warga.
00:39Itu untuk daruratnya, PLN sudah dipindah di tempat yang aman, sempat 3 hari padam.
00:49Kemudian jalan juga sudah dipindahkan.
00:52Untuk penanganan jangka panjang, nanti silakan rekan-rekan media bertanya ke Kementerian PNI.
00:58Sementara Kementerian Pekerjaan Umum menutup sementara aliran air dari limbah masyarakat guna mengurangi luasan longsoran.
01:07Kita masih survei, survei geolestrik dan geotenik, itu adalah survei yang untuk menentukan jenis apa penanganan permanen di sini.
01:18Sehingga hasil yang kita tentukan nanti betul-betul tepat dengan kondisi tanah sekitar ini.
01:25Selanjutnya kami langkah pertama sekali, sebenarnya kami sudah melakukan pembunuhan air, air limbah masyarakat.
01:32Karena air itulah satu-satunya penyebab yang setiap hari tanah semakin bergerak.
01:39Kajian di lapangan menemukan longsoran bertambah 1 meter setiap hari.
01:44Jarak lubang raksasa ke permukiman saat ini sekitar 500 meter atau semakin dekat.
01:51Jarak yang sekarang itu hampir 500 meter tuh Bang.
01:57Semakin dekat Pak Cahmata ya?
01:59Benar, lubang makin perlahan makin membesar.
02:03Nah, puncak-puncaknya kemarin pada waktu bencana hidrometeorologi tanggal 26-27 November,
02:09itu kecepatan perubahan besar lubang itu semakin cepat.
02:15Seperti yang disebutkan tadi, hampir 1 meter bisa setiap hari.
02:20Tim penanganan masih mengkaji penyebab pasti pergerakan tanah
02:24dan diharapkan selesai akhir Februari 2026 agar mendapat solusi permanen.
02:29Tim Liputan, Kompas TV
Komentar

Dianjurkan