- 10 jam yang lalu
- #bonatuasilalahi
- #roysuryo
- #ijazahjokowi
- #jokowi
- #poldametrojaya
JAKARTA, KOMPAS.TV - Polemik kasus ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) memasuki babak baru setelah Bonatua Silalahi untuk pertama kalinya menunjukkan salinan ijazah Jokowi dari KPU RI, pasca putusan Komisi Informasi Pusat.
Lalu, bagaimana reaksi netizen saat Bonatua mengunggah salinan ijazah Jokowi ke akun media sosial? Lantas, adakah temuan baru usai mendapatkan salinan ijazah Jokowi dari KPU?
Untuk membahas hal tersebut, saat ini saya telah bersama pengamat kebijakan publik, Bonatua Silalahi.
Baca Juga Respons Jokowi soal Dirinya Menutup Pintu Maaf ke Roy Suryo Cs di https://www.kompas.tv/nasional/650608/respons-jokowi-soal-dirinya-menutup-pintu-maaf-ke-roy-suryo-cs
#bonatuasilalahi #roysuryo #ijazahjokowi #jokowi #poldametrojaya
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/650646/full-temuan-baru-bonatua-usai-dapat-salinan-ijazah-jokowi-dapat-pertanyaan-tricky-penyidik
Lalu, bagaimana reaksi netizen saat Bonatua mengunggah salinan ijazah Jokowi ke akun media sosial? Lantas, adakah temuan baru usai mendapatkan salinan ijazah Jokowi dari KPU?
Untuk membahas hal tersebut, saat ini saya telah bersama pengamat kebijakan publik, Bonatua Silalahi.
Baca Juga Respons Jokowi soal Dirinya Menutup Pintu Maaf ke Roy Suryo Cs di https://www.kompas.tv/nasional/650608/respons-jokowi-soal-dirinya-menutup-pintu-maaf-ke-roy-suryo-cs
#bonatuasilalahi #roysuryo #ijazahjokowi #jokowi #poldametrojaya
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/650646/full-temuan-baru-bonatua-usai-dapat-salinan-ijazah-jokowi-dapat-pertanyaan-tricky-penyidik
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Ini bisa jadi peneliti dengan apa? Dengan data yang benar.
00:03Inilah data yang benar.
00:05Ini resmi dari KPU Lembaga Negara.
00:08Saya juga tidak suka kalau nanti beliau jadi dipinah.
00:11Ini publik harusnya sudah cerdas di sini ya.
00:14Dengan kasus KIP ini sudah membuka ruang untuk melihat itu,
00:18lalu kemudian Bonatua, bahkan pengacara Pak Roy Suryo,
00:22teman-teman ya, Sang Haji dan semua teman-teman pengacara Roy Suryo,
00:25ini membuktikan bahwa ketika statement Roy Suryo Cies mengatakan
00:29ijazah Jokowi itu palsu-palsu-palsu, 99,9 persen palsu.
00:33Itu berarti kan membuktikan bahwa mereka nggak pegang bukti ketika itu.
00:36Rani menyatakan bahwa sampling yang diuji oleh RRT
00:41itu sama dengan yang di-upload Pak Dian Jandi.
00:45Halo sahabat kompas TV, polemik kasus ijazah Presiden ke-7 Republik Indonesia Jokowi-Dodo
00:50memasuki babak baru setelah Bonatua silalahi untuk pertama kalinya
00:55menunjukkan salinan ijazah Jokowi dari KPU,
00:58pas keputusan Komisi Informasi Pusat.
01:01Untuk membahas hal tersebut saat ini saya telah bersama dengan
01:04pengamat kebijakan publik Bang Bonatua silalahi.
01:08Halo Bang, Bona gimana kabarnya Bang?
01:10Baik, luar biasa. Apalagi setelah melihat ijazah beliau.
01:17Oke Bang Bona, baru kemarin ya Bang, tanggal 11 Februari 2026,
01:22Bang Bonatua juga baru bertemu dengan tim penyidik di Polda Metro Jaya ya Bang, benar kan?
01:26Iya benar.
01:27Iya benar, masih dengan kasus ijazah milik Pak Jokowi.
01:31Yoi.
01:32Gimana nih Bang hasilnya kemarin Bang?
01:34Sebenarnya apa saja sih yang ditanyain oleh tim penyidik itu?
01:37Saya kan sebagai ahli ya,
01:40keahlian saya kan sebagai akademisi yang meneliti,
01:44penelitian khususnya terkait pertanyaan tentang seputar ijazah ini.
01:54Jadi saya disitu menjelaskan bahwa
01:57saya kan seorang sudah S2, S3 ya,
02:01sampai S1 itu,
02:04sejak kita kuliah juga saya,
02:06kita sudah diajari penelitian.
02:08Bahkan saya itu S3 itu,
02:11kalau level S3 itu,
02:13itu hampir setengah SKS-nya itu adalah penelitian.
02:18Itu ada misalnya,
02:20kalau kami itu dari,
02:21apa, dari matah kuliah metodologi penelitiannya saja sudah 6 SKS,
02:26seminar proposal 6 SKS,
02:29seminar hasil 6,
02:30terbuka,
02:31tertutup 6,
02:33berarti kan sudah 6 kali 5,
02:37sudah 30 SKS itu sudah layak lah disebut ahli peneliti kan gitu kan?
02:42Nah, saya terangkan juga,
02:43disitu ada dua dokter,
02:46dokter Suryo dan dokter Rismon,
02:49mereka itu kan jelas-jelas,
02:51dari segi akademik pun sudah jadi peneliti.
02:55Lantas tak perlu lagi sertifikasi-sertifikasi,
02:58mereka bukan jadikan peneliti itu sebagai profesi,
03:02tapi sebagai akademisi yang didapat semasa kuliah.
03:07Ditambah lagi S2 ya,
03:09S2 juga kan ada juga penelitian,
03:10penelitiannya itu saja S2 sudah,
03:13mungkin 6 SKS ya,
03:15kalau S1 penelitian itu mungkin 3 SKS ya mungkin,
03:19kalau S2 itu kayaknya 9.
03:24Kalau ditotalkan-totalkan semua berarti berhak meneliti ya,
03:28sejak S1 pun sudah berhak,
03:30cuman kedalaman penelitian itu mungkin akan berbeda,
03:34dengan yang hanya 6 SKS,
03:369 SKS,
03:37sama tadi 30 SKS,
03:40itu Mbak Indah.
03:41Jadi,
03:41saya terangkan bahwa,
03:43bagaimana penelitian yang baik itu,
03:46saya bilang sama mereka,
03:48saya meneliti itu ada tiga jenis penelitian,
03:50pertama itu adalah penelitian yang namanya,
03:54explorer ya,
04:01jadi ini explorer ini mengeksplore,
04:04artinya ini belum ada terkait norma-norma,
04:06kebayang nggak dulu,
04:07ketika Magelan sama Columbus,
04:10ini explorer semua, peneliti explorer,
04:12mereka nggak tahu itu apa di depan,
04:14tapi mereka tahu,
04:15yakini bahwa,
04:16tesis mereka dulu,
04:17hipotesis mereka adalah bumi pula,
04:19bukan?
04:20Nah,
04:20tapi mereka buktikan sendiri,
04:22jalan aja dulu,
04:22mau ketemu apa,
04:23ketemu hingga akhirnya Columbus itu,
04:26ketemu benua Amerika,
04:28dia kira itu adalah Asia.
04:30Kenapa?
04:31Tadi hipotesis mereka,
04:32artinya,
04:33level explorer ini,
04:36jangan dulu berharap,
04:38terlalu banyak aturan,
04:41cukup bicara tujuan saja dulu.
04:42Nah,
04:43level berikutnya itu tujuannya deskriptif,
04:47menggambarkan apa yang dicemukan,
04:49mungkin sebenarnya,
04:50misalnya kalau peneliti sudah ketemu explorer,
04:52ketemu benua Amerika,
04:53dia akan deskripsikan,
04:55apa ini benua Amerika?
04:57Ya kan?
04:58Dia akan jelaskan itu,
05:01apa-apa saja jadi benua Amerika ini.
05:04Habis itu akan masuk,
05:05peneliti yang namanya explainer,
05:08yang menerangkan lebih detail,
05:09menjawab pertanyaan,
05:10why, why, why,
05:11mengapa, mengapa, mengapa,
05:12dan saya itu adalah why,
05:14explainer.
05:16Kenapa?
05:17Yang saya teliti ini sudah berdasarkan
05:19kebijakan publik,
05:20yang metodologinya sudah jelas,
05:22sudah ada undang-undang KIP,
05:25undang-undang keterbukaan informasi publik,
05:27sudah ada undang-undang pelayanan publik,
05:29ya kan?
05:30Sehingga saya,
05:31inilah yang saya terapkan ini,
05:33metodologinya saya terapkan,
05:34sehingga saya mendapatkan ijaja
05:36fotokopi terlegalisir
05:39milik Pak Jokowi selama 2014-2019.
05:44Nah, pada intinya saya menerangkan itu,
05:45Mbak, artinya,
05:46setelah saya terangkan itu,
05:49kan polisinya yang nanya nih,
05:51terus Pak,
05:52yang meringankannya bagaimana Pak?
05:53Nah,
05:54yang meringankan adalah,
05:55pertama bahwa,
05:57ijaja yang saya dapat ini,
06:01ternyata sama dengan,
06:05ijaja Dian Sandi,
06:06yang di-upload di,
06:09Medsos,
06:10X ya,
06:11kebayang dulu,
06:12Mbak,
06:13belum ada ijaja,
06:14satu pun penampakan ijaja,
06:15yang bisa menerangkan ijaja Pak Jokowi itu,
06:19yang ada itu cuman dari Pak Dian Sandi di Medsos,
06:22dan sebenarnya,
06:23saya ketemu banyak itu,
06:24model-model ijaja ini,
06:26di Medsos,
06:27cuman yang begitu tertarik,
06:29ke publik,
06:30karena sosok Dian Sandi ini adalah seorang,
06:32orang yang dekat dengan Pak Jokowi,
06:34ya kan,
06:36banyak sebenarnya,
06:37yang benar saya,
06:38nggak perlu sebut lah,
06:39yang mungkin,
06:39wajahnya dirubah,
06:41macam segala,
06:43nah,
06:43begitu saya bilang ini,
06:45mirip,
06:46ya,
06:47lantas,
06:48saya kan nggak pernah ngetahu,
06:49sebenarnya penelitiannya RRT itu bagaimana,
06:52saya nggak tahu,
06:52karena saya itu datang,
06:54baru kenal mereka itu,
06:56Rosyurio kursusnya,
06:57itu sekitar awal Agustus,
07:00sementara mereka sudah meneliti katanya ya,
07:02saya nggak tahu ya,
07:03katanya mereka sudah meneliti April ya,
07:06sejak April,
07:07dan samplingnya adalah punya Dian Sandi,
07:10ya kan,
07:11dan mereka bilang,
07:13karena yang saya teliti mirip dengan,
07:16saya teliti otentik,
07:17dengan yang dikasih KPU,
07:19yang dikasih KPU itu,
07:20yang hasil penelitian saya otentik,
07:22dengan punya Dian Sandi,
07:24dan mereka bilang Dian Sandi adalah samplingnya,
07:27maka saya jadilah saksi ahli yang meringankan,
07:29bahwa sampel mereka adalah tervalidasi,
07:33walaupun belakangan,
07:35ya kan,
07:35nggak masalah,
07:36awalnya kan mereka explorer,
07:37karena memang sifatnya explorer,
07:39tiba-tiba dipalidasi oleh saya,
07:41saya dijelaskan oleh saya,
07:42bahwa,
07:43karena saya sifatnya explainer,
07:45saya jelaskan bahwa,
07:47yang diteliti mereka,
07:48yang di eksplor mereka itu,
07:49adalah Dian Sandi,
07:50yang sama dengan,
07:51yang saya jumpa di KPU,
07:53gitu mbak.
07:55Oke,
07:55berarti,
07:56kaya-kaya total dapat berapa tuh bang,
07:58pertanyaan saat penyidik kemarin itu?
08:01Ada 27.
08:0227?
08:03Oke.
08:03Terus soalannya kayak gimana bang,
08:05saat penyidikan berlangsung?
08:07Kalau saya kan,
08:08ini apa,
08:09newbie ya,
08:10seumur hidup saya baru kali ini di BAP,
08:13jadi,
08:14ya saya sih,
08:15orangnya nothing to lose,
08:16biasanya,
08:17kalau saya nggak ada,
08:18nggak ada yang mau saya tutupin,
08:19nggak paling saya mau,
08:20apa,
08:21lepas aja gitu,
08:22mengalir begitu saja,
08:24ya ditanya saya jawab,
08:25ditanya saya jawab,
08:26apa yang nggak tahu,
08:27ya nggak tahu.
08:28Ya,
08:28walaupun kadang,
08:29saya baru sadar bahwa,
08:31ada pertanyaan-pertanyaan yang kadang,
08:32jujur aja,
08:33agak-agak tricky ya,
08:34menjebak-jebak dikit,
08:35ya kan?
08:36Nah,
08:36kalau saya nggak berpegang teguh pada,
08:40apa yang saya kerjakan,
08:41apa yang saya tahu,
08:42ya bisa saja saya kejebak juga,
08:43kayak Roy,
08:44kan gitu kan?
08:45Salah jawab kan gitu,
08:46di BAP salah jawab.
08:47Nah,
08:48tapi,
08:48so far ya,
08:49karena saya didampingi pengacara,
08:51ya,
08:51itu kan ada,
08:52apa,
08:53dikoreksi lagi,
08:54gitulah,
08:55Mbak.
08:56Itu,
08:56kayak gimana tuh Bang?
08:57Pertanyaan tricky-nya,
08:59dari penjidik tuh kayak gimana,
09:00contohnya Bang?
09:01Ya,
09:01kayak misalnya,
09:02BAPA pernah lihat sampel yang diteliti oleh,
09:06RRT,
09:08mereka nggak nyebut RRT ya,
09:10tapi cuma terlalu panjang,
09:11aku persingkat aja ya,
09:12kan disebut Roy Suryo,
09:14bla bla bla,
09:15Rismun,
09:15bla bla,
09:16tapi aku singkat disini RRT ya,
09:17nah,
09:18jadi mereka tanya,
09:20ya,
09:20saya justruan saya bilang,
09:21saya nggak pernah lihat mereka meliti,
09:23saya tidak pernah melihat mereka memakai sampel itu untuk diteliti,
09:27tapi melalui tulisan yang dipublis mereka,
09:29yang saya terakhir baca di medsos,
09:33itu sama,
09:35dan di buku mereka juga jujur menyebutkan,
09:37bahwa sampel ini berasal dari,
09:40akun X,
09:41mirip,
09:42mirip,
09:42milik Pak Dian Sandi ya,
09:44kalau nggak salah,
09:45artinya,
09:46memang,
09:47seorang peneliti itu harus jujur,
09:50menyatakan sumber data yang diteliti dari mana,
09:53supaya apa,
09:53supaya publik yang membaca,
09:56itu,
09:57dikasih,
09:59kasih kepuasan,
10:00apa,
10:00keleluasaan memikirkan,
10:03percaya atau nggak hasil penelitian saya,
10:04ini kan gitu kan,
10:06nah,
10:06sekarang kan pertanyaan ke kita mbak,
10:08kalau ternyata,
10:08kalau saya,
10:09karena saya seorang peneliti yang,
10:12percaya,
10:13filosofi bahwa,
10:14kalau sampah dianalisis,
10:16akan menghasilkan lebih banyak sampah lagi,
10:18maka saya,
10:19seorang peneliti,
10:20pasti harus men-screening,
10:21mana sampah yang perlu dianalisis,
10:23atau tidak,
10:25ya kan gitu kan,
10:26nah,
10:26jadi kalau,
10:28mereka,
10:29tadi apa,
10:30saya terangkan ke mereka,
10:31bahwa,
10:32penelitiannya,
10:36Rosyur RRT ini,
10:37yang saya tahu,
10:38di buku itu disebut jelas,
10:40itu berasal dari Dian Sandi,
10:41yang di-upload tanggal,
10:431 April,
10:44kalau nggak salah,
10:45dan itu mereka langsung teliti,
10:46tapi saya,
10:47secara tempusnya,
10:49saya nggak ada di situ,
10:50saya itu,
10:51justru datang Agustus tadi,
10:53nah,
10:53saya terangkan begitu,
10:54berarti,
10:55yaudah,
10:56konkret kan gitu,
10:56kalau nggak kan,
10:57bisa kecewa saya,
10:58kenal aja Agustus,
11:00merasa ikut penelitian,
11:02bulan 11,
11:02eh,
11:02apa,
11:03tanggal April,
11:03kan,
11:04salah gitu,
11:04Pak,
11:05oke,
11:06jadi sebenarnya nih,
11:07Bang Bona ini,
11:08apa sih Bang yang melatar belakangnya,
11:09Bang Bona meminta salinan ijazah,
11:11milik Pak Jokowi ini,
11:13ini gini Mbak,
11:14apa,
11:16ya saya harus ini ya,
11:17ya mungkin,
11:19katakanlah saya orang yang awalnya,
11:22percaya,
11:24bahwa,
11:25iya aja beliau itu,
11:26palsu,
11:27eh palsu,
11:28maaf,
11:28asli ya,
11:29percaya,
11:29kenapa saya mempercaya lembaga KPU,
11:31namun belakangan saya ragu jadinya,
11:35karena ada,
11:37ter,
11:38beredarnya banyak,
11:39ijazah-ijajah yang disebut punya Pak Jokowi,
11:42terus dianalisis di Metsos,
11:44dengan varian data yang begitu,
11:47berpariatif ya,
11:48ada,
11:48saya temukan ada sekitar 8 pariatif lah,
11:51ijazah ya,
11:53ternyata yang terakhir,
11:55terkonfirmasi itu dari pintu belakang,
11:57katanya kan,
11:58dari orang-orang yang,
11:59mungkin nggak tahu juga,
12:01artinya kalau pintu belakang,
12:02nggak tahu juga,
12:03benar atau tidak ya,
12:04nah,
12:04saya pikir,
12:05saya kan peneliti ya,
12:06artinya,
12:06seperti saya tadi,
12:07filosofi saya yang bilang,
12:08kalau sampah di analisis,
12:10akan menghasilkan lebih banyak sampah lagi,
12:12maka saya harus memilah sampah ini,
12:13ternyata setelah satu pun,
12:15data yang beredar di pasar itu adalah,
12:18data yang palit,
12:20yang levelnya itu sekunder,
12:23atau,
12:23bila perlu,
12:24primer,
12:26nah,
12:27pertanyaannya kan sederhana,
12:28Pak Jokowi kan memang tidak pernah,
12:30mengupload sendiri,
12:31yang secara resmi,
12:32hijajahnya ke publik,
12:35yang mengupload itu justru Dian Santi,
12:37yang menurut saya juga,
12:38dia nggak,
12:39bukan orang yang tepat,
12:40untuk memvalidasi bahwa itu punya Pak Dian Santi,
12:43seperti itu,
12:44akhirnya saya pikir,
12:45saya harus,
12:46mendapatkan data ini,
12:48untuk saya uji,
12:50nah,
12:51pertanyaannya kan sederhana,
12:53kalau aslinya nggak ada,
12:54berarti kan saya butuh yang primer ya,
12:56turunan dari yang asli,
12:58atau yang sekunder,
13:00yang,
13:00yang turunan dari yang primer,
13:04nah,
13:05ketemulah saya,
13:06tersangka apa,
13:08suspek bahwa,
13:09yang punya hijajah data primer,
13:11ataupun sekunder itu adalah pertama,
13:13kalau di Andri,
13:14di Arsip,
13:15lembaga Arsip,
13:17kalau di tingkat pusat itu namanya Andri,
13:20tingkat daerah itu namanya LKD,
13:21lembaga karsipan daerah,
13:23LKD ini ternyata ada dua lagi,
13:25ada yang di,
13:26Provinsi DKI Jakarta,
13:28pada saat beliau,
13:30menjadi pejabat,
13:31gubernur DKI,
13:33dan menjadi,
13:34di,
13:35waktu itu ikut,
13:36caleg ya,
13:37calon gubernur,
13:39dan juga,
13:40ada di LKD,
13:41kota Solo,
13:42pada saat beliau,
13:44mencalonkan jadi wali kota,
13:46dan pada saat mereka jadi wali kota,
13:48beliau jadi wali kota,
13:49ini tersangka utama,
13:50dan keduanya adalah KPU-nya sendiri,
13:53KPU Pusat,
13:54KPU DKI,
13:56dan KPU Kota Solo,
13:59nah,
13:59tentunya kan ini lembaga publik,
14:01dan yang saya minta dokumen publik,
14:03maka saya harus,
14:05memakai tools,
14:07Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik,
14:10memintanya itu harus ada,
14:12memulai tahapan resmi,
14:14melalui Undang-Undang Pelayanan Publik juga,
14:16ada di situ namanya PPID,
14:18Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi,
14:22saya minta ini,
14:23setiap lembaga karsipan daerah,
14:25ANRI,
14:27KPU,
14:28KPU DKI,
14:29KPU Solo,
14:29saya minta semuanya ini,
14:32itu,
14:32jadi,
14:34syukur-syukurnya,
14:35walaupun panjang ya,
14:37akhirnya saya dapat data ini,
14:38data yang kemarin,
14:40yang tanggal 11 itu,
14:41yang sangat dinantikan seluruh rakyat Indonesia,
14:44ini bukan hanya apa ya,
14:46bukan,
14:47menurut saya ini,
14:48ini sangat-sangat krusial,
14:51kenapa ini berdampak hukum dan sosial yang luas,
14:58dimana dampak hukumnya,
15:01sampel-sampel yang lain jadi tergeser,
15:03sampel-sampel lain jadi malu sendiri,
15:05mundur sendiri,
15:06kenapa ternyata yang resmi itu seperti ini,
15:09kan gitu kan,
15:10terus yang dampak sosialnya,
15:13ya kita,
15:15sekarang sudah,
15:16saya lihat perdebatan di publik,
15:17itu sudah enak,
15:18sudah bicara,
15:20mengacu ke sampel resmi,
15:22punya KPU tadi,
15:23dikit-dikit,
15:23yang ini ditampilkan,
15:24nggak ditampilkan lagi,
15:25yang saya bilang itu,
15:26yang ada 8 sampel,
15:27yang nggak jelas kabarnya dari mana,
15:29gitu,
15:29oke Bang Bona,
15:31kan Bang Bona juga kemarin kan sempat upload ya,
15:35selain ijazahnya itu di sosial media,
15:38ini gimana Bang reaksi netizen,
15:39setelah Bang Bona mengunggah hasil salinan tersebut,
15:42yang pasti nanti media,
15:46teman-teman media jadi banyak konten,
15:48karena mereka itu banyak menyajikan sesuatu,
15:52banyak yang aku nggak pernah dengar,
15:54nggak pernah tahu,
15:55dan mereka sering,
15:58kecurigaan-kecurigaan anatis mereka juga ada,
16:01walaupun sebenarnya ada juga yang sebenarnya,
16:04bertanya pun dia nggak pantas ya,
16:07karena dia nggak ngerti pertanyaannya,
16:08tapi, ya, gimmicknya dapat lah ya,
16:14ini kan sudah kita jadikan public discourses,
16:18diskursus publik ya,
16:21nggak apa-apa,
16:22semua harus memang berhak mengatakan pendapatnya,
16:26nah, kemarin itu malah ada yang komplain,
16:28yang masalah bilang,
16:30di mana-mana di Indonesia ini ada tanggal,
16:32kalau di leges,
16:35ternyata kan itu nggak punya leges tanggalnya,
16:37eh, tanggalnya, kita nggak tahu tanggal berapa itu di leges,
16:40itu nggak ada legesnya,
16:42dan mereka malah menganggap,
16:43itu nggak sadung jadi presiden,
16:45seperti itu,
16:47nah, ini berpada sih,
16:48artinya saya,
16:49saya lihat juga kemarin Pak Mas Roy juga,
16:51menganalisis ya,
16:53dan analisis yang dibilang Mas Roy itu juga banyak,
16:56di komentar-komentar di Medsos,
16:58yang saya posting itu,
16:59baik di IG saya,
17:01Facebook,
17:01di Twitter ya,
17:04di X ya,
17:04di TikTok kan saya bagi nih,
17:07cuman jujur,
17:07maaf nih saya sekalian nanti kalau,
17:09apa,
17:10netizen baca,
17:11saya kurang paham sebenarnya bermedsos ini ya,
17:13jadi,
17:14saya pun di tag,
17:15nggak ngerti saya jawabnya gimana,
17:17bagi saya,
17:18tujuan saya adalah,
17:19sederhana,
17:20agar jangan sampai ada,
17:22fitna-fitna lain,
17:24jangan sampai nanti,
17:25ada orang,
17:26eh,
17:28mengasih,
17:29disinformasi ya,
17:30asimetris informasi,
17:31masih percaya ada data ijaja lain,
17:33sehingga,
17:34dia termakan oleh hasutan,
17:36yang sengaja mengubah ijaja ini,
17:38sehingga,
17:39orang yang mengandasinya salah,
17:41seperti itu mbak,
17:42mungkin,
17:43silakan aja nanti,
17:44dipantengan aja lah,
17:45di Medsos saya ya,
17:45benar-benar bangunan,
17:47nah,
17:48ada nggak bangunan hasil temuan,
17:50dari,
17:51sainan ijaja tersebut,
17:52yang selama ini,
17:54sempat ditutup-tutupi bang?
17:56Ah,
17:57mungkin,
17:58apa ya,
17:59saya lebih tepatnya,
18:01saya kan bukan,
18:03bukan orang yang,
18:05meneliti,
18:07explorer tadi ya,
18:08saya explainer,
18:10artinya,
18:11kalau menjelaskan sesuatu,
18:12saya butuh pembanding,
18:13untuk menjelaskan ini,
18:14saya harus pakai yang lain,
18:15untuk menjelaskan,
18:17kebetulan,
18:17saya menjelaskannya ini,
18:18pakai,
18:19ijaja,
18:20yang 2019,
18:22menjelaskan 2014,
18:242012,
18:252010,
18:26dan 2005,
18:28nah,
18:28so far,
18:28yang saya dapat itu adalah,
18:30selisih,
18:32apa,
18:32perbedaan di,
18:35legesnya,
18:37pejabat melegesnya,
18:38karena ini kan beda-beda,
18:39pejabat legesnya,
18:39tapi yang lain itu sama,
18:42semuanya sama informasinya,
18:432010,
18:452005,
18:472012,
18:482014,
18:502019,
18:50yang nggak,
18:51saya kan 2005,
18:522005 belum dapat,
18:53dari,
18:53dari mereka,
18:54dari KPU Solo,
18:55tapi,
18:56nanti akan saya jawab,
18:57lebih lengkap Mbak Yulian,
18:59ketika saya nanti,
19:00sudah meminta,
19:02ke DKI,
19:03ke KPU DKI,
19:04ijaja yang tidak disembunyikan,
19:069 itemnya,
19:07artinya,
19:09saya hanya sekarang ini,
19:10YouTube Anes,
19:11saya hanya bisa membandingkan,
19:12antara ijaja yang 2014,
19:14dan 2019,
19:15karena itu yang saya,
19:16peroleh lengkap,
19:17yang lain itu kan disembunyikan,
19:18semua 9 itemnya,
19:19kenapa justru,
19:20poin krusialnya,
19:22adalah,
19:22di 9 item ini,
19:24disitu ada tanda tangan,
19:26tanda tangan,
19:28rektor,
19:29dan dekan,
19:29yang menantangkan ijaja,
19:31disitu ada tanda tangan,
19:33dekan yang meleges,
19:36ini kan identik,
19:37unik kan,
19:38ini bisa,
19:39ini bisa dicek nih,
19:40ini,
19:41apa,
19:42ya kan,
19:43kita tahu lah,
19:44cara ngecek,
19:45kalau kita cek,
19:46cari-cari rektor,
19:47tanda tangan rektor kan tinggal,
19:48cari aja di internet banyak,
19:51dekan juga banyak,
19:52kita bisa membanding,
19:53tanda tangan ini,
19:55seperti itu,
19:55jadi sabarlah ya,
19:57yang jelas,
19:58mungkin,
19:59Mas Roy kemarin,
20:00sudah di conference juga,
20:02sudah mengungkapkan,
20:03yang dia,
20:04yang dia menurut dia,
20:05ada kejanggalan,
20:07teman-teman di medsos juga ada,
20:09cuman saya belum berani berkomentar,
20:11karena,
20:11ya sasanya jangan berkomentar dulu ya,
20:13nanti saya teliti lebih dalam,
20:15kalau saya merasa itu bertanggung jawab,
20:17saya akan mengungkapkan,
20:18gitu mbak.
20:19Oke,
20:20Bang Bone,
20:21usai huru hara ini ya bang,
20:23sebenarnya Bang Bone ini,
20:24ada di pihak siapa nih,
20:25apakah di kubunya Roy Suryo,
20:27atau malah sebaliknya nih?
20:30Saya sebenarnya mbak,
20:31nggak butuh dukungan orang,
20:33saya harus bilang ini,
20:35saya nggak butuh mendukung orang,
20:38saya hanya butuh data,
20:39begitu data mendukung saya,
20:42semua akan mendukung saya,
20:43terbukti sekarang kan,
20:46semua mendukung saya kan,
20:47baik,
20:48Bang,
20:48kemarin ada Bang David Pajung,
20:50Bang Andi Aswan,
20:51Bang Semar,
20:53Freddy Damani,
20:54yang justru,
20:58Bang Kemarin malah Bang,
20:59Bang Yaakub ya,
21:00Bang Yaakub Asibuan,
21:01di Solo ya,
21:02bilang justru mereka,
21:04senang dengan ini,
21:05kenapa?
21:06Karena saya mau bawa data mbak,
21:09artinya,
21:10oke,
21:10mungkin karena saya sama-sama,
21:12peneliti dengan RRT,
21:14kan,
21:15kalau seandainya RRT,
21:16nggak menyebut peneliti,
21:17maka saya juga tidak akan,
21:18ke arah mereka,
21:19kalau misalnya,
21:22grupnya Pak Jokowi,
21:25pembela Pak Jokowi,
21:26bukan dari Loyalis,
21:27tapi mereka juga bilang peneliti,
21:29saya pasti ke mereka,
21:30kenapa terbukti,
21:31ketika saya berbicara,
21:32sesama peneliti,
21:33kami akan berbagi data,
21:35saya banyak dapat data,
21:36dari grup,
21:38dari Bang Mas Roy,
21:40grupnya Mas Roy,
21:42Mikael Sentana,
21:43dapat data,
21:44kita sharing data,
21:46karena kami peneliti,
21:47sharing data,
21:48seperti saya bilang itu,
21:48yang di medsos,
21:50mereka kasih saya kok,
21:51data-data misalnya,
21:53pintu belakang itu,
21:54kan banyak item ya,
21:55dari,
21:56yang nggak jelas sumbernya dikasih,
21:57itu kan dari mereka,
22:00artinya,
22:01saya bilang kembali tegasan lagi,
22:02saya tidak berpihak,
22:04saya independen,
22:06kalau ternyata,
22:07kami berbagi data,
22:08dituduh tidak independen,
22:10silahkan Anda belajar,
22:13apa arti peneliti,
22:14independen,
22:16bukan berarti kita peneliti independen,
22:18langsung,
22:18tidak boleh berhubungan dengan orang lain,
22:22ya kan,
22:23walaupun saya jadi ahli,
22:25ya,
22:25terserah,
22:26kalau mereka juga mau,
22:27kubu lain,
22:28minta saya ahli,
22:29silah,
22:29nggak apa-apa,
22:30saya,
22:30sepanjang saya tidak mengkhianati data,
22:32saya tidak mengkhianati,
22:35fakta empiris,
22:37yang saya sebut-sebut itu,
22:38agar semua,
22:39para pihak yang,
22:40terbelah itu,
22:42yang dari,
22:43yang yakin,
22:45yang tidak yakin,
22:46dan yang ragu itu,
22:47mari sama-sama kita,
22:48kita mengacu pada data yang saya cari,
22:51seperti itu,
22:51Pak.
22:52Oke,
22:53Bang Buna,
22:53kalau berita nih,
22:54tanggapan Bang Buna,
22:55gimana nih,
22:56soal sidang pendahuluan uji mati Roy Suriyo kemarin nih,
23:00dan,
23:01ditegasin lagi Bang,
23:01betul-betul kemarin kan,
23:02Bang Buna juga diminta oleh,
23:04kubunya Roy Suriyo,
23:05untuk menjadi ahli,
23:06ahli,
23:08ahli juga ya Pak Ti Bener ya?
23:10Ya,
23:10ahli kejagaan budi,
23:11kan saya juga,
23:14apa ya,
23:15sudah tiga kali berhadapan dengan Pak,
23:18Profesor Sadli Isra di MK,
23:22saya tidak pernah sedikit meragukan,
23:25kepatuhan mereka terhadap,
23:29tata cara di MK,
23:31ya memang kayak kemarin tuh,
23:33yang banyak,
23:33Beredar Medsas kan,
23:34yang permintaan Pak RH,
23:36supaya para prinsipal berbicara,
23:41ya kan,
23:42dan tidak dipenuhi kan,
23:44gitu kan,
23:45nah,
23:46saya juga udah tiga kali,
23:48ya memang begitu modelnya di sana,
23:50jangan sampai di MK itu,
23:52jadi ajang curhat,
23:53kan gitu kan,
23:55seperti itu,
23:56yang menurut saya juga,
23:57apa ya,
23:59Pak,
24:00ini cukup tegas Pak Hakim-Hakim itu kemarin,
24:03saya terdukung itu,
24:04dan untuk yang masalah,
24:06tata cara di MK berikutnya,
24:08itu sudah biasa Pak,
24:09kalau misalnya,
24:11saya membayangkan,
24:13beliau-beliau itu,
24:14Hakim di MK,
24:15Hakim panel ya,
24:17panel itu kan tiga orang,
24:19ibaratkan saja nih,
24:20dosen pembimbing kita Pak,
24:23pada sidang pertama,
24:24mereka pasti,
24:25men-challenge kita,
24:26walaupun orang lain menganggap,
24:27itu menyalah-nyalahkan,
24:28tidak,
24:28itu men-challenge,
24:30supaya apa,
24:32sidang pertama itu men-challenge,
24:33lalu lu tinggal perbaiki,
24:35ya kan,
24:36sidang kedua nanti,
24:37mana yang lu perbaiki,
24:38ya kan,
24:39nanti Pak Hakim-Hakim panel bilang,
24:41ini,
24:41udah diperbaiki,
24:42yang ABCD yang saya bilang,
24:43udah,
24:44nah nanti di terakhir,
24:45mereka men-challenge lagi,
24:47saya lihat ini mungkin,
24:48masih kurang,
24:49berguna begini,
24:50perlu dilengkapin,
24:51mau dilanjutkan silahkan,
24:53mau tidak,
24:54itu keputusan mereka,
24:56keputusan,
24:57mau dicabut bisa,
24:58ya kan,
24:59mau dilanjutkan bisa,
25:00tapi,
25:01persidangan,
25:03perang sesungguhnya itu,
25:04disidang,
25:06pleno,
25:08artinya,
25:09para Hakim,
25:12panel tadi,
25:13yang tiga orang,
25:13ini bertanggung jawab penuh,
25:14namanya dosen pemimbing,
25:15begitu,
25:16anak didiknya dimajukan,
25:18sidang terbuka,
25:19di,
25:19menghadapi,
25:21sembilan Hakim,
25:23Mahkamah Konstitusi,
25:24pasti,
25:24ya,
25:25pasti agak malu juga,
25:26kalau ternyata,
25:27yang dia majukan adalah,
25:29yang gak,
25:29gak lolos uji,
25:30kan gitu kan,
25:31itu kan jadi beban moral,
25:33bagi mereka,
25:34nah,
25:34makanya biasanya,
25:35mereka agak,
25:36agak ketat di sini,
25:37agak formil ya,
25:38berbeda dengan peradilan-peradilan,
25:40konstitusi di Amerika,
25:42yang saya tahu juga,
25:43walaupun saya terakhir dikalahkan,
25:45bukan dikalahkan,
25:45saya ditolak,
25:46karena formil,
25:47karena memang,
25:48saya kan bukan berlatar belakang hukum,
25:51saya juga tidak,
25:52pakai pengacara,
25:53waktu itu menyusunnya,
25:55nah,
25:56jadi,
25:57ini nanti lihat aja,
25:58saya yakin,
25:59dengan ada,
26:00korusi-korusi dari,
26:02Hakim MK,
26:03Bang Erhaya juga,
26:04Reply Harun juga,
26:05seorang,
26:06yang bukan orang,
26:07baru di MK,
26:08di Peradilan Tata Negara,
26:10pasti ini sudah diperbaiki,
26:11ini hanya masalah,
26:13selera saja menurut saya,
26:14pemohon maunya,
26:16pinginnya begini,
26:18MK,
26:18pinginnya begini,
26:19ya digabungin,
26:20berarti itu mbak,
26:22jadi,
26:22jangan terlalu,
26:23kita,
26:23kita ini dulu,
26:25kita kasih penilaian dulu ya,
26:26kita tunggu,
26:27sidang kedua,
26:29oke,
26:30Bang Bona,
26:30jadi menurut Bang Bona nih,
26:32apakah Sainan Ijaz,
26:33apa Jokowi ini,
26:34cukup menjawab,
26:34keraguan publik,
26:35atau masih perlu diverifikasi lagi nih?
26:39Kalau saya kan,
26:41ini baru data mbak,
26:43jadi ini belum menjawab apa-apa,
26:46dari penelitian saya,
26:49penelitian saya itu,
26:51harus meneliti,
26:53ijajah,
26:55salinan ijajah,
26:56yang terotentikasi,
26:59ya,
26:59sementara,
27:00itu tidak terotentikasi sama sekali,
27:03jadi belum menjawab,
27:07karena yang dari,
27:08yang saya dapat ini,
27:08ini disebut,
27:09saya menyebutnya,
27:10data sekunder,
27:11tapi tidak teruji,
27:14kenapa terbukti,
27:15dari dokumen-dokumen,
27:17yang saya dapat,
27:18dari sidang-sidang kami,
27:20baik di,
27:21KI Pusat,
27:23KI DKI,
27:25KI Jateng,
27:27KPU semuanya,
27:28mengatakan,
27:29tidak pernah melakukan,
27:30klarifikasi,
27:31mereka hanya melakukan,
27:34verifikasi,
27:34administrasi,
27:37ya,
27:37bayangkan,
27:38sejak 2005,
27:39tidak melakukan,
27:40verifikasi,
27:41klarifikasi,
27:42ini bedanya gini,
27:43ada tiga,
27:43pengujian,
27:45ijajah,
27:45yang diatur,
27:46di peraturan,
27:48perundang-undangan kita,
27:49untuk pejabat publik,
27:50ya,
27:51pertama itu,
27:52verifikasi,
27:53administrasi,
27:55yaitu,
27:56cek legesnya,
27:57benar enggak,
27:58pengajunya,
27:59benar enggak,
28:00ya kan,
28:00formatnya benar enggak,
28:01ini simpan administratif,
28:03kedua,
28:05verifikasi,
28:06klarifikasi,
28:08ini dilakukan,
28:09menurut undang-undang PKPU,
28:11jika,
28:13ada laporan masyarakat,
28:16ada laporan panwaslu,
28:19ada kecurigaan,
28:20dari KPU,
28:23ternyata,
28:24sejak 2005,
28:25ini tiga-tiga,
28:25ini tidak ada,
28:26sehingga,
28:28KPU,
28:29merasa,
28:30tidak perlu,
28:31melakukan klarifikasi,
28:33karena memang,
28:33ini sesuai dengan,
28:34undang-undang pemilu,
28:36yang diturunkan,
28:37ke peraturan,
28:38KPU,
28:38PKPU,
28:40nah,
28:40ada yang terakhir,
28:41yang ketiga,
28:42yang mereka lupa,
28:43bahwa,
28:44bernegara ini,
28:44enggak hanya,
28:45harus,
28:46enggak hanya,
28:47mematuhi,
28:48satu peraturan,
28:48perundang-undang saja,
28:50mereka melupa,
28:50undang-undang karsipan,
28:53yang menjebuk mereka,
28:54mereka harus melakukan,
28:56autentikasi,
28:57autentikasi ini apa,
28:59kalau tadi,
28:59klarifikasi,
29:00kalau verifikasi,
29:01hanya sifat,
29:02verifikasi,
29:03kalau mereka curiga,
29:04ya kan,
29:05adalah permasyarakat,
29:06pasti dia tanya,
29:07mana aslinya,
29:08disandingkan dengan,
29:09fotokopi yang dikasih,
29:12oh iya,
29:12mirip,
29:13kan gitu,
29:13oh iya,
29:14pas,
29:15oh iya,
29:15ini cocok,
29:17tanda tangan rektornya sama,
29:18ini sifatnya informatif,
29:20oke,
29:20lulus klarifikasi,
29:21tapi,
29:22autentikasi,
29:23jauh lebih ribet mbak,
29:25autentikasi itu,
29:26kita dibawa,
29:27dibawa misalnya,
29:28ini apa,
29:29fotokopi,
29:30fotokopinya,
29:31aslinya,
29:31aslinya di uji mbak,
29:33di uji,
29:34dokumennya,
29:35di uji,
29:36kertasnya,
29:36tintanya,
29:37macam segala,
29:39di uji,
29:40ininya,
29:40informasinya,
29:41inilah yang namanya,
29:42kalau lolos dia,
29:44itu namanya,
29:44dokumen yang disalinan ini,
29:46autentik dengan,
29:47dokumen aslinya,
29:49inilah yang nanti,
29:50jadi benda sejarah kita,
29:51disimpan di Andri,
29:52di LKD,
29:54nah,
29:54saya mencari ini mbak,
29:55kalau,
29:56saya nggak dapat ini,
29:58maka saya bilang,
29:59saya justru,
30:00ditertawain,
30:02penelitian saya,
30:03kenapa,
30:05saya meneliti barang yang,
30:07ya katakanlah,
30:08jangan kan,
30:09autentik,
30:10clarified juga,
30:11enggak,
30:12verified,
30:12udah,
30:13ya kan,
30:14verified itu,
30:14untuk sebatas kepentingan KPU,
30:17ya sudah,
30:17tapi sebatas penelitian,
30:18untuk penelitian jurnal,
30:19nggak boleh,
30:20itu harus,
30:21clarified,
30:23ya harus,
30:23authentified,
30:25kan,
30:26seperti itu,
30:28oke,
30:29kemarin kan,
30:31Bang Buna juga,
30:32habis diminta,
30:33oleh,
30:33kubunya Roy,
30:34menjadi ahli,
30:36dan kira-kira,
30:36ada nggak Bang,
30:37tawaran dari,
30:38eh,
30:38tawaran,
30:38bukan tawaran sebenarnya,
30:39mungkin ada,
30:40pihak dari,
30:41kubunya Pak Jokowi,
30:42nggak yang menghubungi Bang Buna?
30:43wah,
30:45mereka,
30:46saya juga jadi bingung,
30:47jadi nggak ada lawan saya,
30:48semua pada bilang,
30:49terima kasih,
30:51dan mereka juga,
30:52kayaknya,
30:53apa ya,
30:53saya juga jadi bingung nih,
30:55jujur ya,
30:56eh,
30:57mereka juga,
30:58malah,
30:58nggak apa-apa,
30:59dorong saja,
30:59malah saya didorong kemarin,
31:00beberapa kali saya ketemu di,
31:02televisi ya,
31:03malah mereka mendorong saya,
31:05ngobrol-ngobrol kita,
31:06nggak,
31:06ngobrol-ngobrol langsung,
31:08ya nggak apa-apa,
31:09seperti di TV,
31:10kemarin tetangga,
31:11malah dia bilang,
31:12saya bilang,
31:13ya saya harus,
31:14mau,
31:14sebelum saya pergi jadi saksi,
31:15saya udah bilang,
31:16eh,
31:16ahli,
31:17saya bilang,
31:17saya akan diundang,
31:18saya bilang,
31:19saya bersedia,
31:20dia bilang,
31:21malah mendukung,
31:21ya bagus,
31:22nggak apa-apa,
31:22karena memang,
31:23mereka juga butuh,
31:25sebuah forum yang,
31:27untuk,
31:30ruang publik,
31:31untuk mengklarifikasi ini semua,
31:34nah,
31:34ini sekarang jadi klaim nih,
31:35mereka mengklaim justru,
31:37hasil KPU itu,
31:38KPU mempersulit itu,
31:39bukan karena mereka,
31:41tapi karena memang,
31:42KPU-nya yang jelimet,
31:43kan gitu kan,
31:44sampai saya,
31:456 bulan baru dapat,
31:46nggak apa-apa,
31:47saya juga menganggap,
31:48bisa saja,
31:48memang mereka super hati-hati,
31:50super ketat,
31:51malah saya bilang,
31:51kemarahan mereka,
31:52jadi saya juga justru menduga,
31:54jangan-jangan bukan,
31:56Pak Jokowi yang,
31:58melarang KPU memberikan,
32:00tapi orang lain,
32:02yang berdampak,
32:03ingat loh mbak,
32:04sidang KIP itu,
32:05bukan masalah,
32:06ijaja Pak Jokowi aslinya,
32:07itu masalah,
32:08ijaja semua,
32:09pejabat publik,
32:11kalau ijaja Pak Jokowi,
32:13bisa dibukakan,
32:15pertanyaan saya,
32:16apa mungkin,
32:17ijaja menteri,
32:18ijaja DPR,
32:20nggak dikasih,
32:21sementara,
32:22baca saja,
32:23di majalah,
32:24Tempo,
32:24nggak apa-apa,
32:24saya sebut ya,
32:25Tempo kan mengulas itu banyak,
32:27ijaja-ijaja palsu,
32:30pejabat-pejabat kita,
32:30banyak terlibat,
32:31saya justru merasa,
32:33ya sebenarnya,
32:35bukan hanya Pak Jokowi,
32:37yang,
32:37apa,
32:38yang,
32:40yang,
32:41sorry,
32:41bukan,
32:41maksud saya bukan,
32:42nggak mungkin lah,
32:44hanya Pak Jokowi yang,
32:46pingin ini cerah ya,
32:48tapi lebih banyak lagi,
32:49mungkin yang lain,
32:50yang akan terganggu,
32:51kalau ini cerah,
32:52transparan,
32:53seperti itu mbak.
32:54Oke,
32:55baik,
32:55terima kasih banyak Bang Wona Tua,
32:56silalahi atas waktunya,
32:58terima kasih ya Bang,
32:59mau berhubungan,
32:59terima kasih.
33:00Pak Adia,
33:02Aditya.
33:23Terima kasih.
Komentar