00:00Terima kasih Anda masih menyaksikan Rosi.
00:02Malam ini saya bersama salah satu tokoh oposisi
00:05yang bertemu dengan Presiden Prabowo Sebianto akhir Januari lalu,
00:09Bapak Syed Didu.
00:10Banyak cerita yang masih harus kami dengar, Pak Syed Didu.
00:13Termasuk misalnya begini, Pak.
00:15Banyak yang mengatakan jalur informasi ke Pak Presiden itu
00:21dinilai terbatas atau hanya difilter
00:23sehingga orang merasa jangan-jangan Pak Prabowo ini
00:27atau Presiden tidak mendengar informasi yang utuh.
00:30Kalau dari interaksi Pak Syed Didu gimana tuh?
00:34Benar nggak kalau informasi yang diterima Pak Presiden itu
00:37memang dipilih-pilih gitu?
00:40Saya bisa menyatakan iya, bisa tidak.
00:42Ada dua kejadian.
00:43Jadi semua data, bocor dari mana, anggaran, berapa jurnal.
00:48Saya penting yang bisa menerima.
00:49Judi online itu menyatakan 12 miliar dolar.
00:53Itu dia sebutkan itu.
00:54BUMN itu angkanya dia 20 miliar dolar.
00:58Itulah keluar pernyataan.
00:59Hati-hati bekas direksi BUMN,
01:02pimpinan BUMN, jangan tidurnya.
01:04Karena dia memang akan kejar.
01:06Tapi pada saat saya menyampaikan,
01:10Pak Presiden, kenapa itu PIK 2 masih menggusur
01:14lahan pertanian dan tambang?
01:16Oh Pak, saya didu nanya.
01:17Ya, langsung.
01:19Eh, kok masih jalan?
01:20Eh, itu mantikan ya.
01:23Nah, maksud saya, berarti sebenarnya, dan reaktif langsung,
01:27bukan berpikir.
01:28Artinya, di hati dia itu berarti ada informasi yang dipilter dong.
01:33Sehingga dia tidak sampai itu.
01:34Jadi saya menyatakan, informasi inti dia sudah punya.
01:39Sampai nama-nama.
01:41Nah, dia menyatakan,
01:44saya untuk menghadapi hukum supaya saya objektif.
01:46Kalau ada laporan penertiban hukum,
01:48maka namanya kututup.
01:51Supaya, siapa tahu ada saudara saya.
01:53Saya tidak pandang siapa.
01:53Ya, itu memang di ucapkan juga secara terbuka.
01:56Nah, jadi,
01:57nah, berbagai, nah.
01:59Berbagai hal yang saya,
02:00termasuk ini,
02:02saya kan ingin mendapatkan informasi.
02:07Karena sampai cawapres itu kan masih sekarang,
02:11masih agak kontraversi.
02:13apakah Prabowo memang memilih secara objektif
02:18bahwa memang dia terbaik,
02:19ataukah dipaksa atau terpaksa memilih.
02:22Maksudnya wakpres Gibran sekarang,
02:23wakpresnya apa Prabowo?
02:25Nah, saya kan ingin mendapatkan,
02:27saya kan biasanya ya,
02:29saya peneliti,
02:29jadi saya ingin mendapatkan apa sebenarnya yang terjadi.
02:32Nah, setelah dia menyelaskan bahwa,
02:37dia menyatakan,
02:38saya beberapa calon wakpres
02:42yang saya inginkan jadi wakpres saat itu,
02:45beberapa nama disebutkan dikriminalisasi.
02:49Dikriminalisasi.
02:50Artinya, ada suatu kejadian dong.
02:52Nah, di sini kriminalisasi calonnya dia,
02:55di sini berjalan untuk memuluskan Gibran.
02:58Di MK.
03:00Nah, masih ingat dulu kejadian.
03:02Nah, saya biasanya sudah menganalisis kalau seperti ini.
03:05ingat kejadian ada kata-kata Gibran pada saat ini,
03:10Pak Prabowo, Bapak tenang.
03:12Saya sudah di sini waktu itu.
03:13Bapak sudah aman.
03:14Pak sudah di sini.
03:15Nah, bagi saya ini ada sesuatu pasti di balik ini,
03:19seakan-akan Pak Prabowo itu sedang terancam
03:21dan diselamatkan oleh Gibran.
03:22Nah, kita harus ingat,
03:26waktu Ketua MK, Pak Usman,
03:29menyatakan,
03:31setelah memutuskan yang batas bawah umur,
03:34dia akan menyatakan,
03:35dan itu dikemukakan oleh Pak Gatot di tempat lain,
03:40dia kemukakan,
03:41batas atas, batas bawah sudah,
03:43Alhamdulillah hari ini batas bawah sudah selesai,
03:46batas atas yang belum.
03:47Itu sama dengan ancaman sebenarnya.
03:49Eh, hati-hati kalau nggak batas bawah ini,
03:52nah, lihat deklarasi Pak Prabowo di Kertanegara,
03:59itu kan tanpa Gibran kan.
04:02Nah, baru ini disenayan kan baru ini.
04:04Nah, oh berarti ini,
04:07saya dugaan saya, analisis saya,
04:09memang ini, itulah yang ditafsirkan,
04:12ini strategi.
04:14Hanya-hanya asumsi Bapak ini bisa juga dibantah dengan sangat mudah.
04:18Karena satu, dalam banyak kesempatan,
04:22Pak Prabowo lah yang menginginkan Mas Gibran
04:25sebagai calon wakil presidennya,
04:27dan beberapa kali meminta itu kepada Pak Jokowi,
04:29jadi itu bisa dibantah bahwa itu keinginan murni dari Pak Prabowo
04:34sebagai calon presiden pada waktu itu.
04:35Dan kalau kita lihat juga secara terbuka,
04:37Presiden Prabowo sungguh menjaga maruah Pak Jokowi
04:41dengan bahkan mengatakan hidup Jokowi, hidup Jokowi.
04:44Jadi saya rasa asumsi Pak Zaididu bisa dengan mudah dibantah.
04:48Jadi saya ingin menyatakan bahwa itu oke,
04:51itu kan, itu strategi semua.
04:53Saya kasih contoh lagi.
04:55Dia ingat kasus Garuda Biru.
05:01Agustus, tahun lalu.
05:06Yang mahkamah agung meluluskan,
05:10saya katakan meluluskan kaisan bisa jadi gungur di Jawa Tengah.
05:14Dan ingat saat itu...
05:15Itu soal demo ketika undang-undang mau diubah,
05:19soal batas umur calon kepala daerah.
05:22Dan saat itu, Dasko sebagai kutu DPR sudah menyatakan
05:25besok akan sidang pleno
05:27untuk merubah undang-undang pilkada
05:31sesuai dengan putusan mahkamah agung.
05:33Nah, tak tahu besoknya dibatalkan.
05:36Dan kita tahu yang bisa,
05:38mohon maaf, yang bisa memerintah Dasko Insya Allah
05:41hanya Pak Prabowo.
05:43Artinya, Pak Prabowo memang
05:45kalau orang menyatakan bahwa dia tunduk sekali Pak Jokowi,
05:49saya menyatakan tidak.
05:51Saya menyatakan tidak.
05:53Dia, jadi Pak Prabowo sekarang
05:55menuju menjadi dirinya sendiri.
05:59Apa relevansinya, Pak?
06:00Antara demo menolak
06:02waktu itu
06:03batas umur untuk calon kepala daerah
06:07yang waktu itu memang ditengah rai
06:09ini adalah jalan untuk Mas Kaisang
06:11menjadi kepala daerah.
06:12Apa hubungannya?
06:14Kalau Pak Prabowo itu memang dibawa bayang-bayang
06:17Jokowi, dia nggak lakukan dong.
06:20Dan pada saat pertemuan itu,
06:22dia menjelaskan
06:24bahwa jangan menganggap saya
06:26ini dibawa bayang-bayang Jokowi.
06:29Dan ada cerita bahwa beberapa usulan
06:31Pak Jokowi itu ditolak sama dia.
06:33Cuma saya nggak buka di publik.
06:36Nah, itu berbagi.
06:38Nah, jadi saya menyatakan
06:43ketidaksabaran publik
06:44seakan-akan Pak Presiden Prabowo ini
06:46masih dibawa bayang-bayang Jokowi.
06:49Saya ingin menyatakan sepertinya
06:51memang mungkin itu adalah penghormatan
06:54cara Prabowo menghormati Jokowi Dodo.
06:59Bukan berarti di bawah bayang-bayang Jokowi Dodo.
07:02Oh, seperti bahasa Jawa Mikul.
07:04Mikul Dodo.
07:04Mendeng-jero.
07:07Jadi, tidak dengan cara
07:09menjelek-jelekan pendahulunya,
07:11tetapi ia tetap punya sikap sendiri.
07:13Punya sikap sendiri.
07:13Yang kemudian bisa dilihat banyak orang,
07:16misalnya seperti Anda,
07:17mengatakan,
07:18ini apa benar masih di bawah bayang-bayang
07:20Presiden sebelumnya.
07:21Nah, tapi kan gini,
07:24saya nggak yakin,
07:26Pak Zaididu,
07:27saya tidak yakin
07:28kalau Presiden
07:29sampai mengatakan pada Anda
07:31dan para tokoh lainnya,
07:32jangan dikira saya masih di bawah bayang-bayang
07:34Pak Jokowi.
07:35Ijinkan saya untuk nggak percaya
07:37Pak Presiden mengatakan itu.
07:39Saya ingin menyatakan bahwa
07:42ini dia menunjukkan fakta-fakta
07:44yang ingin menunjukkan bahwa
07:47begini,
07:48saya begini,
07:49ada suatu dialog menyatakan,
07:50Denny,
07:53tentang dua periode.
07:55Tuan Dua Periode.
07:56Dia bilang,
07:57jangan pernah berhak,
07:59jangan pikirkan dua periode.
08:01Sementara,
08:02di luar sudah menyatakan,
08:03Mahkam Jokowi menyatakan,
08:05oke kami dukung Prabowo
08:07dua periode bersama Gibran.
08:09Ya kan?
08:10Nah,
08:10tapi pada malam itu,
08:12Pak Presiden menyatakan,
08:13saya belum berniat
08:15untuk menyatakan dua periode.
08:17Malam lebih ini, Mbak Rosi,
08:18dia menyatakan begini,
08:21kalau memang saya gagal
08:23dan dianggap salah,
08:24saya bersedia mendapat hukuman
08:27dari rakyat.
08:28Dan saya bilang,
08:28ini baru pemimpin.
08:30Jadi,
08:31bukan memikirkan dua periode.
08:32Jadi,
08:33pihak-pihak yang ini
08:34menyatakan,
08:35Pak Prabowo masih sampai di titik,
08:37dia mau bekerja
08:38sangat baik untuk rakyat.
08:39Dan kalau rakyat
08:41merasa dia gagal
08:42dan salah,
08:43maka dia menyatakan,
08:45saya bersedia dihukum oleh rakyat.
08:46Itu kata-katanya yang saya,
08:48oh, oke ini.
08:49Oke,
08:50jadi dia tidak memikirkan
08:52dua periode.
08:52Ini yang membuat,
08:53Pak Saididu,
08:54merasa bahwa Presiden
08:55tidak cuma omon-omon.
08:56Yang saya menyatakan,
08:58tidak omon-omon,
08:59kan begini.
09:00Langkah,
09:02begini.
09:02Saya di depan mata saya,
09:04pada saat
09:06pemberian,
09:07pemberhentian OJK.
09:08Itu malam yang sama ya?
09:10Nah,
09:10pengunduran diri.
09:11Ya.
09:12Pada saat menekati jam 18,
09:14dia keluar,
09:14terima telepon.
09:15Pas dia,
09:16Pak Presiden masuk,
09:17bagus nih,
09:18OJK mengundurkan diri.
09:20Nah,
09:21saya kan orang jahil.
09:22Kenapa, Pak?
09:23Emang,
09:24ini harus,
09:24saya kasih ultimatum dia,
09:26harus mundur
09:2710 jam 18.
09:28Saya bilang,
09:28ini baru pemimpin.
09:30Nah,
09:30maksud saya ini,
09:31biar Pak Blik tahu,
09:32bahwa sebenarnya,
09:33Pak Presiden itu
09:34mengambil keputusan
09:35setiap saat dengan cepat
09:36asal informasinya.
09:38Benar.
09:38Nah,
09:39jadi,
09:39untuk memperbaiki dia cepat,
09:41ngambil keputusan.
09:43Nah,
09:43sama dengan,
09:44yang pengambil alihan
09:46sawit,
09:47tambang,
09:48itu tiap hari dilakukan.
09:50Tiap hari dilakukan,
09:51dan ingat,
09:52nah,
09:53saya bilang,
09:54banyak sekali contoh,
09:56bahwa Presiden Prabowo
09:57bukan keberlanjutan
09:58dari Jokowi.
09:59Banyak sekali contoh,
10:00contoh yang pemanya.
10:02Pada saat sawit itu,
10:03itu kan kelanjutan
10:05dari Jokowi dong,
10:06yang 3,3 juta hektare,
10:07yang dulu dipimpin
10:08Luhut Binsar Panjaitan,
10:10yang Pak Luhut menyatakan
10:12akan dinegosiasi ulang
10:13dengan pemilik lama,
10:15pas masuk Prabowo,
10:16nggak dinegosiasi ulang,
10:17diambil ali oleh negara.
10:19Itu fakta bahwa
10:20dia tidak kelanjutan dari itu.
10:23Anda ingin mengatakan,
10:23inilah contoh kasusnya.
10:25Contoh kasusnya.
10:25Yang tidak perlu diucapkan.
10:26Tidak perlu ucapkan.
10:27Tetapi dilakukan by action.
10:29Tapi Pak,
10:30bisa begini nggak pertanyaannya?
10:31Ketika misalnya,
10:33oh ya bagus,
10:33kalau mengundurkan diri saja
10:35daripada saya tangkap,
10:36atau kemudian akan ambil alih,
10:38atau jangan enak-enak saja,
10:41nanti akan didatangi kejaksaan.
10:43Bagaimana Anda menjelaskan
10:45bahwa ini management by fear?
10:48Oke.
10:49Management yang menakut-nakuti
10:51dengan ditangkap,
10:54lalu akan nanti dipanggil kejaksaan.
10:57Tidakkah ini menambah kekhawatiran
11:00para pelaku pasar,
11:02investor,
11:02bahwa mungkin maksudnya baik,
11:05tapi kalau dilakukan dengan cara-cara
11:08dimasuk penjara,
11:10dihukum,
11:11dipanggil kejaksaan,
11:13siap, bagaimana pelaku pasar bisa tenang?
11:16Nah, sepertinya beliau itu punya data,
11:20karena dia sampaikan saat itu,
11:22ini yang main,
11:23ini yang harus dihentikan,
11:24kalau ini tidak di stop segera,
11:26ini hancur.
11:27Jadi, saya menyatakan,
11:28Termasuk kayaknya waktu
11:30soal goreng-menggoreng saham,
11:31dan kemudian pengunduran diri,
11:33Pak Prabowo menyebut siapa saja
11:35yang sering menggoreng saham,
11:36beliau tahu semua nama-namanya.
11:38Dan sebutkan namanya,
11:39dan saya,
11:41ada namanya,
11:42ini tukang goreng,
11:43ini apa,
11:43ini nggak boleh katanya.
11:44Jadi,
11:45jadi maksud saya,
11:46istilahnya menurut saya,
11:47ini kebakaran yang harus disemprot.
11:51Itu tidak bisa lagi di,
11:53tidak di jalan lain,
11:55karena tiap hari akan berlanjut terus.
11:57Nah, jadi saya menyatakan,
11:59ini memang Pak Presiden,
12:01kalau darurat,
12:01diambil keputusan yang sangat-sangat cepat.
12:03Tapi jawab secara singkat,
12:04Pak Sadidu,
12:05bagaimana menjelaskan bahwa
12:06ini bukan manajemen by fear?
12:08Saya menyatakan,
12:10ini pasti akan dibahas seperti itu.
12:13Tapi,
12:13kalau sistemnya sudah,
12:14sudah sangat rusak.
12:16Itu tidak ada yang lain.
12:17Tidak ada yang lain.
12:18Nah,
12:19kita contohlah,
12:20Pak Hartu dulu,
12:23menyewa,
12:24apa namanya,
12:24bea cukai dari Swiss,
12:27karena sudah,
12:27Saking korupnya.
12:28Saking korupnya.
12:29Saking cukai pada waktu itu.
12:30Sampai saat itu.
12:32Oke.
12:32Kira-kira begitu.
12:33Oke.
12:33Yang masih harus jawab,
12:35apakah nama-nama yang disebut,
12:36itu termasuk yang juga datang,
12:38bertemu dengan Presiden,
12:40dua malam yang lalu,
12:41yang disebut dengan Taipan Besar?
12:43Itu yang nanti harus dijawab.
12:44Kami kembali saat lagi.
12:45Masih ingat.
12:46Tidak.
12:46Tidak.
12:48Tidak.
12:49Tidak.
12:49Tidak.
12:50Terima kasih.
Komentar